BUNG KARNO DAN KENNEDY AKUI WANITA FAVORITNYA SAMA: MARILYN MONROE


(Catatan Redaksi:  Ini merupakan wawancara imajiner yang ditulis oleh wartawan senior CHRISTIANTO WIBISONO yang dimuat di Merdeka.Com pada Senin 1 Februari 2016. Mengingat pembahasannya menarik bagi pembaca blog ini, maka penulis minta izin untuk share dan diizinkan).

Screenshot_2016-01-25-13-17-17

KEDEKATAN DUA PEMIMPIN INI WAJAR SAJA KALAU KEMUDIAN MEREKA MEMBUAT RENCANA BESAR BAGI KEDUA BANGSA YANG MEREKA PIMPIN. BAHKAN BUNG KARNO PERNAH BERKATA, “ANDAIKAN TUHAN DIBERIKAN 10 TAHUN LAGI SAYA JADI PRESIDEN, MAKA SEMUA URUSAN HARTA AMANAHNYA TUNTAS IA SELESAIKAN.” TAPI SAYANG TUHAN BERKEHENDAK LAIN. _____________________safarians.net

Hari Sabtu 23 Januari 2016, ulang tahun Megawati Soekarnoputri Presiden ke-5 RI, putri presiden pertama RI open house tanpa agenda dan sesuai appointment 14 Januari, saya diundang Bung Karno ke Teuku Umar dan sudah siap juga Presiden John Kennedy yang berpelukan cipika cipiki dengan Bung Karno secara akrab. Bung Karno menyapa Presiden Kennedy dengan panggilan akrab Jack.

BK: Jack ini Christianto Wibisono yang sudah membandingkan saya dengan Thomas Jefferson dan persahabatan kita lebih akrab ketimbang saya dengan Khruschov. Karena meskipun ideologi saya sosialisme, tapi dalam soal life style saya ikut playboy Jack Kennedy. Baca buku yang dibreidel Soeharto tentang favorit kita berdua yang sama yaitu aktris Marilyn Monroe yang sayang overdosis. Jadi Ingat FBI CIA dan ingat sianida kasus aktual Mirna di kafe Oliever Grand Indonesia.

JFK: Hi Chris saya pengagum the Great Bung (Bung Karno) dan memang sebetulnya setelah Irian Barat saya bantu negosiasi dengan menekan Joseph Luns (PM Belanda yang koppig) untuk menyerahkan Irian kepada Indonesia berdasarkan Persetujuan New York 17 Agustus 1962 the Great Bung sudah mau membangun ekonomi Indonesia sesuai PNSB 1961-1968 yang sudah terbengkalai 2 tahun karena konsentrasi pembebasan Irian. Saya juga ingin menebus dosa AS yang telah memaksa Indonesia menerima saja KMB 1949 dimana Indonesia mewarisi utang Hindia Belanda US$ 1,130 juta yang menurut dua peneliti Belanda Jan Luiten van Zandan dan Daan Marks dalam buku ‘Ekonomi Indonesia’ 1800-2010 mengejutkan dunia. Di halaman 283 buku Zandan-Marks mereka menulis: Tidak ada negara bekas jajahan lain yang diwajibkan untuk mengambil alih utang sebesar itu dari penguasa penjajahnya.

CW: Wah Mr President anda sangat up to date, pengakuan ‘dosa’ itu baru saja dikutip di acara PDBI 2016 Indonesia Mining and Energy Summit Rabu 20 Januari. Jadi bagaimana ceritanya comrade in arms Bung Karno Kennedy bisa terhenti oleh ‘destiny’ anda dan Bung Karno secara ‘unpredictable’. Kenapa CIA dan FBI hingga detik ini belum memecahkan misteri penembakan anda di Dallas 22 November 1963.

BK: Bung Chris, sekarang ini ada gaduh grup insinyur Rizal Ramli vs grup akuntan Sudirman Said. Ingat dwitunggal Sukarno Hatta, saya insinyur Hatta ekonom. Waktu perundingan KMB AS di bawah Presiden Truman menjanjikan bahwa AS akan membantu arus dana investasi besar besaran ke Indonesia, jadi sudah teken saja itu perjanjian KMB karena sudah 4 tahun berperang gerilya maka kita semua ingin cepat membangun. Dan kita lunasi semua utang itu sampai 1956 sedang Irian Barat yang dijanjikan akan
diproses penyerahannya yang ditunda waktu 1949 ternyata tak kunjung diserahkan kepada RI. Karena itu pada Desember 1957 perusahaan Belanda saya nasionalisasi. Meskipun harus diakui bahwa tindakan heroik politis itu secara ekonomi mengakibatkan sistim logistik nasional kita vakum dan sejak itu ongkos kapal dari Pontianak ke Jakarta lebih mahal dari Shanghai Jakarta.

