INDONESIA KEBAGIAN USD 11 TRILIUN LEBIH, SETARA RP 145 RIBU TRILIUN


HARTA AMANAH SOEKARNO SUDAH DIBAGIKAN SEJAK TAHUN 2008 KESEMUA NEGARA

Diam-diam The World Bank Group dan The Committee 300 telah mendistribusikan Harta Amanah Soekarno ke seluruh negara yang terdiri dari 917 account. Sepertinya pendistribusian itu atas persetujuan owner (pemilik). Indonesia kebagian USD 11 triliun atau setara Rp 145 ribu triliun.

Pada tahun 2008 memang beredar hampir ke semua konsultan keuangan senior dunia berita tentang pendistribusian uang cash (tunai) ke semua negara di dunia. Format yang dipakai ada yang sudah dalam MT 103 (pengiriman uang tunai) dan ada dalam format MT760 (surat berharga). Tetapi uang tersebut tidak bisa dicairkan karena belum diotentikasi.

Diharapkan kala itu, Presiden masing-masing negara dapat melakukan klaim atas rekening tersebut dengan otoritas King Anthonio Santiago Marthin (King ASM) sang raja yang tinggal di Filipina. Namun banyak negara tidak memberikan respon, karena siapa yang berperan sebagai Monetery One (M1) memang tidak jelas. King ASM sendiri tidak dapat menjadi seseorang yang memiliki otoritas meski sudah direstui oleh The World Bank Group dan The Committee 300.

Direktur Utama Bank Mandiri yang ketika itu dijabat oleh Agus Martowardoyo, sempat beredar surat klaim Bank Mandiri atas MT103 yang ditujukan kepada bank plat merah itu. Sayang surat itu tidak mendapat tanggapan, karena M1 tidak dapat berperan aktif ketika itu, sehingga The FED tidak dapat menganulir klaim tersebut. Namun demikian, catatan di Bank Mandiri telah masuk senilai USD 1,9 triliun.

Di Indonesia, menurut laporan tahun buku 1 Desember 2008, ada enam bank yang menerima Harta Amanah Soekarno tersebut. Keenam bank itu adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Bank Lippo, dan Bank Danamon dengan nilai kurang lebih mencapai USD 11 triliun atas setara dengan Rp 143 ribu triliun. Sebuah jumlah yang sangat fantastis.

Jumlah USD 11 triliun itu hampir setara dengan national debt Amerika Serikat yang mencapai USD 19 triliun atau setara dengan small business assets di negara itu yang mencapai USD 11 triliun. Artinya, bila dilihat dari kacamata Indonesia, nilai itu adalah tidak mungkin alias mimpi. Tetapi apabila kita gunakana kaca mata dunia, khususnya Amerika Serikat nilai itu masih masuk akal dan logis mengingat harta itu berasal dari kerajaan Majapahit yang sudah mencapai delapan abad lamanya.

Amerika Serikat belum membuka Dollar Amerika Serikat versi Harta Amanah Soekarno ini, karena menunggu Mother Account atau Master Account dibuka. Versi The FED master account hanya bisa dibuka apabila Presiden Republik Indonesia datang ke Gedung Putih bersama owner. Namun perbincangan siapa owner account tersebut masih menjadi perbincangan di kalangan Istana Negara.

Seharusnya Presiden Jokowi cepat merespon ini, karena keuangan negara di mana pun di dunia sudah megap-megap. Dunia harus cepat merespon ini, karena banyak kalangan praktisi dunia Harta Amanah Soekarno menyatakan memang sekarang sudah saatnya untuk dipergunakan bagi kesejahteraan umat manusia di seluruh dunia.

Upaya penggunaan dana Harta Amanah Soekarno ini harus dimulai dari Insonesia. Karena kolateral induknya ada di Indonesia. Presiden Jokowi seharusnya membentuk Tim Pencarian Fakta Otoritas Harta Amanah Soekarno untuk menentukan langkah dan mencari orang-orang yang diberi kepercayaan oleh Soekarno sebagai M1 untuk meneruskan perjuangan mensejahterakan umat manusia. Tim tersebut seharusnya terdiri dari berbagai pihak yang mengetahui secara sistem perbankan, yang mengetahui uraian tentang sejarah harta nenek moyang, serta praktisi hukum.

