MR. SOEWARNO DAN BI RUPANYA SUDAH BERSENTUHAN SEJAK 2013


“SIAPA YANG TIDAK KENAL MR. SOEWARNO. FIGUR YANG BANYAK DICARI OLEH PEMBURU HARTA AMANAH (HAS) DAN HARTA AMANAH DINASTI (HAD). TERNYATA IA TELAH BERSENTUHAN DENGAN BANK INDONESIA SEJAK TAHUN 2013 MELALUI REALISASI SEBUAH TRANSAKSI NILAI. FAKTA INI MENJADI BUKTI BAHWA HAS DAN HAD ADALAH BENAR ADANYA” safarians.net

Pertanyaan Pak Jokowi kepada penulis ketika bertemu lima hari sebelum dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia ke-7, kini terjawab sudah. Dugaan bahwa HAS dan HAD hanyalah hayalan sirna. Transaksi perbankan yang melibatkan Mr. Soewarno dalam sistem perbankan pada Bank Indonesia ternyata sudah dimulai sejak tahun 2013 atau tiga tahun silam. (Klik video: Video Wawancara Safari ANS dengan MetrotvNews.com).

Setelah Soekarno wafat, komunitas HAS dan HAD percaya bahwa peran Mr. Soewarno menjadi penting. Banyak pihak mencarinya agar mendapat kepercayaan untuk bekerjasama. Ada yang bilang, tokoh ini tinggal di Eropa. Ada yang bilang tinggal di gunung. Macam-macam tafsiran. Anehnya tidak ada satu orang pun mengenalnya dengan pasti seperti apa raut wajahnya.

Malah ada yang bilang bahwa Mr. Soewarno adalah “suarno” sebagai singkatan dari “suara soekarno”. Malah ada yang lebih ekstrim lagi pemahamannya tentang Mr. Soewarno bahwa itu adalah Soekarno sendiri. Soekarno dan Soewarno adalah sosok yang sama. Penulis telah menemui lima orang yang mengaku Soewarno berdasarkan paspornya. Mereka rata-rata sudah berusia sepuh dengan rambut memutih. Tetapi sulit menerka diantara mereka itu mana Mr. Soewarno asli dan palsu.

Belakangan Mr. Soewarno sering dianggap sebagai M1 yang sesungguhnya. Ia tidak saja bersahaja dalam dunia keuangan dan perbankan dunia, tetapi juga menjadi kunci transaksi-transaksk besar seperti yang terjadi pada Bank Indonesia tiga tahun lalu itu. Bisa saja transaksi 2013 itu sekedar menjajal sistem perbankan Indonesia, sebab nilainya relatif kecil dibandingkan aset HAS dan HAD yang begitu fantastis.

Sebab sering terjadi bahwa nama seseorang dalam sebuah dokumen bank di UBS,HSBC, Citibank, Barslays, dan sebagainya bukanlah owner sebanarnya, sehingga proses transaksi dokumen HAS dan HAD terhenti pada tahap eksekusi pencairan (MT103 atau MT760). Inilah yang banyak membuat bangkrut para sponsor.

Dugaan sementara atas kejadian demi kejadian semacam itu, maka Mr. Soewarno lah yang menjadi owner sebenarnya. Artinya, atas persetujuan Mr. Soewarno inilah dana HAS dan HAD yang banyak tersimpan di luar negeri bisa ditransfer atau ditransaksikan dalam sistem perbankan.

Dalam surat Direktorat Peredaran Uang dan Transaksi Bank Indonesia Andung Anitimihardja pada tanggal 6 Maret 2013 memberikan surat jaminan bank senilai Rp 30 Milyar. Jaminan bank dari Bank Indonesia itu berlaku 11 Maret 2013 dan jatuh tempo 11 April 2013 (belaku sebulan). Status transaksi ini merupakan pendaftaran awal dan pengamanan pertama. Sedangkan Mr. Soewarno dalam transaksi ini berperan sebagai penjamin (garantor).

Dalam surat itu disebutkan bahwa transaksi ini berkait dengan HSBC Saham PLC, yang berlamat di 8 Canada Square, London E14 5HQ United Kingdom.

Screenshot_2016-01-16-06-48-12

Mengikuti arah pembiayaannya, agaknya transaksi ini berancana untuk pembelian saham Bank Mandiri. Namun belum diketemukan data seberapa besar saham yang akan dibeli.

Transaksi ini rupanya merupakan kelanjutan swift type RTGS sebesar Rp 2,4 Milyar yang melibatkan Barclays Bank Branch Bank Indonesia yang terjadi pada 28 Januari 2013 memiliki maturity date 04 Februari 2013. Transaksi itu ditujukan kepada sebuah rekening di Bank Mandiri dengan beneficiary Pemerintah Republik Indonesia dengan kode pos 80586.

Apakah transaksi ini akan berlanjut? Atau apakah transaksi ini sebagai percobaan untuk menguji (test case) sistem perbankan Indonesia: apakah bisa menerima transaksi dana HAS dan HAD atau tidak? Sebab seseorang yang melakukan transaksi ini telah meninggal setahun kemudian.

Menyimak kejadian ini, sebaiknya Pemerintah Jokowi membentuk tim khusus untuk menangani transaksi jenis khusus dana besar seperti HAS dan HAD ini. Segera bentuk 3 UU baru bidang keuangan dan perbankan, yakni UU Pengelolaan Aset Bangsa, UU Bullion Bank, UU Offshore Banking & Financing. Atau bentuk Kementerian Pengelolaan Aset seperti yang diminta kalangan Romo Sepuh belum lama ini. (Baca: Para Romo Sepuh Inginkan Kementerian Sendiri Bidang Pengelolaan Aset Bangsa Indonesia).

Hanya Tuhan yang tau segalanya, dan kita tidak pernah tau apa rencana Tuhan selanjutnya. Tetapi kita dapat mempredikasi. Bahwa persentuhan awal HAS dan HAD ini merupakan pertanda baik,  aset itu masih bisa dipergunakan oleh Bangsa Indonesia untuk membangun negaranya seperti jawaban saya ketika Pak Jokowi bertanya saat itu. Semoga.******

 

3 pemikiran pada “MR. SOEWARNO DAN BI RUPANYA SUDAH BERSENTUHAN SEJAK 2013

  1. Sayang dia bukan “Sang Gembala”

    Sang Gembala adalah seorang yang bertanggung jawab atas apa yang “digembalakannya”.
    Jika asalnya bukan seorang penggembala yang sejati, dia pasti tidak mampu mengatasi segala apa yang di perlukan bagi yang digembalakannya.
    Sayang dia bukan seorang pengembala, menjalankan sesuatu dengan harapan tidak menjadi sia sia.

    “Sang Gembala”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s