Saya berkunjung ke AS diterima Eisenhower dan masih disambut hangat pidato di Kongres 17 Mei 1956 tapi pada 1958 oknum CIA membantu PRRI/Permesta yang berontak 15 Februari 1958. Untung teman kita Jack ini yang menang pemilu presiden 1960 dan cocok dengan saya dalam selera lifestyle. Harus diingat bahwa 4 Oktober 1957 itu Uni Soviet mengalahkan AS dengan meluncurkan satelit bumi pertama Sputnik dan mengorbitkan kosmonaut Yuri Gagarin ke ruang angkasa 12 April 1961. Sementara 1 Januari 1959 Fidel Castro menguasai Cuba sebagai basis komunis di belahan bumi Barat. Maka Kennedy merasa perlu akrab dengan Indonesia. Memang sayang sekali komplotan pembunuhan Jack belum terungkap hingga saat ini.

JFK: Kita sudah berada pada dimensi pasca manusia, Bung karena itu saya bisa melakukan kontemplasi dan perenungan mendalam tentang hukum karma sebab akibat sebagai sesuatu yang universal termasuk ramalan Jawa Jayabaya. Saya rasa orang Indonesia dan umat manusia harus kembali ke golden rule bahwa you will reap what you sow. Dalam jangka panjang orang berdosa bersalah jahat dan kejam pasti akan mengalami ganjaran imbalan hukuman setara. Tidak benar kalau yang edan yang akan menang, semua bersifat sementara dan in the long run keadilan kebenaran dan karma yang tetap mengandung misteri akan berlaku secara konkret sebagai kedaulatan Tuhan yang di luar jangkauan manusia.

CW: Wah Mr President it is too complicated jadi konkretnya bagaimana ya sejarah Freeport dan hubungan RI AS.

BK: Urusan Freeport mestinya cuma sebagian kecil mikro dari interaksi RI AS secara mutual benefit sejak zaman Perang Dingin sampai Perang Teror. Apa perspektif Anda tentang Perang Teror 2016 pasca ISIS Jack?

JFK: Saya mengikuti dengan cemas perkembangan virus teori konspirasi yang embahnya ada di negeri saya pakar Yahudi Noam Chomsky yang sangat popular di seluruh dunia kiri anti AS. Ambruknya WTC 11 September dianggap rekayasa konspirasi yang saya ngeri juga disebarkan oleh sebagian oknum di Indonesia tentang teror Sarinah. Saya menyesalkan AS tidak memberikan bantuan nyata kepada Indonesia secara besar besaran kepada Bung Karno untuk segera membangun Indonesia waktu dia mencanangkan Deklarasi Ekonomi 28 Maret 1963. Karena saya tertembak 8 bulan kemudian dan setelah itu chemistry antara Presiden Johnson dan Bung Karno tidak berjalan meski Dubes Howard Jones bisa berdansa lenso dengan Hartini Sukarno dan Ratna Sari Dewi Tapi yang saya juga kasihan dengan Indonesai ialah anda ini menjadi anti komunis, pro AS pro Barat praktis secara gratisan. Sementara AS harus mengeluarkan ratusan juta US$ dan pengorbanan 50.000 serdadu AS di medan perang Vietnam.

Indonesia mendadak jadi anti komunis 1966 dan membunuhi sebagian rakyatnya sendiri dalam perang saudara tidak terjelaskan hingga detik ini. Setelah itu kita malah dapat bonus izin Freeport yang menurut Allen Welsh Dulles memang merupakan target establishment AS untuk menguasainya setelah Belanda keluar dari Irian Barat. Politik luar negeri AS waktu itu memang didominsi oleh Menlu John Foster Dulles dan adiknya Allen Dulles yang menjabat Direktur CIA. Sedang politik dalam negeri di tangan J Edgar Hoover direktur FBI yang sangat berkuasa melampaui banyak presiden. Sebetulnya sebagai raksasa Asia Tenggara yang berubah kiblat dari poros Jakarta Beijing menjadi anti komunis dan pro AS mestinya AS mengimbangi dengan penghapusan seluruh utang RI ke AS. Tapi memang itu watak manusia kalau bisa gratis kenapa mesti bayar.

