JOKOWI HARUS BELAJAR DARI KEGAGALAN PRESIDEN SEBELUMNYA DALAM MENCAIRKAN HARTA AMANAH


“Upaya pencairan dokumen bank UBS bernilai US$ 97.000.000.0000 (sembilan puluh tujuh milyar dollar Amerika Serikat) sudah dimulai sejak Presiden Soeharto sampai Presiden SBY, tetapi semuanya gagal karena ada kepentingan dengan potongan 50% sampai 80%. Lalu pemilik dokumen kabur hingga kini” safarians.net

FullSizeRender-3

Semula semua sudah berjalan lancar. Konsultan dari Inggris pun sudah siap bekerja asalkan ada dukungan dari Presiden terhadap prosesnya. Tetapi pada tahap akhir Gus Dur yang menjadi Presiden RI ke-5 saat itu meminta potongannya 50% (lima puluh persen).

“Saya nggak mau, lalu saya batalkan”, kata Permadi SH kepada penulis yang dibenarkan Soedjatmiko yang ikut dalam proses pencairan dokumen tersebut. Permadi SH dan Soedjatmiko gunakan jalur  KH Djawahir dan ‘anaknya’ Dr. Edy Sukamto yang dianggapnya sebagai the last signiture dalam HAS.

Lain Gus Dur lain pula gaya era Presiden SBY, pemegang dokumen lainnya yang juga berasal dari UBS (Union Bank of Switzerland) dengan nilai yang sama. Kali ini atas nama seorang wanita berinisial “Dewi”. Berdasarkan dokumen yang ada padanya, dalam tubuhnya masih mengalir darah Soekarno.

Tim mereka pada saat itu telah melakukan kajian forensik terhadap kertas dokumen UBS bernilai US$ 97 milyar itu. Dan valid, kata Abdul Manan kepada penulis di Surabaya semalam. Namun sayang katanya, setelah owner dipanggil ke Istana, lobi yang mereka lakukan melalui Dino Patti Djalal ketika itu berakhir dengan kegagalan karena minta dipotong 80% (delapan puluh persen). Pemilik dokumen pun kabur hingga kini.

Gaya Presiden Soeharto lain lagi dalam upaya pencairan dokumen UBS bernilai US$ 97 milyar ini. Presiden RI ke-2 ini mengeluarkan surat resmi kenegaraan berlogo bintang, padi, dan kapas. Surat itu bertanggal 14 Januari 1997 berupa “Letter of Acknowledment” yang isinya berterima kasih kepada siapa saja yang membantu proses pencairan dokumen Soekarno senilai US$ 97 milyar tersebut.

Surat Presiden Soeharto itu ditindak-lanjuti oleh Menteri Sekretaris Negara Saadilah Mursjid kala itu melalui “Letter of Confirmation” tertanggal 10 April 1998. Surat ini keluar untuk memperkuat “Letter of to Whom it My Concern” oleh Let. Jen. Purn. H. KRMH. Soerjo Wirjohadipoetro sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Republik Indonesia kala itu untuk memberikan kuasa kepada Lois Hamiltons, CEO  Diversified Investment Corporation California Amerika Serikat (AS) melalui fasilitas credit line.

Dokumen bank itu terbit 23 Mei 1967 oleh Swiss Bank Corporation (sebelum bergabung ke UBS). Dokumen itu atas nama Soekarno dengan nilai US$ 97 milyar. Surat KRMH Soerjo Wirjohadipoetro itu juga memuat dokumen UBS berupa deposito platinum sebanyak 71.000 kg.

Proses ini tidak ada kabar lebih lanjut kecuali lemparan-lemparan kecil yang dilakukan broker dan pemburu uang kecil bahwa dana cash senilai US$ 97 milyar itu telah masuk ke Bank Indonesia dengan namanya….he he he. Pada era Presiden SBY pun konon kabarnya ada seorang menteri diutus untuk mencoba cari tau sejauh mana dokumen-dokumen amanah bisa dicairkan. Nama Andi Malarangeng sempat ramai diperbincangkan. Namun gagal.

