BUNG KARNO JATUH KARENA SOMBONG SESAAT SETELAH TEKEN PERJANJIAN ASET DENGAN JOHN F. KENNEDY


“Soekarno sadar betul menata, mengurus, mengelola, dan mencairkan harta amanah yang dititipkan oleh Paku Buwono X (PB X) kepadanya tahun 1928 yang tersebar di beberapa bank besar dunia tidaklah mudah. Namun setelah ia meneken perjanjian dengan John F. Kennedy ia sesumbar ingin menjadi Presiden seumur hidup. Konon kabarnya kesombongan inilah yang menjatuhkannya, bukan karena yang lain. Karena sombong hanya hak Tuhan” safarians.net

Screenshot_2016-01-18-08-59-55

Berbagai cara telah ia lakukan sejak ia berusia 27 tahun hingga akhir kekuasaannya selaku Presiden Republik Indonesia. Nah, ketika Presiden Amerika Serikat (AS) John F. Kennedy (JFK) terbaca situasi politiknya didalam negeri oleh Kiyai Haji Agus Salim, maka Soekarno diberitau inilah situasi yang pas untuk mendapat dukungan negeri Paman Sam itu.

Selain masalah Kuba, peluru kendali, skandal, juga ada ketegangan serius antara Pemerintahan JFK dengan Federal Reserve Bank (FED) ketika itu. Buruknya hubungan FED selaku bank sentral Amerika Serikat yang status sahamnya dimiliki oleh swasta (bukan milik negara seperti Bank Indonesia) yang menerbitkan uang dollar AS (selalu ada tulisan “In God We Trust”) mengakibatkan pihak Departemen Keuangan AS juga menerbitkan uang dollar sebagai alat bayar di AS.

Ada dua mata yang beredar di AS ketika itu menjadi puncak perseteruan otoritas FED selaku bank sentral dengan Pemerintahan AS yang memiliki otoritas negara. Agaknya nasehat Haji Agus Salim agar Bung Karno segera menemui JFK agar saling bersinergi, berhasil mendinginkan ketegangan. Itu pertanda serius bahwa Bung Karno ketika itu memiliki hubungan khusus dengan FED. (Baca: Indonesia Punya Saham The Fed?).

Pada sisi lain pertemuan rahasia JFK dan Bung Karno tanggal 14 November 1963 di Gedung Putih itu, membuahkan hasil kesepakatan The Green Hilton Memorial Agreement. Perjanjian yang diagungkan bangsa Indonesia tetapi dibenci oleh beberapa tokoh kunci di AS membuat JFK terbunuh seminggu kemudian.

Perjanjian itu memberikan pengakuan atas keberadaan aset bangsa Indonesia yang ada di AS berupa batangan emas murni, tetapi mengabaikan pengembaliannya karena emas itu merupakan pampasan perang dunia pertama setelah AS beserta tentara sekutu berhasil mengalahkan Jerman (Hitler).

Walau ada hak AS untuk mengabaikan pengembaliannya, tetapi disitu ada kesepakatan tentang kewajiban AS untuk membayar royalti sebesar 2,5% setahun. Jatuh tempo pembayaran pertama royalti itu pada tanggal 14 November 1965 atau tiga tahun kemudian. Tetapi satu setengah bulan (30 September 1965) sebelum jatuh tempo pembayaran royalti pertama Soekarno “dibantai” kekuasaannya hingga akhir hayat.

Sejak peristiwa G30S/PKI (Gestapu) itu kehidupan Bung Karno diisolir habis. Sama sekali tidak bisa berhubungan dengan dunia luar, dan tidak bisa tau perkembangan dunia luar. Pada saat itulah posisi saham Indonesia di FED mengalami gangguan serius. Sehingga ada kesan bahwa skenario penurunan Bung Karno sebagai Presiden RI kala itu sangat berhubungan erat dengan perebutan untuk menguasai mayoritas FED.

Padahal sepulang dari AS meneken perjanjian kramat antar dua bangsa ini, Bung Karno begitu yakin bahwa ia bisa dengan mudah memakmurkan rakyat dan bangsa Indonesia cukup dengan royalti 2,5% setahun dari AS itu. Bahkan akibat perjanjian sakral dalam dunia keuangan itu, Bung Karno memiliki keuntungan tambahan berupa kepercayaan dunia atas keberadaannya sebagai tokoh M1 (Monetary One).

Dalam kegembiraan yang tidak terhingga itu, Bung Karno sesumbar dan “sombong” ia memproklamirkan dirinya sebagai Presiden seumur hidup. Padahal sifat sombong itu menjadi pantangan bagi Bung Karno yang sudah mengamalkan ilmu ajaran guru agamanya. Bahwa “sombong” hanya hak yang dimiliki oleh Tuhan.

Konon kabarnya, ketika pidato Nawaksara Bung Karno di parlemen itulah seluruh kesaktian yang diberikan Tuhan kepadanya luntur habis, sehingga Bung Karno tidak lagi memiliki kewibawaan, tidak lagi memiliki kepercayaan diri tinggi, tidak lagi memiliki kekebalan, tidak lagi memiliki kharismatik sebegai pemimpin besar.

Jadi Bung Karno jatuh, bukan karena Amerika Serikat, bukan karena wanita, dan bukan karena apapun. Tetapi Bung Karno jatuh karena kesombongannya. Dan itu diakuinya saat bercerita kepada Haji Agus Salim dan gurunya yang lain.

Karenanya, janganlah kita sebagai anak manusia di muka bumi untuk berlaku sombong. Sebab yang berhak untuk sombong itu hanyalah Tuhan. *****

 

2 pemikiran pada “BUNG KARNO JATUH KARENA SOMBONG SESAAT SETELAH TEKEN PERJANJIAN ASET DENGAN JOHN F. KENNEDY

  1. Assalamu’alaikum…
    Bung Karno sombong??
    Jika kurang detil dapat akurat berita, nggak usah menulis dahulu…
    Jika tau Maha Guru BK…
    Yang nulis, baru bisa narik tulisan diatas untuk segera meralat nya…

    Wassalam..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s