PARA SESEPUH HARTA AMANAH SIAPKAN EUR 10 MILYAR DAN SBI 4.500 TRILIUN JIKA RI PUNYAI 3 UU BARU PERBANKAN


“Para sesepuh Harta Amanah Soekarno (HAS) dan Harta Amanah Dinasti (HAD) sepakat untuk mengucurkan dana sebesar EUR 10 milyar dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) senilai Rp 4.500 triliun mulai tahun ini jika Indonesia bisa memiliki tiga undang-undang (UU) baru bidang keuangan dan perbankan” ____safarians.net

Photo 04-02-05 12.45.46 (1)

Hal tersebut disampaikan oleh utusan khusus Para Sesepuh kepada penulis kemarin siang (24/02/2016). Bagi mereka, HAS dan HAD memang sudah saatnya cair atau bisa dipergunakan oleh bangsa Indonesia sekarang ini. Sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan banyak negara untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan ekonomi negara Tiongkok belakangan ini.

Namun, para sesepuh HAS dan HAD yang berbasis di Alas Puwo (hanya istilah bukan sebuah tempat) menuntut agar Indonesia memiliki tiga undang-undang baru di bidang keuangan dan perbankan. Ketiga UU baru tersebut meliputi UU bidang bullion bank, UU pengelolaan dan perlindungan aset bangsa, dan UU bidang offshore banking and offshore financing.

Kucuran dana besar ini ternyata tidak main-main, sebab posisi dana sebesar 10 milyar Euro sendiri sudah dalam bentuk RWA (Ready, Willing and Able). Artinya uang senilai itu sudah diblok di bank tinggal menunggu perintah lanjutan dari pemilik uang. Bisa jadi SBLC, Bank Garansi, atau surat berharga bank lainnya.

Tak hanya itu, para sesepuh HAS dan HAD juga menyediakan anggaran untuk SBI sebesar Rp 4.500 triliun atau dua kali APBN Indonesia saat ini. Bahkan dana sebesar itu konon kabarnya siap dioptinalisasikan dalam waktu dekat. Anggaran ini bisa dipergunakan oleh Pemerintahan Indonesia untuk membangun infrastruktur yang saat ini menjadi syarat mutlak untuk mengimbangi lajunya pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kalangan sesepuh HAS dan HAD mensyaratkan adanya ketiga undang-undang tersebut?

Berdasarkan simulasi yang telah dicoba untuk melakukan sinkronisasi hukum dana amanah dengan hukum perbankan kita, ternyata hasilnya tidak berjalan mulus. Hukum perbankan kita tidak dapat menampung aset yang berasal dari gudang (warehouse) berupa logam dan batu mulia seperti layaknya perbankan Swis, Hong Kong, London, dan Amerika Serikat sendiri.

Perbankan kita belum mengenal deposito emas, platinum, batu mulia, dan sebagainya seperti yang dimiliki oleh Union Bank of Switzerland (UBS), Hang Seng Bank Hong Kong, dan lainnya. Padahal itu menjadi syarat mutlak agar aset-aset tersebut ketika keluar dari gudang langsung masuk ke sistem bank.

Tentu saja dengan masuknya aset-aset yang berasal dari gudang tadi akan memperbesar aset perbankan Indonesia. Dengan membesarnya aset perbankan Indonesia, maka memungkin Bank Indonesia untuk mencetak rupiah lebih banyak sehingga Pemerintah Indonesia tidak memerlukan lagi pinjaman dari luar negeri untuk pembangunan. Cukup pinjam ke rakyat melalui instrumen SBI, entah namanya SUN, Sukuk, dan sebagainya.

Persoalan yang paling serius dari simulasi itu adalah rawannya para pemilik aset untuk dikriminalisasi oleh para aparat penegak hukum dan oknum pejabat bank itu sendiri, bahkan ada kecenderungan intimidasi oknum militer seperti yang selama ini pernah terjadi. Misalnya berkaitan dengan hukum pajak, historical fund, dan aspek yuridis lainnya berkenaan dengan kepemilikan aset dan pengiriman uang ke Indonesia.

Pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia hanya mengenal satu sistem, ialah menggunakan swift wire yakni MT103 misalnya. Di luar cara itu tidak dikenal. Ditambah lagi, betapa terbatasnya jumlah maksimal uang yang bisa dikirim ke Indonesia.

Apalagi pengiriman uang ke Indonesia sering dikenai potongan 10-25% sekali transaksi. Siapa yang mau uangnya dipotong sebesar itu, tanya para sesepuh. Apalagi azas uang HAS dan HAD tidak membolehkan adanya potongan sesen pun, karena pokok yang terkirim harus utuh 100%.

Itulah sebabnya para sesepuh mensyarat Indonesia harus memiliki dulu tiga UU tadi, baru kemudian harta amanah dapat dipergunakan oleh bangsa Indonesia untuk membangun negerinya.

Lebih ekstrim lagi, malah para sesepuh HAS dan HAD mensyaratkan perlunya kementerian tersendiri yang secara khusus mengurusi harta dan aset bangsa Indonesia, sehingga ada pertanggungjawaban yang luar biasa. Sebab aset tersebut ada di dalam negeri dan juga ada di luar negeri.