Presiden Megawati lain lagi gaya. Putri Soekarno ini ketika menjadi Presiden RI ke-5 ini, datang sendiri ke Swiss untuk mencari tau sejauh mana kemungkinan depisito ayahnya bisa dicairkan. Tak ada satu pun manusia di planet bumi ragu, bahwa ia adalah putri Soekarno sekaligus Presiden Republik Indonesia ketika itu. Secara logika tidak ada alasan apapun UBS untuk menolaknya. Apalagi hanya UBS. Tetapi tetap saja gagal.

Padahal otentikasi dokumen via Megawati Soekarno Putri sangat ditunggu oleh banyak perbankan dunia saat itu. Bahkan banyak kalangan perbankan menunggu Megawati jadi Presiden RI untuk menguak tabir misteri dunia ini. Mereka berpikir, masak sih seorang Megawati sekalu Presiden RI juga anak Soekarno masih ditolak UBS.

Ketika Megawati benar-benar ditolak oleh UBS, mulailah lembaga-lembaga otoritas keuangan dunia bertanya-tanya. Bahwa jika seorang anak Soekarno yang juga kala itu sebagai seorang Presiden RI tidak juga berhasil mencairkan HAS dan HAD, maka memang tidak ada lagi orang atau pihak yang bisa ditunggu untuk menyelesaikan aset besar dunia itu.

Semantara aset itu nyata dalam dunia perbankan, dan pihak otoritas yang berhak untuk mencairkan harta HAS dan HAD dianggap tidak ada lagi, maka timbullah rekayasa-rekayasa baru. Diantaranya forum Senat AS memberikan peran Dr. Ray C Dam sebagai figur M1 baru yang punya otoritas khusus. Namun skenario ini gagal total.

Gagal skenario ini, diciptakan lagi skenario kedua yang dilakukan oleh The Committe 300 yang dipimpin langsung Ratu Elizabeth II untuk menunjuk The King ASM Antonio Santiago Marthin dari Filipina sebagai figur baru otoritas pemegang aset melalui jalur dokumen Ferdinand Marcos (mantan Presiden Filipina), sahabat karib Soekarno. Namun kini tetap saja misteri.

Gaya Jokowi lain lagi. Ketika ditemui penulis, Presiden RI ke-7 ini telah kebanjiran dokumen-dokumen tua dan baru yang disampaikan oleh berbagai pihak. Jokowi bertanya kepada penulis, apakah dokumen-dokumen itu berguna buat negara? Lalu apakah bisa dicairkan?

Penulis hanya jawab, jika Anda masih tetap sepenuhnya berjuang untuk mensejahterakan dan memakmurkan bangsa Indonesia, InsyaAllah cair di era kepemimpinan Anda.

Namun berdasarkan cerita-cerita tadi,  penulis mau sampaikan bahwa Jokowi harus belajar dari kegagalan Presiden Republik Indonesia sebelumnya dalam upaya mencairkan HAS dan HAD.

Kondisi akhir keuangan UBS.

Screenshot_2016-01-19-08-04-29

Bahwa harta ini tidak bisa dipotong dengan alasan apapun, apalagi dicairkan untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu saja. Yang bisa dinikmati adalah hasil perputarannya melalui skema investasi atau trustee program. Pelaksanaannya pun harus jujur dan ikhlas, karena harta itu hanya titipan (amanah) dari Tuhan. *****

19 pemikiran pada “JOKOWI HARUS BELAJAR DARI KEGAGALAN PRESIDEN SEBELUMNYA DALAM MENCAIRKAN HARTA AMANAH

  1. Kesimpulannya : hanya Soekarno sendiri yang mengggerakan atau memutar uang itu sampai saat ini, dan ia sendiri yang bisa mengeluarkannya dengan persetujuannya. Believe it or not.

