HARTA AMANAH SOEKARNO GUNAKAN KOMPUTER KUANTUM, DIOPERASIKAN DARI DIMENSI LAIN


PESAN UNTUK PEMBACA HARTA AMANAH SOEKARNO

Di tengah gencar orang membicarakan Harta Amanah Soekarno (HAS), saya sengaja menyapa pembaca seperti ini. Agar pembaca tau bahwa saya tidak main-main dalam investigasi jurnalistik dan tidak main-main dalam riset doktor saya. Saya akui ini adalah riset yang paling sulit. Sulit membuktikannya di tengah rumitnya Soekarno menyembunyikan apa dan bagaimana sehingga harta ini aman dari pencurian kelas dunia.

image.jpeg

Layar kumputer kuantum yang dipakai Harta Amanah Soekarno (Foto: Safari Ans),

Pembaca yang budiman,

Saya bernama lengkap Safari Ans, lahir di Belitung 56 tahun silam dari keluarga petani. Saya sekolah SD Negeri Pulau Seliu Belitung, lalu masuk Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) 4 tahun Tanjung Pandan Belitung. Setingkat SMA saya melanjutkan PGAAN (Pendidikan Guru Agama Atas Negeri) selama 2 tahun di Pangkalpinang Bangka. Setamat PGAN saya melanjutkan studi saya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) sekarang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 1980 di Fakultas Tarbiyah jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Kemudian saya mengambil studi lagi di tingkat doktoral di Faskultas Adab jurusan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada perguruan yang sama. Pada tingkat ini, kuliah saya sudah habis, Kuliah Kerja Nyata juga sudah dilakukan. Tinggal menyelesaikan skripsi saja, saya drop out, karena terlalu asyik dalam dunia jurnalistik di Harian Prioritas. Surat kabar berwarna pertama di Indonesia yang diterbitkn oleh Surya Paloh. Surat kabar ini kemudian dibredel oleh rezim Soeharto tahun 1988.

Kala itu saya ngepos di DPR RI. Semua berita penting di lembaga terhormat itu saya liput. Sesekali sering juga mendapat tugas meliput soal agama. Saat itu sangat populer pernyataan Dr Nurcholish Madjid, bahwa terjemahan La Ilaa haillah adalah Tiada tuhan selain Tuhan (tuhan t kecil dan Tuhan T besar). Juga pernyataan Rektor IAIN Jakarta Prof Dr Harun Nasution yang mangatakan bahwa budaya kerudung itu bukan budaya Islam tetapi budaya Arab.

Ketika kuliah di IAIN Jakarta saya mendirikan tabloid Institut bersama teman-teman pengurus Senat. Sebagai reporter media kampus saat itu sangat membanggakan. Saya sempat wawancara Gunawan Muhammad redaksi senior majalah Tempo ketika majalah itu dibredel oleh rezim Soeharto. Saya bangga sekali saat itu bisa mewawancara wartawan senior yang menjadi idola saya.

Ketika Harian Prioritas dibredel, kami bersedih. Saya dan tim redaksi Harian Prioritas sempat mengelola majalah Vista. Kami ubah menjadi majalah life. Tapi saya tak bertahan lama, saya bergabung dengan majalah berita Warta Ekonomi. Keluar dari majalah Warta Ekonomi, saya mendirikan perusahaan advertising, dimana saya menjadi Direktur Utama.

Lalu perusahaan ini bekerjasama mengelola program acara Niaga Publik di Anteve. Sebuah acara yang membedah kinerja perusahaan publik yang sudah terdaftar di Bursa Efek Jakarta sekarang Bursa Efek Indonesia. Acara ini merupakan kerjasama antara Lectura Advertising, Antve, RRI Pro 2 FM, Assosiasi Emiten Indonesia, dan Bursa Efek Jakarta. Acara ini ditayangkan seminggu sekali, dimana saya sering merangkap sebagai presenter.

