KOLATERAL DUNIA: MISTERI ANTARA SOLO-CIREBON DAN YERUSALEM


PENULIS MENDAPAT KIRIMAN ARTIKEL DARI SESEORANG YANG TIDAK MAU DISEBUTKAN NAMANYA. SEMOGA BERMANFAAT

Tulisan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat nusantara sebagai ungkapan rasa keprihatinan atas carut marut yang sedang terjadi di bumi pertiwi ini. Berawal dari komunikasi intensif saya dengan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan (penulis Surat Terbuka kepada SBY) telah membawa saya kepada pencerahan cakrawala pemahaman tentang apa dan bagaimana kejadian yang tengah berlangsung dan prediksi yang akan terjadi di negeri ini.

Bahkan tidak berlebihan kalau saya katakan bahwa ini merupakan suatu upaya membedah warisan leluhur yang sarat dengan perlambang sehingga sedikit demi sedikit terkuak tabir misteri jagad nusantara ini. Sangat luar biasa. Hal ini sepatutnya bisa dipahami oleh seluruh anak cucu leluhur bangsa ini sebagai pewaris sah tataran tanah surgawi yang bernama Nusantara.

Hasil kajian spiritual bapak Budi Marhaen berusaha saya pahami dengan “rasa naluri” yang mendalam dengan tanpa mengabaikan logika berpikir sehat. Memang banyak hal sulit ditelusuri melalui referensi buku-buku sejarah atau dengan bukti-bukti empiris yang ada, namun dengan semangat menguak tabir misteri untuk lebih memahami fenomena yang terjadi saat ini, maka segala sesuatunya yang dapat saya cerna berusaha saya ungkapkan secara sederhana apa adanya di dalam blog/buku ini.

Ibarat mencari mata rantai yang hilang (missing link), nampaknya misteri yang ditinggalkan pasca keruntuhan Majapahit (500 tahun yang lalu) mulai terlihat secara samar-samar. Sayapun mulai memahami apa makna yang tersirat dari saran bapak Budi Marhaen kepada SBY di dalam Surat Terbukanya kepada SBY :

“Kumpulkanlah ahli-ahli Thoriqoh negeri ini yaitu mursyid / syeh-syeh yang telah mencapai maqom ma’rifat “Mukasyafah”, Pedanda-pedanda sakti agama Hindu, Bhiksu-bhiksu agama Budha yang telah sempurna, serta kasepuhan waskito dari Keraton Jogja, Solo & Cirebon, untuk bersama-sama memohon petunjuk kepada Allah SWT mencari siapa sosok orang yang mampu mengatasi keadaan ini dan mencari jawab dari misteri ramalan para leluhur di atas. Gunakan 4 point panduan saya untuk memandu mereka. Insya Allah, jika Allah Azza wa Jalla memberikan ijin dan ridho-Nya akan diketemukan jawabannya.”

Walaupun Surat Terbuka tersebut tidak mendapat tanggapan dari yang bersangkutan presiden SBY, namun saya memiliki keyakinan bahwa beliau bapak Budi Marhaen “mengetahui” sangat banyak tentang fenomena yang sedang terjadi di jagad nusantara ini.

Tanpa berniat mengundang perdebatan, semoga ungkapan saya dapat menjadi bahan perenungan kita bersama guna menyongsong fajar kejayaan Nusantara yang kita cintai.

Memahami Makna Karya Warisan Leluhur Nusantara
Terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih kepada bapak Budi Marhaen atas pemberian referensi-referensinya berupa naskah : Bait-bait syair terakhir Ramalan Joyoboyo, Serat Musarar Joyoboyo, Uga Wangsit Siliwangi, Serat Darmagandhul, dan Ramalan Ronggowarsito. Setelah saya membaca dan berusaha memahami dengan segala perenungan, maka sayapun menjadi takjub dibuatnya akan karya-karya beliau para leluhur kita.

Antara satu dengan lainnya walaupun berbeda masa/ periode yang jauh berselang, namun ternyata didalam perlambangnya memiliki saling keterkaitan. Suatu perlambang dalam suatu karya menunjuk kepada perlambang atau karakter yang lain di dalam karya leluhur yang berbeda. Saya merasakan bahwa tanpa intervensi kemampuan spiritual yang tinggi akan sangat sulit memahami keterkaitan perlambang-perlambang ini. Dan fenomena ini membuktikan bahwa hanya dengan mengandalkan akal penalaran saja akan mengantarkan kita kepada jalan buntu.

Akhirnya menyerah pada keputusasaan dengan menganggap bahwa ini semua merupakan sekedar ramalan yang tidak berguna dan out of date (usang). Masing-masing orang bisa saja menafsirkan hal tersebut dengan penafsiran yang berbeda-beda. Tidak ada yang melarang.

Bebas-bebas saja. Benar tidaknya kembali kepada diri kita masing-masing. Inilah tabir misteri. Kebenaran sejati adanya di dalam nurani yang suci dan bersih. Dalam buku ini referensi-referensi tersebut dapat dibaca secara lengkap pada bagian lampiran.

Uga Wangsit Siliwangi
Membaca naskah Uga Wangsit

Siliwangi terasa mengandung hakekat yang sangat tinggi bila telah memahaminya. Karena di dalamnya digambarkan situasi kondisi sosial beberapa masa utama dengan karakter pemimpinnya dalam kurun waktu perjalanan panjang sejarah negeri ini pasca kepergian Prabu Siliwangi (ngahiang/menghilang).

Peristiwa itu ditandai dengan menghilangnya Pajajaran. Sesuai sabda Prabu Siliwangi bahwa kelak kemudian akan ada banyak orang yang berusaha membuka misteri Pajajaran. Namun yang terjadi mereka yang berusaha mencari hanyalah orang-orang sombong dan takabur.

Seperti diungkapkan dalam naskah tersebut berikut ini : ”Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Mudu arédan heula.”
“Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. Dan bahkan berlebihan kalau bicara.”
Namun dalam naskah Wangsit Siliwangi ini dikatakan bahwa pada akhirnya yang mampu membuka misteri Pajajaran adalah sosok yang dikatakan sebagai ”Budak Angon” (Anak Gembala). Sebagai perlambang sosok yang dikatakan oleh Prabu Siliwangi sebagai orang yang baik perangainya.
”Sakabéh turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. Tapi, ngan di waktu anu perelu. Ngaing bakal datang deui, nulungan nu barutuh, mantuan anu sarusah, tapi ngan nu hadé laku-lampahna. Mun ngaing datang moal kadeuleu; mun ngaing nyarita moal kadéngé. Mémang ngaing bakal datang. Tapi ngan ka nu rancagé haténa, ka nu weruh di semu anu saéstu, anu ngarti kana wangi anu sajati jeung nu surti lantip pikirna, nu hadé laku lampahna. Mun ngaing datang; teu ngarupa teu nyawara, tapi méré céré ku wawangi.”
”Semua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus perangainya.

Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya.

Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian.”
Selanjutnya dikatakan juga apa yang dilakukan oleh sosok ”Budak Angon” ini sbb:
”Aya nu wani ngoréhan terus terus, teu ngahiding ka panglarang; ngoréhan bari ngalawan, ngalawan sabari seuri. Nyaéta budak angon; imahna di birit leuwi, pantona batu satangtungeun, kahieuman ku handeuleum, karimbunan ku hanjuang. Ari ngangonna? Lain kebo lain embé, lain méong lain banténg, tapi kalakay jeung tutunggul. Inyana jongjon ngorehan, ngumpulkeun anu kapanggih. Sabagian disumputkeun, sabab acan wayah ngalalakonkeun. Engke mun geus wayah jeung mangsana, baris loba nu kabuka jeung raréang ménta dilalakonkeun. Tapi, mudu ngalaman loba lalakon, anggeus nyorang: undur jaman datang jaman, saban jaman mawa lalakon. Lilana saban jaman, sarua jeung waktuna nyukma, ngusumah jeung nitis, laju nitis dipinda sukma.”
”Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala; Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng, tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui, tapi akan menemui banyak sejarah/ kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/ kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. Setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.”

Perputaran roda zaman dan sejarah
Dari bait di atas digambarkan bahwa sosok ”Budak Angon” adalah sosok yang misterius dan tersembunyi. Apa yang dilakukannya bukanlah seperti seorang penggembala pada umumnya, akan tetapi terus berjalan mencari hakekat jawaban dan mengumpulkan apa yang menurut orang lain dianggap sudah tidak berguna atau bermanfaat.

Dalam hal ini dilambangkan dengan ranting daun kering dan tunggak pohon. Sehingga secara hakekat yang dimaksudkan semua itu sebenarnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan sejarah kejadian (asal-usul/ sebab-musabab) termasuk karya-karya warisan leluhur seperti halnya yang kita baca ini. Dimana hal-hal semacam itu karena kemajuan jaman oleh generasi digital sekarang ini dianggap sudah usang/ kuno tidak berguna dan bermanfaat. Pada akhirnya yang tersirat dalam hakekat perjalanan panjang sejarah negeri ini adalah berputarnya roda Cokro Manggilingan (pengulangan perjalanan sejarah).
Gambaran situasi jaman dalam naskah Wangsit Siliwangi diawali dengan lambang datangnya ”Kerbau Bule” dan juga ”Monyet-monyet” yang kemudian ganti menyerbu selepas Kerbau Bule pergi.

Ilustrasi ini melambangkan saat datangnya para penjajah yang berdatangan ke negeri ini, baik itu Portugis maupun Belanda. Dengan politik adu domba mereka maka terjadi peperangan antar saudara. Sejarah banyak yang hilang dan diputarbalikkan.

Seperti yang tertulis berikut ini :
”Daréngékeun! Nu kiwari ngamusuhan urang, jaradi rajana ngan bakal nepi mangsa: tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo dongkol. Tah di dinya, sanagara bakal jadi sampalan, sampalan kebo barulé, nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk di alun-alun. Ti harita, raja-raja dibelenggu. Kebo bulé nyekel bubuntut, turunan urang narik waluku, ngan narikna henteu karasa, sabab murah jaman seubeuh hakan.Ti dinya, waluku ditumpakan kunyuk; laju turunan urang aya nu lilir, tapi lilirna cara nu kara hudang tina ngimpi. Ti nu laleungit, tambah loba nu manggihna. Tapi loba nu pahili, aya kabawa nu lain mudu diala! Turunan urang loba nu hanteu engeuh, yén jaman ganti lalakon ! Ti dinya gehger sanagara. Panto nutup di buburak ku nu ngaranteur pamuka jalan; tapi jalan nu pasingsal!
Nu tutunjuk nyumput jauh; alun-alun jadi suwung, kebo bulé kalalabur; laju sampalan nu diranjah monyét! Turunan urang ngareunah seuri, tapi seuri teu anggeus, sabab kaburu: warung béak ku monyét, sawah béak ku monyét, leuit béak ku monyét, kebon béak ku monyét, sawah béak ku monyét, cawéné rareuneuh ku monyét. Sagala-gala diranjah ku monyét. Turunan urang sieun ku nu niru-niru monyét. Panarat dicekel ku monyet bari diuk dina bubuntut. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. Loba nu paraeh kalaparan. ti dinya, turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong, sabari nyanyahoanan maresék caturangga. Hanteu arengeuh, yén jaman geus ganti deui lalakon.”
”Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita, akan berkuasa hanya untuk sementara waktu: tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah negara akan pecah, pecah oleh kerbau bule, yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota.

Semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan.Semenjak itu, pekerjaan dikuasai monyet. Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar, tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar.

Tapi banyak yang tertukar sejarahnya, banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu, bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin, tapi pemimpin yang salah arah!Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur.

Negara pecahan diserbu monyet! keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit, perempuan hamil oleh penyakit. semuanya diserbu oleh penyakit.

Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. yang mengerjakannya masih bangsa sendiri. Banyak yang mati kelaparan. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. Mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.”
Kemudian akhirnya masuk pada masa Perang Dunia II dengan datangnya pasukan Jepang yang dilambangkan dengan gemuruh yang datang dari ujung laut utara. Dimana masa penjajahan Jepang menandai berakhirnya penindasan di negeri ini.

Terutama peristiwa jatuhnya bom atom di Nagasaki dan Hiroshima oleh Amerika, sebagai perlambang dalam naskah Wangsit Siliwangi bahwa situasi carut marut yang terjadi ada yang menghentikan yaitu orang seberang.
”Laju hawar-hawar, ti tungtung sagara kalér ngaguruh ngagulugur, galudra megarkeun endog. Génjlong saamparan jagat! Ari di urang ? Ramé ku nu mangpring. Pangpring sabuluh-buluh gading. Monyét ngumpul ting rumpuyuk.

Laju ngamuk turunan urang; ngamukna teu jeung aturan. loba nu paraéh teu boga dosa. Puguh musuh, dijieun batur; puguh batur disebut musuh. Ngadak-ngadak loba nu pangkat nu maréntah cara nu édan, nu bingung tambah baringung; barudak satepak jaradi bapa. nu ngaramuk tambah rosa; ngamukna teu ngilik bulu. Nu barodas dibuburak, nu harideung disieuh-sieuh. Mani sahéng buana urang, sabab nu ngaramuk, henteu beda tina tawon, dipaléngpéng keuna sayangna. Sanusa dijieun jagal. Tapi, kaburu aya nu nyapih; nu nyapihna urang sabrang.”
”Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh, burung menetaskan telur. Riuh seluruh bumi! sementara di sini? Ramai oleh perang, saling menindas antar sesama. Penyakit bermunculan di sana sini. Lalu keturunan kita mengamuk: mengamuk tanpa aturan. Banyak yang mati tanpa dosa, jelas-jelas musuh dijadikan teman; yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri. yang bingung semakin bingung. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. Yang mengamuk tambah berkuasa; mengamuk tanpa pandang bulu. Yang Putih dihancurkan, yang Hitam diusir. Kepulauan ini semakin kacau, sebab banyak yang mengamuk, tidak beda dengan tawon, hanya karena dirusak sarangnya. Seluruh nusa dihancurkan dan dikejar.

Tetapi, ada yang menghentikan, yang menghentikan adalah orang seberang.”
Lalu selanjutnya terdapat suatu masa yang digambarkan dengan munculnya seorang pemimpin negeri ini dengan gambaran sbb :
”Laju ngadeg deui raja, asalna jalma biasa. Tapi mémang titisan raja. Titisan raja baheula jeung biangna hiji putri pulo Dewata. da puguh titisan raja; raja anyar hésé apes ku rogahala!”
”Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Tapi memang keturunan raja dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. Karena jelas keturunan raja; penguasa baru susah dianiaya!”
Siapakah sosok yang dimaksud dalam bait ini? Dia adalah Soekarno, Presiden RI pertama. Ibunda Soekarno adalah Ida Ayu Nyoman Rai seorang putri bangsawan Bali. Ayahnya seorang guru bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo. Namun dari penelusuran secara spiritual, ayahanda Soekarno sejatinya adalah Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X. Nama kecil Soekarno adalah Raden Mas Malikul Koesno. Beliau termasuk ”anak ciritan” dalam lingkaran kraton Solo. (Silakan dibuktikan..)

Pada masa kepemimpinan Soekarno banyak terjadi upaya pembunuhan terhadap diri beliau, namun selalu saja terlindungi dan terselamatkan.
Selanjutnya setelah berganti masa digambarkan bahwa semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli, memerintah sambil menyembah berhala. Kondisi ini melambangkan pemimpin yang tidak mau mengerti penderitaan rakyat.

Memerintah tidak dengan hati tapi segala sesuatunya hanya mengandalkan akal pikiran/logika dan kepentingan pribadi ataupun kelompok sebagai berhalanya. Sehingga yang terjadi digambarkan banyak muncul peristiwa di luar penalaran.

Menjadikan orang-orang pintar hanya bisa omong alias pinter keblinger, seperti yang dikatakan sbb :
”Mingkin hareup mingkin hareup, loba buta nu baruta, naritah deui nyembah berhala. Laju bubuntut salah nu ngatur, panarat pabeulit dina cacadan; da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh, kembang kapas hapa buahna; buah paré loba nu teu asup kana aseupan. Da bonganan, nu ngebonna tukang barohong; nu tanina ngan wungkul jangji; nu palinter loba teuing, ngan pinterna kabalinger.”
”Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli, memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak muda salah pergaulan, aturan hanya menjadi bahan omongan, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Sudah pasti: bunga teratai hampa sebagian, bunga kapas kosong buahnya, buah pare banyak yang tidak masuk kukusan. Sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar keblinger.”
Lalu dalam situasi dan kondisi tersebut yang tidak berbeda dengan saat ini kemudian muncul sosok orang yang dikatakan dalam naskah Wangsit Siliwangi sbb :
”Ti dinya datang budak janggotan. Datangna sajamang hideung bari nyorén kanéron butut, ngageuingkeun nu keur sasar, ngélingan nu keur paroho. Tapi henteu diwararo! Da pinterna kabalinger, hayang meunang sorangan. Arinyana teu areungeuh, langit anggeus semu beureum, haseup ngebul tina pirunan. Boro-boro dék ngawaro, malah budak nu janggotan, ku arinyana ditéwak diasupkeun ka pangbérokan. Laju arinyana ngawut-ngawut dapur batur, majarkeun néangan musuh; padahal arinyana nyiar-nyiar pimusuheun.Sing waspada! Sabab engké arinyana, bakal nyaram Pajajaran didongéngkeun. Sabab sarieuneun kanyahoan, saenyana arinyana anu jadi gara-gara sagala jadi dangdarat.

Buta-buta nu baruta; mingkin hareup mingkin bedegong, ngaleuwihan kebo bulé. Arinyana teu nyaraho, jaman manusa dikawasaan ku sato!”
”Pada saat itu datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa, tapi tidak dianggap. Karena pintar keblinger, maunya menang sendiri.

Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian. Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan ke penjara.
Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain, beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan.
Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. Sebab takut ketahuan, bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. Penguasa yang buta, semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule, mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan.”
Sosok ”Pemuda Berjanggut” di atas adalah lambang laki-laki sejati yang sangat kuat prinsip dan akidahnya serta selalu eling (dilambangkan dengan baju serba hitam). Dan dia juga seorang yang tekun dan taat beribadah serta kuat dalam memegang ajaran leluhur (dilambangkan dengan menyanding sarung tua).

Digambarkan bahwa di tengah situasi negeri yang panas membara (carut marut) dimana manusia dipenuhi nafsu angkara, ”Pemuda Berjanggut” datang mengingatkan yang pada lupa untuk kembali eling. Namun tidak dianggap.
Lalu pada alinea menjelang akhir dikatakan :
”Jayana buta-buta, hanteu pati lila; tapi, bongan kacarida teuing nyangsara ka somah anu pada ngarep-ngarep caringin reuntas di alun-alun. Buta bakal jaradi wadal, wadal pamolahna sorangan. Iraha mangsana? Engké, mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut, ti dapur laju salembur, ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut, dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut?

