RATU ASET DUNIA DIAJENG PUTRI AISYAH SIAP BEKERJA UNTUK INDONESIA DAN DUNIA


imageSejak Soekarno dianggap wafat 1970, peran Monetery One (M1) terhenti. Aset bank yang begitu banyak tidak berfungsi sama sekali. Pembukuannya pun hanya berstatus sebagai off balance sheet dalam bank. Diam-diam Soekarno telah menyiapkan Diajeng Putri Aisyah sebagai penerusnya. Kini putri bungsu Bung Karno ini sudah siap bekerja.

safarians.net ___Dunia mengenalnya dengan panggilan Tuan Putri. Tapi ia lebih senang dipanggil Diejang Putri kayak panggilan ibunya. Ibunya seorang bangsawan keturunan Minangkabau, Sarinah Sarinande namanya. Bila melihat kelahirannya, dia bukan orang Indonesia, sebab ia dilahirkan di Belanda. Oleh keluarga kemudian dia diboyong ke Indonesia ketika umurnya beranjak dewasa.

Ayahnya bernama Rudolfo Heigen, nama lain Soekarno ketika tinggal di Belanda. Rudolfo meninggal ketika Diajeng berumur 10 tahun. Ayahnya Soekarno dimakamkan di Belanda. (baca “Soekarno Tidak Wafat 21 Juni 1970 “). Tetapi sebelumnya ayahnya meninggal tahun 1985, ia sempat diajak oleh ayahnya ke ruangan kerja di Pentagon, Amerika Serikat. Ia masih ingat liku gedung yang menyeramkan dunia itu. Ayahnya bilang nanti ini ruangan kerja kamu. Namun sang gadis kecil tetap saja tak mengerti, tetapi kini ucapan Ayahnya itu, tetap dia ingat.

Soekarno sering memanggil dia dengan nama kesayangannya, Denok Sarinah alias Diajeng Putri Aisyah. Dia adalah putri paling bungsu Soekarno. Bagi Soekarno dialah yang paling istimewa dibandingkan yang lain. Anaknya yang lain diharapkan tidak menggangu peran Diajeng Putri. “Karena mereka sendiri sudah dapat bagiannya sendiri-sendiri,” ujar Diajeng Putri ketika ditemui penulis di Jakarta. Bagi Soekarno, tidak cukup usia untuk membesarkan anak kesayangannya ini. Tetapi ia masih mengarahkan anaknya melalui mimpi-mimpi tidurnya.

Diajeng pernah kuliah melalui jalur PMDK di sebuah perguruan negeri top di Jakarta. Ia mengambil jurusan kimia, tapi tak tamat. Semester ketiga ia berhenti. Sebenarnya ia ingin jadi dokter, tetapi keluarganya tak setuju. Malah disarankan dia mengambil jurusan teknis sipil mengikuti jejak ayahnya. Ketika berhenti di universitas negeri, ia memang mengabil jurusan teknik sipil, sehingga ia mahir mendesain sebuah bangunan kayak ayahnya.

Berbekal ilmu teknik sipil, perusahaan tempatnya bekerja Intraco sering memenangkan tender di proyek Bina Graha era Soeharto. Banyak desain yang ia buat menjadi pemicu menang tendernya Intraco di Sekretariat Negara. Dikantor ia dikenal dengan nama Winda Fitriana. Nama yang tercantum dalam administrasi yang dimilikinya. Ketika meladeni petugas Bina Graha saat itu, ia sering dicandain sama teman-temannya. Wah yang punya gedung datang. Ia sangat terkenal di kalangan Istana Negara.

Semasa SMA, ia sempat tak ikut ujian negara. Saat mau ujian, ia sakit. Sehingga ia mengikuti ujian susulan. Sakitnya bermula ketika ia mengalami kegiatan supranatural yang tidak dia pahami. Umurnya ketika itu sekitar 17 tahun, umur yang sering jadi patokan dewasanya seseorang. Saat itu ia sedang tidur bersama Rini (bukan nama sebenarnya), saudara sepupunya. Sejak peristiwa malam itu, Rini lama tak menegur Winda Fitriana, karena mengira Diajeng telah mati. Dalam benak Rini, Diejang sekarang hanya jadi-jadian.