Saya juga pengurus DPP INSI, himpunan pengusaha informal Indonesia. Kala itu sedang heboh Kredit Usaha Tani (KUT). Bank Indonesia menjadi penyalur utama KUT yang ditugaskan pemerintah kala itu. Saya selaku salah satu Ketua DPP INSI juga ikut pelatihan menyalurkan KUT di Bank Indonesia. Ada sertifikat segala. Pokoknya saat itu, saya senang diajari bagaimana mengelola sumber keuangan KUT. Ada KUT jagung, dan padi, bahkan saya mengusulkan waktu itu agar ada KUT khusus lada. Agar semua petani lada di Bangka dan Belitung yang kesehariannya sangat tergantung pada pinjaman para tengkulak, bisa beralih ke KUT. Usul saya sayang terlambat.

Selesai pelatihan di Bank Indonesia, saya ke Belitung, kampung halaman saya. Disana saya mendirikan Koperasi Lectura Belitung Makmur (Koperasi LBM). Ialah koperasi petani lada terbesar di Indonesia. Anggotanya afa 2.500 anggota yang terdapat di 76 Kelompok Tani Lada (KTL) di 76 desa di Belitung. Luas kebun ladanya waktu itu mencapai 3.500 hektar. Saya menghimpun petani lada dan membentuk koperasi sendirian. Tiga bulan kerja rampung.

Lalu saya mengajukan KUT untuk petani lada saya di BI, tapi gagal keburu UU Bank Indonesia berlaku. Menurut UU itu BI tidak tidak boleh lagi menyalurkan KUT, tetapi sudah dialihkan ke bank pelaksana. Waktu itu BNI bersedia memberikan KUT sebesar Rp 80 milyar. Tetapi dalam rapat anggota yang saya pimpin, para anggota koperasi menolaknya. Akhirnya saya minta bantuan ke Japan Foundation, diberikan sekitar USD 12 juta. Ketika bantuan mau cair, timbulah gejolak dari mafia lada dunia yang bermarkas di Singapura. Bantuan ini inipun gagal cair. Koperasi LBM saya tinggalkan.

Tahun 2003, saya kembali ke Jakarta. Saya bergabung kembali dengan teman-teman jurnalis di Lativi kini jadi TVOne. Saya diajak oleh teman saya Adolf Posumah. Ketika mengikuti tes, saya lulus dan bekerja di televisi nasional ini sebagai produser merangkap sebagai presenter talkshow setiap hari. Banyak tokoh-tokoh nasional yang saya wawancarai termasuk calon presiden RI. Bahkan pernah saya adu dua Menko di era Megawati dalam talkshow saya ketika membahas soal perang Irak. Kedua narasumber itu Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai Menko Polhukkam dan Dorodjatun Kuncorojakti sebagai Menko Ekiun.

Tahun 2004, saya keluar dari Lativi. Saat itu saya diajak SBY menjadi Tim Monitoring Presiden, kerennya lembaga itu diberi nama oleh Presiden ke-6 Indonesia itu menjadi The Office of The President for Monitong. Kami mengadakan pertemuan pertama di Istana Negara, lalu berikutnya di ruang perpustakaan pribadi SBY di Cikeas. Menurut ajudannya Arifin Jauhar ketika itu sebetulnya disediakan kursi di Istana Negara buat saya bekerja, tetapi waktu itu saya menolaknya. Karena saya tetap ingin menjadi orang bebas. Artinya, hanya ketemu dan rapat jika memang diperlukan.

Tahun 2005 saya memulai perjalanan keluar negeri. Singapura, Malaysia, Hong Kong, Belanda, Luxemburg, Prancis, Jerman, dan sebagainya. Lalu saya mendirikan International Fund for Indonesia Development (IFID) di Marshal Island lalu berlanjut di Republic of Syechelles dengan berkantor di Hong Kong. Kendari ini proyek untuk pembangunan di Indonesia, tetapi orang Indonesia hanya saya sendiri. Selebihnya ada konsultan keuangan Belanda, Hong Kong, Jepang, Australia, dan Malaysia.