Keputusan yang diambil oleh tim akan menjadi pertimbangan Presiden Jokowi untuk memutuskan siapa yang patut menjadi M1. Yang mengaku-mengaku langsung saja dipenjarakan agar tidak mengganggu mekanisme yang akan berlangsung. Harus diketahui pula bahwa owner yang sebenarnya tidak memiliki dokumen, yang ada adalah password yang dia miliki dalam sistem perbankan baik di Indonesia maupun di dunia.

Sepintas, data siapa owner sebenarnya sudah ada di Bank Indonesia sejak tahun 2008 itu, tetapi pihak Bank Indonesia enggan mempublikasikannya. Oknum yang ada di bank sentral ini menganggap bahwa uang ini bisa diakali menjadi milik pribadi. Dia tidak tahu menyelewengkan dana yang berbasis Harta Amanah Soekarno resikonya mati dan uangnya kembali ke rekening awal ketika sudah ditransfer. Sebab owner Harta Amanah Soekarno menggunakan komputer berteknologi kuantum yang dioperasikan dari dunia dimensi lain.

Harta Amanah Soekarno sekarang beroperasi secara digital penuh. Pengoperasiannya hanya dilakukan dengan password, kornia mata, aura tubuh manusia, DNA, detak jantung dan sebagainya, sehingga tidak mungkin dioperasikan oleh orang yang bukan pemiliknya. Dengan demikian, Harta Amanah Soekarno dapat membagi atau mendistribusikan uang ke seluruh dunia hanya dalam hitungan klik saja. Tidak ada lagi pertanyaan mana dokumennya. Permintaannya adalah tolong transfer ke rekening ini sejumlah sekian. Posisi sudah sedemikian rupa, sehingga lebih simple dan singkat dalam bekerja.

Kini uang yang sudah dikirim ke Indonesia dan juga keseluruh dunia masih bersifat off balance sheet pada setiap bank. Dalam posisi itu, angka tidak kelihatan dalam rekening bank publik (konsumsi nasabah), walaupun demikian angka dan data ada dalam sistem bank yang bersangkutan. Posisi itu hanya menunggu kedatangan owner yang sebenarnya sesuai dengan data-data yang ada. Jika owner datang, maka pihak bank akan mengubah status off balance sheet menjadi on balance sheet. Jika sudah on bakance sheet, maka posisi uang terlihat di rekening nasabah dan bisa dipergunakan.

Ketika wowner melakukan otentikasi rekening bank yang dituju, tentu owner melakukan komunikasi dengan The FED yang menguasai dollar Amerika Serikat, karena owner adalah juga pemilik saham The FED yang dikoordinir oleh konsultan keuangan internasional Rothschild Group. Data owner ini sudah terdaftar di The FED jadi tidak mungkin salah orang. Sebab kalau salah, maka rekening bank di Indonesia juga reject dalam prosesnya, sehingga pihak bank bisa memenjarakan owner palsu itu.

Lembaga Kepresidenan memang terlalu suci untuk dibohongi oleh banyak pelaku yang mengaku-ngaku penerus Harta Amanah Soekarno. Tetapi juga menjadi berdosa apabila membiarkan dunia mencari seseorang yang berposisi M1 ditengah rumitnya Soekarno menyembunyikan harta dari orang-orang jahat dunia yang ingin menguasainya.

Saran penulis, sebaiknya Presiden Jokowi segera membentuk tim untuk mengejar tengat Oktober 2017, dimana Presiden Jokowi akan pergi ke Amerika Serikat atas undangan Presiden Donald Trump. Mementum ini amat langka ketika para penjaga Harta Amanah Soekarno sudah sepakat bahwa sekarang inilah saatnya dunia menikmati Harta Amanah Soekarno. Dunia menunggu Ptesiden Jokowi bertindak. The Owner Never Die. Bravo Indonesia (Safari Ans).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s