KLAIM EMAS 51.150 MT DI AS JADI BUKTI BARU SEJARAH KOLATERAL BANGSA INDONESIA


Selama ini banyak disangkal ketimbang dipercaya tentang keberadaan kolateral emas yang berasal dari bangsa Indonesia, karena generasi sekarang tidak percaya bahwa nenek moyang mereka dulu adalah penguasa dunia dan kaya raya dengan emas dan batu mulia yang mereka punyai.

IMG_2236

safarians.net____ Klaim emas sebanyak 51.150 ton lebih di Amerika Serikat oleh keluarga kaya asal Minahasa sedikit membuka bukti sejarah kolateral Indonesia yang banyak digunakan oleh perbankan dunia sekarang ini.

Menurut keluarga Minahasa ini bahwa ketika cucu Brawijaya V sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan bersama mereka. Maka keluarga cucu Brawijaya V dari keturunan permaisuri hanya menyetorkan sekitar 30% emasnya, sedangkan keluarga kaya Minahasa waktu itu menyetorkan setara 70% saham untuk pendirian perusahaan patungan, termasuk kepemilikan saham VOC melalui bursa.

Dari kekayaan VOC tersebut, kemudian keluarga Minahasa dan Cucu Brawijaya V ikut mendirikan kerajaan BeNaLux (Belgia, Netherland, Luxember). Dengan kekayaan itu pula, perusahaan patungan cucu Brawijaya V dan keluarga kaya Minahasa ini memerdekan Belanda menjadi sebuah negara monarki, lalu Swiss dan terakhir Amerika Serikat.

Nah ketika Ratu Wilhelmena memerintah, emas sebanyak 51 ribu ton lebih tadi disewakan kepada Amerika Serikat pada 1933 selama 75 tahun yang menurut dokumen yang belum pernah ditunjukan kepada penulsi itu, masa sewa kolateral tersebut jatuh tempo 2008 lalu. Kini batangan emas itu sudah dikembalikan kepada keluarga pemilik, akunya.

Jika demikian, bisa jadi batangan emas sebanyak itu dijadikan modal dasar bagi pendirian FED. Tak salah juga kemudian John F. Kennedy dan Soekarno sekedar untuk memperkuat posisi emas batangab tersebut agar jangan sampai hilang ditelan ganasnya ‘topan’ negeri Paman Sam.

Hanya saja dari mana emas sebanyak itu dipertanyakan banyak sejarawan. Karena menganut logika berpikir terkini, mana mungkin Indonesia memiliki kekayaan sebanyak itu. Bukankah, kondisi ekonomi Indonesia paling tersulit di era Soekarno sehingga inflasi sampai 600% dan pemerintah terpaksa melakukan pemotong nilai uang ketika itu.

Paling tidak proses pengakuan ini, dapat menjadi bukti tambahan sejarah bagi keberadaan kolateral emas yang berasal dari bangsa Indonesia. Tadinya sumber sejarah itu hanya berdasarkan catatan para bankir keturunan Yahudi dunia. Kini sudah ada tambahan bukti sejarah yang semakin hari harus semakin terang.

Jalannya kolateral emas 51 ribu ton ini sejak awal sudah benar. Yakni, dibawa dari Indonesia oleh VOC ke Belanda, lalu dari Belanda melalui Jerman di bawa ke Amerika Serikat. Lalu disewakan oleh Ratu Belanda Welhimena kepada Amerika Serikat tahun 1933. Oleh Soekarno kemudian dikukuhkan sebagai harta bangsa Indonesia melalui The Green Hilton Memorial Agreement pada 14 November 1963.

Dan, sejak awal Bung Karno tidak pernah mengklaim bahwa harta yang diurusnya adalah miliknya dan atau keluarganya. Semua harta yang diurus Bung Karno adalah milik bangsa Indonesia untuk kesejaheteraan umat manusia. Keluarga Minahasa melalui juru bicara mereka juga menyetujui tujuan dan maksud tersebut. *****

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s