G30S PKI adalah Take Over Saham FED


Oleh: Safari Ans.

Peristiwa kelam G-30S PKI saya baca dari sisi lainnya. Karena tak terlalu banyak yang mengkaji pada sisi lain itu dengan tanpa mmbatalkan kajian yang selama ini ada.

2016-02-10 00.00.30

Bagi saya gerakan 30 September 1965 adalah gerakan yang bertujuan mengikis habis kekuasaan Seokarno sehingga tak berdaya sama sekali. Peristiwa ini merupakan kelanjutan dari peristiwa tertembaknya John F. Kennedy di Dallas AS tahun 1963. Seminggu setelah ia meneken perjanjian rahasia dengan Seokarno tanggal 14 Novemver 1963. Perjanjian rahasia itu seharusnya mulai berlaku 14 November 1965 antara AS dan RI atau antara USA (United State of America) dengan USI (United State of Indonesia) sebagaimana istilah yang ditulis oleh Majalah Times pada saat itu.

Dengan perjanjian itu, JFK mengakui adanya aset bangsa Indonesia di AS yang kemudian menjadi modal dasar bagi pendirian Federal Reserve (FED) tetapi mengabaikan pengembaliannya. Namun JFK setuju usulan Soekarno bahwa AS wajib membayar royalti sebesar 2,5% setiap tahun kepada Indonesia dengan catatan bahwa perusahaan AS diberi kebebasan menambang minyak dan mineral di bumi Indonesia.

Karena itu, kemudian para tokoh pelaku dan koodinator gerakan yang bersifat silent operation mendapat pesanan bahwa Soekarno sejak itu tidak boleh mendengarkan radio, membaca surat kabar, tidak boleh menerima tamu, tidak boleh berhubungan dengan siapaun. Pokoknya Soekarno dilarang berhubungan dengan dunia luar. Dan pesan ini nampaknya terlaksana dengan sempurna sampai akhirnya Soeharto diangkat menjadi Presiden RI ke-2.

Sementara itu di AS terjadi perdebatan serius di dalam dewan pimpinan FED bagaimana menyelamatkan bank sentral AS itu dari kehancuran. Sebab Soekarno sebagai M1 (Monetary One) sekaligus sebagai perwakilan resmi pemegang saham mayoritas FED tidak tau keberadaannya dan tidak bisa dihuhungi serta tidak bisa dikunjungi oleh siapapun. Karenanya dugaan saya, pada saat itu saham M1 alias saham para raja Nusantara di FED dieksekusi untuk sementara sampai ada perwakilan resmi kemudian hari. Akibatnya, saham Bank of England dan Rothschild membesar hingga kini dan saham M1 habis untuk sementara waktu hingga kini.

Kita harus ingat bank sentral Amerika Serikat FED adalah bank yang statusnya bukan milik negara negeri Paman Sam seperti status Bank Indonesia, tetapi saham FED dimiliki oleh keluarga-keluarga bisnis besar dunia dan Bank of England.

Akibat perubahan pemegang saham ini, maka kebijakan FED juga berubah. Salah satunya, FED tidak membayarkan dana pembangunan bagi negara-negara anggota Konferensi Asia Afrika ke-1 yang telah disepakati di Bandung. Bahkan Colombo plan pun tidak bisa terlaksana dengan baik.

Pada sisi lain, maka kini seakan tidak ada kewajiban AS untuk membayar royalti kolateral Indonesia sebesar 2,5% setiap tahunnya. Padahal saat itu Soekarno sudah yakin betul semua ini berjalan normal sehingga royalti ribuan trilyun rupiah setiap tahunnya akan mengalir ke kas Pemerintah Indonesia dari hasil pembayaran royalti emas yang merupakan peninggalan harta nenek moyang Indonesia yang diserahkan oleh PB X tahun 1928, saat Soekarno berumur 27 tahun. Oleh 128 raja yang berasal dari berbagai belahan dunia itu memberi tugas Soekarno berupa program The Plan of The Expert yang berisi antara lain dekolonialisasi dunia, menjadikan AS sebagai polisi dunia, dan sebagainya.

Atas harapan bahagia itu Soekarno sepulang dari meneken perjanjian rahasia dengan JFK itulah, Soekarno dengan optimisme tinggi untuk mensejahterakan seluruh bangsa Indonesia, mengumumkan dirinya sebagai presiden seumur hidup.

Perjanjian itu disebut The Green Hilton Memorial Agreement. Perjanjian itu tidak batal karena berlaku hingga 600 tahun hingga kini. JFK (penganut Khatolik) dan Soekarno sepakat menyimpan naskah asli perjanjian itu pada Sri Paus di Vatikan hingga kini. Hubungan Soekarno dengan Sri Paus ditata oleh seorang keturunan Jerman berdarah Syria yang bernama Syekh Kohler yang sejak lama menjadi sahabat Seokarno sekaligus juga sahabat Sri Paus.

Kendati perjanjian itu tidak batal, tetapi masing-masing negara baik AS maupun RI tidak pernah mendekler atau meratifikasi perjanjian rahasia kedua bangsa ini, sehingga pihak AS pun tidak mau mengakui adanya perjanjian ini. Bahkan belakangan AS bersungguh ingin menghilangkan jejak sejarah ini, karena dianggap mengganggu perekonomian AS cepat atau lambat. Apalagi sebagian besar emas yang diklaim Soekarno itu adalah hasil rampasan perang dunia kedua. Ketika AS dan tentara sekutu menaklukan Jerman, maka seluruh kekayaan emas Jerman dibawa ke AS. Padahal Jerman merampas batangan emas itu ketika Hitler berhasil menaklukan Belanda. Belanda memang sengaja membawa kekayaan nenek moyang bangsa Indonesia itu melalui jalur administrasi perbankan The Javasche Bank yang kemudian berubah nama menjadi Bank Indonesia.

Salam perjuangan wahai anak bangsa Indonesia.*****

2 pemikiran pada “G30S PKI adalah Take Over Saham FED

  1. Assalamualaikum Bang Safari. Setahu saya Bungu 2,5% yang dibayarkan AS sebagai royalti kolateral Indonesia masuk ke rekening yang tersimpan rapih di UBS Swiss. Dan sekarang bunga sudah melebih pokoknya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s