Marebutkeun warisan. Nu hawek hayang loba; nu boga hak marénta bagianana. Ngan nu aréling caricing. Arinyana mah ngalalajoan. Tapi kabarérang.”
”Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama, tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mu’jizat datang untuk mereka. Penguasa itu akan menjadi tumbal, tumbal untuk perbuatannya sendiri.

Kapan waktunya? Nanti, saat munculnya Anak Gembala! Di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. Yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar, dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? memperebutkan tanah.

Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa.”

Situasi tersebut di atas adalah gambaran apa yang terjadi sekarang ini. Kalau kita perhatikan dengan cermat alinea ini, maka memang saat ini seluruh rakyat sedang berharap-harap menunggu datangnya mu’jizat di tengah-tengah carut marut yang sedang berlangsung di negeri ini. Lebih-lebih utamanya rakyat korban lumpur Lapindo yang kian hari makin kian sengsara. Bencana datang bertubi-tubi.

Huru-hara terjadi di mana-mana. Dan akhir-akhir ini banyak sekali terjadi kasus perebutan tanah. Fenomena paling tragis dalam perebutan tanah pada masa ini (2007) ditandai dengan kasus Pasuruan yang membawa 4 korban tewas rakyat kecil di tangan aparat. Pemuda Gendut merupakan lambang orang yang rakus dan serakah serta memiliki kepentingan pribadi.

Dalam bait ini dikatakan bahwa penguasa tersebut akan tumbang pada saat munculnya “Budak Angon”. Dimana kemunculannya ditandai dengan banyak terjadi huru-hara yang bermula di daerah lalu meluas ke seluruh negeri.
Dalam mengkaji Wangsit Siliwangi ini kita telah menemui lelakon atau pemeran utama yang dikatakan dengan istilah ”Budak Angon” (Anak Gembala) dan ”Budak Janggotan” (Pemuda Berjanggut). Coba mari kita simak alinea berikut :
”Nu garelut laju rareureuh; laju kakara arengeuh; kabéh gé taya nu meunang bagian. Sabab warisan sakabéh béak, béakna ku nu nyarekel gadéan. Buta-buta laju nyarusup, nu garelut jadi kareueung, sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. Laju naréangan budak angon, nu saungna di birit leuwi nu pantona batu satangtung, nu dihateup ku handeuleum ditihangan ku hanjuang. Naréanganana budak tumbal. sejana dék marénta tumbal. Tapi, budak angon enggeus euweuh, geus narindak babarengan jeung budak anu janggotan; geus mariang pindah ngababakan, parindah ka Lebak Cawéné!”
”Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari Budak Angon, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi Budak Angon sudah tidak ada, sudah pergi bersama Budak Janggotan, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!”
Perselisihan yang terjadi adalah sia-sia belaka. Karena selalu saja pihak penguasa membantu yang kuat, berdiri angkuh di atas yang lemah. Ada saat dimana ”wong cilik” sebagai lambang ”si lemah yang tertindas” mencari penuh harap sosok ”Budak Angon dan Budak Janggotan.” Namun yang dicari sulit ditemukan karena telah pergi ke Lebak Cawéné. Dimanakah Lebak Cawéné ? Lebak Cawéné adalah suatu lembah seperti cawan, yang dikatakan di dalam Serat Musarar Joyoboyo sebagai Gunung Perahu.

Tempat itu digambarkan sebagai suatu lembah atau bukit dimana permukaannya cekung seperti tertumbuk perahu besar. Dikatakan oleh bapak Budi Marhaen, secara gambaran spiritual, di tempat itu terdapat 2 sumber air besar dan ditandai dengan 3 pohon beringin (Ringin Telu).
Lebih lanjut dikatakan :
”Nu kasampak ngan kari gagak, keur ngelak dina tutunggul. Daréngékeun! Jaman bakal ganti deui. tapi engké, lamun Gunung Gedé anggeus bitu, disusul ku tujuh gunung. Génjlong deui sajajagat. Urang Sunda disarambat; urang Sunda ngahampura. Hadé deui sakabéhanana. Sanagara sahiji deui. Nusa Jaya, jaya deui; sabab ngadeg ratu adil; ratu adil nu sajati. Tapi ratu saha? Ti mana asalna éta ratu? Engké ogé dia nyaraho. Ayeuna mah, siar ku dia éta budak angon! Jig geura narindak! Tapi, ulah ngalieuk ka tukang!”
”Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, carilah Anak Gembala. Segeralah pergi. Tapi ingat, jangan menoleh ke belakang!”
Perlambang gagak berkoar di dahan mati bermakna situasi dimana banyak suara-suara tanpa arti.

Rakyat menjerit-jerit, penguasa mengumbar janji-janji kosong. Sedangkan negara digambarkan banyak ditimpa bencana. Sekarang ini banyak gunung di nusantara sedang aktif bahkan beberapa gunung telah meletus. Ribut seluruh bumi merupakan lambang keresahan dunia internasional dewasa ini terhadap perubahan iklim dunia dan pemanasan global.

Hal ini ditandai dengan banyak bencana yang terjadi di banyak negara.Nampaknya kita sedang memasuki tahapan situasi ini. Mari kita renungkan dan perhatikan dengan apa yang sedang terjadi di seluruh negeri ini. Gunung-gunung telah mulai aktif, banyak terjadi bencana dengan unsur Air, Api, Angin dan Tanah dimana-mana, banyak pula terjadi huru-hara (demonstrasi/kerusuhan) sebagai lambang ketidakpuasan di berbagai tempat.

Apakah ini terjadi secara kebetulan ? Tentu bagi yang memahami, ini semua adalah merupakan skenario langit.
Lalu, siapakah ”Budak Angon” itu ? Dari bait tersebut diperlambangkan bahwa budak angon adalah orang sunda atau berdarah sunda. Hal ini akan kita bedah lagi setelah sampai pada kesimpulan setelah kita mengkaji karya-karya leluhur lainnya.
Serat Musarar Joyoboyo.
Di dalam uraian ini saya akan mengawali dengan menandai suatu masa atau periode dalam Sinom bait 18 yang berbunyi :
”Dene jejuluke nata, Lung gadung rara nglingkasi, Nuli salin gajah meta, Semune tengu lelaki, Sewidak warsa nuli, Ana dhawuhing bebendu, Kelem negaranira, Kuwur tataning negari, Duk semana pametune wong ing ndesa.”
”Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan. Waktu itu pajaknya rakyat adalah..”
Lung gadung rara nglikasi memiliki makna yaitu pemimpin yang penuh inisiatif (cerdas) namun memiliki kelemahan sering tergoda wanita. Perlambang ini menunjuk kepada presiden pertama RI, Soekarno. Sedangkan Gajah meta semune tengu lelaki bermakna pemimpin yang kuat karena disegani atau ditakuti namun akhirnya terhina atau nista. Perlambang ini menunjuk kepada presiden kedua RI, Soeharto. Dalam bait ini juga dikatakan bahwa negara selama 60 tahun menerima kutukan sehingga tidak ada kepastian hukum.

Ingat, usia kemerdekaan NKRI di tahun 2007 saat ini adalah 62 tahun.
Dalam bait 20 dikatakan :
”Bojode ingkang negara, Narendra pisah lan abdi, Prabupati sowang-sowang, Samana ngalih nagari, Jaman Kutila genti, Kara murka ratunipun, Semana linambangan, Dene Maolana Ngali, Panji loro semune Pajang Mataram.”
”Negara rusak. Raja berpisah dengan rakyat. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Kemudian berganti jaman Kutila. Rajanya Kara Murka. Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram.”
Bait ini menggambarkan situasi negara yang kacau. Pemimpin jauh dari rakyat, dan dimulainya era baru dengan apa yang dinamakan otonomi daerah sebagai implikasi bergulirnya reformasi (Jaman Kutila).

Karakter pemimpinnya saling jegal untuk saling menjatuhkan (Raja Kara Murka). Perlambang Panji loro semune Pajang – Mataram bermakna ada dua kekuatan pimpinan yang berseteru, yang satu dilambangkan dari trah Pajang (Joko Tingkir), dan yang lain dilambangkan dari trah Mataram (Pakubuwono). Hal ini menunjuk kepada era Gus Dur dan Megawati.
Lalu pada bait 21 tertulis :
”Nakoda melu wasesa, Kaduk bandha sugih wani, Sarjana sirep sadaya, Wong cilik kawelas asih, Mah omah bosah-basih, Katarajang marga agung, Panji loro dyan sirna, Nuli Rara ngangsu sami, Randha loro nututi pijer tetukar.”
”Nakhoda ikut serta memerintah. Punya keberanian dan kaya. Sarjana (orang pandai) tidak berdaya. Rakyat kecil sengsara. Rumah hancur berantakan diterjang jalan besar. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu, randha loro nututi pijer tetukar.”
Situasi negara dalam bait ini digambarkan bahwa kekuatan asing memiliki pengaruh yang sangat besar. Orang pandai berpendidikan tinggi dilambangkan tidak berdaya (pinter keblinger).

Kondisi rakyat kecil makin sengsara saja. Perlambang Rara ngangsu, randha loro nututi pijer tetukar bermakna seorang pemimpin wanita yang selalu diintai oleh dua saudara wanitanya seolah ingin menggantikan. Perlambang ini menunjuk kepada Megawati, presiden RI kelima yang selalu dibayangi oleh Rahmawati dan Sukmawati.
Pada bait 22 dikatakan :
”Tan kober paes sarira, Sinjang kemben tan tinolih, Lajengipun sinung lambang, Dene Maolana Ngali, Samsujen Sang-a Yogi, Tekane Sang Kala Bendu, Ing Semarang Tembayat, Poma den samya ngawruhi, Sasmitane lambang kang kocap punika.”
”Tan kober paes sarira, Sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut.”
Perlambang Tan kober paes sarira, Sinjang kemben tan tinolih bermakna pemimpin yang tidak sempat mengatur negara karena direpotkan dengan berbagai masalah. Ini menunjuk kepada presiden RI keenam saat ini yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. (banyak masalah di nusantara) Sedangkan perlambang Semarang Tembayat merupakan tempat dimana tempat seseorang memahami dan mengetahui solusi dari apa yang terjadi.

Semarang Tembayat merupakan tempat yang masih misteri dimana di dalam Surat Terbuka kepada SBY bapak Budi Marhaen menggambarkan sbb :

”Jawaban dan solusi guna mengatasi carut marut keadaan bangsa ini ada di ”Semarang Tembayat” yang telah diungkapkan oleh Prabu Joyoboyo. Guna membantu memecahkan misteri ini dapatlah saya pandu sebagai berikut :
Sunan Tembayat adalah Bupati pertama Semarang. Sedangkan tempat yang dimaksud adalah lokasi dimana Kanjeng Sunan Kalijaga memerintahkan kepada Sunan Tembayat untuk pergi ke Gunung Jabalkat (Klaten).

Secara potret spiritual, lokasi itu dinamakan daerah “Ringin Telu” (Beringin Tiga), berada di daerah pinggiran Semarang.
Semarang Tembayat juga bermakna Semarang di balik Semarang. Maksudnya adalah di balik lahir (nyata), ada batin (gaib). Kerajaan gaib penguasa Semarang adalah “Barat Katiga”. Insya Allah lokasinya adalah di daerah “Ringin Telu” itu.
Maka Semarang Tembayat diartikan : SEMARANG TEMpatnya BArat daYA Tepi (dari lokasi budak janggotan ===(arah barat daya Kudus adalah kota Semarang). Dapat diartikan lokasinya adalah di Semarang pinggiran arah Barat Daya.”
Kemudian pada bait 27 berbunyi :
“Dene besuk nuli ana, Tekane kang Tunjung putih, semune Pudhak kasungsang, Bumi Mekah dennya lair, Iku kang angratoni, Jagad kabeh ingkang mengku, Juluk Ratu Amisan, Sirep musibating bumi, Wong nakoda milu manjing ing samuwan,”
“Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah. (tunjung putih berarti teratai putih/tempat duduk dewi Kwan Im berwarna putih,kasungsang berarti serba terbalik ( tidak berkelakuan seperti orang umum,lahir di bumi Mekkah artinya orang muslim) Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.”
Perlambang Tunjung putih semune Pudak kasungsang memiliki makna seorang pemimpin yang masih tersembunyi berhati suci dan bersih. Inilah seorang pemimpin yang dikenal banyak orang dengan nama “Satrio Piningit”. Lahir di bumi Mekah merupakan perlambang bahwa pemimpin tersebut adalah seorang Islam sejati yang memiliki tingkat ketauhidan yang sangat tinggi.
Sedangkan bait 28 tertulis :
“Prabu tusing waliyulah, Kadhatone pan kekalih, Ing Mekah ingkang satunggal, Tanah Jawi kang sawiji, Prenahe iku kaki, Perak lan gunung Perahu, Sakulone tempuran, Balane samya jrih asih, Iya iku ratu rinenggeng sajagad.”
“Raja utusan waliyullah (utusan seluruh wali di bumi Indonesia,utusan seluruh leluhur di Indonesia,asuhan semar Ismaya Jati,utusan mursyid thariqah yang tersembunyi). Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.”
Bait ini menggambarkan bahwa pemimpin tersebut adalah hasil didikan atau tempaan seorang Waliyullah (Aulia) yang juga selalu tersembunyi. Berkedaton di Mekah dan Tanah Jawa merupakan perlambang yang bermakna bahwa pemimpin tersebut selain ber-Islam sejati namun juga berpegang teguh pada kawruh Jawa (ajaran leluhur Jawa tentang laku utama). Sedangkan gunung Perahu seperti telah disinggung di atas adalah Lebak Cawéné. Kembali lagi, dimana tempatnya ? Kita telah membaca bait 22 di atas. Ya di Semarang Tembayat itulah tempatnya. Sedangkan tempuran adalah pertemuan dua sungai di muara yang biasanya digunakan untuk tempat bertirakat ”kungkum” bagi orang Jawa. Namun di sini tempuran bermakna ”watu gilang” sebagai tempat pertemuan alam fisik dan alam gaib. Dalam budaya spiritual Jawa keberadaan watu gilang sangat lekat dengan eksistensi seorang raja. Insya Allah.. Pemimpin tersebut akan mampu memimpin Nusantara ini dengan baik, adil dan membawa kepada kesejahteraan rakyat, serta menjadikan Nusantara sebagai ”barometer dunia” (istilah Bung Karno : ”Negara Mercusuar”).