Tahun 2007 saya bertemu dengan teman saya yang sudah jadi guru besar sejarah di UIN Jakarta Prof Dr M Dien Madjid. Ia mengatakan kepada saya, buat apa sibuk begitu tapi kuliah tidak selesai. Ia kemudian meminta saya agar menyelesaikan studi. Kebetulan ia adalah rektor di IAI Al-Aqidah di Jakarta Pusat, sebuah perguruan yang pernah di pimpin Gu Dur. Akhirnya saya jadi sarjana dengan predikat cum laude di perguruan ini. Ketika wisuda pun saya menangis karena terharu ketika diminta pidato mewakili wisudawan lainnya. Ternyata jadi sarjana itu enak.

Ketagihan kuliah akhirnya saya meneruskan kuliah di Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran Bandung. Saya pikir cocok dengan karir saya sebagai jurnalis. Tesis saya pun mengambil soal komunikasi yang terbangun oleh komuniatas saya di weblog ini, Harta Amanah Soekarno. Saya pun melanjutkan studi saya hingga ke S3 pada fakultas dan perguruan yang sama. Disertasi saya justru makin mendalam soal komunikasi dunia Harta Amanah Soekarno. Saya mencoba meramu dengan menciptakan teori sendiri, teori baru dalam ilmu komunikasi, ialah teori komunikasi transdimensi.

Teori yang belum diakui, karena belum terakreditasi secara ilmiah. Tetapi buat saya sudah memadai untuk menemukan Harta Amanah Soekarno yang sesungguhnya. Teori yang menerobos ruang dan waktu. Pernah suatu ketika saya melakukan ekspirimen dengan anak indigo, agar dia ke Mekkah dalam waktu sejam dan membawakan bunga pohon kurma. Ternyata ia berhasil mengambilnya. Pernah saya juga melakukan ekspirimen dengan mengadakan komunikasi telepon dengan dimensi lain. Telepon saya berhasil tersambung, tetapi tak sampak satu menit sim card pada handphone saya terbakar. Rupanya pergesekan antar dimensi melahirkan panas yang luar biasa.

Teori komunikasi transdimensi adalah komunikasi antar kehidupan makhluk dunia dimensi satu dengan dunia dimensi lainnya. Dunia dimensi manusia (alam nyata) bisa berkomunikasi dengan alam jin, dan makhluk lain yang tidak terlihat oleh kita saat ini. Komunikasi dunia alam ruh, ternyata bisa dilakukan dengan tidur. Ada narasumber saya bisa mengendalikan mimpinya. Dia bisa memprogram mimpinya untuk ketemu dengan siapa saja baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Bila dia bertemu dengan orang yang masih hidup dalam mimpinya, sudah dipastikan orang tersebur merasakan bahwa dirinya juga bertemu dengan dia di dalam mimpi.

Dalam teori komunikasi transdimensi, orang yang bertemu dalam alam mimpi, berarti ruh dia juga bertemu. Pertemuan tersebut adalah fakta. Jadi jika si pemimpi tadi bertemu dengan Soekarno, maka dipastikan ruh dia dia memang bertemu dengam ruh Soekarno. Tetapi tidak semua mimpi masuk dalam ketegori ini. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sehingga mimpi itu dijamin validasinya. Melalui mimpi inilah tingkat vailiditas lebih tinggi ketimbang melalui Qorin Soekarno. Peran Qorin Soekarno di dunia amat banyak, puluhan bahkan ratusan jin yang memerankan diri sebagai Soekarno. Qorin-qorin inilah yang membuat sesat manusia yang kemudian mengaku titisan Soekarno, mendapat kuasa tunggal dan sebagainya.

Dalam dalam Islam, peran Qorin memang diakui. Qorin adalah jin yang diizinkan Allah untuk menyerupai manusia yang diperankannya. Rupanya, perangainya, pola pikir dan suara mirip suara orang yang diperankannya. Tetapi menurut Al-Quran surat Qob, Qorin selalu berkata jujur apa adanya. Jadi Qorin tidak mungkin berbohong. Apa yang dilakukan oleh manusia yang diperankannya, akan diceritakannya semua. Tidak ada yang ditutupi. Cara ini sangat efektif bagi polisi dan KPK untuk mencari pembuktian-pembuktian. Jadi menurut teori komunikasi transdimensi itu, manusia tidak bisa berbohong, karena Qorin nya akan menceritakan hal yang sebenarnya.