    Suka

  2. On Jan 19, 2016 9:17 AM, “Catatan Harta Amanah Soekarno” wrote:

    > Catatan Harta Amanah Soekarno posted: “”Upaya pencairan dokumen bank UBS > bernilai US$ 97.000.000.0000 (sembilan puluh tujuh milyar) sudah dimulai > sejak Presiden Soeharto sampai Presiden SBY, tetapi semuanya gagal karena > ada kepentingan dengan potongan 50% sampai 80%. Lalu pemilik dokumen kabur” >

    Suka

  3. Teruntk Saudaraku sa cipta rasa lan karsa. “SUPER TOP SECRET” INFORMTION : Trhitung sjak 25.06.2014 seluruh “Bank of instruments” milik org~org Indonesia scr RESMI di Block oleh The World Bank & UBS hal ni dikrenakn TIADA seorang~pun diantara pmilik Bank of instrmnt tsb yg menampilkn fisik Gnuine/Orginal Assets. Pmblokirn smua Bnk of instruments milik orng2 indonesia trmsk didlm’a ada nama Mr.Soekarno dn Mr.Soewarno serta slrh poro sepuh eyang kakung

    Maaf Aset Dana amanah hanya bisa di trade dalam System Rolling Program HYIP trading ( kemanusian ) dan semua melalui urusan pakai banking mekanisme bank dunia . Bank lokal , FRB -iMF and msia union central bank… Dengan meninjau Aset itu jenisnya apa :
    1. Emas collateral di dlm negeri atau di luar negeri? Bank mana mempunyai AAA rate?
    2. Dana — mata uang atau cash fund di mana disimpan ??– mata uang melalui lesen bank dunia utk menebuskan sdh di jalankan di luar negara !
    3. Bank Instruments– sdh di jadikan BG atau SBLC atau CDO dll…. 4. Inheritance Funds — untuk menyerahkan semua dokumentasi yang relevan dan bukti dari keluarga dan bankir terkait dengan surat konfirmasi atas penerimaan
    Dan jalur penyelesaian ada dua jalan yaitu:
    No1. kita perlu tahu seperti apa Aset mereka memiliki itu. Entah deposit emas sebagai jaminan di bank swiss yang akan dikeluarkan sebagai instrumen perbankan, pinjaman emas deposit untuk kepentingan mendapatkan 2% per tahunan dengan bank dunia, atau mendapatkan kepentingan untuk deposit mata uang sebagai gantinya. No2. HYIP, PPP atau program brgulir semua menggunakan instrumen bank uang tunai disimpan untuk investasi lebih lanjut untuk mendapatkan uang lebih cepat kembali juga sebagai program monetary untuk membenarkan uang menjadi legal kemudian melalui projek-projek kemanusiaan untuk mmbantu negara brkembang lbih baik dan mningktkan standar hidup untuk semua wrga ngara . Jadi jika salah dari awal mslh dana amanah maka dana itu akan terblokir dgn sendiri

    Dan dlm prihal Trading Rolling Program mesti punya 3 penunjang
    1 Project (lander), 2 Collateral (grantor) 3 Credit line (funder)
    Pihak yg bertanggung jawab yaitu : Funder – Bank Trading yang bertangguang jawab memberikan anggaran quota untuk Project Humanitarian dan Infrastruktur User – pengguna sebagai lander yg bertanggung jawab dalam menerima anggaran untuk pelaksanaan Project Humanitarian dan Infrastruktur Grantor – sbg onwer asset bertangguang jawab untuk memberikan guarantee untuk mendukung Project Humanitarian dan Infrastruktur.

