KONSEP INDONESIA RAYA CAKUP ASIA TENGGARA


_______ Banyak orang tidak memahami dengan benar apa yang disebut negara INDONESIA RAYA. Ternyata konsep negara Indonesia Raya yang telah menjadi lagu Kebangsaan Republik Indonesia itu meliputi wilayah Malaysia, Singapura, Filipina, dan negara Asean lainnya sebagai warisan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. _______

 

safarians.net. Tokoh dan pejuang sekaligus pemimpin National Melayu bernama Ibrahim Yaacob yang amat getol memperjuangkan Indonesia Raya. Ia menggerakan  pemuda dan Malay National Party untuk menciptakan negara besar yang bernama Indonesia Raya. Ia ingin agar Malaysia masuk dalam Kemerdekaan Indonesia Raya sesuai dengan konsep nasionalisme bangsa-bangsa Melayu.

Ibrahim Yaacob, semula hanyalah seorang tamatan Sultan Idris College Tanjung Malim Perak di Malaysia tahun 1931. Ia pun menjadi guru di sekolah pemerintah di Pahang, Malaysia. Tahun 1937-1940, Ibrahim Yaacob tertarik pada politik dan merintis karir sebagai jurnalis. Ia menjadi Pemimpin Umum surat kabar “Majelis” di Kuala Lumpur sekaligus memimpin Pergerakan Pemuda Melayu. Tahun 1941, Ibrahim Yaacob memimpin surat kabar “Warta Malaya” di Singapura hingga kemudian ia bersama-sama teman seperjuangannya ditangkap pemerintah Inggris yang menguasai Singapura waktu itu.

Tahun 1951, terbitlah sebuah buku karya Ibrahim Yaacob berjudul “Nusa dan Bangsa Melayu” setebal 78 halaman. Kendati buku itu amat tipis, tetapi sangat bermanfaat bagi perjuangan orang-orang Melayu Asia Tenggara agar masuk dalam negara Indonesia Raya.

Mengawali bahasan bukunya, Ibrahim Yaacob memuat sebuah pantun Melayu: Djika roboh kota (benteng) Malaka, Kota (benteng) di Jawa kita dirikan. Jika sungguh bagi dikata, badan dan jiwa rela diberikan. Lalu ia menjelaskan maksud yang terkandung dalam pantun ini.

Menurutnya, ia dan kawan-kawan seperjuangan merasakan tepat sekali dengan pantun ini, apabila mengingat ajakan para pemimpin perjuangan di Jawa agar mereka ikut bersama-sama membangun negara ibu buat bangsa Indonesia seluruhnya (bangsa-bangsa Melayu, red).

Menurut Ibrahim Yaacob, tanah air Indonesia tahun 1941 dikuasai oleh tiga penjajah. Pertama, Belanda menguasai kepulauan Jawa, Sumatera, tiga bagian Kalimantan, Sulawesi, Sunda Kecil (Bali, red), Maluku, dan Irian Barat (Papua, red). Kedua, Inggris menguasai Malaya (Malaysia sekarang, red), satu bagian Kalimantan, dan Irian Timur (Papua Nugini, red). Ketiga, Portugis sejak abad ke-17 dikalahkan oleh Belanda dan masih menguasai bagian timur Pulau Timor.

Bagi Ibrahim Yaacob, sejarah kedatangan ketiga penjajah itu mulai dari abad ke16. Pertama Portugis, kemudian Belanda, dan terakhir Inggris dengan terlebih dahulu menduduki Malaka setelah itu barulah menguasai Indonesia seluruhnya. Jepang pun menjajah Indonesia, dengan cara menduduki Malaysia terlebih dahulu. Karenanya, Malaysia sangat besat artinya bagi pertahanan Indonesia Merdeka.

Dengan demikian, menurut pandangan Ibrahim Yaacob, Indonesia tidak bisa membiarkan Malaysia terjajah, akan sangat mengancam Indonesia di masa yang akan datang. Karena itu, Ibrahim Yaacob kala itu meminta kesadaran seluruh bangsa Indonesia tentang perjuangan saudara kandungnya di Malaysia dan seluruh negeri Melayu yang masih terjajah (ketika itu, red).