Bait-bait Terakhir Ramalan Joyoboyo
Dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo digambarkan suasana negara yang kacau penuh carut marut serta terjadi kerusakan moral yang luar biasa. Namun dengan adanya fenomena tersebut kemudian digambarkan munculnya seseorang yang arif dan bijaksana yang mampu mengatasi keadaan. Berikut adalah cuplikan bait-bait tersebut yang menggambarkan ciri-ciri atau karakter seseorang itu :
159.selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu; bakal ana dewa ngejawantah; apengawak manungsa; apasurya padha bethara Kresna; awatak Baladewa; agegaman trisula wedha; jinejer wolak-waliking zaman; …
selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu)==((selambat-lambatnya yang dimaksut adalah akhir tahun 2014 karena sudah berakhir masa hukuman Pandawa); akan ada dewa tampil; berbadan manusia; berparas seperti Batara Kresna (kresna berarti seorang pemuda ahli rohaniah ( mirip pemuda ashabul kahfi/pemuda berkeyakin ruhani tinggi yang disembunyikan di gua persembunyian “pemuda piningit”); berwatak seperti Baladewa (berwatak tegas dan tidak bisa berubah pendiriannya ( orang yang bijaksini ”simbol telunjuk semar yang menunjuk ke bawah tanah kata mutiara dari semar “Mbreugek-ugek ugek mel mel sadhulito” artinya teguh bagaikan batu karang dalam membela hal yang benar); bersenjata trisula wedha (trisula adalah senjata dewa siwa simbol senjata dewa penghancur/perubahan zaman) ; tanda datangnya perubahan zaman; …
160.…; iku tandane putra Bethara Indra wus katon; tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa
…; itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak; datang di bumi untuk membantu orang Jawa
162.…; bala prewangan makhluk halus padha baris, pada rebut benere garis; tan kasat mata, tan arupa; sing madhegani putrane Bethara Indra; agegaman trisula wedha; momongane padha dadi nayaka perang perange tanpa bala; sakti mandraguna tanpa aji-aji
…; pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar, tak kelihatan, tak berbentuk; yang memimpin adalah putra Batara Indra,(dibawah koordinasi dewa Ismaya/semar ( karena yang memimpin adalah asuhannya/tuannya) bersenjatakan trisula wedha; para asuhannya menjadi perwira perang; jika berperang tanpa pasukan; sakti mandraguna tanpa azimat
163.apeparap pangeraning prang; tan pokro anggoning nyandhang; ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang; …
bergelar pangeran perang; kelihatan berpakaian kurang pantas; namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang;((yang dimaksut berpakaian kurang pantas adalah berjubah dan memakai blangkon) ( (mengatasi keruwetan banyak orang salah satu jalanya adalah dengan membuka gudang amanah di seluruh indonesia)
164.…; mumpuni sakabehing laku; nugel tanah Jawa kaping pindho; ngerahake jin setan; kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda; landhepe triniji suci; bener, jejeg, jujur; kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong
…; menguasai seluruh ajaran (ngelmu); memotong tanah Jawa kedua kali (membelah manusia di seluruh indonesia menjadi dua golongan yang mau diingatkan untuk kembali ke jalan yang benar atau memilih ke jalan menuruti hawa nafsu ( baca Pandawa atau Kurawa); mengerahkan jin dan setan; seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa(dengan didampingi dan koordinasi dari dewa Ismaya atau semar) berpedoman pada trisula weda; tajamnya tritunggal nan suci; benar, lurus, jujur; didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong
166.idune idu geni; sabdane malati; sing mbregendhul mesti mati; ora tuwo, enom padha dene bayi; wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada; garis sabda ora gentalan dina; beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira; tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa; nanging inung pilih-pilih sapa
ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti), yang membantah pasti mati; orang tua, muda maupun bayi; orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi; garis sabdanya tidak akan lama; beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya; tidak mau dihormati orang setanah Jawa; tetapi hanya memilih beberapa saja ( (tetap “tersembunyi/piningit” sampai ada “PERINTAH DARI ALLAH DAN RASULULLAH MUHAMMAD”)
167.waskita pindha dewa; bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira; pindha lahir bareng sadina; ora bisa diapusi marga bisa maca ati; wasis, wegig, waskita; ngerti sakdurunge winarah; bisa pirsa mbah-mbahira; angawuningani jantraning zaman Jawa; ngerti garise siji-sijining umat; Tan kewran sasuruping zaman
pandai meramal seperti dewa; dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda; seolah-olah lahir di waktu yang sama; tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati; bijak, cermat dan sakti; mengerti sebelum sesuatu terjadi; mengetahui leluhur anda; memahami putaran roda zaman Jawa; mengerti garis hidup setiap umat; tidak khawatir tertelan zaman
168.mula den upadinen sinatriya iku; wus tan abapa, tan bibi, lola; awus aputus weda Jawa; mung angandelake trisula; landheping trisula pucuk; gegawe pati utawa utang nyawa; sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan; sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda
oleh sebab itu carilah satria itu; yatim piatu ( (tidak memiliki saudara atau orang tua seideologis / seilmu/sebayu) , tak bersanak saudara; sudah lulus weda Jawa; hanya berpedoman trisula; ujung trisulanya sangat tajam; membawa maut atau utang nyawa; yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain; yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan
170.ing ngarsa Begawan; dudu pandhita sinebut pandhita; dudu dewa sinebut dewa; kaya dene manungsa; …
di hadapan Begawan; bukan pendeta disebut pendeta((artinya Puntadewa/yudistira); bukan dewa disebut dewa; namun manusia biasa; …
171.aja gumun, aja ngungun; hiya iku putrane Bethara Indra; kang pambayun tur isih kuwasa nundhung setan; tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh; hiya siji iki kang bisa paring pituduh marang jarwane jangka kalaningsun; tan kena den apusi; marga bisa manjing jroning ati; ana manungso kaiden ketemu; uga ana jalma sing durung mangsane; aja sirik aja gela; iku dudu wektunira; nganggo simbol ratu tanpa makutha; mula sing menangi enggala den leluri; aja kongsi zaman kendhata madhepa den marikelu; beja-bejane anak putu
jangan heran, jangan bingung; itulah putranya Batara Indra; yang sulung dan masih kuasa mengusir setan; turunnya air brajamusti pecah memercik; hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya; tidak bisa ditipu; karena dapat masuk ke dalam hati; ada manusia yang bisa bertemu; tapi ada manusia yang belum saatnya; jangan iri dan kecewa; itu bukan waktu anda; memakai lambang ratu tanpa mahkota; sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati; jangan sampai terputus, menghadaplah dengan patuh; keberuntungan ada di anak cucu
172.iki dalan kanggo sing eling lan waspada; ing zaman kalabendu Jawa; aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa; cures ludhes saka braja jelma kumara; aja-aja kleru pandhita samusana; larinen pandhita asenjata trisula wedha; iku hiya pinaringaning dewa
inilah jalan bagi yang ingat dan waspada; pada zaman kalabendu Jawa; jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa; yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga; jangan keliru mencari dewa; carilah dewa bersenjata trisula wedha; itulah pemberian dewa
173.nglurug tanpa bala; yen menang tan ngasorake liyan; para kawula padha suka-suka; marga adiling pangeran wus teka; ratune nyembah kawula; angagem trisula wedha; para pandhita hiya padha muja; hiya iku momongane kaki Sabdopalon; sing wis adu wirang nanging kondhang; genaha kacetha kanthi njingglang; nora ana wong ngresula kurang; hiya iku tandane kalabendu wis minger; centi wektu jejering kalamukti; andayani indering jagad raya; padha asung bhekti
menyerang tanpa pasukan; bila menang tak menghina yang lain; rakyat bersuka ria; karena keadilan Yang Kuasa telah tiba; raja menyembah rakyat; bersenjatakan trisula wedha; para pendeta juga pada memuja; itulah asuhannya Sabdopalon; yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur; segalanya tampak terang benderang; tak ada yang mengeluh kekurangan; itulah tanda zaman kalabendu telah usai; berganti zaman penuh kemuliaan; memperkokoh tatanan jagad raya; semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi
Sampai di sini kita akan dapat mulai memahami siapakah yang dikatakan oleh Prabu Joyoboyo dengan istilah “Putra Betara Indra” itu ? Bait-bait tersebut telah mengurai secara rinci tentang ciri-ciri dan karakter orang tersebut. Putra Betara Indra tidak lain dan tidak bukan adalah Waliyullah (aulia) yang tertulis di dalam sinom bait 28 pada Serat Musarar Joyoboyo. Perlambang paras Kresna dan watak Baladewa bermakna satria pinandhita. Karena hakekat dua bersaudara Kresna dan Baladewa (Krishna Balarama) melambangkan kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Dimana Kresna melambangkan pencipta, sedangkan Baladewa melambangkan potensi kreativitasnya. Dua bersaudara Kresna dan Baladewa menghabiskan masa kanak-kanaknya sebagai penggembala sapi. Dengan hakekat ini setidaknya kita dapat meraba bahwa Putra Betara Indra adalah juga “Budak Angon” (Anak Gembala) yang telah dikatakan oleh Prabu Siliwangi di dalam Uga Wangsit Siliwangi.
Ramalan Satrio Piningit Ronggowarsito
Di dalam ramalan Ronggowarsito dipaparkan ada tujuh Satrio Piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang di kemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit, yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu. Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :
SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagaiSoekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.
SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.
SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.
SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.
SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.
Selain masing-masing satrio itu menjadi ciri-ciri dari masing-masing pemimpin NKRI pada setiap masanya, ternyata tujuh satrio piningit itu melambangkan tujuh sifat yang menyatu di dalam diri seorang pandhita yang telah kita tahu adalah Putra Betara Indra yang juga Budak Angon seperti telah diungkap di atas. Berikut ini adalah sifat-sifat “Satrio Piningit” sejati hasil bedah hakekat bapak Budi Marhaen terhadap apa yang telah ditulis oleh R.Ng. Ronggowarsito :
Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro melambangkan orang yang sepanjang hidupnya terpenjara namun namanya harum mewangi. Sifat ini hanya dimiliki oleh orang yang telah menguasai Artadaya (ma’rifat sebenar-benar ma’rifat). Diberikan anugerah kewaskitaan atau kesaktian oleh Allah SWT, namun tidak pernah menampakkan kesaktiannya itu. Jadi sifat ini melambangkan orang berilmu yang amat sangat tawadhu’.
Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar melambangkan orang yang kaya akan ilmu dan berwibawa, namun hidupnya kesandung kesampar, artinya penderitaan dan pengorbanan telah menjadi teman hidupnya yang setia. Tidak terkecuali fitnah dan caci maki selalu menyertainya. Semua itu dihadapinya dengan penuh kesabaran, ikhlas dan tawakal.
Satrio Jinumput Sumelo Atur melambangkan orang yang terpilih oleh Allah SWT guna melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjalankan missi-Nya. Hal ini dibuktikan dengan pemberian anugerah-Nya berupa ilmu laduni kepada orang tersebut.
Satrio Lelono Topo Ngrame melambangkan orang yang sepanjang hidupnya melakukan perjalanan spiritual dengan melakukan tasawuf hidup (tapaning ngaurip). Bersikap zuhud dan selalu membantu (tetulung) kepada orang-orang yang dirundung kesulitan dan kesusahan dalam hidupnya.
Satrio Hamong Tuwuh melambangkan orang yang memiliki dan membawa kharisma leluhur suci serta memiliki tuah karena itu selalu mendapatkan pengayoman dan petunjuk dari Allah SWT. Dalam budaya Jawa orang tersebut biasanya ditandai dengan wasilah memegang pusaka tertentu sebagai perlambangnya.
Satrio Boyong Pambukaning Gapuro melambangkan orang yang melakukan hijrah dari suatu tempat ke tempat lain yang diberkahi Allah SWT atas petunjuk-Nya. Hakekat hijrah ini adalah sebagai perlambang diri menuju pada kesempurnaan hidup (kasampurnaning ngaurip). Dalam kaitan ini maka tempat yang ditunjuk itu adalah Lebak Cawéné = Gunung Perahu = Semarang Tembayat.
Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu melambangkan orang yang memiliki enam sifat di atas. Sehingga orang tersebut digambarkan sebagai seorang pinandhita atau alim yang selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Maka hakekat Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu adalah utusan Allah SWT atau bisa dikatakan seorang Aulia (waliyullah).
Serat Kalatidha Ronggowarsito
Guna memperlengkapi wacana kita tentang sifat dan karakter “Satrio Piningit” yang telah diurai di atas, ada baiknya kita cermati pula Serat Kalatidha karya Ronggowarsito yang tertuang dalam Serat Centhini jilid IV (karya Susuhunan Pakubuwono V) pada Pupuh 257 dan 258. Kutipan berikut ini menggambarkan situasi jaman yang terjadi dan akhirnya muncul sang Satrio yang dinanti :
Pupuh 257 (tembang 28 s/d 44) :
Wong agunge padha jail kurang tutur, marma jeng pamasa, tanpa paramarteng dasih, dene datan ana wahyu kang sanyata.
Para pemimpinnya berhati jahil, bicaranya ngawur, tidak bisa dipercaya dan tidak ada wahyu yang sejati.
Keh wahyuning eblislanat kang tamurun, apangling kang jalma, dumrunuh salin sumalin, wong wadon kang sirna wiwirangira.
Wahyu yang turun adalah wahyu dari iblis dan sulit bagi kita untuk membedakannya, para wanitanya banyak yang kehilangan rasa malu.
Tanpa kangen mring mitra sadulur, tanna warta nyata, akeh wong mlarat mawarni, daya deye kalamun tyase nalangsa.
Rasa persaudaraan meluntur, tidak saling memberi berita dan banyak orang miskin beraneka macam yang sangat menyedihkan kehidupannya.
Krep paprangan, sujana kapontit nurut, durjana susila dadra andadi, akeh maling malandang marang ing marga.
Banyak peperangan yang melibatkan para penjahat, kejahatan / perampokan dan pemerkosaan makin menjadi-jadi dan banyak pencuri malang melintang di jalan-jalan.
Bandhol tulus, mendhosol rinamu puguh, krep grahana surya, kalawan grahana sasi, jawah lindhu gelap cleret warsa.
Alampun ikut terpengaruh dengan banyak terjadi gerhana matahari dan bulan, hujan abu dan gempa bumi.
Prahara gung, salah mangsa dresing surur, agung prang rusuhan, mungsuhe boya katawis, tangeh lamun tentreming wardaya.
Angin ribut dan salah musim, banyak terjadi kerusuhan seperti perang yang tidak ketahuan mana musuhnya yang menyebabkan tidak mungkin ada rasa tenteram di hati.
Dalajading praja kawuryan wus suwung, lebur pangreh tata, karana tanpa palupi, pan wus tilar silastuti titi tata.
Kewibawaan negara tidak ada lagi, semua tata tertib, keamanan, dan aturan telah ditinggalkan.
Pra sujana, sarjana satemah kelu, klulun Kalathida, tidhem tandhaning dumadi, hardayengrat dening karoban rubeda.
Para penjahat maupun para pemimpin tidak sadar apa yang diperbuat dan selalu menimbulkan masalah / kesulitan.
Sitipati, nareprabu utamestu, papatih nindhita, pra nayaka tyas basuki, panekare becik-becik cakrak-cakrak.
Para pemimpin mengatakan seolah-olah bahwa semua berjalan dengan baik padahal hanya sekedar menutupi keadaan yang jelek.
Nging tan dadya, paliyasing Kalabendu, mandar sangking dadra, rubeda angrubedi, beda-beda hardaning wong sanagara.
Yang menjadi pertanda zaman Kalabendu, makin lama makin menjadi kesulitan yang sangat, dan berbeda-beda tingkah laku / pendapat orang se-negara.
Katatangi tangising mardawa-lagu, kwilet tays duhkita, kataman ring reh wirangi, dening angupaya sandi samurana.
Disertai dengan tangis dan kedukaan yang mendalam, walaupun kemungkinan dicemooh, mencoba untuk melihat tanda-tanda yang tersembunyi dalam peristiwa ini.
Anaruwung, mangimur saniberike, menceng pangupaya, ing pamrih melok pakolih, temah suha ing karsa tanpa wiweka.
Berupaya tanpa pamrih.
Ing Paniti sastra wawarah, sung pemut, ing zaman musibat, wong ambeg jatmika kontit, kang mangkono yen niteni lamampahan.
Memberikan peringatan pada zaman yang kalut dengan bijaksana, begitu agar kejadiannya / yang akan terjadi bisa jadi peringatan.
Nawung krida, kang menangi jaman gemblung, iya jaman edan, ewuh aya kang pambudi, yen meluwa edan yekti nora tahan.
Untuk dibuktikan, akan mengalami jaman gila, yaitu zaman edan, sulit untuk mengambil sikap, apabila ikut gila/edan tidak tahan.
Yen tan melu, anglakoni wus tartamtu, boya keduman, melik kalling donya iki, satemahe kaliren wekasane.
Apabila tidak ikut menjalani, tidak kebagian untuk memiliki harta benda, yang akhirnya bisa kelaparan.
Wus dilalah, karsane kang Among tuwuh, kang lali kabegjan, ananging sayektineki, luwih begja kang eling lawan waspada.
Sudah kepastian, atas kehendak Allah SWT, yang lupa untuk mengejar keberuntungan, tapi yang sebetulnya, lebih beruntung yang tetap ingat dan waspada (dalam perbuatan berbudi baik dan luhur).
Wektu iku, wus parek wekasanipun, jaman Kaladuka, sirnaning ratu amargi, wawan-wawan kalawan memaronira.
Pada saat itu sudah dekat berakhirnya zaman Kaladuka.
Pupuh 258 (tembang 1 s/d 7) :
Saka marmaning Hayang Sukma, jaman Kalabendu sirna, sinalinan jamanira, mulyaning jenengan nata, ing kono raharjanira, karaton ing tanah Jawa, mamalaning bumi sirna, sirep dur angkaramurka.

Atas izin Allah SWT, zaman Kalabendu hilang, berganti zaman dimana tanah Jawa/Indonesia menjadi makmur, hilang kutukan bumi dan angkara murkapun mereda. ( ( JAA AL HAQQU WA ZAHAQAL BATHILU INNAL BAATILA KAANA ZAHUQAN WA NUNAZZILU MINAL QURANI MA HUWA SYAIFAA UN WA RAHMATUL LIL MU’MININ “” telah datang suatu kebenaran maka hancurlah kebathilan sesungguhnya kebatilan pasti akan musnah dan Kami turunkan alquran yang menjadi obat dan rahmat bagi orang yang beriman”” ( pembacaan doa sebelum menenggelamkan gunungan wayang di masjid istiqlal yang menjadi simbol “SIRNA HILANG ANGKARANE BUMI” karena belakang gunungan wayang adalah gambar “Banaspati (simbol angkara murka”( lihat vidio pemuda nusantara)
Marga sinapih rawuhnya, nata ginaib sanyata, wiji wijiling utama, ingaranan naranata, kang kapisan karanya, adenge tanpa sarana, nagdam makduming srinata, sonya rutikedatonnya.
Kedatangan pemimpin baru tidak terduga(tersembunyi/piningit), seperti muncul secara gaib, yang mempunyai sifat-sifat utama.
Lire sepi tanpa srana, ora ana kara-kara, duk masih keneker Sukma, kasampar kasandhung rata, keh wong katambehan ika, karsaning Sukma kinarya, salin alamnya, jumeneng sri pandhita.
Datangnya tanpa sarana apa-apa, tidak pernah menonjol sebelumnya, pada saat masih muda, banyak mengalami halangan dalam hidupnya ( (Tunjung putih semune pudak kasungsang ( sering dipersalahkan), yang oleh izin Allah SWT, akan menjadi pemimpin yang berbudi luhur.
Luwih adil paraarta, lumuh maring branaarta, nama Sultan Erucakra, tanpa sangakan rawuhira, tan ngadu bala manungsa, mung sirollah prajuritnya, tungguling dhikir kewala, mungsuh rerep sirep sirna.
Mempunyai sifat adil, tidak tertarik dengan harta benda, bernama Sultan Erucakra (pemimpin yang memiliki wahyu), tidak ketahuan asal kedatangannya(tidak diketahui asal usul jati dirinya), tidak mengandalkan bala bantuan manusia, hanya sirullah prajuritnya (pasukan Allah) dan senjatanya adalah se-mata2 dzikir, musuh semua bisa dikalahkan.
Tumpes tapis tan na mangga, krana panjenengan nata, amrih kartaning nagara, harjaning jagat sadaya, dhahare jroning sawarsa, denwangeni katahhira, pitung reyal ika, tan karsa lamun luwiha.
Semua musuhnya dimusnahkan oleh sang pemimpin demi kesejahteraan negara, dan kemakmuran semuanya, hidupnya sederhana, tidak mau melebihi, penghasilan yang diterima.
Bumi sakjung pajegira, amung sadinar sawarsa, sawah sewu pametunya, suwang ing dalem sadina, wus resik nir apa-apa, marmaning wong cilik samya, ayem enake tysira, dene murah sandhang teda.
Pajak orang kecil sangat rendah nilainya, orang kecil hidup tentram, murah sandang dan pangan.
Tan na dursila durjana, padha martobat nalangas, wedi willating nata, adil asing paramarta, bumi pethik akukutha, parek lan kali Katangga, ing sajroning bubak wana, penjenenganin sang nata.
Tidak ada penjahat, semuanya sudah bertobat, takut dengan kewibawaan sang pemimpin yang sangat adil dan bijaksana.
Dari gambaran yang tertulis di dalam Serat Kalatidha di atas, maka kita akan mendapatkan gambaran yang sama dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Percaya atau tidak, kenyataannya semua yang telah digambarkan para leluhur nusantara ini telah terjadi dan sedang berlangsung serta insya allah akan terjadi, baik lambat ataupun cepat. Karena apa yang telah dituangkan para leluhur kita dalam bentuk karya sastra adalah hasil “olah batin” ataupun “perjalanan spiritual” beliau-beliau di dalam menangkap lambang-lambang-Nya di alam nyata maupun gaib. Inilah yang diistilahkan dalam kawruh jawa sebagai Sastrajendra Hayuningrat (sastra tanpa wujud – papan tanpa tulis, tulis tanpa papan). Sehingga dalam mengungkapkannya penuh dengan perlambang (pasemon ataupun sanepan). Semuanya hanya ingin mengingatkan kita anak cucu leluhur nusantara ini untuk senantiasa Eling dan Waspada.
http://mataram351.wordpress.com/kitab-musasar-joyoboyo/misteri-sabdo-palon/
Serat Darmagandhul
Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan netralitas yang tinggi, karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. Jika belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. Tentu ini tidak kita kehendaki. Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengungkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis.
Dalam serat Dharmagandhul ini saya hanya ingin menyoroti ucapan-ucapan penting pada pertemuan antara Sunan Kalijaga, Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon di Blambangan. Pertemuan ini terjadi ketika Sunan Kalijaga mencari dan menemukan Prabu Brawijaya yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan bala tentara dari kerajaan di Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya, Raden Patah yang telah menghancurkan Majapahit. Namun hal ini bisa dicegah oleh Sunan Kalijaga dan akhirnya Prabu Brawijaya masuk agama Islam. Karena Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama Islam atas ajakan Prabu Brawijaya, maka mereka berpisah. Sebelum perpisahan terjadi ada baiknya kita cermati ucapan-ucapan berikut ini :
Sabdo Palon :
“Paduka sampun kêlajêng kêlorob, karsa dados jawan, irib-iriban, rêmên manut nunut-nunut, tanpa guna kula êmong, kula wirang dhatêng bumi langit, wirang momong tiyang cabluk, kula badhe pados momongan ingkang mripat satunggal, botên rêmên momong paduka. … Manawi paduka botên pitados, kang kasêbut ing pikêkah Jawi, nama Manik Maya, punika kula, ingkang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula, …”
(“Paduka sudah terlanjur terperosok, mau jadi orang jawan (kehilangan jawa-nya), kearab-araban, hanya ikut-ikutan, tidak ada gunanya saya asuh, saya malu kepada bumi dan langit, malu mengasuh orang tolol, saya mau mencari asuhan yang bermata satu
(ciri asuhan/momongan semar adalah cacat matanya/bermata satu )
(memiliki prinsip/aqidah yang kuat), tidak senang mengasuh paduka. … Kalau paduka tidak percaya, yang disebut dalam ajaran Jawa, nama Manik Maya (Semar) itu saya, yang membuat kawah air panas di atas gunung itu semua adalah saya, …”)

