REMBANG MESTINYA AGRESIF KEJAR KUCURAN USD 225 MILYAR DARI UBS MULAI TAHUN INI


BANK UBS SWISS SEBENARNYA SUDAH MENYIAPKAN ANGGARAN USD 225 MILYAR UNTUK PROYEK KILANG MINYAK DAN PETROKIMIA TERPADU DI REMBANG SEJAK 2012 PADA KAWASAN SELUAS 10.000 – 12.000 HEKTAR. SAYANG PEMDA KABUPTEN REMBANG TIDAK AGRESIF KEJAR STATUS KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) KE PEMERINTAH PUSAT.___________ safarians.net

Screenshot_2016-02-02-07-13-36

UBS (Union Bank of Switzerland) sudah menerbitkan surat konfirmasi bahwa dana sebesar USD 225 milyar sudah siap untuk ditransfer ke Indonesia secara berkala untuk pelaksanaan proyek kilang minyak dan petrokimia terpadu (Rembang Integrated Crude Oil Refinery And Peteochemical Processing Complex Area) di wilayah Kabupaten Rembang.

Surat itu sudah diterima oleh pimpinan Asia Pacific PancaMas Inc. (APPMI) yang berbadan hukum di Florida Amerika Serikat. APPMI kemudian sudah membeli 90% saham PT. Alpha Oil Company Indonesia Inc untuk melaksanakan mega proyek yang secara keseluruhan bernilai setara Rp 3.105 triliun (jika kurs Rp 13.800/Usd).

Sedangkan PT. Alpha Oil Company Indonesia Inc adalah grup perusahaan multi nasional  dari Andersen-Prichard Refining Company Oil Corporation yang lebih dikenal dengan nama APCO Oil Corporation sebagai perusahaan yang tercatat di New York Stock Exchange.

Akibat lengahnya Pemda Kabupetan Rembang merespon proyek ini, APPMI telah berkirim surat ke Presiden Jokowi sekedar untuk mendapatkan dukungan Pemerintah Indonesia. Padahal mestinya, Pemda Rembang mengajukan usulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk semahal dan seluas itu ke Pemerintah Pusat.

Untuk merealisasikan pengucuran dana dari UBS sebesar USD 225 milyar itu manajemen APPMI telah berkirim surat ke Gubernur Bank Indonesia tanggal 28 Maret 2012 untuk pengadaan rupiah sesuai kebutuhan proyeknya.

Diharapkan Bank Indonesia dan UBS bekerjasama pengadaan rupiah untuk kebutuhan proyek dan rencana kerjasama dalam Pledge Placement Program Transaction Alternative (PPPTA).

Dalam surat yang dikirim ke Bank Indonesia tersebut disampaikan bahwa dana tersebut berasal dari 57.150 metrik ton (yang sempat diakui dalam Green Hilton Memorial Agreement) yang terdaftar di UBS International Finance Corporation.

Data emas itu termasuk juga Dutch Deposit Metal Security Lugano sebanyak 12.500 metrik ton yang dipinjamkan ke Amerika Serikat pada November 1933 dengan kontrak selama 75 tahun oleh Ratu Wilhelmina dari Belanda atas nama keluarga keturunan Minahasa (Indonesia) dan telah berakhir 2008. (Baca: Keluarga Pemilik Aset Ini Mau Transfer ke Indonesia USD 45 Milyar per Tahun Selama 12 Tahun).

Masih menurut surat tersebut, pihak keluarga Minahasa saat ini berstatus sebagai Trustee ke-7 dan Mandatory Heritance dari International Assets yang dikolateralkan di UBS tersebut. ******

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s