Kisah malam itu memang menegangkan. Ketika ia bersama Rini sedang tidur di kamar di tempat tidur yang sama. Tiba-tiba malam itu Diajeng terbalut dalam kain kapan kayak pocong tanpa ia sadari. Diajeng berteriak minta tolong, tetapi tidak ada satupun yang bisa menolong ketika itu. Rini sendiri kabur meninggal kamar. Diajeng hanya melihat bahwa ia dibungkus dengan kain kapan oleh seseorang yang bertubuh sangat besar. Ia menduga dirinya sedang dibawa oleh Malaikat Jibril. Ia dibawah ke bukit cahaya, dia tidak bisa menyebut nama tempat itu kecuali penuh cahaya yang menyilaukan mata.

Di bukit cahaya, Diajeng bertemu Rasullah SAW dan sebongkah cahaya yang menyilau mata dengan suara yang diberangi dengan tiupan angin. Setiap gumpalan cahaya itu berbicara, tubuh Diajeng Putri seperti mau jatuh karena kuatnya dorongan cahaya itu. Dia tidak tau suara apa itu. Tetapi Diajeng diminta oleh suara itu untuk mensejahterakan umat manusia. Diajeng diminta maukah dia menjadi penyelamat umat manusia. Setelah tiga kali sosok cahaya itu bertanya, baru Diajeng menyatakan dirinya bersedia. Lalu dia disumpah.

Rupanya, perjalan itu sudah seminggu lamanya. Ia baru sadar ketika ia sudah berada dikamar dalam keadaan lemas tak berdaya. Ia pun kemudian sakit. Ia linglung seperti orang gila selama tiga tahun. Tak sadarkan dirinya selama tiga tahun itu. Ia kaget dengan peristiwa yang ia alami itu. Sebab perjalan itu persis sama seperti jalan yang Rasullah Saw alami waktu Isro’ Mi’raj. Hanya saja Diajeng tidak bertemu banyak nabi-nabi seperti yang dialami Rasulullah Saw. Tapi Diajeng sempat juga dibawa ke ketiga pintu.

Pintu pertama, begitu masuk terlihat orang yang disiksa. Badannya disiram dengan air panas besi lalu mengelupas dan badannya hancur. Dan siksaan lainnya yang mengerikan. Pintu kedua, kehidupan yang serba putih. Orang-orang di pintu kedua hidup serba enak. Makanan dan minuman datang sendiri. Namun kepala mereka semua putih-putih. Pintu ketiga, adalah pintu para syuhada atau pejuang, hampir sama kehidupan mereka didalamnya seperti pintu kedua, bedanya hanya rambut saja. Orang dipintu ketiga rambutnya serba hitam-hitam.

Peristiwa itu semula membuat Diajeng tak mengerti. Apa yang disebutkan dengan “Menyelamatkan Umat Manusia”. Dia tidak paham dengan keberadaan dia waktu itu. Seorang anak gadis yang telah ditinggalkan oleh ayah dan ibunya. Kala itu ia tinggal di rumah pamannya. Bahkan akte kelahirannya menggunakan keluarga pamannya sebagai ayah dan ibunya dengan nama Winda Fitriana. Jadi, keluarga pamannya menjadi ayah dan ibu angkat. Keluarga Mohamad Hatta Tjarman dan Nurdjanah. Tjarman adalah kakeknya sendiri yang bernama Soewarno yang sangat terkenal dunia aset inetermasional.

Tetapi sebelum ibu Sarinah Sarinande meninggal sempat memperkenal Diajeng kecil ke Ratu Elizabeth II di Inggris. Ia dkenal dan dicatat sebagai Winda Fitriana. Ratu Elizaberth II adalah pimpinan dari The Committee 300 yang mengontrol aset dunia. Ratu Inggris ini juga pemegang saham dari Bank of England. Bank sentral Inggris ini juga punya saham Federal Reserve (FED), bank sentral di Amerika Serikat.

Ini bukan kenalan biasanya rupanya. Ini bukan pencatatan biasa rupanya. Ini perkenalan dan pencatatan dirinya ke Ratu Elizabeth II adalah pencatatan aset bangsa Indonesia atas nama dirinya. Rekening yang terdapat pada 917 bank di dunia pun dicatatkan atas nama dirinya. Nilai rekening-rekening yang sangat fantastis. Nilai rekening yang membuat geleng kepala. Nilai rekening yang membuat orang tak percaya.

Setelah ayah dan ibunya tidak ada, Winda Fitriana jadilah orang Indonesia yang sesugguhnya. Walau ia hafal Al-Quran, dan pandai berbahasa Arab, tetapi ia tidak berkerudung ala Muslimat lainnya. Dia ingin Islam tetapi tetap sebagai wanita Indonesia. Ia senang mengenakan gaun wanita Indonesia, wanita Kartini. Sejak hidup dalam keluarga pamannya, ia mengalami ketakutan yang luar biasa. Ketika ia berada di Sumatera Barat, ia menyaksikan sendiri sekitar 40 orang keluarganya dibantai habis. Bahkan ia disangka sudah mati.

