PROSEDUR KERJA HARTA AMANAH YANG DITETAPKAN SOEKARNO 1962


“KURANG LEBIH SETAHUN SEBELUM TEKEN PERJANJIAN DENGAN JOHN F. KENNEDY (1963), PADA 19 AGUSTUS 1962 SELAKU PRESIDEN DAN PENGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG RI, SOEKARNO MEMBUAT PROSEDUR KERJA PENGGUNAAN SERTIFIKAT DEPOSITO HARTA AMANAH. ____safarians.net

Screenshot_2016-02-01-11-23-22

Anehnya, setelah surat keputusan ini dikeluarkan dan disahkan, Soekarno banyak merenungkannya kembali secara mendalam. Sering ia menyendiri dan berpikir panjang. Bagaimana seandainya surat keputusan ini jatuh ke tangan orang yang salah, bagaimana pertanggung-jawaban dirinya di hadapan Tuhan dan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.

Klimak dari renungan itu, khususnya berkenaan dengan pemegang mandat dan ahli warisnya, beliau akhirnya batalkan dengan mengeluarkan Surat Wasiat terakhir yang dikeluarkan tiga bulan sebelum ia “menyerahkan” kekuasaannya selaku Presiden RI pada 21 Maret 1967. (Baca: Ini Wasiat Terakhir Soekarno Soal Harta Amanah).

Dengan demikian, menurut penulis, Sekarno membatalkan hak mandat kepada Kiyai Haji Djawahir dan Ahli Warisnya yang di duga Dr. Seno Eddy Sukamto yang belakangan ini banyak memberikan surat kuasa kepada berbagai pihak. Barangkali inilah faktor utama surat kuasa putra Kiyai Haji Djawahir itu dianggap tidak berlaku bagi hukum perbankan Swiss hingga kini.

Agar pembaca dan para komunitas HAS dan HAD tau bagaimana prosedur kerja menggunakan sertifikat deposito, penulis sertakan berikut ini. Penulis membiarkan titik koma dan huruf kapital dan non kapital apa adanya. Satu-satunya yang penulis edit adalah penggunanaan ejaan lama ke ejaan bahasan Bahasa Indonesia yang sudah disempurnakan.

SURAT PROSEDUR KERJA
SERTIFIKAT DEPOSITO

No.: XXXXXX/XXXXXXX/VIII/’62 (maaf, rahasia negara -Red)

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya, PRESIDEN, PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN REPUBLIK INDONESIA, berkehendak membuat Surat Prosedur Kerja Sertifikat Deposito, dengan ketentuan:

HAK KUASA PEMEGANG:
Mr. Soekarno, atau Bapak Kiyai Haji Djawahir dan/atau ahli warisnya di bawah naungan Badan Internasional Perdagangan, berkenaan dengan Perbankkan dan berlokasi di Basel/Suisse, dengan dilengkapi surat-surat Pendukung lainnya: untuk membuktikan kabsahannya dan/atau kebenarannya.

MENYATAKAN BAHWA
Berdasarkan Surat Keputusan No.: XXXX CA, XXXXX (maaf, rahasia negara -Red) yang dikeluarkan oleh Union Bank of Switzerland:

  1. Saya, atau Pemegang Mandat Pelimpahan Tanpa Nama, berhak untuk menggunakan hak ini guna mengadakan transaksi dengan jaminan Sertifikat Deposito di Bank Dagang/CAL International atau pada Badan Perdagangan lainnya, pada Perusahaan individu atau dengan yang lainnya yang konsisten dengan ketentuan Hukum yang berlaku.
  2. Saya, atau Pemegang Mandat Pelimpahan Tanpa Nama, adalah Pemegang Kode Rekening Cadangan yang pemakaiannya dapat dibenarkan untuk diberikan kepada Ahli Warisnya, atau Orang Lain yang mendapat Kuasa ini, dan mempunyai persyaratan lainnya yang diperlukan, yang sesuai dengan ketentuan di atas.
  3. Saya, atau Pemegang Mandat Pelimpahan Tanpa Nama adalah Pemegang hak Jaminan FLO (Fesselio Luires Orfillise) dengan Dasar Hukum yang tidak diberikan kepada orang lain, Badan Usaha, ataupun Perusahaan, jika Orang itu tidak bermaksudDeposito Rekening International (IAD) di Bank Dagang Nasional/Internasional.

HAK TERSEBUT DAPAT DIGUNAKAN UNTUK:
Sebagai sarana mengadakan, dan atau melaksanakan dan menjelaskan dan/atau menjelaskan:
03.1. Transaksi.
03.2. Perlindungan hukum.
03.3. Kuasa Hukum.
03.4. Kredit/Perkreditan.
03.5. Pengambilan Hak Atas Ahli Waris.
03.6. Hak Deposito Jangka Panjang; 10 Th, 20 Th, dan maksimal 30 Th.

  1. Saya, atau Pemegang Mandat Pelimpahan Tanpa Nama, adalah Pemegang Hak Penuh untuk maksud Transaksi/untuk melaksanakan transaksi yaitu adalah seperti tersebut dibawah ini:
    04.1. Investasi Deposito.
    04.2. Transaksi Deposito.
    04.3. Pelaksanaan Rekayasa Bank.
    04.4. Transaksi Perdagangan Deposito
    04.5. Jaminan Deposito
    04.6. Jaminan Kembali Deposito (Re-asuransi).

Demikianlah Surat Keputusan yang berikan dan saya berharap supaya dapat digunakan dengan benar di Badan Internasional ataupun Perlindungan Hukum Perbankkan di Swiss.

Surat Keputusan ini dibuat oleh saya dan sesuai dengan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh : Menteri Keuangan Pusat, dan Badan Perdagangan Persatuan Bank di Swiss atas nama saja (Mr. Soekarno), dan/atau Pemegang Mandat Pelimpahan Tanpa Nama, (Kiyai Haji Djawahir) sebagai GURUKU dan/atau Ahli Warisnya yang sah yaitu Putranya sendiri.

Selanjutnya untuk dapatnya di Transaksikan di Negeri Swiss dengan Kode Sandi No.: XXXXXX (maaf, rahasia negara -Red). Surat Keputusan dan Kontrak ini sebelumnya di Tanda tangani juga oleh:
– Kementerian Pusat Keuangan Swiss.
– Gubernur Bank Swiss
– AFD Metal Suisse Comercial.

Dan akhirnya Surat ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

SURAT PROSEDUR KERJA SERTIFIKAT DEPOSIT, ini hanya satu saya terbitkan di seluruh Indonesia, dan hanya satu juga saya haturkan kepada GURUKU Bapak Kiyai Haji DJAWAHIR saja atau ahli Warisnya. Guna mempermudah penjelasan Harta Rakyat yang saya titipkan di luar Negeri.

SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!!!

Jakarta, 19 Agustus 1962.

Atas Nama Seluruh Rakyat Indonesia
Presiden, Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia,
ttd
Mr. Soekarno

2 pemikiran pada “PROSEDUR KERJA HARTA AMANAH YANG DITETAPKAN SOEKARNO 1962

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s