INDONESIA DAN KELUARGA SINGAL BISA BERSINERGI TAGIH 2,5% ROYALTI EMAS SELAMA 50 TAHUN KE AS


Pemerintah Indonesia dan Keluarga Singal secara bersama-sama bisa melakukan klaim atas bunga (hanya bunga saja) aset emas 57.167.700 kg yang selama 50 tahun (sampai 2015) mencapai Rp 28.582.850.000.000.000,- (Rp 28.582,8 Trilyun). Jika dibayarkan Rp 2.500 Trilyun setiap tahun sebagai sumber pembiayaan alternatif bagi pembangunan Indonesia, maka  akan dinikmati 11 tahun dengan APBN Rp 5.000 Triliun. 50% APBN berbasis pajak dan ekspor, 50% berbasis pembiayaan alternatif. Wouw…..keren.

Screenshot_2016-02-29-08-42-43

safarians.net____ Setidaknya ada titik terang asal usul keberadaan emas bangsa Indonesia sebanyak 57.167.700 kg yang diteken Soekarno tanggal 14 November 1963 dengan John F. Kennedy sesama Presiden Republik Indonesia dan Preaiden Amerika Serikat. Perjanjian itu jatuh tempo pembayaran perdana untuk royalti sebesar 2,5% pada 14 November 1965. Tetapi belum pernah terlaksana.

Royalti sebesar 2,5% tersebut adalah sebesar 1.429.192,5 kg emas, karena dulu emas boleh dibayarkan dengan emas. Nilai emas sebanyak itu setara dengan Rp 571.677.000.000.000,- (Rp 571,7 Trilyun) atau US$ 42 Milyar jika harga emas dipatok Rp400 juta per kg. Angka itu amat kecil bagi Federal Reserve (FED) dan negeri super power Paman Sam itu. Tetapi begitu berharga bagi Indonesia.

Karena royalti itu tidak pernah dibayarkan oleh AS, maka hutang royalti emas selama 50 tahun hingga 2015, telah menjadi 71.449.625 kg atau setara nilai Rp 28.583.850.000.000.000,- (dibaca: Rp 28.583,8 Trilyun). Jika dibagi dalam Rp 2.500 Trilyun per tahun saja, maka Indonesia akan mendapatkan sumber pendanaan alternatif bagi APBN selama 11 tahun.

Artinya, Indonesia bisa membangun dengan APBN berbasis pajak dan ekspor sebesar Rp 2.500 Trilyun, dan APBN yang berbasis kepada sumber pembiayaan alternatif sebesar Rp 2.500 Trilyun. Sehingga peduan kedua APBN ini mencapai Rp 5.000 Trilyun.

Dalam pelaksanaan APBN dengan sumber pembiayaan alternatif, Pemerintah Indonesia dapat melibatkan para keluarga atau yayasan pemilik aset yang diatur dalam undang-undang tersendiri, yakni UU Pengelolaan dan Perlindungan Aset Bangsa yang telah penulis usulkan. (Baca: Indonesia Perlu 3 UU Baru Agar Makmur).

UU ini nanti akan mengatur bagaimana negara membayar atau menyalurkan dana tersebut kepada Keluarga Pemilik Aset pada jangka waktu tertentu, misalnya kepada Keluarga Singal, dan keluarga pemilik aset lainnya. Karena masih banyak pemilik aset lain yang tersebar di beberapa negara.

Kemungkinan Indonesia berhasil klaim itu adalah masih berlakunya perjanjian Green Hilton antara Soekarno dan JFK hingga 600 tahun dan tidak ada pembatalan sampai sekarang. Kedua, ada kejelasan asal muasal emas yang diklaim adalah berasal dari Keluarga Singal (Keluarga asal Minahasa), sang pendiri Kerajaan Belanda sendiri yang kemudian menyewakan emas 57.167.700 kg tersebut ke AS dalam rangka membantu ekonomi selama 75 tahun dan telah berakhir 2008 lalu.

Ketiga, perjanjian Green Hilton mengaitkan secara tidak langsung (tersirat) legalitas penambangan emas, tembaga, platinum, uranium, gas, minyak bumi, dan bahan tambang lainnya yang dilakukan oleh perusahaan tambang asal Amerika Serikat. “Sebutir biji emas saja berhasil ditambang oleh perusahaan AS di Indonesia, maka disitu berlaku perjanjian Greeen Hilton.” dan JFK mengiyakan.

Screenshot_2016-02-29-08-18-55

Keempat, yakinlah bahwa Pemerintah Amerika Serikat menginginkan Indonesia kuat saat ini untuk mengimbangi kekuatan ekonomi Cina. Karena hanya Indonesia lah yang punya pengalaman melawan komunis sejak tahun 1965.

Semoga saja berhasil.******

3 pemikiran pada “INDONESIA DAN KELUARGA SINGAL BISA BERSINERGI TAGIH 2,5% ROYALTI EMAS SELAMA 50 TAHUN KE AS

  1. Ping balik: INDONESIA DAN KELUARGA SINGAL BISA BERSINERGI TAGIH 2,5% ROYALTI EMAS SELAMA 50 TAHUN KE AS | mapichatblog

  2. Setahu saya bunga 2,5 % yang dibayarkan ke Indonesia atas emas sebanyak 57.167.700 kg sesuai perjanjian antara Sukarno sebagai holder dengan J.F Kenedi sampai sekarang masih utuh dan tersimpan di UBS Swiss. dan bunganya sudah melebih dari pokoknya. Saya mengetahuinya dari orang tua saya yang mendatangani dokumen tersebut.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s