BANK SENGAJA TAK BERI TAU NASABAH JIKA ADA UANG BESAR MASUK


Kalau perbankan di luar negeri, ketika ada uang masuk apalagi dalam jumlah besar, maka pihak bank segera menelpon atau berkirim surat kepada nasabahnya bahwa ada uang masuk dan perlu klarifikasi dan input data lebih lengkap.

Kalau bank di Indonesia, terutama bank plat merah milik Perintah sengaja menyembunyikan info adanya uang masuk dalam jumlah besar kepada nasabahnya sampai adanya klaim atau komplin dari pihak nasabah dengan menunjukan bukti. Kalau bukti tidak cukup walaupun uang masuk tersebut sudah berbulan-bulan lamanya dalam status blokir, tetap saja menjadi rahasia antara pihak bank dan nasabahnya.

Sandy, seorang pengusaha yang mendapat kiriman dari hasil transaksi dirinya dengan mitranya di luar negeri baru diketahuinya empat bulan kemudian bahwa rekannya telah mengirimkan uangnya ke rekeningnya di Bank Mandiri di Jakarta. Itu diketahui setelah temannya memberi tau bahwa uangnya telah dikirim. Setelah dicek, uang kirim sudah diblok tanpa memberi tau pemilik rekening.

Erma Susilawati, nasabah BRI Kasipaten Majalengka mengalami pengalaman serupa dan unik. Ia baru mengetahui adanya uang besar masuk ke rekeningnya ketika ia ingin mengambil uangnya via atm BRI. Begitu kartu atm dimaksukan, langsung saja kartu atm milik tertelan. Ketika ia datang ke BRI Kadipaten untuk memberi tau kejadian tersebut, petugas bank menjawab bahwa rekening Ibu rumah tangga ini sudah diblok. Ketika ditanya alasannya, pihak bank baru memberikan informasi bahwa ada uang masuk dalam jumlah besar dan dianggap tidak pantas.

Jika ini menjadi SOP (Standard Operational Procesedure) sebuah bank, maka sistem ini rentan terhadap “pencurian” uang nasabah. Karena nasabah tidak tau, dan uang yang masuk tidak muncul dalam buku rekening nasabah. Biasanya nilai buku rekening tercantum secara otomatis begitu uang masuk, lalu pihak bank mencantumkan nilai pengurangannya sehingga nilai uang yang masuk menjadi nol.

screenshot_2016-09-28-11-17-53

Misalnya, jika ada uang yang masuk ke rekening nasabah Rp 500.000.000.000,00 maka pihak bank akan membukukannya dalam nilai yang diblokir, lalu membuat saldo yang tersedia menjadi minus Rp – 499.999.414.947,00 sehingga uang yang tercantum dalam saldo buku besar yang bisa diketahui oleh nasabah adalah nilai lainnya tanpa ada nilai tambahan uang masuk. Dengan demikian nilai uang yang masuk dan status terblokir tidak terlacak oleh nasabah.

Seharusnya, menurut saya bank harus transfaran kepada nasabah. Nilai yang diblokir oleh bank, sang nasabah harus tau. Tidak seharusnya bank merahasiakan dana nasabah yang sedang diblokir. Dengan transfran seperti itu, maka nasabah juga menjadi tau apa yang terjadi pada account-nya (rekeningnya) juga bisa menghindari moral hazard petugas atau pejabat bank yang sekarang ini banyak terjadi di Indonesia.

Yang menjadi pertanyaan kemudian, sampai kapankah kelakukan orang atau pejabat bank di Indonesia seperti ini? Atau akankah SOP bank yang merugikan nasabah ini tertap berjalan? Lalu siapa yang mengontrol bank atas kelakukan dan kenakalan pejabat bank yang sudah berlangsung di Indonesia dalam kurun waktu yang lama? Salam perjuangan. *****(Saf).

3 pemikiran pada “BANK SENGAJA TAK BERI TAU NASABAH JIKA ADA UANG BESAR MASUK

  1. Ass pak safari bnr sekali apa yg bpk smpaikan ini terjadi pd kake sy pak msuk uang dr luar dln jumlah besar tp pihak bank tdk ngsh tau mlah pihak bank yg di luar nya yg ngsh tau klo uang sdh di transfer pak….

    Suka

  2. Ping balik: LANDING ACCOUNT HAMBAT MASUKNYA UANG BESAR KE INDONESIA | Catatan Harta Amanah Soekarno

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s