KELUARGA PEMILIK ASET INI MAU TRANSFER KE INDONESIA US$ 45 MILYAR PER TAHUN SELAMA 12 TAHUN


Screenshot_2016-01-13-08-01-30

Program welcome back home yang sempat penulis canangkan sepuluh tahun silam kini bakal menjadi kenyataan. Salah satu keluarga pemilik aset besar sejak abad ke-18 yang kini menguasai jaringan aset di perbankan Eropa dan Amerika telah mendaftarkan aset keluarganya untuk dibawa ke Indonesia melalui paket investasi sebesar US$ 45 Milyar atau setara Rp 630 Triliun per tahun selama 10-12 tahun kedepan.

Keluarga yang berasal dari kerajaan Indonesia di wilayah Timur ini memang terdiri dari kaum cendik pandai yang rata-rata pendidikannya S3 di luar negeri dan menguasai banyak bahasa asing sesuai dengan dimana mereka tinggal sekarang. Mereka ada yang bermukim di Belanda, Inggris, Swiss, Jerman, dan di Amerika Serikat sendiri.

Keluarga kerajaan Indonesia wilayah Timur ini berkait erat dengan wilayah Benalux (Belgia, Natherland, Luxemburg) di Eropa. Mereka telah mengajukan surat secara resmi ke Presiden Jokowi belum lama ini, tetapi belum ada respon sama sekali. Padahal uang yang akan mereka masukan ke Indonesia tersebut semata untuk investasi termasuk bersedia untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Indonesia sekarang ini.

Kepada penulis, keluarga ini menjelaskan bahwa mereka hanya minta jaminan dari Pemerintahan Jokowi bahwa keluarga mereka dan uang mereka terjamin keamanannya. Harapan yang sama seperti yang disampaikan oleh pemilik aset besar lainnya kepada penulis selama ini.

Keluarga pemegang aset besar ini telah melakukan pra study kelayakan selama 10 tahun tentang mega proyek yang akan mereka bangun di Indonesia, tetapi mega proyek yang dimaksudkan belum mau diungkap ke media, tetapi dalam surat yang disampaikan ke Jokowi telah mereka sampaikan dalam makalah setebal 45 halaman.

Keluarga ini bersedia mempresentasikan mega proyek mereka itu sekaligus meminta Presiden Jokowi menerbitkan Keppres berkenaan dengan investasi khusus ini.

Berasarkan informasi yang diterima penulis dari kalangan perbankan dan konsultan keuangan di Hong Kong, uang keluarga ini telah berada di negeri itu beberapa bulan terakhir. “Pokoknya tinggal menunggu gong dari Jokowi” kata Chairman group yang ditunjuk untuk menyalurkan uang ini ke Indonesia. Semoga.*****

6 pemikiran pada “KELUARGA PEMILIK ASET INI MAU TRANSFER KE INDONESIA US$ 45 MILYAR PER TAHUN SELAMA 12 TAHUN

  1. Memang banyak teori tentang pengucuran dana ini ya.
    Di artikel lain, syaratnya banyak. Ada juga yang hanya tunggu uang transport saja untuk bawa barang.
    Di artikel ini, syaratnya hanya “GONG” dari Presiden Jokowi.

    Seperti ungkapan penulis, kita hanya bisa berkata “SEMOGA”.
    Semoga salah satu teori itu benar ya

    Suka

  2. ” semoga aja ” ….menurut logika sayasich ….emang pemeliknya bukan seperti kita2 ini….sehingga mudah di tebak…atau coba2 di hadang …atau di buatkan wadah untuk menampung aset tersebut……atau mau coba2 mencuri aset tersebut…..menurut saya tidak semudah itu …..

    pemiliknya yang asli ….tidak terhalang …oleh ruang dan waktu …tidak tertebak ….dan pada saatnya nanti …langsung diberikan kepada ….” sipenerima “…….. ….who’s???……kita tunggu ajaa…. yang jelas calon sipenerima sudah dijelaskan semuanya ……semuanya pada pertemuan pertama kalinya dengan pemilik aset……sabarrrr semogaa……

    Suka

  3. Ping balik: BELANDA AKUI HUTANGNYA US$ 20 TRILIUN PADA PEMEGANG ASET INDONESIA – Catatan Harta Amanah Soekarno

  4. Sinkronisasi logika dan non-logika berkenaan berita tentang HAS dlsb bagi siapapun butuh waktu dan butuh bukti konkrit yang dapat diterima. Saran saja dari kami orang bodoh dan awam, apabila benar mau membantu dengan program pulang kampung sbb:
    1. Back up statement dari perbankan yang ketempatan uang berlimpah tsb dengan mekanisme korespondensi bank to bank, cc ke Bank Indonesia sebagai bank sentral.
    2. Memulai eksistensi dengan membangun perusahaan di Indonesia dan mulai mengucurkan investasinya maupun memberikan kemudahan kredit private equity kepada pengusaha-pengusaha Indonesia yang dapat dipercaya, tidak melalui Bapenas, tapi filter langsung pemanfaatan dana kepada proyek2 strategis. Kalau mau membuktikan, belikan saja dulu negeri ini, pesawat tempur, Kapal perang, Kapal selam dan langsung kirim dan hibahkan kesini negerimu ini. Saya setuju dengan butuhnya keamanan bagi pemilik/pemegang aset tsb. Atau ketakutan atas tidak adanya keputusan super power yang menaungi mereka. Saya tidak tahu, apakah yang punya super power tadi adalah Presiden atau bukan. Mengingat banyaknya keserakahan terjadi di negeri ini.
    3. Grand design mega proyek apapun tidak akan secara langsung menyentuh keterlibatan para pihak termasuk seluruh rakyat Indonesia. Ini dilema efek “top down” yang selalu akan terjadi. Namun saya yakin, waktu 10 tahun menurut mereka untuk membuat study yang komprehensif yang memuat juga dampak psikologis rakyat semua sudah terakomodir. Rakyat bukan obyek, namun subyek dengan segala konsekuensi heterogenitas efeknya.

    Oleh karena itu, seorang Presiden akan butuh waktu untuk mencoba mempertaruhkan kredibilitasnya dengan membuat payung hukum KepPres, sebelum proses due diligence dan filtering proses lainnya berjalan.
    Mohon dimaafkan atas kelancangan ini.

    Suka

  5. Ping balik: REMBANG MESTINYA AGRESIF KEJAR KUCURAN USD 225 MILYAR DARI UBS MULAI TAHUN INI | Catatan Harta Amanah Soekarno

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s