Dengan teori ini saya dapat mengukur apakah seseorang itu berbohong dengan pengakuan dirinya sebagai orang yang mendapat kepercayaan Soekarno atau bagaimana. Teori komunikasi transdimensi dapat menelanjangi sosok seseorang, apakah dia jujur dan tidak. Saya dapat menelurusi dimana dan bagaimana Harta Amanah Soekarno berada. Saya bisa mengukur tingkat validitas sumber yang saya temui. Bahkan apakah sebuah dokumen bank yang berkait dengan Harta Amanah Soekarno bisa cek kebenarannya.

Riset saya ini berakhir ketika saya pergi ke New York dan ke Washington DC Amerika Serikat pada bulan Oktober 2016 lalu. Saya sempat berkunjung ke sisi dapur Gedung Putih, tapi sayang tak bertemu Obama ketika itu. Di Amerika Serikat saya mendapatkan segalanya yang berhubungan Harta Amanah Soekarno. Kemudian saya berhasil mengambil suatu kesimpulan, bahwa Harta Amanah Soekarno memang ada, tetapi tidak seperti yang dipahami kebanyakan orang selama ini.

Pembaca yang budiman.

Pemahaman publik soal harta nenek moyang Indonesia sangat bervariasi. Ada yang namanya harta dinasti, ada yang namanya harta Nusantara, ada yang namanya harta amanah Soekarno. Kiblatnya juga berbeda-beda. Ada yang pemahamnya bahwa harta nenek moyang Indonesia itu berporos ke Vatikan, karena memang negeri ini pernah dititipi harta oleh bangsa Indonesia. Kita tidak membantah adanya cerita itu. Ada yang mengatakan, semua itu bermula dari kerajaan Benalux Eropa dengan dinasti keluarga Singal. Kita juga tidak perlu membantahnya, siapa tau benar.

Berbagai kemungkinan bisa muncul dalam penafsiran manusia saat ini, karena kita bersama memang sedang merajut sejarah yang hilang. Sebagai manusia yang hidup di zaman modern hanya diberi kemampuan untuk menyusun kembali sejarah nenek moyang kita. Versi dan sisi pandang tentang keberadaan harta nenek moyang bisa saratus atau bahkan ribuan pemikiran. Semuanya tergantung latar belakang kehidupan dan tujuan yang melatar belakanginya. Tidak ada yang perlu merasa tersinggung dengan pendapat si A dan si B. Toh semua ini juga tidak bisa memilikinya secara pribadi. Kita hanya mencari titik sejarah harta nenek moyang.

Selama ini saya menuliskan hasil investigasi jurnalistik yang kini jadi riset saya, memang belum pernah saya menyebut seseorang yang mendekati apa yang kita cari selama ini. Ialah seseorang yang sosok yang dipercaya. Begitu banyak orang yang mengaku. Ada yang mengaku sebagai satria piningit, ada yang mengaku sebagai kuasa tunggal, ada yang mengaku sebagai titisan, ada yang mengaku sebagai pewaris sah. Bahkan ada yang mengaku sebagai Soekarno. Bahwa dialah Soekarno yang sakti itu dan tidak pernah mati. Kita harus mengakui, itu bagian varian hidup. Adalah hak orang itu untuk berbuat apa saja.

Saya hanya mencari seseorang yang mendekati kebenaran dari semua cerita dan pengakuan itu. Penelitian manusia tidak ada yang seratus persen benar. Kebenaran absolut hanya milik Tuhan. Kebenaran penelitian manusia bersifat temporer, selama belum ada hasil penelitian yang mengubahnya. Tetapi kenyataannya selalu ada riset lain yang membantah riset sebelumnya. Kehidupan dunia akademik akan terus berkembang seperti itu tanpa henti. Hasil riset yang dilakukan manusia akan terus berkembang dari zaman ke zaman. Tidak ada yang perlu dirisaukan.

