BAGI PERS INDONESIA BERITA HARTA AMANAH ADALAH “HOAX” BAGI PERS ASING JUSTRU MENAKUTKAN MEREKA


IMG_20160126_103421

Hampir tidak ada kalangan pers Indonesia yang percaya keberadaan Harta Amanah Soekarno (HAS) dan Harta Amanah Dinasti (HAD), sehingga wajar di media massa nasional Indonesia tidak ada berita tentang harta ini. Tetapi kalangan pers asing justru menjadi sasaran investigasi yang menakutkan.

Screenshot_2016-01-26-11-19-02

Berita tentang bagaimana perjuangan keluarga mantan Wakil Presiden RI Adam Malik di Pengadilan California agar simpanan uangnya dibayarkan oleh UBS saja, media nasional mengutip media asing. Perjuangan keluarga Adam Malik agar UBS (Union Bank Switzerland) mencairkan dana simpinan milik ayah mereka sebesar USD 1,5 milyar semula menang di Pengadilan Rendah, namun kalah ketika naik ke Pengadilan Tinggi negara bagian Amerika Serikat itu.

Screenshot_2016-01-26-11-18-38

Rendahnya perhatian pers Indonesia, lebih banyak disebabkan oleh persepsi yang berbeda. Di benak banyak pers Indonesia, soal harta HAS dan HAD adalah dunia magis, dunia akal-akalan belaka. “Masak sih Indonesia sekaya itu saat Indonesia mengalami ekonomi paling sulit justru terjadi di era Soekarno”, itulah pikiran yang berkembangkan.

Apalagi, belakangan banyak pemberitaan berbagaj pihak yang telah menjadi korban akibat jadi sponsor dan penipuan pencairan HAS dan HAD. Padahal sudah jelas harta HAS dan HAD tidak bisa dicairkan seperti simpanan uang biasa. Tetapi ada mekanisme khusus yang berkait dengan sistem keuangan dan perbankan suatu negara.

Sikap “hoax” pers Indonesia terhadap dunia HAS dan HAD telah menguntungkan pejabat bank di Indonesia yang bermoral hazard. Mereka tidak segan-segan memblokir sebuah rekening yang bernilai besar ketika melihat nasabahnya tidak memiliki usaha yang tidak sepadan dengan besarnya nilai uang yang dimilikinya. Lalu sang nasabah pun masuk dalam upaya kriminalisasi yang sering berakhir tragis.

Lalu pers pun diam, sang jubir bank cukup memberikan logika standar kepada pers Indonesia; apa iya Anda percaya ada orang Indonesia simpan uangnya di bank dengan nilai Rp 100 triliun? Hoax lah jawabannya. Kriminalitas perbankan pun aman dan damai.

Padahal di Barclay’s Bank New York justru berbeda. Pihak bank justru menyarankan agar proses credit line senilai USD 22 milyar tahun 2002 harus melibatkan orang Indonesia, karena kolateralnya yang digunakan kolateral milik orang Indonesia.

Kebiasaan cepat menyimpul “hoax” terhadap sebuah isu sebenarnya adalah perilaku jurnalis yang malas. Malas berpikir, malas mencari tau, malas melakukan investigasi. Sama halnya yang dialami Bli Tawan yang berhasil membuat tangan robot di bengkel lasnya di Bali.

Berita itu langsung saja di katakan “hoax” lantaran mana mungkin seorang tukas las bisa membuat tangan robot yang biasanya dikerjakan oleh insinyur dengan kecerdasan tingkat tinggi. Padahal berita itu benar adanya. Memang Bli Tawan berhasil menciptakan tangan robot agar tangan kirinya yang lumpuh bisa ikut bekerja mengelas.

Lalu sampaikan kapan pers Indonesia masih bertanya: apa iya orang Indonesia punya aset milyaran dollar Amerika Serikat di bank? Semoga pertanyaan itu berakhir tahun 2016 ini. Aamiin.******

 

 

4 pemikiran pada “BAGI PERS INDONESIA BERITA HARTA AMANAH ADALAH “HOAX” BAGI PERS ASING JUSTRU MENAKUTKAN MEREKA

  1. Terima ksh saya ucapkan krn anda telah mengirimkan info yang benar ada buktinya. tapi sayang pers dan org2 Indonesia selalu berburuk sangka dgn keberadaan Harta ini. Salam Cinta Tanah Air Indonesia.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s