INDONESIA SELALU GAGAL YAKINKAN KAISAR JEPANG, RATUSAN TRILIUN DOLLAR TAK CAIR


Sejak Presiden SBY, sebenarnya Kaisar Jepang sudah mengirimkan utusan ke Istana Presiden RI melalui jalur yang terbangun. Tetapi bukan jalur Pemerintahan Jepang. Jalur Kaisar Jepang memiliki jalur khusus yang berbasis kepercayaan (trust) yang telah mereka bangun puluhan tahun. Staf khusus Kaisar Jepang Kenji Yamazaki yang membidangi manajemen aset menyampaikan selembar surat berupa bantuan dana segar USD 2 milyar. Tapi tak berhasil. Pada era Jokowi pun missi ini boleh dianggap gagal, karena metode Jokowi sama dengan metode SBY.

safarians.net____ Pada era SBY bantuan dana tunai sebesar USD 2 milyar itu gagal dicairkan. Saat surat sudah masuk ke tangan SBY, menolak mencairkannya tetapi lebih senang bertemu langsung dengan Kaisar Jepang Akihito di Tokyo.

Screenshot_2016-02-09-09-01-03

Jadwal pertemuan itu pun disiapkan. Tapi gagal menjalinkan kerjasama jangka panjang dengan kepercayaan tingkat tinggi. Apalagi rencana Kaisar Jepang untuk mengucurkan aset bangsa Indonesia pun tertunda hingga kini.

Era Jokowi dipastikan cairnya aset bangsa Indonesia di Jepang semakin sulit, karena Jepang menganggap Jokowi telah mencederai perasaaan orang Jepang, terutama soal tender kereta api cepat Jakarta-Bandung yang dimenangkan oleh Cina, musuh buyutan bangsa Jepang.

Padahal di Bank of Japan kini ada aset bangsa Indonesia. Yang terdeteksi oleh kalangan pengamat dan konsultan keuangan dunia, sedikitnya ada USD 138 triliun yang tersimpan di negeri matahari terbit itu. Aset sebesar itu konon sudah dilimpahkan oleh Soekarno kepada seorang Indonesia yang kini bermukim di Jepang.

Cerita soal aset bangsa Indonesia di Jepang bukanlah dongeng. Pada masa Soekarno jadi Presiden RI, berhasil mencairkan aset dari Jepang walau tidak terlalu besar. Tetapi cukup untuk membangun stadion olahraga (Gelora) Bung Karno di Senayan Jakarta dan membangun Wisma Indonesia di Washington.

Seorang konsultan keuangan lingkungan Kaisar Akihito membenarkan bahwa aset bangsa Indonesia di Jepang masih sangat besar. Namun pihak Indonesia harus memahami bahwa jalur Pemerintahan Jepang sangat berbeda dengan jalur Kekaisaran Jepang. Jalur Kekaisaran Jepang lebih kepada trust ketimbang birokrasi. Tetapi jalur Pemerintahan Jepang adalah jalur birokrasi seperti layaknya pemerintahan manapun di dunia. Jalur trust yang dibangun Kaisar Jepang berlangsung secara jangka panjang dan sulit dirubah hingga kini.

Bahkan Kaisar Jepang pernah gunakan surat berharga milik Indonesia untuk menyuntik dana segar bagi produsen mobil Jepang seperti Suzuki, Toyota, dan lain-lain pada tahun 70-an. Surat berharga itu kemudian ditrading via HSBC Hong Kong tahun 2000-an yang kemudian berakhir di meja hijau di Hong Kong karena sengketa antar pengelola.

Dana tersebut bernilai trilunan Yen, pernah diminta agar dipindahkan ke Bank Indonesia, tetapi jalur birokrasi yang ada di Indonesia tidak memungkin dana ini masuk walaupun penulis sendiri pernah diberikan mandat oleh konsultan keuangan Jepang di Hong Kong tahun 2007. Entahlah. *****

 

5 pemikiran pada “INDONESIA SELALU GAGAL YAKINKAN KAISAR JEPANG, RATUSAN TRILIUN DOLLAR TAK CAIR

  1. Memang tidak mudah untuk memahami aset nusantara….selama presiden kita belum bisa menjiwai wawasan nusantara nya..pancasila nya dan uud 45 nya. Niscaya tidak mengenal secara utuh apa itu Had dan apa Has….apalagi mekanisme pencairanya dan bagaimana pengelolaanya untuk kesejahteraan rakyat indonenisia, pembangunan wawasan nusantara nya….

    Suka

    • kaga ada namanya dana amanah,cm ulah oknum yg kere yg ribut dana tsb..logika di jalankan bosss….indonesia kan banyak klenik,otaknya jgn kebawa klenik jg dong….jaman canggih gini masi percaya amanah..mending cari aminah…

      Suka

  2. Rasanya sulid untuk mewujudkan apa yang dinamakan Harta Amanah Sukarno, sampai saau ini pun benda itu masih di kontrol penuh olehnya. jadi jangan coba-coba untuk mengerjakannya

    Suka

  3. Baik HAS maupun HAD adalah asset dua dimensi persis seperti sunatullah penciptaan yang sudah diatur sedemikian sempurnanya oleh Sang Maha Pencipta Alam Semesta, jadi diperlukan seorang pemimpin yang arif bijaksana serta bepedoman pada Al-Qur’an disetiap langkah dan tindakannya seperti yang dicontohkan para Nabi atau paling tidak para Wali di negeri kita dimasa lalu, itulah kata kuncincinya…

    Suka

  4. ga percaya….dari jaman jebot ampe mau kiamat sekarang dana tsb di ributkan terus tpi tdk pernah jelas…think smart boss…..cm ulah sebagian oknum yg memanfaatkan sikon dana amanah buat mencari dana2 recehan..pikir pke otak donggg..kaya gt kok percayaa..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s