Terus terang yang menjadi riset saya hanya Harta Amanah Soekarno. Yang berkait dengan Soekarno. Saya tidak meriset harta nenek moyang yang berkait dengan Vatikan. Saya tidak meriset harta nenek moyang yang berkait dengan keluarga Singal atau karajaan Benalux. Dan sebagainya. Saya hanya konsentrasi pada harta yang menjadi titipan orang-orang pada Soekarno. Karena di mata saya Soekarno tidak hanya sebagai seorang politisi tetapi ia juga sebagai seorang amanah. Kenapa begitu? Saking amanahnya Soekarno, ia tega hidup serba kekurangan selama hidupnya. Ia tidak menggunakan sesen pun harta yang dititipkan kepadanya untuk kepentingan dirinya.

Secara pribadi, ia tak mampu beli obat buat dirinya sendiri. Ia saat yang sama dia mampu membangun gedung Pentagon yang begitu mahal. Ia tak mampu membelikan televisi buat anaknya, tetapi pada saat yang sama ia telah meneken perjanjian kerjasama aset dengan bangsa lain yang nilai ratusan milyar dollar. Manusia modern heran dengan tabiat Soekarno seperti ini. Bahkan tak sedikit warga Indonesia protes, kalau Soekarno memang banyak aset kenapa dia begitu tega membiarkan ekonomi Indonesia hancur di zaman dia.

Orang tidak tahu Soekarno senang berkaca mata hitam. Sepintas kita melihatnya ia bergaya. Tetapi sebenarnya, Soekarno sering menangis dibalik kaca mata itu. Ia sedih melihat penderitaan rakyatnya. Matanya selalu berair dan merah karena menangis. Dia menangis karena dia tak mampu mencairkan asetnya buat rakyatnya. Dia selalu bilang, coba Tuhan memberinya sepuluh tahun lagi, dia akan rampungkan semua harta yang dititipkan kepadanya. Artinya, harta yang dititipkan kepadanya belum rampung saat ia menjadi Presiden RI pertama.

Paku Buwono X (PB X) menurut catatan kaum Yahudi dunia, menitipkan harta kepada Soekarno ketika ia berumur 27 tahun, usia yang sangat dewasa bagi ukuran kita. Saat itu PB X mengumpulkan 128 raja di dunia pada tahun 1928. Kaum Yahudi dunia juga percaya bahwa Soekarno adalah anak biologis PB X. Diantara anak-anak PB X yang ada, hanya Soekarno yang dianggap istimewa. Ia dianggap sebagai mewakili darah turunan raja-raja dunia, dimana dia mengatakan kepada dunia; I represent All of You. Jadi wajar kalau kemudian PB X percaya pada Soekarno. Di mata PB X, Soekarno memang beda dibandingkan anak dia yang lain. Diam-diam PB X pun membantu perjuangan Soekarno memerdekakan Republik Indonesia.

Soekarno adalah anak indigo. Matanya bisa melihat makhluk ghaib. Telinga bisa mendengar suara makhluk ghaib. Karenanya Soekarno banyak pasukan dunia ghaib. Dalam Islam percaya pada dunia ghaib adalah bagian dari rukun iman. Tuhan juga bersifat ghaib, malaikat bersifat ghaib, makhluk jin bersifat ghaib. Bahkan angin pun juga ghaib tetapi begitu angin bertiup kita ikut merasakannya. Tak terlihat, tetapi ada. Begitulah angin, begitulah dunia ghaib.

Soekarno juga mempunyai prestasi akademik yang baik. Ia lulus sebagai insinyur teknik sipil di ITB. Ia adalah orang yang amat pintar kemudian dengan sejumlah titel doktor yang ia peroleh. Artinya, orang yang dititipi harta nenek moyang haruslah orang yang pintar secara akademik, tetapi juga seorang yang menguasai dunia ghaibi secara keseluruhan. Tingginya ilmu tasawuf Soekarno telah melampui batas manusia biasa. Ia punya kemampuan ala supermen jika dipersonapikasikan manusia modern sekarang. Tak bisa dibunuh, tak bisa ditipu, tak bisa dibohongi, dan tak bisa diracun. Ia memiliki ilmu membelah diri, katanya. Sehingga tak heran, apabila Soekarno bisa hadir di beda tempat dalam waktu bersamaan. Tapi itu cerita yang masih perlu dikonfirmasi kebenarannya.