Peristiwa menakut dilakukan oleh orang-orang berbaju tentara ketika itu. Keluarganya habis terbunuh. Kini ia hanya hidup sebatang kara. Ia melarikan diri ke Bangka, lalu ke Cirebon. Dan terus ia kelana kesana kemari. Menghilangkan jejak dirinya sebagai Winda Fitriana, pemilik rekening 917 bank di dunia. Aset umat manusia. Tapi semua ini belum ia ketahui, Ia belum diberi tau ada aset bangsa Indonesia atas namanya. Ia belum tau ada aset dunia atas nama. Ia masih bekerja seperti orang-orang di perusahaan-perusahaan.

image.jpeg

Foto dari kiri ke kanan: Ibu Sarinah Sarinande, Diajeng Putri Asiyah, dan Soekarno

SSetelah ia berumur 40 tahun, barulah ia diberi tahu. Bahwa ia adalah darah keturunan kerajaan Atlantis, ia darah keturunan kerajaan Aztec, ia darah keturunan langsung Nabi Sulaiman As, ia darah keturunan kerajaan Majapahit terakhir. Ia bisa menyebut dirinya Kings of Kings. Ia bisa menyebutnya “I present All of You”. Ia adalah ratu yang hilang selama lebih dari 50 tahun lamanya. Ia adalah orang yang dicari dunia. Ia orang yang dicari World Bank Group dan The Committee 300. Hanya dialah yang bisa mencairkan rekening itu yang saat ini beratus sebagai off balance sheet. Dunia menunggunya.

Rupanya Winda Fitriana yang dicari semua orang di dunia. Itulah mengapa ia dibawa Jibril ke Bukit Cahaya. Ia disumpah untuk menyelamatkan umat manusia melalui hartanya. Barulah Winda Fitriana tahu tentang aset itu semuanya. Barulah ia tahu, bahwa ia punya rumah besar di tanah yang luasnya 10 hektar di Bogor. Bangunannya saja mirip bangunan Gedung Putih kantor Presiden Amerika Serikat. Kini ia mau mengambil rumah itu untuk dia diami seperti diminta arwah orangtuanya.

Sebenarnya, ayahnya sebelumnya meninggal telah menunjuk pengacara di Jerman. Pengacara ini diminta mengurus seluruh administrasi aset yang dimilikinya di Mahkamah International. Ketika penulis menghubungi pengacara ini, ia membutuhkan waktu untuk menjawab. Sampai tulisan ini diturunkan pengacara ayahnya ini belum memberikan jawaban. Namun pengacara ini sudah dibayar. Menurut Winda Fitriana, setiap tahun pengacara ini dibayar. Nanti pengacara ini akan mengumumkan siapa Winda Fitriana di sidang gabungan World Bank Group dan The Committee 300. Pengumuman itu tentunya berdasarkan keputusan Mahkamah Internasional.

Barulah Winda Fitriana tau, kalau dirinya penguasa gudang uang, gudang emas yang tersimpan di Indonesia. Barulah ia tau ia akan menjadi orang Indonesia atau justru dia harus berkantor di Pentagon. Kini ia ingin bertemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk memulai semua pekerjaan yang menjadi tugasnya. Mensejahterakan umat manusia. Kalau ia diterima Presiden Jokowi, maka ia akan memulai pekerjaan dari Indonesia. Ia sepakat untuk membangun Indonesia lebih dulu baru yang lain.

Kalau Pemerintahan Jokowi sedang sakit floating mass, sedang apriori, sedang tak percaya atas semuanya ini, ya sudah. Ia akan memulai pekerjaannya dari luar negeri dan berkantor di Pentagon. Tetapi setelah ia memutuskan berkantor di Petagon, jangan berharap ceritanya bisa dibalik. Karena missi dia adalah menyelamatkan umat manusia dengan kekayaannya. Semua sangat tergantung kepada Presiden Jokowi. Sekarang atau tidak sama sekali. Bravo Indonesia. (Safari Ans).

Iklan

Satu pemikiran pada “RATU ASET DUNIA DIAJENG PUTRI AISYAH SIAP BEKERJA UNTUK INDONESIA DAN DUNIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s