Lahir atau tidaknya ketiga UU tadi sekaligus menjadi indikator apakah Pemerintah Republik Indonesia saat ini serius untuk membangun negeri dan bangsanya atau tidak. Sebab ini bukan ide baru, tetapi sudah lama bergulir, namun sepi dan tak bergeming. *****

13 pemikiran pada “PARA SESEPUH HARTA AMANAH SIAPKAN EUR 10 MILYAR DAN SBI 4.500 TRILIUN JIKA RI PUNYAI 3 UU BARU PERBANKAN

  1. Pertanyaan sy, dana tsb apakah benar ada atau hanya mitos krn yg sy ketahui, dana serta cadangan emas milik presiden soekarno/harta sesepuh bangsa, hingga detik ini belum ada pembuktian faktualnya, masih berupa rumours sejak jaman dulu. Wass.

    Suka

    • ini mmang bnr adanya ,sbnrnya klau presiden kita merespon dg adanya harta amanah ini rakyat indonesia ini akn makmur juh dri hutang Bank.

      Suka

  2. Berdo’a aja biar cepat sampai …gak usah terlalu di pikirkan karena nafsu serakah kepentingan pribadi bisa menghambat para romo sepuh mewujudkan cita citanya

    Suka

  3. Simulasi keuangan dimulai dari othentid dokumen dan huritance asal usul pemilik keluarga karena negara ini berdiri dari pelimpahan kesultanan dan kerajaan kepada mandataris dan proklamator kemerdekaan awalnya dan diteruskan oleh para pemegang janji amanah mengamanakan dan melakasanakan kenyataanyaan setiap release dokumen di BI di respon internasional , dan sangat menghargai indonesia mulai bekerja membangun infrastruktur dan ekonomi karena jumlahpendudk makin banyak dan saat nya semua di realisasikan janji sebelumnya dan ditaati para penyewa collateral dg membayar semampunya ,hibah kapal, dll serta program kemanusiaan dan tehnologi namun mereka juga pengen kerja dan menghasilkan devisa caranya tidak pinjam lagi ke donor internasional tapi semua negara adalah kerjasama keuangan yg ditwawarkan …kerja kerja semua

    Suka

  4. pengelolaan dan perlindungan harus menjadi UU, untuk realisasinya hrs berurut landasannya dimulai dari UU,Kepres, permen, dll.. utk itulah perlu adanya Kementrian Pengelolaan Aset Bangsa / Negara….

    mari doakan dan bantu dengan “suara-suara” rakyat, bahas di semua media mengenai kebangkitan dan mewujudkan ketahanan ekonomi bangsa/negara… lebih utama dan mendasar adalah pemahaman warga/masyarakat bangsa/negara ini, dimulai dengan membuka pikiran untuk kemungkinan-kemungkinan bahkan dari hal yang dianggap nonsense, memahami hal yg belum dipahami adalah dengan menerima terlebih dahulu…. dengan menerima, mudah untuk mengerti dan memulai belajar bagaimana menggunakannya…

    inilah yang terpenting… modal2 tersebut harus digunakan pada akhirnya oleh warga bangsa dan negara ini… jika tidak, tujuan yang diharapkan tidak akan tercapai dan kita mengulang kembali sejarah sebelumnya… bukannya maju untuk memulai suatu kehidupan yg baru tetapi kembali lagi keketerpurukan yg selalu kita permasalahkan….

    aset2 tersebut harus digunakan dengan cara diambil, digunakan.. bukan dengan memohon untuk dilimpahkan, atau menunggu pemerintah atau sekelompok orang tertentu mewujudkannya untuk kepentingan bangsa dan negara…..
    literally, untuk kepentingannya, maka setiap warga dan negara warga itulah yg harus bersama-sama mengambil dan menggunakan untuk kepentingan bersama itu.

    salam seroja.

    Suka

  5. wow … masyarakat jangan dibuat bingung deh …. tt harta karun ntuh …. lo memang itu lanjutkan aja diburu khususnya Bp. Safari ans sebagai penulis buku dan yang tahu ttg persoalan tsb ….. lanjutkan perjuangannya …tapi Bapak jangan sendirian … pak …. bentuk tiem donk dan lo memang ttg surat – surat berharga itu apa kata presiden dong karena kapasitasnya untuk bangsa dan Rakyat Indonesia…. lanjutkan perjuangannya demi kemakmuran Rakyat Indonesia
    salam NKRI pak

    Suka

  6. Saya selama ini cari instrument bank susah sekali dapet yg valid, setiap saya minta RWA terbaru mereka susah keluarkan, malah minta ongkos, siapa tau ada yang punya link yang benar kabari saya, saya punya credite line valid. Terima kasih.
    Steven 089616163929

    Suka

  7. Saya selama ini cari instrument bank susah sekali dapet yg valid, setiap saya minta RWA terbaru mereka susah keluarkan, malah minta ongkos, siapa tau ada yang punya link yang benar kabari saya, saya punya credite line valid. Terima kasih.
    Steven 089616163929

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s