Kehidupan manusia sejak dulu hingga kini belum berubah. Harta kekayaan apapun bentuknya yang dimiliki oleh manusia, pasti ingin diwariskan kepada anaknya, turunannya. Gak masuk akal kalau kemudian ada orang yang mewariskan hartanya kepada orang lain. Naluri ini akan berlaku sepanjang zaman. Teori ini tidak bisa dipungkiri. Memang ada satu dua orang di dunia yang dengan teganya menyerahkan hartanya kepada orang lain yang tidak memiliki hubungan darah. Tapi itu sangat langka, sehingga tidak patut dijadikan teori.

Pembaca yang baik,

Ketika saya belakangan ini tertarik dengan Diajeng Putri Aisyah yang punya nama Winda Fitriana, bukan karena saya telah berpihak kepadanya. Saya tidak kenal dengan wanita ini. Saya hanya melihat setidaknya ada lima indikator setelah saya melakukan wawancara kepadanya di Jakarta. Sebelumnya saya juga telah menemui dan mewawancara sejumlah tokoh yang mengaku bersentuhan dengan Harta Amanah Soekarno. Ada puluhan orang yang saya temui dan wanwancarai.

Kelima indiaktor tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, Winda Fitriana adalah anak Soekarno yang paling terakhir. Tak ada satu keluarga Soekarno membantah ini. Bahkan konsultan keuangan Guntur Soekarno Putra telah meminta agar Winda membantunya mencairkan hartanya sesuai perintah. Artinya, masuk akal kalau Winda Fitriana kemudian ditugaskan Soekarno melanjutkan perjuangannya agar Harta Amanah Soekarno dapat dipergunakan untuk bangsa dan dunia. Hakum naluri manusia berlaku disini, setelah Soekarno banyak dikibuli para kerabatnya. Sama seperti PB X menyerah kepada Soekarno karena dia anaknya. Lalu Soekarno menyerahkannya juga kepada anaknya, Diajeng Putri Aisyah alias Winda Fitriana.

Kedua, Winda Fitriana bukan orang bodoh. Prestasi akademiknya di Harvard University sangat membanggakan di bidang keuangan, walau dia juga punya pendidikan teknik sipil. Ia memiliki prestasi akademik cum laode di Universitas terhebat itu. Bahkan dia hafal Al-Quran seperti yang dituntut oleh ayahnya. Menurut hasil riset, orang yang hafal Al-Quran 30 juz rata-rata orang yang mempunyai IQ tinggi. Memiliki kecerdasaan diatas rata-rata orang biasa.

Ketiga, Winda Fitriana adalah seorang indigo seperti Soekarno. Saya duga hanya Winda anak Soekarno yang memiliki kemampuan ini. Ia mampu menguasai dan mengendalikan dunia ghaib yang menjadi ciri khas Harta Amanah Soekarno. Bahkan Winda mampu membelah dirinya seperti ayahnya. Ia mengenal baik pemimpin Vatikan dan sudah bertemu. Ia sudah bertemu dengan Ketua The Committee 300 Ratu Elizabeth II. Ia juga sering berkunjung ke karajaan Ratu Kidul di bawah air dan sebegainya. Cerita ini saya tidak paham kecuali mendengarkan saja. Bahkan Winda kayak Gus Dur mampu mengendalikan pasukan ghaib untuk suatu pertempuran, jika dianggap perlu.

Keempat, Winda Ftiriana memahami seluk beluk dunia keuangan internasional. Ia paham dan bicara secara detil persoalan dunia keuangan dulu dan kini. Dia bisa menjelaskan secara terinci langkah yang harus dilakukan tahap demi tahap untuk mencairkan Harta Amanah Seokarno. Ia bisa menjawab semua persoalan keuangan yang penulis tanyakan. Sampai hal terkcil pun dia menjawabnya dengam baik. Misalnya persoalan dana Imam Subani senilai USD 4,8 milyar di Bank Mandiri cabang Singapura. Ia paham betul sejarah uang itu. Dan sebagainya, masih banyak aspek yang saya tanyakan kepada wanita ini, dia menjawab dengan santai dan benar.

