KELUARGA INI KLAIM EMAS DI AMERIKA MILIK MEREKA BUKAN MILIK SOEKARNO


ADANYA PERJANJIAN GREEN HILTON ANTARA SOEKARNO DAN JOHN F. KENNEDY (JFK) 14 NOVEMBER 1963 SEMATA GRAND DESIGN PENGERAN BERNARD SUAMI RATU YULIANA. KELUARGA KERAJAAN MINAHASA INI MENILAI SOEKARNO DIPERDAYA OLEH PENGERAN BELANDA BERDARAH JERMAN ITU, SEHINGGA EMAS SEBANYAK 51.000 TON DI AMERIKA SERIKAT YANG MENURUT MEREKA MILIK KELUARGA DIKLAIM MILIK SOEKARNO. PADAHAL KELUARGA KELUARGA MINAHASA YANG SEMPAT JAYA PADA ABAD KE 15 – 18 INI MENGAKU MEREKALAH YANG MENYETOR EMAS ITU KETIKA MENDIRIKAN VOC SEBELUM BELANDA MERDEKA. safarians.net

Ratu-Juliana-di-Indonesia

Ketika Pangeran Bernard dan Ratu Yuliana bertemu Presiden Soeharto dan Ibu Tien pada 26 Agustus 1971 di Jakarta

Sepulangnya penulis dari jalan-jalan ke bekas ibukota kerajaan Majapahit di Truwulan berbatasan daerah Jombang, Mojokoerta, dan Kediri, ada keluarga kata Minahasa yang sampat jaya pada abad ke 15-18 untuk berbincang panjang lebar soal keberadaan aset anak bangsa Indonesia yang ada di Amerika Serikat. Yang satu alumni MIT Amerika Serikat, yang satu lagi alumni Jepang, dan dua lagi yang berasal daerah Surabaya. Mereka sudah mukim di Jawa karena sedang merencanakan mega proyek di Kabupaten Rembang.

Pada abad itu, Keluarga kaya Minahasa bersepakat dengan Raja Majapahit Prabu Brawijaya V yang wafat tahun 1478 untuk mendirikan serikat dagang. Brawijaya V merupakan raja Majapahit terakhir. Menurut cerita keluarga kaya Minahasa ini, nenek moyang mereka waktu itu amat kaya raya dengan hasil kebun cengkeh dan kopra. Mereka memiliki kebun kedua komoditi itu yang sangat luas pada masanya, sehingga mereka menjalin hubungan dagang dengan banyak bangsa termasuk Portugis dan Belanda.

Singkat cerita menurut keluarga ini, keturunan (bukan Brawijaya V-nya) Brawijaya V kemudian sepakat mendirikan VOC (Vereenigde Oostindische Compagie) tahun 1602. Kedua belag pihak saling setor saham, keluarga Minahasa menyetor 70% berupa emas batangan, sedangkan keturunan Brawijaya V hanya menyetor untuk komposisi saham sebesar 30%. Saham-saham ini masih berlaku sampai sekarang. Bahkan konon kabarnya VOC hingga kini masih tetap ada di Amsterdam. Sayang penulis lupa bertanya, kalau VOC menjajah Indonesia 3,5 abad lamanya, berarti bangsa Indonesia sebenarnya dijajah oleh bangsanya sendiri?

Keluarga ini kemudian marah besar kepada JFK ketik meneken The Green Hilton Memorial Agreement dengan Soekarno, sehingga pihak keluarganya yang kini sudah tersebar di berbagai negara, khusus di Eropa dan Amerika Serikat terpaksa “menghabisi” Presiden ke-35 negeri Paman Sam itu. Benarkah? wallahuallam, tetapi begitulah pengakuannya kepada penulis minggu lalu di Bandara Juanda Surabaya. Bahkan masih menurut penuturannya, keluarganya juga mengaku “menghabisi” Soekarno dan ingin memenjarakan Pengeran Bernard.

Bagi keluarga kaya Minahasa ini, Belanda masih memiliki hutang kepada mereka sebanyak USD 20 triliun, tetapi sudah diakui Belanda, katanya. Setelah itu keluarga ini dengan VOC-nya membentuk kerajaan Benelux (Belgia, Netherland, dan Luxember). Pada abad berikutnya, lalu keluarga ini kemudian memerdekakan Belanda, Belgia, Luxemberg, dan Swiss. Terakhir keluarga ini membantu kemerdekaan Amerika Serikat 14 Juli 1777, karena tanah mereka melalui tangan VOC sangat luas di kota New York. Lahan ini kemudian dikelola oleh perusahaan pengembang milik Donald Trump. Menurut cerita mereka,  kandidat Presiden AS ini masih termasuk keluarga mereka sehingga dipercaya mengelola tanah mereka di New York hingga kini.

Cerita heboh ini, barangkali berkait dengan cerita Yohannes Riyadi, serang pengusaha asal Tidore yang memiliki rekening khusus di Federal Reserve dengan nilai USD 10 milyar. Tetapi Yohannes mengaku kepada penulis ketika ikut serta dalam pertemuan dengan tim konsultan dari Amerika Serikat di Hong Kong 10 tahun salam, bahwa uang itu bukan miliknya, terapi milik Pemerintah Indonesia. Keberadaan uang itu ada kaitannya dengan paran Jend. Vince Samulang yang ditugasi Soekarno untuk membeli senjata ke Amerika Serikat. Uang sudah dikirim, terapi keburu kudeta kekuaasan oleh G-30-S/PKI. Akhirnya uang pembelian senjata itu dibiarkan begitu saja dan hinggap pada rekening keluarga Yohannes Riyadi yang saat itu layak menerima uang sebesar itu. Kesimpulan itu berdasarkan pembahasan rahasia tim Jend. Vance Samulang dengan tim CIA pada sebuah restoran di Bangkok jelang akhir kekuasaan Soekarno.

Kini keluarga kaya Minahasa ini berencana untuk memasukan uangnya ke Indonesia melalui paket investasi sebesar US$ 45 milyar setahun telama 12 tahun. Nilai itu belum seberapa dibandingkan dengan nilai keseluruhan aset mereka yang ada di dunia perbankan Amerika Serikat dan Eropa yang mencapai triliunan dollar AS. Semoga saja benar.*****

3 pemikiran pada “KELUARGA INI KLAIM EMAS DI AMERIKA MILIK MEREKA BUKAN MILIK SOEKARNO

  1. Dlm agreement GHMA kan thn 63 knp dii hubungkan dgn kemerdekaan Belanda???

    Dan mereka keluarga Minahasa mnyerahkan emas ke VOC pd abad 15 – 18 katanya,, lah Agreement GHMA abad ke berapa?? Kan aneh mas bro…

    Trus tanah VOC di.kelola oleh Donald Trump,,Donald Trump adalah Mafia,,,,

    Klo emang Pewaris VOC mngkalim aset itu di FED apakah pak Safari sdh lihat Proof of Fund atas nama pewaris tsb??

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s