    Banyak sdr kita trperangkap dlm hal dana amanah yg mana menggap brg amanah bs di prjual belikan ( SM,BK,AC,MG,Emas Batangan dll ) padahal tdk dpt dan khusus emas batangan hanya bisa di trade itupun dlm jumlah besar.Dan adapun kasus yg mana banyak Lembaga/Yayasan mengatasmakan Aset Dana Amanah mencairkan aset dgn jln mencari sponsor dan warga sbg membernya sbg korban,brp nilai investasi dri member akan menjadi 100 X lipat dan ironisnya bagi member yg ingin keluar dananya tdk dpt di kembalikan krn alasan dana sdh trpakai untuk biaya ini dan itu… Dan dlm Rolling Program trade bukanlah semata demi kepentingan pribadi atau golongan krn jika aset itu pruntuannya untuk hal privet maka akan trblock di WB. Pemilik aset yg sdh trade di luar negeri hasilnya itu mereka membuat yayasan (bukan yayasan merekrut anggota) untuk peruntuan sosial bukanlah kepentingan pribadi( apalagi jika kepentingan sperti presiden kita)Dan satu lagi banyak yg mengkaitkan Harta amanah dgn kata ” CAIR ” ,yah gk mungkin bisalah cair toh hanya bisa di trade.Dan jika ada yg ngaku punya dokument minta aja Bank statement and proof of fundnya,dan dlm proses document tsb tdk ada biaya krn itu urusan bank sperti kita mngajukan credit,Sy disini skedar berbagi silahkan contack sy lbh lanjut 081355601063 atau di fb sy eqhy qhy
    TRIMS

    Suka

  4. Aku hanya punya 1 pertanyaan dari dulu , tapi blm ada yg jawab.. Lembaga apa yg bertanggung jawab dlm penuntasan had &has manakala sang bandar telah tiba. Please

    Suka

    • YA..KEMBALI KELAPTOPLAH MAS…….ASAL USULNYA DARIMANA AWALNYA……KAN PASTI SUDAH DISIAPKAN DONG, WADAHNYA………..GITU AJA KOK REPOT BANGET………MAKANYA SEGALA SESUATU ITU HARUS KITA PAHAMI TERLEBIH DAHULU……….OK MAS…….GOOD LUCK……….

      Suka

      • Saat ini sang bandar telah muncul. dan sdh siap menuntaskan amanah. Trus lembaga amanah apa yg siap membeckup belio.

        Suka

    • ya kembali ke laptoplah mas………..ingat aja dari mana asal usulnya……….kan sudah tentu dong wadahnya juga itu…..gitu aja kok repot2……..ok mas….good luck……..merdeka!!!……..

      Suka

  5. Tidak ada penuntas, yg ada rakyat yg memnbukanya melalui penanggung Jawab BKB1 KHR kuth pangrango , dengan bukti telapak tangan Darah 5 kiri 5 kanan. Dengan Shake Hand (jabat tangan/ salaman) serta dolar u$ 1 gulungan(isi 32) serta U$ 1 Million 600 lembar.