BK: Nah dalam soal Perang Teluk dan Perang Teror ini juga terjadi anomali dimana RI sebagai korban dan sasaran teror terkadang justru lebih Arab dari Arab. Deputy Menhan dan mantan Dubes Paul Wolfowitz pernah bilang bahwa dalam perang fisik eliminasi Taliban, AS numpang lewat Pakistan maka memberikan dana logistic miliaran dollar kepada Musharaf. Sedang dalam perang ideologi anti teror jika Pemerintah RI waktu itu di bawah Gus Dur dan Megawati dengan cermat bisa mengkapitalisasikan
posisi sebagai negara mayoritas Muslim mengeliminasi ideology Wahabi-ISIS maka layak dapat imbalan miliaran dollar. Ini semua adalah transaksi geopolitik seperti ketika Helmut Kohl mentransfer US$ 50 miliar untuk PHK dan pesangon pasukan Uni Soviet di Eropa Timur, agar membiarkan Tembok Berlin runtuh. There is no free lunch in the world.

Nah Indonesia ini sudah dua kali gratisan, anti komunis tanpa imbalan dan biaya. Serta korban teroris yang malah ikut terbius teori konspirasi Noam Chomsky dan tidak bisa menjalankan peranan sebagai juru damai Timur Tengah. Sebetulnya Soeharto sudah melakukan trobosan menerima Yitzhak Rabin di Cendana dan kedua kalinya Rabin sowan ke Soeharto selaku Ketua Gerakan Non Blok di New York. Kalau Indonesia bisa mendamaikan 1994 itu maka bukan Cuma Soeharto dapat Nobel, tapi tidak perlu ada 911 dan operasi pelengseran Saddam berbuntut ISIS. Tapi even God cannot change history. Jadi kita kembali ke diskusi cybernet kita 14 Januari lalu tentang perlunya teologi God Inifiite Zero sebagai substitusi teologi primitive ketinggalan zaman.

JFK: Dengan semangat Kennedy Sukarno saya membayangkan hubungan RI AS sebagai poros demokrasi multi kultur akan mengkristal atas dasar meritokrasi menghormati kinerja secara obyektif dan optimal. Jangan lagi Indonesia menjadi korban gratisan anti komunis, dan terlena menjadi korban teroris tapi malah anti AS justru karena di AS sendiri banyak juga pendukung ISIS yang berlindung di balik slogan multikultur. Kalau elite Indonesia sempat baca buku John Fonte berjudul Sovereignty or Submission maka akan memahami bahwa ancaman dan musuh utama AS barangkali bukan ISIS Osama, tapi justru kubu Transnasional Progresif global yang menolak kedaulatan nation states Westphalian. Tapi memang wacana John Fonte ini masih sangat terbatas di AS sendiri.

BK: Di era digital ini saya khawatir bila banyak orang termasuk elite Indonesia malas dan tidak sempat baca buku. Karena itu bung Chris saya gembira merdeka.com memberi tempat untuk seri wawancara imajiner yang setiap waktu mencerahkan dengan tokoh tokoh seperti Jack Kennedy, Terima kasih Jack sudah datang ke ultah putri saya.

JFK: You are welcome anytime Bung. Semoga bermanfaat dan mencerahkan edukatif, informatif dan entertaining 3-in-1. Terakhir soal Freeport saya sudah membaca usulan PDBI tentang operasi Freeport yang seharusnya dilaksanakan secara confidential seperti waktu Mahathir mengambil alih Guthrie 1981 yang membuat Thatcher kebakaran jenggot. Penawaran saham Freeport Indonesia dengan harga tinggi ketika Freeport McMoran induknya terancam bangkrut menurut New York Times 21 Januari setelah terungkapnya anatomi Freeport dalam Summit PDBI di Aryaduta 20 Januari harus segera disikapi. Saya usulkan Obama dan Jokowi segera instruksikan menteri kabinet AS-RI untuk selesaikan ini secara win win.

BK: Perhopengan Kennedy Sukarno bisa dimanfaatkan untuk win win kalau ada itikad baik dan kecerdasan kecanggihan yang menghormati kedua pihak secara setara. Kelemahan Indonesia adalah birokrat selalu berpolitik untuk personal private advantage dan bukan untuk Indonesia Inc. Begitu juga Freeport telah menanamkan keuntungan harta karun emas Irian dicemplungkan ke Teluk Mexico dan gagal memperoleh produksi migas yang ditargetkan. Freeport induk di Phoenix dalam kondisi nyaris bangkrut.

Jadi Presiden Jokowi harus memainkan kartu mumpung masih se-ideologi dengan Obama sebelum kemungkinan diganti Donald Trump November 2016. Resep konkret tidak usah dibahas di sini sebab kalau Jokowi mau ulangi dawn raid Mahathir tentu harus silent operation.

Catatan CW: Diskusi imajiner ini berlangsung Saptu 23 Januari 2016 dan dimuat di kolom merdeka.com Senin 1 Februari 2016. (Naskah asli klik: http://m.merdeka.com/khas/bung-karno-kennedy-freeport-wawancara-imajiner-bung-karno.html).

(mdk/war)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s