Benarkah Arab Saudi Akan Bantu RI Rp2.000 Trilyun Bunga 0%?


Bulan Maret 2017 dipastikan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bersama sekitar 800 orang rombongan akan berkunjung ke Indonesia. Konon kabarnya, negara eksportir minyak terbesar di dunia itu akan bantu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia (Indonesia) senilai Rp2.000 trilyun dengan bunga 0%. Rakyat Indonesia berharap agar uang itu sebagian digunakan untuk kembalikan pinjaman dari Cina Rp 700 trilyun, sehingga ekonomi Indonesia tidak didekte lagi oleh negara komunis Cina. Apalagi salah satu jaminannya adalah saham Pemerintah pada Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesoa (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) yang kini sudah mulai merisaukan kalangan bankir dalam negeri.

43663133-c440-4f28-a49a-793577df1d2d

Safarians.net ____ Seorang pengusaha penyewaan mobil mewah di Jakarta berkisah kepada penulis. Ia pernah membawa sekeluarga turis yang berasal dari Arab Saudi. Suatu ketika sang Ayah ingin diantarkan ke kompleks prostitusi terkenal Saritem di Bandung. Sementara keluarganya ditinggalkan di sebuah hotel mewah di Jakarta.

Pengengusaha mobil mewah ini tentu saja curiga, kenapa turis Arab ini mau meninggalkan istrinya yang begitu cantik bersama anak-anaknya di hotel mewah di Jakarta sekedar untuk melampiaskan syahwat di komplek pelacuran murahan di Bandung. Lama-kelamaan terbongkar juga kedok sang turis, karena sang turis ini sering menerima telepon dari Kedutaan Arab Saudi di Jakarta.

Sang turis kemudian mengaku ia adalah seorang menteri di Kerajaan Arab Saudi. Saat itu ia ditugasi sebuah lembaga di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mengecek apakah benar dana sumbangan atau hibah Pemerintah Arab Saudi yang disalurkan melalui PBB untuk membasmi human trafficking di Indonesia telah berjalan sesuai rencana.

Bantuan Arab Saudi bukan hanya itu. Ketika Indonesia mengalami resesi ekonomi di akhir kepemimpinan Soeharto di Indonesia, Kerajaan penguasa kota suci Mekkah ini, pernah mempersipkan bantuan hibah sebasar Rp600 trilyin (masih perlu dicek kepastian angkanya). Bantuan tersebut berproses dan akhirnya tersalur dalam bentuk hibah melalui Departemen Agama – Depag (sekarang Kementerian Agama – Kemenag) setelah Departemen Keuangan RI kala itu menolak bantuan tersebut karena tidak ada skemanya dalam APBN (Angaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Nah ketika disalurkan via Depag juga tidak menemukan skemanya, sehingga uang hibah itu ditransfer ke Indonesia melalui rekening para pejabat departemen yang mengurusi haji itu. Ada yang dititipkan di Bank of America yang kala itu berkantor di JL. HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan sebesar Rp57 ttilyun, dan beberapa bank lainnya di Indonesia. Bahkan lebih dari separo dana hibab itu, konon kabarnya dititipkan pada bank di luar negeri.

Para Kiyai NU tau dan paham tentang hibah ini. Diantaranya Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, K.H. Noer Muhammad Iskandar, Dr KH Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh, dan beberapa kiyai senior NU lainnya termasuk Prof Dr Said Agil Husin Al-Munawar MA mantan Menteri Agama RI.

Bahkan seorang pengusaha mitra Depag bernama Kusuma Indra Jaya yang dipercaya sebagai pengatur rekening di Bank of America di Jakarta membenarkan bahwa sebagian besar dana hibah Arab Saudi itu disimpan di luar negeri. Kusuma Indra Jaya tahun 2006 ditugasi mencairkan dana hibah yang di Bank of America Jakarta lalu dipindahkan ke Standard Chartered Bank di Jakarta yang menurutnya waktu itu menggunakan rekening salah satu provider GSM di Indonesia. Bahkan ketika itu terdengar kabar provider tersebut akan di take over oleh link yang berhubungan transaksi dengan Bank of America ini.

Tak jelasnya bantuan Arab Saudi ini menjadi keprihatinan bangsa Indonesia, seakan Arab Saudi selama ini tidak pernah membantu Indonesia. Media korporasi (mainstream) di Indonesia pun tak pernah memberitakan kemurahan hati Pemerintahan Arab Saudi. Sebaliknya, Indonesia pun tidak melayani kepentingan Arab Saudi di Indonesia. Contohnya, urusan pembebasan tanah untuk pembangunan Kedutaan Arab Saudi di Jakarta, Pemerintah RI tidak bisa membantu menyelesaikannya. Kini tanah itu teronggok di seberang Teminal Kampung Rambutan Jakarta Timur. Bahkan penulis ikut membantu mencarikan gedung untuk disewa Kedutaaan Arab Saudi di Jalan HR Rasuna Said Kuningan Jakarta sekarang — walau tak ada fee sesenpun seperti layaknya.

Benarkah Rp2.000 Trilyun Bunga 0%?