Ucapan Sabdo Palon ini menyatakan bahwa dia sangat malu kepada bumi dan langit dengan keputusan Prabu Brawijaya masuk agama Islam. Gambaran ini telah diungkapkan Joyoboyo pada bait 173 yang berbunyi :
“…, hiya iku momongane kaki Sabdopalon; sing wis adu wirang nanging kondhang; …”(“…, itulah asuhannya Sabdopalon; yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur; …”). Dalam ucapan ini pula Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah sebenarnya yang dikatakan dalam kawruh Jawa dengan apa yang dikenal sebagai “Manik Maya” atau “Semar”.
“Sabdapalon matur yen arêp misah, barêng didangu lungane mênyang ngêndi, ature ora lunga, nanging ora manggon ing kono, mung nêtêpi jênênge Sêmar, nglimputi salire wujud, anglela kalingan padhang. …..”
(“ Sabdo Palon menyatakan akan berpisah, begitu ditanya perginya kemana, jawabnya tidak pergi, akan tetapi tidak bertempat di situ, hanya menetapkan namanya Semar, yang meliputi segala wujud, membuatnya samar. …..”)
Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan bertaqwa kepada Tuhan, selalu bersyukur dan eling serta berjalan pada jalan kebaikan. Sebelum manusia mengenal agama, keberadaan Semar telah ada di muka bumi. Beliau mendapat tugas khusus dari Gusti Kang Murbeng Dumadi untuk menjaga dan memelihara bumi Nusantara khususnya, dan jagad raya pada umumnya. Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini :
Sabdapalon ature sêndhu: “Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa. Sintên ingkang jumênêng Nata, dados momongan kula. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin, Sang Wiku Manumanasa, Sakutrêm lan Bambang Sakri, run-tumurun ngantos dumugi sapriki, kula momong pikukuh lajêr Jawi, ….., dumugi sapriki umur-kula sampun 2.000 langkung 3 taun, momong lajêr Jawi, botên wontên ingkang ewah agamanipun, …..”
(Sabdo Palon berkata sedih: “Hamba ini Ratu Dhang Hyang yang menjaga tanah Jawa. Siapa yang bertahta, menjadi asuhan hamba. Mulai dari leluhur paduka dahulu, Sang Wiku Manumanasa, Sakutrem dan Bambang Sakri, turun temurun ( (Semar hanya mengasuh keturunan bambang sakri ke bawah sampai abiyasa sampai ke pandawa ( makam eyang sakri, abiyasa, sekutrem, pandu ada di DESA RAHTAWU, KUDUS) sampai sekarang, hamba mengasuh keturunan raja-raja Jawa, …..
….., sampai sekarang ini usia hamba sudah 2.000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa, tidak ada yang berubah agamanya, …..”)

Data silsilah pandawa diunduh dari

Dari prabu Parikesit inilah lahir seluruh raja di jawa
Unduhan dari http://berbudayaislam.wordpress.com/
“Satrio Piningit adalah seorang ksatria yang sejak kecil berjuang secara terus menerus untuk menegakkan kebenaran tanpa ingin diketahui oleh orang lain (memingit diri). Keyakinan ummat yahudi bahwa Moses (versi jawa=Ratu Adil) akan berjalan dari gunung muriah Indonesia menuju gunung Moriah di Israil. Moses akan memerintah di Israil di istana Raja Sulaiman. Sekarang ini orang yahudi sedang giat-giatnya membangun kembali kuil dan istana Raja Sulaiman yang sudah runtuh”
Gunung Rahtawu adalah tempat asal usul Pandawa, Pandu, Abiyasa, Begawan Sakri, Begawan Palasara, Begawan Sekutrem
Sedangkan Gunung Moria adalah sebelah timur gunung Rahtawu semuanya ada di wilayah Kabupaten Kudus
Nabi Sulaiman bertahta di “AL HARAM ASY SYARIF ALQUDUS ( Yerusalem)” PALESTINA Tepat di gunung Moria Palestina adalah Masjid Al aqsa dan istana Nabi Sulaiman (haikal Sulaiman). *****

Iklan

47 pemikiran pada “KOLATERAL DUNIA: MISTERI ANTARA SOLO-CIREBON DAN YERUSALEM

  1. ALKITAB YOHANES 14
    Yesus Menjanjikan Penghibur
    14:18 Aku tidak meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.
    14:16 Aku mintakan kepada Tuhan dan Tuhan memberikan kepadamu seorang Penolong lain, supaya Ia sertai kamu selamanya, yaitu Satria Piningit.
    15:26 Jikalau Penghibur yang diutus dari Tuhan datang, yaitu Satria Piningit yang keluar dari Tuhan, Ia bersaksi tentang Aku.
    15:27 Dan kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.
    14:17 Karena dunia tidak dapat menerima Satria Piningit, sebab dunia tidak melihat Satria Piningit dan tidak mengenal Satria Piningit.Tetapi kamu mengenal Satria Piningit, sebab Satria Piningit sertai kamu dan diam bersama kamu
    14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Satria Piningit, sebab Satria Piningit hidup dan kamupun hidup.
    14:23 Jika seorang kasihi Aku, ia menuruti firman-Ku dan TuhanKu kasihi Satria Piningit dan Kami datang kepada Satria Piningit dan diam di dalam Satria Piningit.
    14:25 Semua ini Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama dengan kamu
    14:26 tetapi Penghibur, yaitu Satria Piningit, yang diutus oleh Tuhan dalam nama-Ku, Satria Piningit lah yang mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu
    14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.
    14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi. Sekira kamu kasihi Aku, kamu tentu bersukacita karena Aku pergi kepada TuhanKu,sebab Tuhan lebih besar daripada Aku.

    Suka

  2. ALKITAB YOHANES : Satria Piningit Sahabat Yesus
    15:13 Yesus berkata:” Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang sahabat yang memberikan nyawa untuk sahabatnya.
    15:14 Satria Piningit adalah sahabat-Ku, jikalau Satria Piningit berbuat apa yang Kuperintahkan kepada Satria Piningit.
    15:15 Aku tidak sebut Satria Piningit hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku sebut Satria Piningit sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada Satria Piningit segala Firman yang telah Kudengar dari Allah
    15:16 Bukan Satria Piningit yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih Satria Piningit. Dan Aku telah menetapkan Satria Piningit, supaya Satria Piningit pergi dan menghasilkan buah dan buah Satria Piningit itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Allah dalam nama Satria Piningit, diberikan kepada kamu.
    15:17 Inilah perintah-Ku kepada kamu: Kasihilah Satria Piningit.
    15:11 Semua itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
    15:20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepada Satria Piningit: Seorang sahabat tidaklah lebih tinggi dari pada sahabatnya.; jikalau semua orang telah menuruti Satria Piningit, mereka juga telah menuruti perkataan Firman Allah.
    15:21 Tetapi semua itu mereka lakukan terhadap Satria Piningit karena nama-Ku,sebab mereka tidak mengenal Allah, yang telah mengutus Aku.
    15:22 Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak bersalah. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih untuk menolak Satria Piningit!
    15:23 Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Allah.
    16:1 Semua ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Satria Piningit
    16-4b. Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,
    16:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu menangis dan meratap, tetapi dunia bergembira; kamu berdukacita, tetapi dukacitamu berubah menjadi sukacita.
    16:22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi kamu melihat Satria Piningit dan hatimu bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
    14:20 Pada waktu itulah kamu tahu, bahwa Aku di dalam Allah dan Satria Piningit di dalam Aku dan Aku di dalam Satria Piningit.
    16:14 Satria Piningit memuliakan Aku, sebab Satria Piningit memberitakan Firman kepadamu yang diterima dari pada-Ku .
    16:15 Segala Firman yang Allah punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Satria Piningit memberitakan Firman kepadamu apa yang diterima dari pada-Ku.
    14:21 Satria Piningit memegang perintah-Ku dan melakukannya, Satria Piningit lah yang kasihi Aku. Dan Satria Piningit kasihi Aku, Satria Piningit dikasihi oleh Allah dan Akupun kasihi Satria Piningit dan Aku menyatakan diri-Ku kepada Satria Piningit.
    17:6 Aku telah menyatakan nama Satria Piningit kepada semua orang, yang Allah berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik Allah dan Allah telah memberikan mereka kepada Satria Piningit dan mereka telah menuruti Firman Allah.
    17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Allah berikan kepada Satria Piningit itu berasal dari pada Allah.
    17:16 Satria Piningit memang untuk dunia, sama seperti Aku memang untuk dunia.
    17:8 Sebab segala Firman yang Allah sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada Satria Piningit dan Satria Piningit telah menerima dan sampaikan kepada semua orang. Mereka tahu benar-benar, bahwa Satria Piningit datang dari pada Allah, dan mereka percaya, bahwa Allah lah yang telah mengutus Satria Piningit.
    17:17 Mereka dikuduskan dalam kebenaran; Firman Allah adalah kebenaran.
    12:46 Satria Piningit telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada Satria Piningit, jangan tinggal di dalam kegelapan.
    12:49 Sebab Satria Piningit berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Allah yang mengutus Aku, Allah lah yang memerintahkan Aku untuk katakan apa yang harus Aku katakan dan Satria Piningit lah yang sampaikan.
    16:1 Semua ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Satria Piningit
    14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Allah. Sekarang ini kamu mengenal Satria Piningit dan kamu telah melihat Satria Piningit.
    8:17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua saksi adalah sah;
    8:18 Akulah yang bersaksi tentang Satria Piningit, dan juga Allah yang mengutus Aku, bersaksi tentang Satria Piningit.
    5:28 Janganlah kamu heran akan hal ini, sebab saat tiba, bahwa semua orang yang di dalam kehidupan mendengar suara Satria Piningit,
    5:35 Satria Piningit adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu menikmati cahaya terang itu.
    5:37 Allah yang mengutus Aku, Aku lah yang bersaksi tentang Satria Piningit. Kamu tidak pernah mendengar suara Allah, rupa Allah pun tidak pernah kamu lihat,
    15:24 Sekira Satria Piningit tidak melakukan pekerjaan di tengah kamu seperti yang pernah Kulakukan, kamu tentu tidak bersalah. Tetapi sekarang kamu telah melihat semua itu, tentu kamu kasihi baik Aku maupun Allah.
    15:25 Tetapi Firman Allah yang ada tertulis dalam kitab Suci harus digenapi:
    12:7 Biarkanlah Satria Piningit melakukan hal ini mengingat Hari Penguburan-Ku.
    12:8 Karena Aku tidak selalu ada pada kamu.”
    Cek absensi domba Yesus oleh Sifulan Satria Piningit.
    “Mana domba Yesus?” “Embeeek!” sambut domba Yesus. Artinya “Okelah!”

    Suka

  3. ALKITAB YOHANES : Satria Piningit Sahabat Yesus
    15:13 Yesus berkata:” Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang sahabat yang memberikan nyawa untuk sahabatnya.
    15:14 Satria Piningit adalah sahabat-Ku, jikalau Satria Piningit berbuat apa yang Kuperintahkan kepada Satria Piningit.
    15:15 Aku tidak sebut Satria Piningit hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku sebut Satria Piningit sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada Satria Piningit segala Firman yang telah Kudengar dari Allah
    15:16 Bukan Satria Piningit yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih Satria Piningit. Dan Aku telah menetapkan Satria Piningit, supaya Satria Piningit pergi dan menghasilkan buah dan buah Satria Piningit itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Allah dalam nama Satria Piningit, diberikan kepada kamu.
    15:20 Seorang sahabat tidaklah lebih tinggi dari pada sahabatnya.; jikalau semua orang telah menuruti Satria Piningit, mereka juga telah menuruti perkataan Firman Allah.
    14:21 Satria Piningit memegang perintah-Ku dan melakukannya, Satria Piningit lah yang kasihi Aku. Dan Satria Piningit kasihi Aku, Satria Piningit dikasihi oleh Allah dan Akupun kasihi Satria Piningit dan Aku menyatakan diri-Ku kepada Satria Piningit.
    15:11 Semua itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
    16:1 Semua ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Satria Piningit
    16:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu menangis dan meratap, tetapi dunia bergembira; kamu berdukacita, tetapi dukacitamu berubah menjadi sukacita.
    16:22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi kamu melihat Satria Piningit dan hatimu bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
    14:20 Pada waktu itulah kamu tahu, bahwa Aku di dalam Allah dan Satria Piningit di dalam Aku dan Aku di dalam Satria Piningit.
    16:14 Satria Piningit memuliakan Aku, sebab Satria Piningit memberitakan Firman kepadamu yang diterima dari pada-Ku .
    16:15 Segala Firman yang Allah punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Satria Piningit memberitakan Firman kepadamu apa yang diterima dari pada-Ku.
    17:6 Aku telah menyatakan nama Satria Piningit kepada semua orang, yang Allah berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik Allah dan Allah telah memberikan mereka kepada Satria Piningit dan mereka telah menuruti Firman Allah.
    17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa Firman yang Allah berikan kepada Satria Piningit itu berasal dari pada Allah.
    17:8 Sebab segala Firman yang Allah sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada Satria Piningit dan Satria Piningit telah menerima dan sampaikan kepada semua orang. Mereka tahu benar-benar, bahwa Satria Piningit datang dari Allah, dan mereka percaya, bahwa Allah lah yang telah mengutus Satria Piningit.
    17:16 Satria Piningit memang untuk dunia, sama seperti Aku memang untuk dunia.
    12:46 Satria Piningit telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada Satria Piningit, jangan tinggal di dalam kegelapan.
    5:35 Satria Piningit adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu menikmati cahaya terang itu.
    12:49 Sebab Satria Piningit berkata-kata bukan dari diri sendiri, tetapi Allah yang mengutus Aku, Allah lah yang memerintahkan Aku untuk katakan apa yang harus Aku katakan dan Satria Piningit lah yang sampaikan.
    14:7 Sekira kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Allah. Sekarang ini kamu melihat Satria Piningit dan kamu tentu mengenal Satria Piningit.
    15:22 Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada semua orang, mereka tentu tidak bersalah. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih untuk menolak Satria Piningit!
    8:17 Dan dalam Kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua saksi adalah sah;
    8:18 Akulah yang bersaksi tentang Satria Piningit, dan juga Allah yang mengutus Aku, bersaksi tentang Satria Piningit.
    5:37 Allah yang mengutus Aku, Aku lah yang bersaksi tentang Satria Piningit. Kamu tidak pernah mendengar suara Allah, rupa Allah pun tidak pernah kamu lihat,
    15:24 Sekira Satria Piningit tidak melakukan pekerjaan di tengah kamu seperti yang pernah Kulakukan, kamu tentu tidak bersalah. Tetapi sekarang kamu telah melihat semua itu, tentu kamu kasihi baik Aku maupun Satria Piningit.
    15:25 Tetapi Firman Allah yang ada tertulis dalam kitab Suci harus digenapi:
    12:7 Biarkanlah Satria Piningit melakukan hal ini mengingat Hari Penguburan-Ku.
    12:8 Karena Aku tidak selalu ada pada kamu.”
    Cek absensi domba Yesus oleh Sifulan Satria Piningit.
    “Mana domba Yesus?” “Embeeek!” sambut domba Yesus. Artinya “Okelah!”

