Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Dunia Bila Terapkan UU Bullion Bank


FullSizeRenderSudah lama impian hadirnya Undang-undang yang mengatur bullion bank di Indonesia. Namun sudah berganti tujuh Presiden, UU ini belum juga terwujud. Padahal jika Indonesia menerapkan UU ini, tak sampai dua tahun Indonesia menjadi raksasa ekonomi dunia.

safarians.net ____ Beberapa negara sudah menerapkan undang-undang bullion bank ini. Apabila pembaca membuka rekening di Hang Seng Bank di Hong Kong misalnya, maka pembaca akan mendapatkan statement account setiap bulannya yang dikirim via email atau melalui pos ke alamat pembaca.

Di dalam statement account itu terdapat rincian deposito USD, deposito Euro, deposito RMB, deposito emas, deposito platinum, dan deposito diamond. Artinya sang nasabah dapat mendepositokan emasnya, dapat mendepsitokan platinumnya, dan dapat mendepositokan batu mulianya pada bank yang memang diatur oleh UU Bullion Bank ini. Demikian juga bank UBS di Swiss, dan sebagainya.

Kini safety box bank di Indonesia dipenuhi oleh titipan barang-barang berharga ini. Mulai dari surat-surat berharga, perhiasan emas dan batu mulia, dan benda-benda berharga lainnya. Bahkan ada sebuah grup besar menitipkan simpanan emasnya pada gudang atau bunker milik bank di Indonesia. Nilainya pun bukan sedikit, tetapi dalam hitungan ribuan ton emas.

Dengan cara seperti ini, maka nilai emas, nilai platinum atau nilai daimond yang disimpan di safety box bank secara otomatis mematikan nilai benda-benda berharga tersebut bertahun-tahun, malah ada dalam hitungan puluhan tahun. Bahkan pihak bank yang menyimpan aset tersebut juga tidak bisa membukukannya dalam sistem bank mereka. Sehingga bisa disebut nilai-nilai aset mahal tersebut mati dan tidak bermanfaat dalam ekonomi.

Padahal, benda-benda berharga tersebut dihargai karena nilainya. Sistem bank dan perekonomian modern membutuhkan nila-nilai benda berharga itu, bukan bendanya. Sebab pembangunan ekonomi yang benar adalah membangun nilai-nilai ekonomi agar terus tumbuh dan berkembang. Semakin besar nilai ekonomi yang dibangun atau nilai ekonomi didapat maka semakim besar pula pembangunan ekonominya. Besarnya nilai ekonomi yang terbukukan dengan baik di dalam sistem bank akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Agar Harta Nenek Moyang Bisa Digunakan, Indonesia Perlu 3 UU Baru Perbankan

Jadi emas, platinum, dan batu mulia tadi yang dibutuhkan adalah nilainya bukan fisiknya. Teori inilah yang dibangun oleh para konsultan kerajaan Nusantara dulu, seperti Rothschild, JP Morgan, dan lainnya ketika mereka menerbitkan surat berharga yang mereka putar di Eropa dan Amerika Serikat. Padahal kolateral atau berupa emas yang sebenarnya belum tentu berada di tangan mereka.

JOKOWI PANGGIL PEMILIK ASET DAN UANG BERNILAI BESAR KE ISTANA?

Misalnya surat berharga bank yang diperdagangkan mereka ke Napoleon Bonaparte untuk membiayai perangnya, hanya surat bank yang berisi nilai yang dipergunakan, sementara emas yang menjadi dasar terbitnya surat berharga tersebut bisa jadi berada di Indonesia hingga kini.

Cerita ini menggambarkan bahwa bangsa Eropa dan Amerika kaya karena nilai emas, platinum, dan daimond mereka hidup dalam sistem perbankan negara mereka. Lalu mengapa negara Indonesia yang dititipi banyak emas baik didalam negeri maupun yang ada di luar negeri, tidak memanfaatkan nilai emas, platinum, dan daimond dalam sistem perbankan (bullion bank)? Analisa sementara kalangan bankir Indonesia sudah terlalu asyik dengan emas titipan di gudang mereka sehingga negosiasinya bersifat oknum dan sangat individual ketimbang membangun sebuah sistem perbankan dengan bullion bank yang dimaksudkan. Jika hal ini dibiarkan atau kita hanya berharap kesadaran para bankir, maka bullion bank tidak akan pernah terwujud di Indonesia sampai kapan pun. Wallahuallam. (Safari Ans).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s