Kelima, Winda Fitriana mampu dan dapat mengoperasikan komputer berteknologi kuantum yang menjalankan 917 account di seluruh dunia. Dia telah menguraikan satu demi satu kepada penulis teknis kerja komputer ini. Komputer yang sama juga dipakai oleh UFO selama ini. Hanya khusus komputer Amanah Soekarno menggunakan DNA, mata, aura tubuh, dan frekwensi tubuh penggunanya. Komputer yang dioperasikan dalam dunia dimensi lain, tetapi penulis berhasil memoret layar komputer yang dimaksudkan seperti terdapat pada gambar diatas.

Kerja komputerisasi ini menjadi menjadi penting ketika Harta Amanah Soekarno sejak tahun 2008 mulai beralih sistem digital. Sekitar tahun 2011 lalu, sistem digitalisasi Harta Amanah Soekarno rampung. Dalam program digitalisasi ini, secara otomatis dokumen-dokumen tertulis yang sering dibawa-bawa itu, dinyatakan tidak berlaku lagi. Dunia HAS tidak mengenai lagi dunia kertas. Semua data dan program account sudah terinstal secara digitalisasi. Pengiriman uang pun hanya sebentar saja, sudah terklik dalam sistem dan sekejap uang langsung terkirim. Artinya, bagi owner HAS jangan ditanya dokumennya, tidak bakal ada lagi. Sebaiknya langsung minta dikirimi sekian ke rekening yang disepakati.

Jika dilihat dari struktur kerjanya, sulit komputer ini dioperasikan oleh orang lain atau oleh makhluk lain. Melalui komputer ini, Winda bisa memantau kejadian apapun yang terjadi seputar aset Harta Amanah Soekarno. Ia juga bisa memantau secara audia visual apa yang menjadi akrivitas manusia yang berkait dengan sahamnya, asetnya, rekeningnya, dan sebagainya. Hampir tak ada satu event pun luput dari perhatiannya hari demi hari.

Atas lima indikator ini, saya sengaja merekomendasikannya seperti yang saya tulis. Winda Fitriana lebih mendekati ketimbang yang lain. Yang lain hanya lebih kepada kemampuan yang berbau klenik. Winda berpenampilan sangat sederhana sehingga tidak kelihatan kalau ia teman Ratu Elizabeth II. Ia bisa berpenampilan seperti wanita pedesaan, terkadang ia tempil seperti orang kota. Bahkan sesekali ia tampil bak ratu yang begitu anggun. Semua penampilannya tergantung situasi dan kondisi yang menginginkannya.

Namun riset saya ini bisa saja salah. Misalnya bisa saja, Winda Fitriana ini hanya bayangan saja. Ada Winda Fitriana yang lain yang kita tidak tau kemampuannya. Semua perlu diuji dengan skala pengujian yang terukur. Jika benar info ini, ada kemungkinan data yang di Bank Indonesia, Bank Mandiri, BNI, BRI, dan lainnya juga akan sama. Negara Indonesia punya lembaga untuk mengecek semua itu. Buat apa kita ribut. Sekali lagi saya hanya manusia biasa. Riset saya bisa saja salah. Tetapi kenapa tidak dicoba untuk melakukan sesuatu yang menguntungkan buat bangsa dan negara ini.

Bagi negara lain, jangankan uang dari Winda Fitriana atau orang Indonesia lainnya, dimana mereka manusia terhormat dengan sejumlah kepandaian, uang dari monyet saja mereka mau menerimanya asalkan clean and claer. Mereka tidak peduli siapa yang memberikan uangnya, yang penting benar uang itu ada. Negara membutuhkan uang untuk membangun, kenapa ada warga negara Indonesia yang berhimpun dalam IFID mau memberikan pinjaman tanpa bunga, Pemerintah tidak merespon. Padahal syaratnya gampang, hanya bertemu. Dan uang itu harus diterima oleh Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili Presiden Jokowi. Bravo Indonesia. (Safari Ans)*****

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s