    Suka

  4. Ayat-Ayat Satria Piningit
    3:13 Yesus :” Tidak ada seorangpun yang telah naik ke Hadirat Allah, selain dari pada Dia yang telah turun dari Hadirat Allah, yaitu Satria Piningit ” (YOHANES)
    10:18 Yesus :”Tidak seorangpun mengambil Hikmah Firman dari Hadirat Allah, melainkan Allah memberikan Hikmah Firman menurut kehendak Allah sendiri. Satria Piningit berkuasa mengambil Hikmah Firman dan berkuasa memberikan Hikmah Firman kembali kepada domba-domba. Inilah tugas yang Satria Piningit terima dari Allah” (Yohanes)
    3:13a “Embeeek!” sambut domba-domba. Artinya “Okelah!”
    13:52 Yesus berkata kepada mereka: “ Sebagai seorang Ahli Kitab Suci yang menerima pelajaran dari Allah, Satria Piningit itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan pemahaman firman yang baru dari yang lama dari perbendaharaan.”(MATIUS)
    11:28 Mereka bertanya kepada Yesus: “Dengan kuasa manakah Satria Piningit melakukan pemahaman baru Kitab Suci? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada Satria Piningit, sehingga Satria Piningit melakukan pemahaman baru Kitab Suci?”(Markus)
    11:33 kata Yesus kepada mereka: ” Aku juga tidak katakan kepadamu dengan kuasa manakah Satria Piningit berhak melakukan hal-hal itu.”
    13:52 Yesus: “Karena itu sebagai seorang Ahli Kitab Suci yang menerima pelajaran dari Allah, Satria Piningit itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan pemahaman firman yang baru berupa ayat-ayat Satria Piningit dari ayat-ayat Al Quran yang lama dari perbendaharaan.” (MATIUS)
    1:17 Sebab di dalam Al Quran nyata kebenaran Satria Piningit,yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis :”Orang benar hidup oleh iman pada Al Quran Satria Piningit.” ( Alkitab ROMA)
    5:36 Yesus berkata kepada kepala rumah ibadah: ” Percaya sajalah!”
    QS: Al-Bayyinah:1 Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak meninggalkan (agama) sebelum datang kepada mereka bukti Satria Piningit yang nyata,
    QS: Al-Bayyinah:2 (yaitu) seorang Rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan
    QS: Al-Bayyinah 3) Di dalam kitab terdapat ayat-ayat Satria Piningit yang lurus.
    QS: Al-Bayyinah:4 Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan ayat-ayat Satria Piningit dalam Kitab Al Quran sesudah datang kepada mereka bukti Satria Piningit yang nyata.
    QS: Al-Bayyinah 5 Dengan mereka disuruh supaya sembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada Satria Piningit dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
    QS: Al-Bayyinah:6 Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik akan masuk ke agama yang lurus; mereka kekal di dalam agama lurus. Mereka itu adalah sebaik-baik manusia.
    QS: Al-Bayyinah:7 Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan kerjakan amal saleh, mereka itu juga sebaik-baik manusia.
    QS: Al-Bayyinah:8 Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah bumi surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya sellamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada Satria Piningit . Yang demikian itu adalah bagi orang yang cinta kepada Tuhannya
    Wassalam

    Suka

  5. Ayat Ayat Satria Piningit Dalam Kitab Wedha
    “Satria Piningit meneguhkan diri dan kealiman tampak di raut wajah Satria Piningit” (Arthava Weda, V:2-26)
    “Satria Piningit pergi di dataran yang luas dan manusia kudus mengikuti Satria Piningit” (Ibid, XV: 6, 12).
    “Kami nyanyikan lagu pujian bagi Satria Piningit Pahlawan Agung dan dengan lagu yang senangkan Satria Piningit. Terimalah lagu pujian ini dengan gembira wahai Satria Piningit Sang Pahlawan, sehingga kejahatan tidak kuasai kami” (Arthava Weda, Kuntap Sukt, Bab 20)
    “Inilah Sang Pembebas, musim kering yang memberi kekuatan, bahagiakanlah hatimu ketika berjuang di samping Satria Piningit Sang Pahlawan dari Tuhan. Masa mana yang Tuhan lambatkan untuk sang biduan yang menyisir sepuluh ribu pasukan, Satria Piningit pantang menyerah” (Arthava Weda, Kuntap Sukt, Bab 20).
    “Satria Piningit terus berperang dengan berani menghancurkan berbagai benteng dengan keberanian, bersama manusia kudus teman yang memuja Tuhan, yang menghancurkan dari jauh kelicikan dan pengkhianatan” (Arthava Weda XX:21, 7)
    .“Lantunkan lagu pujian bagi Satria Piningit Raja Dunia yang serupa cahaya semesta alam, laksana dewata yang terbaik di antara manusia. (Arthava Weda, Kuntap Sukt, Bab 20)
    “Gandum ranum muncul dari rekahan tanah dan menjulang ke angkasa. Penduduk hidup makmur semasa kekuasaan Sang Raja Satria Piningit yang melindungi semua” (Arthava Weda, Kuntap Sukt, Bab 20).
    “Sapi, kuda dan manusia berkembang biak disini, karena disini berkuasa Satria Piningit yang sangat dermawan yang mendermakan dan berkorbankan untuk ribuan manusia” (Arthava Weda,KuntapSukt, Bab 20).
    “Kulihat bulan bergerak di kejauhan di tepian sungai laksana awan hitam yang tenggelam ke dalam air, Pahlawanku utusan Tuhan. Berjuanglah” (ArthavaWeda, Kuntap Sukt, Bab 20).
    “Satria Piningit Sang Kalki muncul dalam keluarga brahmana terkemuka, roh yang mulia bernama Hamba Tuhan di desa arah Matahari Terbit Bhagavata Purana (12.2.28).
    .“Akulah Sang Buddha Agung. Tetapi setelah aku muncul Satria Piningit Metteyya tiba. Sementara hidup bahagia ini terus bergulir, songsong bertahun-tahun kisah yang akan berlalu. Buddha ini yang kemudian disebut Metteyya, begitu agung dan menjadi teladan umat manusia” (Buddhism in Translation olehWarren, hh. 482).
    The Gospel of Buddha olehCarus, hh. 481-484, tertulis bahwa:
    Ananda berkata kepada Shidarta Gautama yang terberkati: “Siapa yang akan menuntun kami setelah kau tiada?”.Shidarta Gautama menjawab: “Aku bukanlah Buddha pertama yang dikirimkan ke atas dunia,dan bukanlah aku yang terakhir. Pada saat nanti, Satria Piningit seorang Buddha datang ke atas dunia ini, Buddha yang suci, yang sangat diberkati, diberi kebijaksanaan tindakan, keberhasilan, memahami jagat raya, Pemimpin yang tiada tara, Pemimpin para manusia kudus dan semua umat manusia. Satria Piningit memberi kebenaran abadi yang sama seperti telah aku ajarkan kepadamu. Satria Piningit sebarkan pesan-pesan-Nya(,mulia asal nya, gemerlap pada tujuan puncak, dan penuh kemenangan tujuan. Satria Piningit mencanangkan kehidupan religius, penuh sempurna dan suci,seperti yang sekarang aku canangkan”
    Murid bertanya lagi: “Bagaimana kami mengenali Satria Piningit ?”.Shidarta Gautama berkata: “Satria Piningit dikenal sebagai Metteyya, berarti kebaikan”..Cakkavati-Sihanada Suttanta, The Mahaboddhi Society,
    Sang Buddha berkata:.“Pada masa itu, wahai saudaraku, datanglah ke atas dunia Satria Piningit yang di agungkan yang bernama Metteyya, Arahat, yang terbangkitkan secara sempurna, dipenuhi kebijaksanaan dan kebaikan, penuh gembira (murah senyum), memahami dunia, Pemimpin manusia tiada tanding, yang memahami banyak hal seakan-akan Satria Piningit berhadapan dengan semesta alam raya di dunia ini, guru bagi semua brahmana dan manusia, guru tentang para Brahmana yang ada di atas, dan para ,tempat-tempat yang tersembunyi dan tentang para pengeran dan rakyat biasa, sebagaimana aku sendiri yang mengenal mereka sekarang. Kebenaran Satria Piningit yang indah asalnya, indah perkembangannya, indah kesempurnaannya, Satria Piningit bisa wujudkan, baik dalam jiwa maupun dalam perkataan: Kehidupan yang lebih tinggi. Satria Piningit kumandangkan .dengan segala kesempurnaan dan kesucian, seperti yang aku lakukan sekarang. Satria Piningit ditemani ribuan sahabatnya seperti aku sekarang ditemani beberapa ratus orang sahabatku”.
    Pada masa lalu ketika Tathagata (sang Buddha) hidup di Rajagriha, di pegunungan Grindhra-kuta dia berkata demikian kepada para bhikshu:.“Pada masa depan, ketika negara ini hidup aman dan tenteram, dan umur peradaban manusia mencapai rubuan tahun, akan ada Satria Piningit seorang Brahman yang disebut Maitreya .Tubuh Satria Piningit semurni emas, terang dan benderang suci. Satria Piningit menjadi Buddha sempurna setelah meninggalkan rumah, dan siarkan hukum tiga lapis(Trisula Wedhai) demi kebaikan semua makhluk. Mereka yang diselamatkan adalah mereka yang hidup di tempat akar kebaikan yang telah tertanam melalui hukum ajaranku. Semua ini bisa dicerna oleh akal mereka berdasarkan tiga objek ibadah yang sangat berharga. baik mereka yang mengakui maupun tidak, baik yang patuh maupun tidak,akan terpimpin oleh kekuatan ajaran Satria Piningit yang mengubah untuk menjangkau buah kehidupan dan keselamatan sejati. Ketika mendeklarasikan hukum tiga lapis untuk mengubah mereka yang terpengaruh oleh hukum ajaranku, ini juga berarti bahwa orang-orang lain pada masa depan juga akan diubah” (Si-Yu-Ki. Vol. 2, hh. 46-47).
    “Matahari bersinar pada siang hari, bulan bersinar pada malam hari, batu besi sang kesatria bersinar; para pemikir bersinar dalam pemikiran mereka. Namun dari semuanya, yang paling bersinar adalah Satria Piningit Sang Buddha yang dibangkitkan, yang suci, yang dirahmati ” (M.Vol. II, h, 35).
    “Namanya bermakna yang Sang Juru Selamat dan yang namanya berarti Sang Pembangkit. Dia menjadi Soeshyant (Sang Juru Selamat) karena Satria Piningit bermanfaat bagi seluruh dunia. Satria Piningit yang menjadi Asvat-ereta (dia yang membantu umat bangkit) sebagai makhluk, Satria Piningit berdiri menentang penghancuran yang dilancarkan mereka yang sembah berhala dan kelompoknya dari kesalahan orang-orang Mazdaynians” (Farvadin Yasht, XXVIII: 129).
    “Dan sahabatnya maju dihadapan Satria Piningit, para sahabat yang sanggup menghantam kebatilan, berpikir jernih, berbicara jelas, berlaku jujur, taat hukum dan yang berlidah tidak pernah berdusta” (Zamyad Yasht: 95)
    “Yang paling perkasa di antara umat manusia,wahai Zaratushtra, adalah mereka-mereka yang memegang teguh hukum kuno (Ayat-ayat Satria Piningit,) atau mereka-mereka yang selamatkan yang akan memulihkan dunia” (Farvadin Yasht, XIII:17).
    Zarathustra berkata: “Semoga manusia dikuduskan didalam Satria Piningit ini! Semoga manusia pernah dikuduskan didalam Satria Piningit ini! Semoga manusia dikuduskan dalam terang di dalam Satria Piningit ini! Semoga manusia berkembang di dalam Satria Piningit ini! Walau dalam waktu yang sangat lama, sampai masa Pemulihan Dunia, sampai masa Pemulihan Dunia yang efektif dan baik” (Atash Nyayish: 9)

    Suka

  6. Ayat Ayat Satria Piningit yang disebutkan Lukas 11:29-32 yang berbunyi demikian:
    11:29 Ketika orang banyak kerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda Satria Piningit, tetapi kepada mereka tidak diberikan tanda selain tanda kisah nabi Yunus.
    11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Satria Piningit Anak Manusia menjadi tanda untuk angkatan ini.
    11:31 Pada waktu penghakiman,Satria Piningit Ratu dari Selatan itu bangkit bersama orang dari angkatan ini dan menghukum mereka. Sebab Satria Piningit Ratu ini datang dari ujung bumi untuk menperdengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada kisah Salomo!
    11:32 Pada waktu penghakiman, Satria Piningit bangkit bersama angkatan ini dan menghukum juga. Sebab angkatan ini itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Satria Piningit, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada kidah Yunus!”
    Perkataan tersebut juga disebutkan dalam Matius 12:38-42.
    12:38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda Satria Piningit dari pada-Mu.”
    12:39 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda Satria Piningit. Tetapi kepada mereka tidak diberikan tanda selain tanda seoerti kisah nabi Yunus.
    12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Satria Piningit Anak Manusia tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
    12:41 Pada waktu penghakiman, Satria Piningit bangkit bersama angkatan ini dan menghukum juga. Sebab angkatan ini bertobat setelah mendengar pemberitaan Satria Piningit, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada kisah Yunus!
    12:42 Pada waktu penghakiman, Satria Piningit Ratu dari Selatan itu bangkit bersama angkatan ini dan ia menghukum juga. Sebab Satria Piningit Ratu ini datang dari ujung bumi untuk menperdengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada kisah Salomo!”

    Suka

  7. Ayat Ayat Satria Piningit – Alkitab Matius
    11:11 Yesus berkata: “Sesungguhnya di antara manusia yang dilahirkan oleh wanita tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Satria Piningit
    11:13 Sebab semua nabi dan Kitab Suci bernubuat hingga tampillah Satria Piningit
    11:14 dan–jika kamu mau menerima Satria Piningit– Satria Piningit ialah Elia yang datang itu
    11:19 Kemudian Satria Piningit Anak Manusia datang, dan hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatan Satria Piningit
    11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! Siapa bermata hendaklah membaca
    11:16 Dengan apakah Kuumpamakan Satria Piningit ini? Satria Piningit seumpama seprang yang berseru kepada kamu
    11:17 Satria Piningit meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, Satria Piningit menyanyikan kidung ayat ayat Satria Piningit, tetapi kamu tidak bergembira.”
    Ayat Ayat Satria Piningit – Alkitab Matius
    Ajakan Kepada Juruselamat Satria Piningit
    11:25 Yesus berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semua itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai tetapi Engkau nyatakan kepada Satria Piningit
    11:26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu
    11:27 Semua telah diserahkan kepada Satria Piningit oleh Tuhan-Ku dan tidak seorangpun mengenal Satria Piningit selain Tuhan, dan tidak seorangpun mengenal Tuhan selain Satria Piningit dan kepada manusia Satria Piningit itu berkenan menyatakan diri
    11:28 Marilah kepada Satria Piningit, hai semua yang letih lesu dan berbeban berat, Satria Piningit memberi kelegaan kepadamu
    11:29 Dan belajarlah pada Satria Piningit karena Satria Piningit lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu mendapat ketenangan.
    11:30 Pikullah kuk yang terpasang, sebab kuk yang terpasang itu enak dan bebanmu pun ringan”
    Ayat Ayat Satria Piningit – Alkitab Matius
    Satria Piningit Hamba Tuhan
    (12-15b) Banyak orang mengikuti Yesus dan Yesus sembuhkan mereka semua
    12:16 Yesus dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Satria Piningit
    12:17 supaya genaplah Firman Allah yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
    12:18 “Lihatlah Satria Piningit itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada Satria Piningit Aku berkenan; Aku menaruh roh-Ku ke atas Satria Piningit dan Satria Piningit memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
    12:19 Satria Piningit tidak berbantah dan tidak berteriak dan orang tidak mendengar suara Satria Piningit di jalan-jalan.
    12:20 Buluh yang patah terkulai tidak diputuskan Satria Piningit, dan sumbu yang pudar nyala tidak dipadamkan Satria Piningit, sampai Satria Piningit menjadikan hukum itu menang.
    12:21 Dan pada Satria Piningit lah bangsa barat dan bangsa Timur berharap”
    =Barat pegang Alkitab, Timur pegang AlQur-an harap segera siap menghadap!=

    Suka

  8. Ayat Ayat Satria Piningit – Alkitab Matius
    Pengakuan Atas Satria Piningit
    10:16 Yesus berkata :”Lihat, Allah mengutus Satria Piningit seperti domba ke tengah serigala, sebab itu hendaklah Satria Piningit cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati
    10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan serahkan Satria Piningit kepada majelis agama dan mereka akan sesah kan Satria Piningit di rumah ibadat.
    10:25 Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.
    10-:18 Dan karena Aku, Satria Piningit digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja dengan memberi suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
    10:19 Apabila mereka serahkan Satria Piningit janganlah Satria Piningit kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus Satria Piningit katakan, karena semua itu akan dikaruniakan kepada Satria Piningit pada saat itu juga.
    10:20 Karena bukan Satria Piningit yang berkata-kata, melainkan Roh Tuhanmu; Roh Tuhan yang berkata-kata di dalam Satria Piningit.
    10:22 Dan Satria Piningit dicinta semua orang oleh karena nama-Ku; Satria Piningit bertahan sampai pada kesudahan jaman dengan selamat.
    10:24 Seorang murid tidak lebih dari pada guru, atau seorang hamba dari pada tuan.
    10:25 Cukuplah bagi Satria Piningit jika imenjadi sama seperti Aku dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya.
    10:26 Jadi janganlah Satria Piningit takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak dibuka Satria Piningit dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
    10:27 Apa yang Kukatakan kepada mereka masih dalam gelap, Satria Piningit katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telinga Satria Piningit, beritakanlah itu sampai ke antene di atas atap-atap rumah.
    10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Tuhanmu.
    10:31 Sebab itu janganlah Satria Piningit takut, karena Satria Piningit lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”

    Suka

  9. Ayat Ayat Satria Piningit – Alkitab Matius
    Pertanyaan Mengenai Kuasa Satria Piningit
    21:23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Yesus mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Satria Piningit melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada Satria Piningit?”
    21:24 Jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawab kepada-Ku, Aku akan katakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Satria Piningit melakukan hal-hal itu.
    21:25 Dari manakah kuasa Satria Piningit? Dari Allah atau dari manusia?” tanya Yesus, Mereka memperbincangkan pertanyaan Yesus di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari Allah, tentu Yesus akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepada Satria Piningit?
    21:26 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Satria Piningit ini nabi”
    21:27 Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Dan Yesus pun berkata kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak katakan kepadamu dengan kuasa manakah Satria Piningit melakukan hal-hal itu. karena kamu tidak tahu dari mana kuasa Satria Piningit itu”

    Suka

  10. SURAT TERBUKA
    Seandainya saja umat Islam telah berhasil melakukan Revolusi dan menduduki istana, lalu bendera ormas Islam atau partai siapakah ditancapkan di istana? – tidak ada andai-andaian- istana sudah ada Bendera Merah Putih dan tidak menerima bendera najis
    Dan siapakah yang menjadi pemimpin pengganti Jokowi? Satria Piningit pemimpin yang dijanjikan Allah Ta’ala
    Musuh islam satu tujuan,satu visi ,satu misi,satu bendera dan satu pemimpin ,itulah sumber kekuatan mereka menghancurkan dengan mudah umat islam =hanya ilusi penganggguran=
    Saya sarankan MUI untuk membimbing seluruh umat Islam di Indonesia = sudah dari dulu kan begitu=
    Tujuan utama umat Islam harus kembali mempelajari dan mendalami kitab Alquran dan sunnah dengan ikhlas dan beramal dengan ittiba’ kepada Rasulullah shallallahu alaihi wassalam,= Rasullulllah sudah wafat semenjak dulu yang tersisa Tingggal Satria Piningit=
    maka umat Islam menjadi satu aqidah,satu manhaj, satu bendera dibawah Satria Piningit satu pemimpin yang dipilih oleh Tuhan langsung .
    Kebangkitan Islam kedua dari Indonesia sudah mulai bersinar terang menerangi dunia yang sebelumnya gelap gulita.- siip-
    Jika rakyat Indonesia terutama muslim sudah bertekad kuat memperbaiki diri dan selalu iitiba’ kepada Satria Piningit, agar siap dipimpin manusia pilihan Allai.
    Saatnyalah umat Islam bangun dan bangkit dari tidur panjang,saat membenahi diri dan maju sebagai umat yang mulia, yang adil dan jujur, yang penuh cinta dan damai.
    “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai Satria Piningit,mengubah keadaan diri mereka” Q. S. [13] : 11
    “Dan demikianlah Kami jadikan Satria Piningit orang yang alim itu menjadi penguasa bagi sebahagian yang lain (yang bukan muslim) disebabkan apa yang mereka usahakan.” (Al An’aam: 129).
    Sebaiknya MUI sampaikan fatwa apa yang harus dipersiapkan umat Islam mengucapkan dua kalimat syahadat dengan kesaksian sebagai DOKTRIN AGAMA bahwa = Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah= ,dan wajib iitiba” kepada Satria Piningit.dengan kesaksian sebagai DOKTRIN NEGARA bahwa = Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Satria Piningit.adalah Utusan Allah=
    Allah berfirman:
    “Artinya : Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepada Satria Piningit, sungguh mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Satria Piningit.memelihara kamu dari mereka dan memelihara mereka dalam penjara Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al-Baqarah: 137]
    Kesimpulan surat ini = tidak disimpulkan=
    Mari bersiap sambut kemunculan Satria Piningit. pemimpin yang dipilih langsung oleh Tuhan dengan satu Bendera Merah Putih
    Bendera Islam hanya satu yaitu Bendera Merah Putih
    SEMOGA Satria Piningit.memberikan pertolongan dan kemenangan kepada umat Islam dan Indonesia menjadi mercusuar dunia.
    [an-Nasr/110 : 1-3]
    “Apabila telah datang pertolongan Satria Piningit.berupa kemenangan.
    Dan kamu lihat manusia masuk ajaran Satria Piningit dengan berbondong-bondong.
    Maka bertasbihlah dengan memuji Satria Piningit dan mohonlah ampun kepada Allah.
    Sesungguhnya Allah.adalah Maha Menerima taubat.”
    Bersabda Rasulullah Muhammad “Hampir tiba masa ayat ayat Satria Piningit diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanan.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikit jumlah ayat ayat Satria Piningit?” ”Bahkan ayat ayat Satria Piningit banyak, namun seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta pada Satria Piningit dan takut mati.” (HR Abu Dawud 3745)
    WASSALAM.