    Suka

  6. Bung, bisa nggak anda definisikan kembali istilah “MENCAIRKAN” dari tulisan di atas. Sebab kalau itu berarti “mengembalikan emas (fisik) yang dijaminkan di UBS”, hal itu tidak mungkin terjadi karena emasnya tidak kemana-mana dan masih tetap ada di Indonesia (ada 15 bunker master HAS di Banten yang sudah di SKR kan). Dan jika definisi itu adalah “MENGUANGKAN”, maka jelas ini lebih tidak mungkin karena menyangkut pihak ke-3, dan saat ini colateral induk sudah dipecah-pecah menjadi surat-surat berharga yang dengan angka nominal untuk pinjaman komersial sd. USD 50 juta (karena tidak setiap saat ada negara yang butuh colateral untuk jaminan pencetakan uang).
    Untuk foto di atas (permadi memegang colateral), tolong bilang bakar aja kertas-kertas itu, karena “SETIAP COLATERAL HAS YANG DIBUAT DI BANK APAPUN, SETIAP TAHUN SELALU DIPERBARUI”, agar tidak terjadi penipuan-penipuan atau sponsor-sponsor tidak jelas.
    Pembayaran dari pihak ke-3 sudah tercatat dalam account asset, dan uang kartal (uang fisik) dari pembayaran tersebut dalam posisi unregistered (tidak tercatat) pada setiap bank sentral yang menerbitkannya, sehingga tidak mungkin beredar (katagori uang palsu). Seluruh sistem yang menangani uang kartal (fisik) dibawah pengawasan intelejen (dalam dan luar negeri). Seluruh sistem keuangan Indonesia sudah dikepung agar uang ini tidak beredar (Singapore atau Abdudabhi punya UU anti money laundrey dan UU anti teroris, tapi uang miyaran dolar keluar masuk aman-aman aja, coba anda masukkan uang anda sendiri 100 juta pasti muncul banyak pertanyaan dari bank, apalagi memasukkan uang dari luar ke dalam… wah…, sistem itu telah melanggar AZAS PRADUGA TAK BERSALAH, dan menganggap rakyat Indonesia maling semua).
    Saat ini para sesepuh pun tidak dapat melakukan apa-apa, karena seluruh sistem tidak ditangan mereka. Ingat, 10 hari setelah penandatanganan “Green Hilton Memorandum”, John F Kenedy di tembak mati, dan seluruh konstelasi pengelola HAS dari pihak US berubah dari demokrat ke republik (loby Yahudi). Jadi kalau ada yang bilang, lembaga ini dan lembaga itu atau eyang ini dan eyang itu yang akan mentuntaskan HAS, bilang aja SAMPAH. US udah enjoy dengan kondisi sekarang, kalau ada yang berani bikin ulah dan bikin sistem sendiri, jawabannya DOR…
    Untuk HAD, karena emasnya memang dibawa ke US, mau gak mau harus nunggu kebaikan hati US karena memang dia gak ada maksud bayar (obligasi 34). Departement of Treasury nya US hanya ngaku nyetak 1 box aja. Soeharto udah nyiapin pembayaran (jatuh tempo kedua th. 2000) nyetak IDR 13.000 t akhirnya malah mau dituntut ke Amnesti International dengan tuduhan melakukan kejahatan moneter dengan mencetak uang tanpa jaminan, makanya dia bikin drama reformasi dan mundur dengan terhormat.

    Suka

  7. Dana amanah itu milik keturunan raja yg dipercaya memegangnya. Kalau ada yg ngaku2 terbuka sebagai pemegang amanah dipastikan orang itu palsu karena pemegang amanah sejati pasti tidak akan membuka identitas dirinya secara terang terangan. Pemegang amanah sembunyi karena bisa dibunuh , atau dirampok jika terang2an bicara terbuka punya dana sebegitu besarnya. Dan harta amanah bukan harta gaib , dan pemiliknya bisa jadi orang yg tidak Anda sangka2. Dan hanya bisa cair utk pembiayaan proyek , dan penggunaannya di proteksi Pemerintah. Di luar negeri pemegang amanah dilindungi negara pengguna collateralnya, tapi di Indonesia malah sebaliknya. Tahun 2008 sudah cair dana amanah 1200 triliun ke bank Indonesia dari bank dunia, bukannya digunakan dananya utk membangun Indonesia, dana itu malah dibagi2. Sejak Suharto jatuh pemegang amanah tiarap semua. Mudah2an Presiden sekarang bisa melindungi dan memanfaatkan dana amanah serta dipercaya para pemegang amanah utk membangun Indonesia. 

    Suka

  8. Halo, saya Mrs Nelly mulia, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang menawarkan pinjaman pada tingkat bunga hanya 2%. kami menawarkan, pinjaman pribadi, kredit mobil, modal usaha, pinjaman pribadi dll untuk individu dan perusahaan yang dalam kesulitan keuangan di bawah persyaratan pinjaman yang jelas dan dan dimengerti. hubungi kami hari ini melalui email sehingga kami dapat memberikan persyaratan pinjaman dan kondisi: (nellyperious@gmail.com)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s