Jika menyimak perjalanan bantuan Arab Saudi kepada Indonesia selama ini seperti tersebut di atas tadi, maka bukan hal mustahil Kerajaan Arab Saudi akan terusik jati dirinya sebagai negara yang memiliki dan mengelola kota suci umat Islam Mekkah Al-Mukaramah. Selain soal kewajiban syariat Islam yang mewajiban untuk saling bantu antar sesama, posisi umat Islam Indonesia juga sangat strategis bagi kerajaaan minyak dunia ini. Berapa trilyun sumbangan umat Islam setiap kali musim umroh dan setiap kali musim haji berlangsung.

Tetapi terlepas dari itu, umat Islam Indonesia yang saat ini sedang menjadi sorotan dunia internasional khususnya negara-negara Islam, memang punya kewajiban tersendiri secara syariat Islam apabila ada umat Islam suatu negara yang sakit maka itu menjadi kesakitan umat Islam di negara lainnya. Begitulah hukum syariat Islam.

Ada bocoran yang masih menjadi kabar burung, bahwa jika benar bantuan Arab Saudi tersebut, maka dari Rp2.000 trilyun itu akan diperuntukan untuk beberapa proyek di Indonesia. Diantaranya, Rp500 trilyun untuk membuat tambang baru di Papua, Rp500 trilyun untuk menyelesaikan Tol Trans-Sumatra, Rp300 trilyun dapat dipergunakan untuk perbaikan ekonomi Indonesia lainnya. Sedangkan sisanya sebesar Rp700 trilyun dikabarkan (masih kabar burung) disarankan agar Indonesia mengembalikan pinjaman dari Cina yang telah diteken oleh Menteri BUMN Rini Soemarno , agar ketiga bank BUMN Indonesia selamat dari “keberutalan” yang saat ini meresahkan kalangan bankir di Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

Kehebatan negara-negara Arab bukan hanya ini saja. Beberapa tahun lalu, para sesepuh Syiria pun bersepakat bersama melalui lobi senior Israel agar konfliknya dengan Palestina di perbatasan berakhir. Mereka sepakat lakukan pembayaran ganti rugi tanah-tanah orang Palestina yang telah di beli pengusaha Israel dalam jumlah yang sangt besar melalui tokoh senior Israel Schroder. Namun sayang, setelah pembayaran berlangsung, Israel kembali ingkar janji dan tetap menguasai lahan milik warga Palestina hingga kini.

Ini sekedar gambaran betapa tingginya solidaritas antar sesama negara Islam, walaupun Indonesia bukan negara Islam tetapi negara yang berpenduduk Islam terbesar di dunia saat ini. Bahkan bisa jadi Indonesia menjadi indikator Islam dunia. Jika rusak Islam di Indonesia akan rusak pula Islam di dunia. Ini sisi lain dari gambaran berita media Barat yang selalu menyebut negara Arab dan negara Timur Tengah lainnya menjadi sarang teroris, termasuk stempel yang sama bagi Indonesia.

Kemurahan hati Raja Salman bin Abdul Azis tercermin dari kebijakan dalam negerinya. Seperti diberitakan oleh CNN Indonesia, ia  memerintahkan pemberian bonus serta subsidi hingga 110 miliar riyal atau lebih dari Rp369 triliun.

Masih menurut CNN Indonesia, Al-Arabiya memberitakan, bahwa perintah ini dikeluarkan Salman pada Kamis (29/1). Dana tersebut akan digunakan untuk memberikan bonus dua bulan gaji bagi seluruh pegawai negeri sipil di Saudi.

Selain itu, bonus dua bulan gaji juga diberikan untuk para pensiunan PNS Saudi. Sementara pelajar, orang-orang berkebutuhan khusus dan miskin juga akan diberikan bonus senilai dua kali lipat dari pendapatan mereka selama satu bulan.

Melalui akun Twitternya, Raja Salman mengatakan: “Kalian berhak mendapatkan lebih dari ini dan apapun yang saya lakukan tidak akan bisa memenuhi seluruh hak kalian. Saya meminta bantuan dari Allah dan kalian agar bisa memenuhi tugas agama dan negara. Jangan melupakan saya dari setiap doa kalian.”

Di antara anggaran itu, atau 20 miliar riyal, setara Rp67 triliun, digunakan untuk subsidi listrik, air dan perumahan. Salman juga berkomitmen memberikan uang senilai Rp3,3 miliar untuk setiap klub seni di Saudi.

Lalu, apakah Indonesia akan mengulangi kesalahan beberapa tahun lalu? Salah kelola anggaran hibah atau bantuan Kerajaan Arab Saudi (Rp600 trilyun?) Sejak Pemerintahan Jokowi, setidaknya ada tiga negara yang sudah menawarkan pinjaman dalam jumlah besar. Negara Tiongkok berikan pinjaman berbunga 2% setahun, Jepang tawarkan 1% setahun. Kini Arab Saudi tawarkan bantuan dengan bunga 0%. Penulis mencoba melakukan konfirmasi ke Kekeduataan Arab Saudi di Jakarta. Tetapi pejabatnya enggan berkomentar soal bantuan ini. Pejabat itu hanya menulis sms “Walaikumssalam. I DON’T HAVE OFFICÀL CONFRONTATION REGARDING THE RP. 2.OOO TRILYUN”.

Hanya orang gila yang menolak pinjaman dengan bunga nol persen. Mari anak bangsa Indonesia kawal dengan baik setiap sen rupiah yang masuk ke negeri ini. Salam perjuangan wahai anak Indonesia. (Sans) *****

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s