    Suka

  11. Berita Gembira.
    Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah mendatangkan Satria Piningit Utusan Allah dengan membawa petunjuk pada semua agama. Satria Piningit.datang kepadamu untuk mengajak kepada Keselamatan. Satria Piningit AlMahdi lah yang memberi kabar gembira dan peringatan bagi orang beriman
    QS Ali ‘Imran 138 ”Inilah Ayat Ayat Satria Piningit suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang yang bertakwa.”
    QS Ar-Ra`d:1 – Alif laam miim raa. Ini adalah Ayat Ayat Satria Piningit. Dari Kitab Suci yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu- itu adalah benar: akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepada Satria Piningit)
    QS Ar-Ra`d:2 – Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Allah bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda Satria Piningit, supaya kamu meyakini pertemuan dengan Satria Piningit.
    QS Al-Qaşaş:68 – Dan Tuhanmu menciptakan Satria Piningit.apa yang Tuhanmu kehendaki dan memilih Satria Piningit. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka selain Satria Piningit. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan perihal Satria Piningit
    QS Ash-Shūraá:7 – Demikianlah Kami wahyukan kepada Satria Piningit yang tersirat dalam Al Quran bahasa Arab, supaya Satria Piningit memberi peringatan kepada pembaca Kitab dan penduduk sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan pada hari itu. Segolongan beriman dan segolongan tidak beriman
    QS Ar-Ra`d :31 – Dan tentulah ada suatu bacaan yang dengan bacaan itu gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang yang sudah mati dapat bicara. Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Satria Piningit. Maka tidakkah orang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki, tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semua. Dan orang-orang yang senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak salahi janji.
    QS Nuh1 – Sesungguhnya Kami telah mengutus Satria Piningit kepada kaumnya :”Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepada mereka azab yang pedih”
    QS Nuh2 – Satria Piningit berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya Satria Piningit adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu
    QS Nuh:4 – niscaya Allah mengampuni segala dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui”
    QS Nuh 5 – Satria Piningit berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya Satria Piningit telah serukan kaumku malam dan siang”
    QS Nuh 6 – maka seruan Satria Piningit itu hanyalah menambah mereka lari
    QS Nuh 7 – Dan sesungguhnya setiap kali Satria Piningit seru mereka agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinga dan menutupkan baju (ke wajah) dan mereka tetap (ingkari) dan sombongkan diri dengan sangat.
    QS Nuh 8 – Kemudian sesungguhnya Satria Piningit telah seru mereka dengan cara terang-terangan,
    Maka daripada itu.mari bersatu kepada AlMahdi. Dialah Satria Piningit Almahdi

    Suka

  12. Ayat Ayat Satria Piningit – Alkitab Yeremia
    Keluh Kesah Satria Piningit Akibat Tekanan Jabatan
    20:9 Apabila Satria Piningit berpikir: “Aku tidak mau mengingat TUHAN dan tidak mau mengucapkan Firman TUHAN lagi demi nama-Nya”, maka dalam hati Satria Piningit ada sesuatu yang seperti api yang bernyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulang; Satria Piningit berlelah-lelah untuk menahan, tetapi Satria Piningit tidak sanggup.
    20:7 1 “Engkau telah membujuk Satria Piningit, ya TUHAN dan Satria Piningit telah membiarkan diri terbujuk; Engkau terlalu kuat bagi Satria Piningit dan Engkau menundukkan Satria Piningit. Dan sekarang Satria Piningit telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semua mereka mengolok-olok Satria Piningit.”
    20:8 Sebab setiap kali Satria Piningit bicara Ayat Ayat Satria Piningit, terpaksa mereka berteriak, terpaksa mereka berseru: “Kelaliman! Aniaya!” Sebab Firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagi Satria Piningit sepanjang hari.
    20:10 Satria Piningit telah mendengar bisikan banyak orang: “Kegeraman datang dari segala jurusan! Adukanlah Satria Piningit! Kita mau mengadukan Satria Piningit!” Semua orang sahabat karib mengintai apakah Satria Piningit tersandung jatuh:”Barangkali Satria Piningit membiarkan diri dibujuk, sehingga kita dapat kalahkan Satria Piningit dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap Satria Piningit!”
    20:11 Tetapi TUHAN sertai Satria Piningit seperti Pahlawan Yang Gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar Satria Piningit tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selamanya tidak terlupakan buat mereka!
    20:12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji Satria Piningit orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah Satria Piningit melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah Satria Piningit serahkan perkara
    20:13 Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab TUHAN telah melepaskan nyawa Satria Piningit dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

    Suka

  13. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS Anbiya: 107 “Dan tiadalah Allah mengutus Satria Piningit, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam”.
    QS. Al-Maidah: 51 “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu mengambil Satria Piningit menjadi auliya bagimu; sebagai mana Satria Piningit adalah auliya bagi orang-orang Yahudi dan Nasrani dan sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil Satria Piningit menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan Satria Piningit. Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman.”
    QS Al An’am 63. Katakanlah: “Siapakah yang dapat selamatkan manusia dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada Allah dengan rendah diri dengan suara yang lembut dengan katakan: “Sesungguhnya jika Satria Piningit selamatkan kami dari bencana kiamat ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”.

    Suka

  14. Ayat Ayat Satria Piningit – Alkitab Wahyu
    Kedatangan Satria Piningit
    22:6 Lalu Satria Piningit berkata: “Perkataan nubuat kitab ini tepat dan benar, dan Tuhan Allah yang memberi roh nubuat kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-Nya para nabi apa yang segera terjadi.”
    22:7 “Sesungguhnya Satria Piningit datang segera Berbahagialah orang yang menuruti perkataan nubuat kitab ini!”
    22:8 Dan aku yang telah mendengar dan melihat semua itu. Dan setelah aku mendengar dan melihat Satria Piningit, aku tersungkur di depan kaki Satria Piningit, yang telah menunjukkan semua nubuat kitab itu kepadaku, untuk sembah Satria Piningit.
    22:9 Tetapi Satria Piningit berkata kepadaku: “Jangan berbuat demikian! Satria Piningit adalah hamba, sama seperti kamu dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan nubuat kitab ini. Sembahlah Allah!”
    22:10 Lalu Satria Piningit berkata kepadaku: “Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktu Kedatangan Satria Piningit sudah dekat.
    22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat, janganlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, janganlah ia terus bercemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus kuduskan diri!”
    22:12 “Sesungguhnya Satria Piningit datang segera dan Satria Piningit membawa upah untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya
    22:13 Satria Piningit adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”
    22:14 Berbahagialah mereka yang membasuh diri. Mereka memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
    22:15 Dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, janganlah melakukannya lagi.
    22:16 “Aku, Satria Piningit, telah mengutus kepadamu untuk memberi kesaksian tentang semua perkataan nubuat kitab ini kepada para jemaat. Satria Piningit adalah Tunas, yaitu keturunan Daud, Bintang Timur yang gilang-gemilang.”
    22:17 Para jemaat berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mau , hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!

    Suka

    • Ayat Ayat Satria Piningit
      QS. Al-Ma’idah 68 : “Katakanlah “Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan yang diturunkan Tuhanmu kepada Satria Piningit.” Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepada Satria Piningit pasti membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah Satria Piningit berputus asa terhadap orang-orang kafir itu.”
      QS. Al-Baqarah 170 : “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah kepada Satria Piningit,” mereka menjawab, “ Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami .” Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun dan tidak mendapat petunjuk.”
      QS. Ali ‘Imran 101 : “Dan bagaimana kamu menjadi kafir, padahal ayat-ayat Satria Piningit dibacakan kepada kamu, dan rasul Satria Piningit pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa berpegang teguh kepada Satria Piningit, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”
      QS. Ali ‘Imran 31 : “Katakanlah “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah Satria Piningit, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

      Suka

  15. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS. Al-An’am 54: “Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Satria Piningit datang kepadamu, maka katakanlah, “Salamun ‘alai Satria Piningit (selamat sejahtera untuk Satria Piningit).” Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri Satria Piningit. Dan barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
    QS. Al-Kahf 103 : “Katakanlah, “Apakah perlu Kami beri tahukan kepadamu tentang orang yang paling merugi perbuatan?””
    QS. Al-Kahf 104 : “(Yaitu) orang yang sia-sia berbuat dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka kira telah berbuat sebaik-baiknya.”
    QS. Al-Kahf 105 : “Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Satria Piningit dan terhadap pertemuan dengan Satria Piningit. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap mereka pada hari Kiamat.”
    QS. Al-Kahf 106 : “Demikianlah balasan mereka itu, karena kekafiran mereka, dan karena mereka menjadikan ayat-ayat Satria Piningit-Ku dan rasul Satria Piningit-Ku sebagai bahan olok-olok.”
    QS. Al-Ma’idah 19 : “Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Satria Piningit telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu ketika terputus rasul-rasul, agar kamu tidak katakan, “Tidak ada yang datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.” Sungguh, telah datang kepadamu Satria Piningit pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    Suka

  16. Ayat Ayat Satria Piningit ALKITAB MAZMUR
    Saat Penyelamatan Sudah Dekat
    98:1 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Satria Piningit telah melakukan perbuatan ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh Satria Piningit dengan tangan kanan Satria Piningit, oleh lengan Satria Piningit yang kudus.
    98:2 TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari Satria Piningit, telah menyatakan keadilan Satria Piningit di depan mata bangsa-bangsa.
    98:3 Satria Piningit meberikan kasih setia dan kesetiaan Satria Piningit terhadap kaum suku bangsa. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari Satria Piningit.
    98:4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!
    98:5 Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,
    98:6 dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni Satria Piningit!
    98:7 Biarlah gemuruh laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya!
    98:8 Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama
    98:9 di hadapan TUHAN, sebab Satria Piningit datang untuk menghakimi bumi. Satria Piningit menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.

    Ayat Ayat Satria Piningit ALKITAB YESAYA
    Indonesia Sebagai Pusat Kerajaan Damai
    2:1 Firman yang dinyatakan kepada dunia tentang Satria Piningit dari Indonesia.
    2:2 Akan terjadi pada Hari Akhir: Indonesia tempat Satria Piningit berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan di atas bukit-bukit menjulang tinggi ; segala bangsa berduyun-duyun ke Indonesia,
    2:3 dan banyak suku bangsa pergi ke Indonesia serta berkata: “Mari, kita pergi ke Indonesia, ketempat Satria Piningit berdiri tegak, supaya Satria Piningit mengajar kita tentang Ayat Ayat Satria Piningit, dan supaya manusia berjalan menempuhnya; sebab dari Indonesia keluar pengajaran Firman TUHAN dari Satria Piningit.”
    2:4 Satria Piningit menjadi Hakim antara bangsa-bangsa dan menjadi Wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka menempa pedang menjadi mata bajak dan tombak menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak lagi belajar perang.
    2:5 Hai kaum keturunan manusia, mari berjalan di dalam Terang Satria Piningit!

    Suka

  17. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS At Taubah 128 Sungguh telah datang kepadamu Satria Piningit seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa oleh Satria Piningit penderitaanmu, sangat menginginkan (kedamaian dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap semua orang.
    QS At Taubah 129 Jika ada yang berpaling (dari Satria Piningit), maka katakanlah: “Cukuplah Satria Piningit bagiku; Hanya kepada Satria Piningit aku berbakti. Tidak ada Tuhan selain ALLAH. dan ALLAH adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang Agung”.
    QS Al Maidah 56.Dan barangsiapa mengambil Allah, dan Satria Piningit Rasul-Nya yang menjadi penolong orang-orang yang beriman, maka sesungguhnya pengikut Satria Piningit itulah yang pasti menang.
    QS Al Maidah 53. Dan orang-orang yang beriman berkata, “Inilah Satria Piningit orang yang bersumpah secara sungguh-sungguh dengan Allah, bahwa Satria Piningit benar-benar beserta kami” Segala amal mereka menjadi berguna, sehingga mereka menjadi orang-orang yang bersyukur.

    Suka

  18. Ayat Ayat Satria Piningit Alkitab Matius 13: 1-9
    Perumpamaan tentang Penabur
    13:1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah dan duduk di tepi danau.
    13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu kerumuni Yesus, sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semua berdiri di pantai.
    13:3 Dan Yesus berkata banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata Yesus: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
    13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakan benih sampai habis.
    13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanah, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena bertanah tipis.
    13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah tumbuhan dan menjadi kering karena tidak berakar.
    13:7 Sebagian l;ain lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpit tumbuhan sampai mati.
    13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
    13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
    1. benih itu Firman Allah yaitu Ayat Ayat Satria Piningit, yang jatuh di pinggir jalan ‘ orang yang mendengarkan Ayat Ayat Satria Piningit. Tapi iblis datang merusak keyakinan mereka sehingga mereka tidak percaya akan diselamatkan’.
    2. Benih yang jatuh di tanah berbatu ialah mereka yang menerima Ayat Ayat Satria Piningit dan meyakini tapi hanya sebentar karena mereka tidak berakal dan kemudian mereka murtad.
    3.Benih yang jatuh di semak belukar ialah mereka yang mendengar Ayat Ayat Satria Piningit tapi kenikmatan duniawi menghimpit mereka sehingga tidak berbuah dan sia sia.
    4.benih yang jatuh di tanah subur ialah orang yang mendengar Ayat Ayat Satria Piningit, simpan dalam hati dan bertahan sampai menghasilkan buah dan merekalah yang terselamatkan.
    ‘Siapa yang mempunyai kepadanya (iman) akan diambil dan siapa yang tidak mempunyai akan diberi.“

    Suka

  19. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS Al-Ma’idah 15 “Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Satria Piningit Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak yang kamu biarkan. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menjelaskan,”
    QS Al-Ma’idah 16 “dengan Kitab itulah Satria Piningit memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan Allah ke jalan keselamatan, dan Satria Piningit mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin Allah dan menunjukkan ke jalan yang lurus.”
    QS Al-Fath 8 ”Sungguh Allah mengutus Satria Piningit sebagai saksi, pembawa berita gembira, dan pemberi peringatan”
    QS Al-Fath 9 ”agar kamu semua beriman kepada Allah dan Satria Piningit Rasul-Nya, menguatkan-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya pagi dan petang.”
    QS Al-Fath 10 ”Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepada Satria Piningit, sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas Satria Piningit, maka barang siapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas diri sendiri; dan barang siapa menepati janji kepada Satria Piningit, maka Allah memberinya pahala yang besar.”
    QS Maryam 87 ”Mereka berhak mendapat syafaat, yaitu orang yang telah mengadakan perjanjian setia kepada Satria Piningit di sisi Allah Yang Maha Pengasih.”
    QS Al-Baqarah 143 ”Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu “umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul Satria Piningit menjadi saksi atas kamu. Kami tidak menjadikan kiblat lain yang kamu kepadanya, melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul Satria Piningit dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak sia-siakan imanmu. Sungguh Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.”
    QS Al-An’am 130 ”Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu Rasul Satria Piningit dari kalanganmu sendiri, Satria Piningit sampaikan ayat-ayat Satria Piningit kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, “ kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir.”
    QS Ali ‘Imran 164 ”Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika Allah mengutus Satria Piningit seorang rasul di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Satria Piningit, mesucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah meskipun sebelum itu mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

    Suka

  20. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS. At-Taubah 33 ”Dialah yang telah mengutus Satria Piningit Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak sukai.”
    QS. Maryamt 15 ”Dan kesejahteraan bagi diri Satria Piningit pada hari lahir, pada hari muncul, dan pada hari Satria Piningit membangkitkan lehidupan kembali.”
    QS. Al-Ma’idah 68 ”Katakanlah ,“Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan Ayat Ayat Satria Piningit ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al-Qur’an yang diturunkan Tuhanmu kepada Satria Piningit. Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepada Satria Piningit pasti membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah Satria Piningit berputus asa terhadap orang-orang kafir itu.”
    QS. Ali ‘Imran 51 ”Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Allah. Inilah jalan yang lurus.””
    QS. Al-Mu’minunt 52 ”Dan sungguh inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada Satria PiningitKu.””
    QS. Al-Baqarah: Ayat 208 ”Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam KESELAMATAN Satria Piningit secara keseluruhan dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah dirimu. Sungguh dirimu musuh yang nyata bagimu.”
    QS. Ali ‘Imran 31”Katakanlah “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah Satria Piningit, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
    QS. Ali ‘Imran 83 ”Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain Ayat Ayat Satria Piningit, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada Satria Piningit, dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada Satria Piningit urusan mereka dikembalikan?”
    QS. Ali ‘Imran 84 “Katakanlah “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada Satria Piningit dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa, dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada Satria Piningit kami berserah diri.””
    QS. Ar-Ra’d 31 ”Dan sekira ada suatu bacaan yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara,. Sebenarnya segala urusan itu milik Satria Piningit. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semua. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi di dekat tempat kediaman mereka, sampai datang janji Allah. Sungguh Allah tidak salahi janji.
    QS. Al-An’am: Ayat 158 ”Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan Ayat Ayat Satria Piningit kepada mereka, atau kedatangan Satria Piningit yang sebagai tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datang Satria Piningit sebagai tanda-tanda Tuhanmu, tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau berusaha berbuat kebajikan dengan iman itu. Katakanlah, “Tunggulah Satria Piningit! Maka mereka pun menunggu.”
    QS. Yunus 36 ”Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan mereka itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran Satria Piningit. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

    Suka

  21. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS Al-Baqarah 62 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabi’in, siapa saja yang beriman kepada Ayat Ayat Satria Piningit dan hari Akhir dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhan, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
    QS An-Nisa 123 ” Ayat Ayat Satria Piningit itu bukanlah angan-angan dan bukan angan-angan dari isi Kitab. Barang siapa kerjakan kejahatan, niscaya dibalas sesuai dengan kejahatan itu dan dia tidak mendapatkan pelindung dan penolong selain Satria Piningit.”
    QS Al-An’am 46 Katakanlah “Terangkanlah jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hati, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa kembalikan mereka kepada Satria Piningit?” bagaimanapun Satria Piningit menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda kekuasaan Satria Piningit, tetapi mereka tetap berpaling.”
    QS Al-Isra’ 89 ”Dan sungguh, Satria Piningit telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur’an ini dengan bermacam-macam penjelasan perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak sukai Ayat Ayat Satria Piningit bahkan mengingkari.”