Melayu dan Indonesia Raya

Bagi orang Melayu di Malaysia, nama Melayu adalah nama tunggal (singular) yaitu nama bangsa, makanya mereka menamakan Kepulauan Asia Tenggara (Indonesia dan Filipina) ini. Pulau-pulau Melayu dan Malaysia dinamakan Tanah Melayu, dan orang-orangnya Bangsa Melayu yang berbahasa dan beradat istiadat Melayu. Bahkan diakui bahwa mereka adalah turunan dari warisan Sriwijaya. Kebesaran dan kehormatan Sriwijaya yaitu “Cap Kempa” dan pedang Corek “simandang-kini” masih menjadi kebesaran pusaka mereka. Adat Temenggung yaitu adat Sriwijaya yang dijadikan undang-undang Adat Negeri diluar Palembang dan Minangkabau masih dipakai di Malaysia, sebagai adat Melayu yang harus dituruti, karena adat Temenggung kelaut (menyeberang laut) dan adat Perpatin ke darat (buat Palembang zaman dulu kedarat, ialah Minangkabau.

Pada masa sekarang menurut Ibrahim Yaacob, meskipun asal perkataan Indonesia itu berasal dari kata “Indo-Nesos” yang diartikan banyak Kepulauan di Hindia, tetapi sebagian orang menganggap;  Indonesia ini adalah penjelmaan dari “Melayu” dengan bahasa Melayu dan orang Melayu masuk dijadikan satu Indonesia.

Akan tetapi sebagian dari rakyat bangsa Indonesia, terutama orang-orang desa, belumlah sadar bahwa orang Melayu atau Malaka itu sudah disebut dengan nama “Malaya”, maka bagi orang-orang Indonesia yang tua-tua itu, tidaklah begitu kenal akan nama itu, malahan ada pula yang menganggap Malaya itu satu daerah asing.

Tetapi bagi bangsa Melayu di Malaysia, tetap merasa Indonesia adalah bagian dari bangsanya. Di sekolah-sekolah rakyat menyebut kepulauan ini dengan nama Alam Melayu atau Kepulauan Melayu (Malay Archipalego). Dalam buku-buku sejarah disebut “Sejarah Alam Melayu”, maksudnya menurut Ibrahim Yaacob adalah sejarah Indonesia. Bahkan didalam defenisi bangsa Melayu yang dipakai di Malaysia sebelum tahun 1945 ialah orang bangsa Melayu itu adalah orang-orang yang berasal dari keturunan negeri-negeri Melayu dan pulau-pulau Melayu (Indonesia) yang beragama Islam. Orang ini menjadi rakyat pada Sultan Melayu dimana mereka bertempat tinggal.

Oleh karena itu, meskipun negeri-negeri Melayu sudah dipisahkan dari Kepulauan Melayu oleh Inggris dan Belanda sejak tahun 1824, tetapi dalam komunikasi antar mereka masih tetap terjalin, hanya kemudian nama daerah dirubah, yaitu satu Indonesia. Sehingga hubungan Negeri Melayu dengan Kepulauan Indonesia adalah hubungan yang tidak ada perpisahannya sama sekali, baik dari sudut kebangsaan, kenegaraan, politik, ekonomi dan kepentingan menghendaki akan hubungan kesatuannya. Yang memisahkan itu hanyalah karena adanya penjajahan, maka sekarang sekarang perasaan kedaerahan yang ditanamkan oleh penjajahan – guna melemahkan kebangunan bangsa kita itu – haruslah dilenyapkan.

Di bab akhir bukunya, Ibrahim Yaacob menuturkan, bahwa berdasarkan bangsa-bangsa yang ada bersangkutan di Kepulauan Asia Tenggara ini, masing-masing mengakui dari keturunan Siriwijaya (Sri-Vidjaja) yang sekarang terpecah tiga, yaitu Republik Indonesia, Republik Filipina, dan Malaysia. Oleh karena itu tujuan mendirikan Melayu Raya ke arah Indonesia Raya telah menjadi cita-cita pergerakan kebangsaan Melayu itu adalah untuk menebus kembali hak warisan nusantara Sriwijaya, ialah kearah kesatuan bangsa bersama.

Lalu Ibrahim Yaacob berseru dan mengajak segenap bangsa Indonesia untuk mendukung Gerakan Malayu Raya ke arah terbentuknya Indonesia Raya. Akhirnya Ibrahim Yaacob bertemu dengan Soekarno. Menghargai perjuangannya menegakan Indonesia Raya, maka Ibrahim Yaacob bersama istrinya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. ***** saf

2 pemikiran pada “KONSEP INDONESIA RAYA CAKUP ASIA TENGGARA

  1. Inti nya smua akan sulit bila kita tdk memahami apa ituh amanah pak,smua orang terjebak oleh komponen jarta nya saja tdk pernah mau pham apa itu amanah nya sndiri

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s