Saudaraku Itu Terbunuh Rebutan Jatah Solar


Tiga hari sebelum terbunuh, saudara sepupuku yang bernama Yadi, bercerita sambil menikmati indahnya pantai Tanjung Tinggi yang diklaim jadi pantai Laskar Pelangi, gara-gara pantai ini dijadikan lokasi syuting film Laskar Pelangi yang dahsyat itu.
Ia berumur 40an tahun. Semula pekerjaannya menjadi juru mesin kapal laut sejak ia tamat STM, tetapi setahun silam Yadi diminta menjadi Kepala Stasiun Pengisian Solar untuk nelayan yang berlokasi di Pasar Ikan Tanjung Pandan Belitung.
Ia bercerita kepadaku, bahwa ia harus berhadapan dengan preman pasar yang selalu minta jatah solar. Tak ketinggalan tekanan dari oknum polisi, tentara, politisi bahkan pesanan pejabat di pulau yang berpenduduk tak sampai sejuta orang itu. Mereka yang menekan saudaraku itu dengan berbagai cara pendekatan. Tapi kebanyakan dengan cara menonjolkan kekuasaannya. Padahal semua pihak tau dan paham bahwa terminal solar di Pasar Ikan Tanjung Pandan itu hanya diperuntukkan bagi nelayan saja.
Ketika saya tanya, memang mereka yang minta jatah itu juga buat nelayan? Dia jawab. bukan. Umumnya, mereka itu untuk kepentingan pertambangan timah dan mesin pengolah yang ada di Belitung. Bahkan ia sering dipanggil gara-gara ada yang mengirim surat ke Bupati bahwa dirinya tidak dapat jatah solar untuk nelayan. Padahal Yadi tau orang yang mengadukan itu adalah pengusaha pertambangan timah di Belitung.
Jumat tanggal 07 Januari 2011, telah menamatkan cerita Yadi. Seorang pria residivis membawa pisau dapur masuk ke ruang kerjanya dan menusuk dari belakang korban hingga menembus jantung. Nyawanya pun tak terselamatkan, karena darah segar terus mengalir dari tubuh pria gagah dan tegar itu. Sang penusuk kecewa ketika sejam sebelumnya permintaannya untuk menambah jatah solarnya, ditolak korban.
Entah siapa lagi yang bakal menjadi korban tidak jelasnya bagi rakyat penjatahan solar. Entah siapa lagi yang bakal jadi korban perebutan solar di negeri yang kaya akan deposit bahan bakar ini. Sebuah negeri yang dihuni oleh orang-orang tak punya otak. Bukankah negeri ini adalah negeri terkaya akan meterial bahan bakar? Apakah Tuhan salah alamat telah memberikan bumi yang kaya ini kepada bangsa yang disebut bangsa Indonesia. Apakah para pemimpin kita masih akan membiarkan rakyatnya saling bunuh hanya sekedar berebut bahan bakar untuk hidup. Sebuah negeri yang nista dan hina.*******

Satu pemikiran pada “Saudaraku Itu Terbunuh Rebutan Jatah Solar

  1. ITULAAH ….. INDONESIA ………. YANG MASIH TERJAJAH OLEH KAKI TANGAN KOLONIALIS DURJANA YA…. ALLOH KAPAN NEGRI INI MERDEKA HAKIKI ….. INDONESIAKU JADI SURGA PARA MAFIA …. SADARLAH WAHAI PARA PEMUDA – PEMUDI NEGRI INI YANG PANDAI …. JANGAN TERGIUR OLEH GEMERLAP DUNIA DAN GENGSI MAU MENJADI KAKI TANGAN PARA MAFIA DAN APARAT PEJABAT YG BERJIWA PENJAJAH. MERDEKA..!!! INDONESIA KU

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s