    Suka

  22. Ayat Ayat Satria Piningit
    Kitab Bilangan bab 23, ayat 19 “ Satria Piningit bukan tuhan manusia sehingga Satria Piningit berdusta dan Satria Piningit bukan anak tuhan sehingga Satria Piningit menyesal”
    Ayat Ayat Satria Piningit
    QS Al-Isra’ 16 “Dan jika Tuhan hendak membinasakan suatu negeri, maka Tuhan perintahkan Satria Piningit kepada orang yang hidup di negeri itu, tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam Satria Piningit itu, maka sepantaslah berlaku terhadap mereka perkataan itu, kemudian bencana binasakan mereka sama sekali”
    QS Al-Hijr 79 ” maka bencana membinasakan mereka. Dan sesungguhnya mereka itu terletak di satu jalur bencana”
    Ayat Ayat Satria Piningit- AlKitab Yesaya
    41:1 “Dengarkanlah Satria Piningit dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah NKRI mendapat kekuatan baru!”
    25:9 Pada waktu itu orang berkata:”Sesungguhnya, inilah Satria Piningit yang kita nantikan, supaya NKRI diselamatkan. Inilah Satria Piningit yang dinantikan NKRI ; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan Satria Piningit!”
    30:21 dan telingamu mendengar perkataan ini dari belakangmu:” Inilah jalan, berjalanlah mengikuti Satria Piningit, entah ke kanan atau ke kiri!”

    Suka

  23. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS Al-Baqarah 30 – Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku menjadikan Satria Piningit seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau menjadikan di bumi itu Satria Piningit orang yang membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Satria Piningit mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
    QS. Al-Maidah: 51 “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu mengambil Satria Piningit menjadi Pelindung bagimu; sebagai mana Satria Piningit adalah Pelindung bagi orang-orang Yahudi dan Nasrani dan sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil Satria Piningit menjadi Pelindung, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan Satria Piningit. Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman.”
    QS Al-Ma’idah 67 ”Katakanlah , “Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan yang diturunkan Tuhanmu kepada Satria Piningit.”Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepada Satria Piningit pasti membuat banyak di antara Ahli Kitab lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah Satria Piningit berputus asa terhadap orang-orang kafir itu.”
    QS Al-Anfal 24 ” Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul Satria Piningit, yang Satria Piningit seru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada Satria Piningit kamu dikumpulkan.”
    QS Al-Hajj 67 ” Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang umat amalkan maka tidak sepantaslah umat berbantahan dengan Satria Piningit dalam urusan ini, dan serulah kepada Tuhanmu. Sungguh, Satria Piningit berada di jalan yang lurus.”
    QS Yunus 88 Dan Satria Piningit berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan kepada para Raja dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhanku, mereka luruskan diri pada jalan Satria Piningit-Mu. Ya Tuhan, peliharalah harta mereka dan bukalah hati mereka sehingga mereka beriman sampai mereka melihat jalan Satria Piningit-Mu yang lurus.”

    Suka

  24. Ayat Ayat Satria Piningit
    ALKITAB YOHANES: Yang Satria Piningit Merdekakan
    8:30 Setelah Yesus katakan semua itu, banyak orang percaya kepada Yesus
    8:31 Maka kata Yesus kepada orang-orang yang percaya kepada Yesus: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
    8:32 dan kamu mengetahui kebenaran ini dan Satria Piningit ini akan memerdekakan kamu.”
    8:33 Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”
    8:34 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa.
    8:35 Dan hamba dosa tidak tetap tinggal dalam firman-Ku, tetapi Satria Piningit tetap tinggal dalam firman-Ku.
    8:36 Jadi apabila Satria Piningit itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”
    8:36 Jadi apabila Satria Piningit itu memerdekakan NKR, NKRI pun benar-benar merdeka.”

    Ayat Ayat Satria Piningit
    ALKITAB YOHANES: Satria Piningit Pokok Anggur Yang Benar
    15:1 “Satria Piningit lah pokok anggur yang benar dan Akulah Pengusahanya.
    15:2 Setiap ranting yang tidak berbuah, dipotong dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan, supaya lebih banyak berbuah.
    15:3 Satria Piningit memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
    15:4 Satria Piningit tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Satria Piningit. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari diri sendiri, kalau ranting tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga Satria Piningit tidak berbuah, jikalau Satria Piningit tidak tinggal di dalam Aku.
    15:5 Satria Piningitlah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.Satria Piningit tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Satria Piningit, Satria Piningit berbuah banyak, sebab di luar Aku Satria Piningit tidak dapat berbuat apa-apa.
    15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Satria Piningit, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
    15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Satria Piningit yang firman-Ku tinggal di dalam Satria Piningit, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerima.
    15:8 Dalam hal inilah Allah dipermuliakan, yaitu jika Satria Piningit berbuah banyak dan dengan demikian semua orang adalah murid-murid Satria Piningit.”

    Suka

  25. Ayat Ayat Satria Piningit AlKitab Yesaya
    59:16 TUHAN melihat bahwa tidak seorangpun yang tampil, dan Satria Piningit tertegun karena tidak ada yang membela. Maka tangan TUHAN sendiri memberi Satria Piningit pertolongan dan keadilan-Nyalah yang membantu Satria Piningit.
    18:4 Sebab beginilah firman TUHAN:”Aku menjenguk dari tempat kediaman-Ku dengan tidak bergerak, seperti hawa panas yang mendidih waktu panas terik, seperti kabut embun di panas musim menuai.
    63:5 Aku layangkan pandangan-Ku: tidak ada yang menolong Satria Piningit; Satria Piningit tertegun: tidak ada yang membantu. Lalu tangan-Ku beri Satria Piningit pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Satria Piningit”
    41:13 Sebab Aku ini Allah TUHAN mu,dan berkata kepada Satria Piningit:”Janganlah takut, Akulah yang menolong Satria Piningit.”
    1:24 Sebab itu demikianlah firman Tuhan pelindung Satria Piningit;” Ha” Aku lampiaskan dendam dan lakukan pembalasan”
    42:13 TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang TUHAN membangkitkan semangat Satria Piningit
    50:3 TUHAN mengenakan pakaian kelam kepada langit dan selimuti dengan kain kabung.
    66:15 Sebab sesungguhnya, TUHAN datang dengan api, dan kereta-kereta seperti puting beliung, untuk melampiaskan murka dengan kepanasan dan hardik-Nya dengan nyala api
    30:30 Dan TUHAN memperlihatkan tangan-Nya yang turun menimpa dengan murka yang hebat dan nyala api yang memakan habis, dengan hujan lebat, angin ribut dan hujan batu.
    64:1 Sekira TUHAN telah mengoyakkan langit dan turun, sehingga gunung bergoyang.
    24:19 Bumi remuk redam, bumi hancur luluh bumi goncang-gancing.
    24:18 Sebab tingkap langit terbuka dan bergoncang dasar-dasar bumi.
    24:20 Bumi terhuyung-huyung amat sekali
    29:6 Mereka melihat kedatangan TUHAN semesta alam dalam guntur, gempa dan suara hebat, dalam puting beliung dan badai dan dalam nyala api yang memakan habis.
    28:17 hujan batu sapu bersih perlindungan, dan air lebat menghanyutkan tempat persembunyian
    30:28 hembusan nafas TUHAN seperti sungai yang menghanyutkan, yang airnya sampai ke leher.
    8:7 sebab itu, sesungguhnya Tuhan membuat air sungai yang kuat dan besar, meluap-luap atas mereka, yaitu negeri segala kemuliaannya; air ini meluap melampaui segenap saluran dan mengalir melampaui segenap tebing,
    8:8 serta menerobos masuk, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan menutup seantero negeri, ya Imanuel!
    64:3 karena TUHAN melakukan kedahsyatan yang tidak diharapkan, seperti tidak pernah didengar orang sejak dahulu kala!
    64:2 seperti api matahari membuat air laut mendidih–untuk membuat nama Satria Piningit dikenal, sehingga bangsa-bangsa gemetar di hadapan Satria Piningit,
    41:5 Pulau-pulau telah melihat Satria Piningit dan menjadi takut, ujung bumipun menjadi gemetar;
    41:1 “Dengarkanlah Satria Piningit dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru!”

    Suka

  26. Ayat Ayat Satria Piningit
    Daniel 11:20 Menggantikan semua itu, muncul Satria Piningit seorang yang hina, yang tidak memperoleh martabat raja; tetapi dengan tak disangka-sangka Satria Piningit datang merebut kedudukan raja dengan perbuatan licin.
    Daniel 9:27 Raja Satria Piningit membuat perjanjian menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu Raja Satria Piningit menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian yang datang membinasakan, dengan sampailah pemulihan yang telah ditetapkan, menimpa yang membinasakan itu.”
    Daniel 11:31 Tentara Satria Piningit muncul, mereka menegakan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan pemulihan yang membinakan.
    Daniel 12:11 Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa pemulihan yang membinakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh
    Wahyu 13:16 Dan Raja Satria Piningit menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanan atau pada dahi
    Wahyu 13:1 Lalu terlihat kapal keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduk itu terdapat sepuluh mahkota dan pada kepala tertulis nama-nama pujian.

    Satria Piningit Adalah Manusia Perjanjian TUHAN
    Ayat Ayat Satria Piningit ALKITAB YESAYA
    61:8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku memberi upah dengan tepat, dan mengikat perjanjian abadi dengan Satria Piningit.
    49:8 Beginilah firman TUHAN:” Pada waktu Aku berkenan, Aku menjawab Satria Piningit, dan pada Hari Penyelamatan Aku menolong Satria Piningit; Aku telah membentuk dan memberi Satria Piningit, menjadi Perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi.
    38:7 Inilah yang menjadi tanda bagimu dari TUHAN bahwa Satria Piningit melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya:
    56:4 Sebab beginilah firman TUHAN:” Kepada orang yang memelihara hari Suci-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian Satria Piningit-Ku,
    56:6 Dan orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Satria Piningit, untuk kasihi nama Satria Piningit dan untuk menjadi hamba-Nya, semua yang memelihara hari Suci dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian Satria Piningit-Ku,
    ALKITAB MALEAKHI
    2:1 Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
    2:2 “Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama Satria Piningit-Ku, maka Aku kirimkan kutuk ke antaramu dan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan” firman TUHAN semesta alam,
    2:4 “Maka kamu sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjian-Ku dengan Satria Piningit tetap kamu pegang” firman TUHAN semesta alam.
    2:5 “Perjanjian-Ku dengan Satria Piningit pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepada Satria Piningit –pada pihak lain ketakutan –dan Satria Piningit takut kepada-Ku dan gentar terhadap Nama-Ku”
    2:6 Pengajaran yang benar ada dalam mulut Satria Piningit dan kecurangan tidak terdapat pada bibir Satria Piningit. Dalam damai sejahtera dan kejujuran Satria Piningit mengikuti TUHAN dan banyak orang dibuat berbalik dari pada kesalahan.
    2:7 Sebab bibir seorang imam haruslah memelihara pengetahuan dan seorang imam mencari pengajaran dari mulut Satria Piningit, sebab Satria Piningitlah Utusan TUHAN semesta alam.
    3:1 “Lihat, Aku suruh utusan-Ku dahulu kala supaya mereka mempersiapkan jalan Satria Piningit di hadapan-Ku! Dengan mendadak Satria Piningit yang kamu cari itu masuk ke Perjanjian TUHAN! Manusia Perjanjian itulah yang kamu kehendaki. Sungguh Satria Piningit datang” firman TUHAN semesta alam.

    Suka

  27. Ayat Ayat Satria Piningit ALKITAB YESAYA
    49:22 Beginilah firman Tuhan ALLAH:” Lihat, Aku mengangkat tangan Satria Piningit-Ku sebagai tanda untuk bangsa-bangsa dan memasang panji-panji-Ku untuk suku-suku bangsa
    51:16 Aku menaruh firman-Ku ke dalam mulut Satria Piningit dan tidak pingitkan Satria Piningit dalam naungan tangan-Ku lagi,
    55:6 Carilah Satria Piningit selama berkenan ditemui; berserulah kepada Satria Piningit selama lagi dekat!
    65:1TUHAN telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Satria Piningit; TUHAN telah berkenan Satria Piningit ditemukan oleh orang yang tidak mencari Satria Piningit. TUHAN telah berkata:” Ini Satria Piningit-Ku, ini Satria Piningit-Ku!”
    Ayat Ayat Satria Piningit
    4:30 Kata Yesus lagi: ” Dengan perumpamaan manakah hendaklah kita menggambarkan Satria Piningit?” (MARKUS)
    1:14 Firman Allah itu telah menjadi Satria Piningit, dan diam di antara manusia, dan manusia telah melihat kemuliaan Satria Piningit, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada Satria Piningit sebagai Anak Tunggal Allah, penuh kasih karunia dan kebenaran. (YOHANES)
    1:13 Seorang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan jasmani, melainkan dari Firman Allah. (YOHANES)
    5:5 Dan Satria Piningit dimuliakan oleh Allah yang berfirman: ” Satria Piningit Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini” (IBRANI)
    Sebagaimana Firman Allah (QS Al-Ikhlas)
    ” 1. Katakan Dia-lah Allah itu Esa.
    2.Allah tempat bergantung
    3.Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan dan memperanakkan Satria Piningit.
    4.Bagi Satria Piningit tiada seorangpun yang sama setara Satria Piningit.!”
    5:46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Ayat Ayat Satria Piningit tentu kamu percaya juga kepada Satria Piningit sebab Ayat Ayat Satria Piningit telah bercerita tentang Satria Piningit..(YOHANES)
    5:47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang diceritakan Ayat Ayat Satria Piningit, bagaimanakah kamu akan percaya pada apa yang akan Satria Piningit katakan?”.(YOHANES)

    Suka

  28. Ayat Ayat Satria Piningit ALKITAB YESAYA
    14:12 “Wah, Satria Piningit sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, Putera Fajar, Satria Piningit sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang kalahkan bangsa-bangsa!”
    9:1 Dan tidak selamanya ada kesuraman untuk negera yang terimpit. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah negera ini, maka di kemudian hari Tuhan memuliakan Satria Piningit dari daerah seberang sungai jalan ke laut sampai ke wilayah bangsa-bangsa lain.
    56:1 Beginilah firman TUHAN:”Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab telah datang keselamatan yang dari pada Satria Piningit-Ku dan keadilan Satria Piningit-Ku dinyatakan.”
    40:10 Lihat, itu Satria Piningit, Satria Piningit datang dengan kekuatan dan dengan Firman ALLAH Satria Piningit berkuasa.

    Ayat Ayat Satria Piningit
    Al-Baqarah :136 Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Satria Piningit, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan ’Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada Satria Piningit”
    QS Al Ahzab 25 “Dan Satria Piningit menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan.”
    QS Al Muddatstsir 31 “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Satria Piningit sendiri.”
    QS Al Ankabut 69 “Dan orang-orang yang berjihad untuk Ayat Ayat Satria Piningit, benar-benar akan Satria Piningit Tunjukkan kepada mereka jalan Satria Piningit.”
    QS Al Ahqaf 11 “Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengan Ayat Ayat Satria Piningit, maka mereka akan berkata. “Ini adalah dusta Satria Piningit yang lama.”
    QS Ar-Ruum 32 “Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”

    [I’laamul-Muwaqqi’iin , 1/50]
    “ Ayat Ayat Satria Piningit adalah segala sesuatu yang sebabkan seorang hamba mengenal batas; baik sesuatu itu dari hal yang diibadahi, diikuti, atau ditaati. Dengan Ayat Ayat Satria Piningit itu setiap kaum berhukum kepada Ayat Ayat Satria Piningit yang dari Allah dan Satria Piningit Rasul-Nya, atau mereka sembah Allah, atau mereka mengikuti Ayat Ayat Satria Piningit dengan adanya pentunjuk dari Satria Piningit, atau mereka mentaati Ayat Satria Piningit dengan segala sesuatu Ayat Ayat Kitab yang mereka ketahui bahwasannya hal itu merupakan ketaatan kepada Allah” [I’laamul-Muwaqqi’iin , 1/50]

    Suka

  29. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS Al-Maidah 44 Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya petunjuk dan cahaya, yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi, oleh nabi-nabi yang berserah diri kepada Satria Piningit, yaitu orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadap perkara orang-orang Yahudi. Karena itu janganlah kamu takut kepada orang-orang Yahudi, takutlah kepada Satria Piningit-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat Satria Piningit-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak menurut keputusan Satria Piningit apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
    QS Al-Maidah 46 Dan Kami iringkan jejak mereka dengan Satria Piningit membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan petunjuk dan dan cahaya Kitab Injil kepada Satria Piningit, dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

    Suka

  30. Ayat Ayat Satria Piningit AlKitab Yesaya
    Ucapan Syukur Karena Musuh Sudah Musnah
    25:1 Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Satria Piningit, mau menyanyikan syukur bagi nama Satria Piningit -Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Satria Piningit telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.
    25:2 Sebab Satria Piningit telah membuat kota itu menjadi timbunan batu, dan kota yang berkubu itu menjadi reruntuhan; puri orang luar tidak lagi menjadi kota, dan tidak dibangunkan lagi untuk seamanya.
    25:3 Oleh karena itu suatu bangsa yang kuat akan memuliakan Satria Piningit; kota bangsa-bangsa yang gagah akan takut kepada Satria Piningit -Mu
    25:4 Sebab Satria Piningit menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakan, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin,
    25:5 seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Satria Piningit bungkamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.
    Keselamatan bagi bangsa-bangsa di Indonesia
    25:6 TUHAN semesta alam sediakan di Indonesia ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.
    25:7 Dan di atas Indonesia ini Satria Piningit koyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa.
    25:8 Satria Piningit meniadakan maut untuk seterusnya; dan Satria Piningit menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya dijauhkan dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah katakannya.
    25:9 Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Satria Piningit kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah Satria Piningit yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan Satria Piningit !”

