LANDING ACCOUNT HAMBAT MASUKNYA UANG BESAR KE INDONESIA


Pantas atau tidak pantasnya sebuah rekening (account) bank sering jadi persoalan serius bagi masuknya dana dengan nilai besar ke Indonesia. Banyak kalangan pemilik uang dari luar negeri gagal mengirimkan uangnya ke Indonesia lantaran rekening penerima (landing account) dianggap tidak layak walaupun rekening bank di Indonesia milik dirinya atau keluarganya sendiri.

Petugas bank biasanya melontarkan pertanyaan kepada nasabah penerima uang besar dengan pertanyaan: Memang Anda punya pabrik berapa banyak sehingga bisa menghasilkan uang begitu banyak?

img-20160919-wa0020

Bahkan seorang nasabah BRI di Majalengka Jawa Barat yang menerima transferan uang sebesar Rp 1,5 trilyun sebagai pembagian warisan ayahnya sudah dua tahun diblok oleh bank disebabkan pantas atau tidak pantasnya nasabahnya menerima uang besar itu. Apalagi putaran uang di rekeningnya rata-rata di bawah lima puluh juta rupiah.

Baca: Bank Sengaja Rahasiakan Adanya Uang Masuk ke Rekening Nasabahnya.

Sang nasabah pun ditakut-takuti, jangan-jangan yang masuk ke rekening adalah dana teroris. Saking takutnya, sang nasabah pun membiarkan dana Rp 1,5 trilyun diblok oleh BRI. Customer service pun mengolok sang nasabah dengan tidak sopan: “Jokowi Presiden saja nggak punya uang segitu banyak, apalagi situ.” Nasabah BRI yang hanya berprofesi sebagai Ibu tumah tangga pun menangis dan terhina dengan ejekan petugas bank.

Seorang pengusaha di Jakarta yang baru saja mengirimkan uangnya dari luar negeri ke Bank Mandiri di Jakarta, uangnya belum bisa masuk ke rekeningnya sejak dua tahun lalu, hanya gara-gara bahwa landing account-nya minimal punya saldo sebesar Rp 875 juta tidak terpenuhi.

Joko, seorang konsultan keuangan juga gagal mengirimkan uangnya ke rekening kliennya di Indonesia, karena khawatir limit dana yang tersedia pada rekening kliennya di Indonesia tidak memadai.

Akibat situasi ini, bermunculan bisnis yang menawarkan jasa peminjaman dana untuk landing account dengan status sewa untuk satu atau dua minggu dengan imbalan di atas 10%. Bahkan rekening perusahaan-perusahaan besar banyak ditawarkan oleh kalangan broker uang untuk dijadikan landing account dengan imbalasan hingga 25%.

Situasi ini membuat tidak sehatnya dunia perbankan kita. Para nasabah menjadi ketakutan dengan prilaku para petugas bank dan standar yang sangat memberatkan nasabah. Kondisi ini juga menghambat perekonomian seperti yang sedang digalakan oleh Pemerintah Jokowi. Akankah kondisi dan situasi masalah landing account dapat berubah? Sebab, bukankah yang lebih penting adalah historical fund ketimbang landing account? Salam perjuangan.*****(saf)

Satu pemikiran pada “LANDING ACCOUNT HAMBAT MASUKNYA UANG BESAR KE INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s