Presiden Jokowi Saatnya Bentuk Tim Recalling Asset Bangsa Indonesia


Jika Presiden Jokowi bentuk Tim Recalling Asset Bangsa Indonesia seperti yang dilakukan oleh Paku Buwono X (PB X) tahun 1928, diperkirakan tak sampai 2 tahun Indonesia sudah menjadi negara kaya dengan aset besar berupa emas, platinum, dan batu mulia (diamond) yang tersimpan dalam dunia perbankan Indonesia, terutama Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

fullsizerender

Safarians.net _ Tak ada satupun negara kaya di dunia yang berani membantah kalau bangsa Indonesia memiliki aset besar yang tersimpan di negaranya. Tetapi aset besar ini tidak bisa diklaim dengan jalur hubungan antar negara atau hubungan antar pemerintahan yang ada sekarang.

Mencairkan aset ini hanya bisa dilakukan dengan jalur khusus yang sudah dibangun oleh nenek moyang bangsa Indonesia ratusan tahun silam yang mereka sebut the illuminati breeding program (hubungan jaringan keturunan yang sangat rahasia). Karena hanya merekalah yang tahu siapa berperan sebagai apa dan mengapa.

Bahkan Soekarno pernah membentuk tim rahasia yang jaringannya sangat unik. Mereka berkerja sebagai tim intelejen bagi negara dan bangsa Indonesia juga sekaligus sebagai jaring pengaman bagi aset bangsa Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun yanh betada di luar negeri. Tim siluman ini bernama Gajah Kencana. Mereka bekerja secara wilayak kerja masing-masing di seluruh wilayah tanah air. Tim siluman Gajah Kencana ini rata-rata memiliki keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh tim siluman manapun di dunia. Karena mereka rata-rata punya kemampun hidup di dua dimensi kehidupan manusia.

Karena itu, pembentukan Tim Recalling Asset Bangsa Indonesia harus mencermati faktor X yang sangat rumit dan berpotensi gagal hingga 80% apabila yang dijadikan tim adalah orang-orang justru bermasalah dalam sejarah keberadaannya. Sebab, apabila membaca perkembangan yang ada, orang-orang yang dipercaya dalam sistem pengelolaan aset bangsa ini adalah mereka yang telah teruji puluhan dengan iman dan takwa yang tinggi.

Ciri khas yang paling sulit ditemukan adalah prinsip kesederhanaan hidup, dimana mereka menjaga harta bernilai ratusan bahkan ribuan trilyun rupiah tetapi kehidupan mereka amat sangat sederhana kalau lah tidak disebut sangat miskin papa. Bagi mereka duniawi adalah pelintasan jalan menuju kehidupan yang abadi.

Menelusuri perjalan sejarah aset bangsa Indonesia ini menjadi sangat rumit karena tidak ada literatur resmi yang bisa dipercaya. Tetapi dari tutur kata yang berhasil penulis raih, dapatlah dirajut satu demi satu. Sebelum tahun 1928, keberadaan aset bangsa Indonesia itu memang mulai tataran yang samar-samar ketika pembayaran pinjaman kolateral mulai tak semulus tahun-tahun sebelumnya.

Dari cerita para sesepuh yang sempat penulis wawancarai, konsultan kerajaan Nusantara saat itu adalah Rotchschild. Mekanisme yang dipakai keluarga terkaya di dunia ini adalah, emasnya tetap disimpan oleh kerajaan Nusantara tetapi sertifikat emasnya diperdagangkan oleh Rithschild dengan bunga 4-6%. Sedangkan kalangan raja Jawa hanya mengenakan bunga 2% saja kepada Rotchshild. Sedangkan bunga yang dibebankan kepada debitur dapat dibayarkan dengan emas pula sehingg cadangan emas kerajaan Nusantara menumpuk di berbagai bank di luar negeri.

Patut diduga emas pembayaran bunga inilah yang menyebabkan kerajaan Nusantara memiliki aset besar yang kini tersimpan di beberapa bank di luar negeri seperti di UBS, HSBC, Barclys Bank, ABN AMRO, RBS, dan sebagainya.

Sedangkan yang tersimpan di FED (bank sentral Amerika) adalah berasal dari Belanda yang dibawa oleh Kerajaan Benalux, kemudian disimpan di Belanda. Ketika Hitler menaklukan Belanda, maka emas itu diboyong ke Jerman. Nah, ketika Jerman ditaklukan Tentara Sekutu pimpinan Amerika Serikat, maka emas tadi dibawa ke negeri Paman Sam itu. Persahabatan Soekarno dan John F. Kennedy kemudian mengklaim emas itu melalui perjanjian The Green Hilton Memorial Agreement.

baca: Mengenang Pernjanjian Soekarno dengan John F. Kennedy

Sementara itu emas yang menjadi pokok jaminan kolateral yang diterbitkan Keluarga Rothschild ketika itu, patut diduga masih tersimpan dengan di dalam negeri. Nah, emas inilah yang pertama kali dibuatkan aturannya berupa 3 undang-undang di bidang keuangan dan perbankan.

baca: Indonesia Perlu Tiga UU Keuangan dan Perbankan Baru Agar Makmur

 

 

Tim Recalling Asset Bangsa Indonesia memang bakal membuat keringat dingin banyak negara, terutama negara kaya yang selama ini menikmati aset bangsa Indonesia yang tersimpan di negara mereka.

Tim Recalling Asset Bangsa Indonesia sebaiknya melakukan tiga tahap pekerjaan. Tahap pertama, mengkaji dan mempersiapkan adanya tiga UU baru di bidang keuangan dan perbankan Indonesia seperti yang disebutkan di atas (simak videonya).

Tahap kedua, mempersiapkan terbentuknya Lembaga atau Kementerian khusus di bidang pengelolaan dan perlindungan aset bangsa Indonesia.

Tahap ketiga, memperiapkan resertifikasi aset yang ada berikut pembangunan gudang modern bagi Bank Mandiri, BRI, BNI dengan catatan saham moyoritasnya masih tetap milik Pemerintah Indonesia.

Jika ketiga langkah ini telah dilakukan, maka barulah para pemegang Harta Amanah Soekarno berdatangan dengan mendaftarkan aset yang dititipi ke mereka masing-masing. Tentu saja hal itu sudah termasuk para penjaga gudang harta nenek moyang yang rata-rata saat ini sudah menyatakan lelah.

Jika Presiden Jokowi berkenan penulis mempresentasikan hal ini, tentu dengan senang hati melakukannya kapan pun. Semoga ada jalan terbaik buat bangsa Indonesia agar makmur dan sejahtera dalam waktu relatif singkat. Karena memang sudah waktunya. Aamiin.

Selamat berjuang wahai anak bangsa Indonesia. Salam (Sans)*****

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s