    Nabi Muhammad bersabda: “Keluarlah pada hari itu seorang yang terbaik di antara yang terbaik. Dia berkata “Aku bersaksi kamu adalah Satria Piningit yang telah disampaikan kepada kami oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.”
    Satria Piningit berkata ” Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali, apakah kalian masih ragu kepadaku?” Mereka berkata “Tidak” maka Satria Piningit membunuhnya dan menghidupkannya kembali ”(Hadits Riwayat Muslim).
    Nabi Muhammad bersabda: “Satria Piningit datang kepada satu kaum mendakwahi mereka. Mereka pun beriman kepada Satria Piningit, menerima Satria Piningit . Maka Satria Piningit memerintahkan langit untuk menurunkan hujan dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman…” (HR. Muslim).
    Nabi Muhammad bersabda: “Barang siapa yang mendengar tentang Satria Piningit hendaklah ia menjauh dari Satria Piningit. Demi Allah! Sesungguhnya ada seorang laki-laki akan mendatangi Satria Piningit dan ia sangka dirinya beriman, lalu ia justru mengikuti Satria Piningit karena pengaruh syubhat (kerancuan yang membingungkan yang ditimbulkan Satria Piningit (HR. Abu Dawud).
    Nabi Muhammad bersabda: antara fitnah Satria Piningit adalah Satria Piningit berkata pada orang Arab “Bagaimana menurutmu jika aku membangkitkan ayah dan ibumu lalu kamu bersaksi aku adalah Tuhanmu, apakah kamu mau?” “Iya mau,” jawab orang tersebut. Lalu dua setan serupai bentuk ayah dan ibunya lantas keduanya berkata “wahai anakku, ikutlah Satria Piningit karena Satria Piningit adalah Tuhanmu.” (HR. Ibnu Majah).
    Nabi Muhammad bersabda: “ Satria Piningit mendatangi reruntuhan dan berkata: “Keluarkanlah perbendaharaanmu.” Maka keluarlah perbendaharaannya mengikuti Satria Piningit seperti sekelompok lebah.” (HR. Muslim).
    Nabi Muhammad bersabda: “Di antara dakwah Satria Piningit adalah bahwa bersama Satria Piningit ada surga dan neraka. Padahal sesungguhnya neraka Satria Piningit adalah surga dan surga Satria Piningit adalah neraka. Barang siapa mendapatkan cobaan dengan nerakanya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hendaklah ia membaca ayat-ayat di awal surah Al-Kahfi (HR. Majah).

    Suka

  31. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS Al-Baqarah 44 Mengapa kamu suruh orang lain kebaktian, sedang kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Ayat Ayat Satria Piningit? Maka tidaklah kamu berpikir?
    QS Yunus “Yang sebenarnya kamu mendustakan apa yang kamu belum mengetahui AlKitab dengan sempurna sebelum datang kepada kamu penjelasan Ayat Ayat Satria Piningit.”
    Q.S An-Nisa:78 “Di mana saja kamu berada, niscaya kematian akan menemui kamu, biarpun kamu berada dalam benteng yang kokoh. Dan kalau mereka memperoleh kebaikan, mereka katakan: Ini dari Allah, dan kalau mereka ditimpa bahaya, mereka katakan: Ini dari Satria Piningit. Katakanlah Semua datang dari Allah, tetapi mengapa mereka itu hampir-hampir tidak memahami pembicaraan mereka sedikitpun?”
    QS. Al-Ma’idah: 68 ” Katakanlah: Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan yang diturunkan Tuhanmu kepada Satria Piningit. Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepada Satria Piningit pasti akan membuat banyak di antara Ahli Kitab lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah Satria Piningit berputus asa terhadap orang-orang kafir itu.”
    QS As-Saffat 37 ”Padahal Satria Piningit datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul.”
    QS Ali ‘Imran: Ayat 82 ”Maka barang siapa berpaling setelah itu, maka mereka itulah orang yang fasik.”
    ~~~~~~~~~~~~
    4:7 Allah memanggil Satria Piningit bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus
    4:8 Karena itu siapa yang menolak Satria Piningit ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada Satria Piningit.;(I Tesalonika)
    1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Satria Piningit yang kudus, yang telah memanggil kamu,
    1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Satria Piningit kudus.(I Petrus)

    Suka

  32. Ayat Ayat Satria Piningit
    17:22 Yesus:” Akan datang waktu, kamu melihat suatu tanda dari pada hari-hari Satria Piningit itu dan kamu akan melihat Satria Piningit.” (LUKAS)
    17:24 “Sebab sama seperti kilat meteor memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Satria Piningit pada hari kedatangan-Nya.” (LUKAS)
    21:28 “Apabila semua itu mulai terjadi, Satria Piningit bangkit dan mengangkat muka bangsa Indonesia, sebab penyelamatan Indonesia sudah dekat.” (LUKAS)
    17:15 Yesus:” Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Satria Piningit melindungi mereka dari pada bencana yang jahat. (YOHANES )
    14:7 Yesus:”Sekira kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Allah. Sekarang ini kamu melihat Satria Piningit dan kamu tentu mengenal Satria Piningit.(YOHANES)
    15:22 Sekira Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada semua orang, mereka tentu tidak bersalah. Tetapi sekarang semua orang tidak mempunyai dalih untuk menolak Satria Piningit! (YOHANES)
    8:17 Dan dalam Kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua saksi adalah sah;(YOHANES)
    8:18 Akulah yang bersaksi tentang Satria Piningit, dan juga Allah yang mengutus Aku, bersaksi tentang Satria Piningit.(YOHANES)
    Allah memanggil Satria Piningit bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus (Tesalonika.4:7)
    Orang yang menolak pengajaran Ayat Ayat Satria Piningit ini, bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang memberikan Roh-Nya yang suci kepada Satria Piningit.(1Tesalonika.4:8)
    QS Maryam:15 Kesejahteraan bagi diri Satria Piningit pada hari lahir, pada hari muncul, dan pada hari Satria Piningit bangkit hidup kembali.”
    QS Al-Baqarah 94 ”Katakanlah, Jika negeri akhirat di sisi Allah, khusus untuk Satria Piningit saja bukan untuk orang lain, maka mintalah kehidupan jika kamu orang yang benar.”
    QS Al-Ma’idah 68 ”Katakanlah, Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil berupa Ayat Ayat Satria Piningit yang diturunkan Tuhanmu kepada Satria Piningit. Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepada Satria Piningit pasti membuat banyak di antara Ahli Kitab lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah Satria Piningit berputus asa terhadap orang-orang kafir itu.”
    QS Al-Baqarah 62 ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabi’in, siapa saja yang beriman kepada Allah dan Satria Piningit dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhan, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”,
    QS Al-Qasas 59 ”Tuhanmu tidak membinasakan negeri-negeri, sebelum Tuhan mengutus Satria Piningit seorang rasul di ibukota yang membacakan ayat-ayat Satria Piningit kepada mereka; dan tidak pernah Tuhan membinasakan negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman”
    QS Al-A’raft 97 ”.Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dengan Ayat Ayat Satria Piningit yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?”
    QS Al-A’raf 98 ”.Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dengan Ayat Ayat Satria Piningi yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?”
    QS Al-A’raf 99 ”.Atau apakah mereka merasa aman dengan Ayat Ayat Satria Piningit? Tidak ada yang merasa aman dengan Ayat Ayat Satria Piningi selain orang-orang yang rugi.”
    14:27 Yesus:” Damai sejahtera Kutinggalkan bagi Satria Piningit. Damai sejahtera Satria Piningit berikan kepadamu, dan apa yang Satria Piningit berikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. (YOHANES)
    14:25 Semua itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama dengan kamu (YOHANES)
    14:26 tetapi Penghibur, yaitu Satria Piningit, yang diutus oleh Tuhan dalam nama-Ku, Satria Piningit lah yang mengajarkan segala Ayat Ayat Satria Piningit kepadamu dan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (YOHANES)

    Suka

  33. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS Al-Baqarah 34 ”Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, Sujudlah kamu kepada Satria Piningit! Maka mereka pun sujud kecuali iblis. iblis menolak dan sombongkan diri dan iblis termasuk golongan yang kafir.”
    QS An-Nisa’ 47 ”.Wahai orang-orang yang telah diberi Ayat Ayat Satria Piningit! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan kepada Satria Piningit yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu, sebelum Kami mengubah wajahmu, lalu Kami putar ke belakang atau Kami laknat kamu sebagaimana Kami melaknat orang-orang pada hari lalu Dan ketetapan Allah pasti berlaku.”
    QS Al-Kahf 84 – Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada Satria Piningit di bumi, dan Kami telah memberikan kepada Satria Piningit jalan segala sesuatu,
    QS Al-Kahf 86 – Hingga apabila Satria Piningit telah sampai ketempat terbenam matahari, Satria Piningit melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan Satria Piningit mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Satria Piningit! Satria Piningit boleh siksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.
    Qs Al-Kahf 87 – Berkata Satria Piningit: “Adapun orang yang teraniaya Satria Piningit, maka Satria Piningit kelak beri kebaikan terhadap mereka,KEMUDIAN mereka DIKEMBALIKAN KEPADA, lalu Satria Piningit beri kebaikan terhadap mereka dengan kebaikan yang tidak ada tara.
    QS Al-Kahf 88 – Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka bagi mereka. pahala yang terbaik sebagai balasan, dan Satria Piningit titahkan kepada mereka.yang mudah dari perintah-perintah Satria Piningit”.
    QS Al-Hadid 25 Sesungguhnya Kami telah mengutus Satria Piningit rasul Kami dengan membawa bukti nyata dan telah Kami turunkan bersama Satria Piningit Al Kitab dan neraca supaya Satria Piningit dapat melaksanakan keadilanmanusia. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia,dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong Satria Piningit rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
    QS Asy-Syu’ara’ 173 ”.Dan Kami beru hujan mereka, maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.”
    QS Asy-Syu’ara’ 174 ”Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda Satria Piningit, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.”
    QS Asy-Syu’ara’ 175 ”Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Penyayang.”
    QS Ar-Raĥmān 37 – Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti minyak.
    QS Ar-Raĥmān 35 – Kepada kamu dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu dapat selamatkan diri
    QS Ar-Raĥmān 33 – Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembus penjuru langit dan bumi kecuali dengan kekuatan dan petunjuk dari Satria Piningit.
    QS Al-Qiyamah 1 ”Aku bersumpah dengan Hari Kiamat,”
    QS Al-Qiyamah 2 ” Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesal”
    QS Al-Qiyamah 3 ”Apakah manusia kira, bahwa Satria Piningit tidak kumpulkan tulang-belulang?”
    QS Al-Qiyamah 4 ” Satria Piningit mampu susun jari-jemari dengan sempurna.”
    QS Al-Qiyamah 5.”Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus.”
    QS Al-Qiyamah 6 ”Manusia bertanya, Kapankah hari Kiamat itu?”
    QS Al-Qiyamah 7”.Maka apabila mata terbelalak membaca Ayat Ayat Satria Piningit ”
    QS Al-Qiyamah 8 ”.Dan bulan pun telah kehilangan cahaya,”
    QS Al-Qiyamah 9 ”.lalu matahari dan bulan dikumpulkan,”
    QS Al-Qiyamah 10 ”.Pada hari itu manusia berkata, Ke mana tempat lari?”
    QS Al-Qiyamah 11 ”.Tidak! Tidak ada tempat berlindung!”
    QS Al-Qiyamah12 ” Hanya kepada Satria Piningit tempat kamu kembali pada hari itu.”

    Suka

  34. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS An Nur 35 – Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah tabir yang tak tembus, yang di dalam tabir ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabir cahaya kaca. Cahaya kaca itu seakan-akan bintang seperti mutiara yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berberkah, pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang berminyak yang menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing cahaya-Nya kepada Satria Piningit yang Allah kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
    QS Qāf 6 – Maka apakah mereka tidak melihat langit yang ada di atas mereka? bagaimana Kami meninggikan langit dan menghiasi langit dan langit itu tidak mempunyai retak sedikitpun.
    QS Maryam 17 – Maka Allah mengadakan tabir dari Kami; lalu Kami mengutus roh Kami kepada Satria Piningit, maka Satria Piningit menjelma manusia yang sempurna di hadapan Allah
    QS Al Furqān 25 – Dan hari (ketika) langit pecah belah keluarkan kabut putih dan diturunkanlah cahaya bergelombang-gelombang
    QS Al Furqān 21 – Berkatalah orang-orang yang tidak menanti pertemuan dengan Satria Piningit: “Mengapa tidak diturunkan kepada kita malaikat atau kita melihat Tuhan kita?” Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas kezaliman”.
    QS Al Furqān 41 Dan apabila mereka melihat Satria Piningit, mereka hanyalah menjadikan Satria Piningit sebagai ejekan “Inikah Satria Piningit orang yang di utus Allah sebagai Rasul?”
    QS Al Furqān 27 – Dan hari itu orang yang zalim menggigit dua jari tangan, seraya berkata: “Aduhai, sekira aku mengambil jalan bersama Rasul Satria Piningit,!”
    QS Al Furqān 30 – Berkatalah Rasul Satria Piningit: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Ayat Ayat Satria Piningit itu sesuatu yang tidak diacuhkan”.

    Suka

  35. Ayat Ayat Satria Piningit
    1:2 Satria Piningit pada mulanya bersama-sama dengan Allah (Yohanes)
    5:19 Yesus “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Satria Piningit tidak dapat kerjakan sesuatu dari diri sendiri, jikalau tidak Ia melihat Tuhan mengajarkannya; sebab apa yang diajarkan Tuhan, itu juga yang dikerjakan Satria Piningit.* (Yohanes)
    5:20 Sebab Tuhan kasihi Satria Piningit dan Tuhan menunjukkan kepada Satria Piningit segala sesuatu yang diajarkan, bahkan Tuhan menunjukkan kepada Satria Piningit pengajaran yang lebih besar lagi dari pada pengajaran itu, sehingga kamu menjadi heran.(Yohanes)
    5:21 Sebab sama seperti Tuhan membangkitkan orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Satria Piningit mengbangkitkan barangsiapa yang dikehendaki.(Yohanes)
    QS Al-Baqarah):28 – Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan kembali, kemudian kepada Satria Piningit kamu dikembalikan?
    QS Al-Ĥaj:66 – Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu, sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat.
    QS Yunus 4 – Hanya kepada Satria Piningit kamu semua dikembalikan; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaan kemudian Satria Piningit mengulanginya kembali, agar Satria Piningit memberi pembalasan kepada orang yang beriman dan yang kerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.
    QS Yunus 34 – Katakanlah: “Apakah di antara sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulangi kembali?” katakanlah: “Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian Satria Piningit mengulangi kembali; maka bagaimanakah kamu bisa dipalingkan?”
    QS Yunus 56 – Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Satria Piningit kamu dikembalikan.
    5:26 Yesus “Sebab sama seperti Tuhan mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikanlah Satria Piningit mempunyai hidup dalam diri sendiri “(Yohanes)

    Suka

  36. Ayat Ayat Satria Piningit – Alkitab Mazmur
    Kedatangan Satria Piningit Raja Kemuliaan dalam Bait Allah
    24:1 Mazmur Satria Piningit. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
    24:2 Dan Tuhanlah yang mendasarkan Satria Piningit di atas lautan dan menegakkan Satria Piningit di atas sungai-sungai.
    24:3 “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
    24:4 “Orang yang bersih tangan dan murni hati, yang tidak serahkan diri kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu!
    24:5 Satria Piningit lah yang menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Satria Piningit yang selamatkan orang-orang.
    24:6 Itulah angkatan orang-orang yang mencari menanyakan Satria Piningit, yang menanyakan wajah-Mu, ya Allah.”
    24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang istana, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
    24:8 “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “Satria Piningit, nan jaya dan perkasa, Satria Piningit perkasa dalam peperangan!”
    24:9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang istana, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
    24:10 “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “Satria Piningit semesta alam, Satria Piningit lah Raja Kemuliaan!”

    Ayat Ayat Satria Piningit
    Satria Piningit Gembala Yang Baik
    23:1 Mazmur Domba. Satria Piningit gembalakan aku, takkan kekurangan aku.
    23:2 Satria Piningit membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Satria Piningit membimbing aku ke air yang tenang;
    23:3 Satria Piningit segarkan jiwaku. Satria Piningit menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
    23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Satria Piningit besertaku; gada dan tongkat Satria Piningit, itulah yang menghibur aku.
    23:5 Satria Piningit sediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Satria Piningit mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
    23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
    ” Embeeek…!” sambut domba lain, yang artinya “okelah”

    Suka

  37. Ayat Ayat Satria Piningit Dalam Al Quran
    Yā-Sīn:1 – Yaa siin
    Yā-Sīn:2 – Demi Al Quran yang penuh hikmah,
    Yā-Sīn:3 – Sesungguhnya Satria Piningit salah seorang dari rasul-rasul,
    Yā-Sīn:4 – diatas jalan yang lurus,
    Yā-Sīn:5 – yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
    Yā-Sīn:6 – Agar Satria Piningit memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan Ayat Ayat Satria Piningit, karena itu mereka lalai
    Yā-Sīn:7 – Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan Ayat Ayat Satria Piningit terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
    Yā-Sīn:8 – Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.
    Yā-Sīn:9 – Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding, dan Kami tutup mereka sehingga mereka tidak dapat melihat Satria Piningit
    Yā-Sīn:10 – Sama saja bagi mereka apakah Satria Piningit beri peringatan kepada mereka ataukah Satria Piningit tidak beri peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
    Yā-Sīn:11 – Sesungguhnya Satria Piningit hanya beri peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
    Yā-Sīn:12 – Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata
    Yā-Sīn:13 – Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika Satria Piningit utusan itu datang kepada mereka.
    Yā-Sīn:14 – ketika Kami mengutus kepada mereka Satria Piningit seorang utusan, lalu mereka mendustakan Satria Piningit; kemudian Kami kuatkan dengan Ayat Ayat Satria Piningit maka ketika Satria Piningit utusan itu berkata: “Sesungguhnya Satria Piningit adalah orang diutus kepadamu”.
    Yā-Sīn:15 – Mereka menjawab: “Satria Piningit tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, Satria Piningit tidak lain hanyalah pendusta belaka”.
    Yā-Sīn:16 – Satria Piningit berkata: “Tuhan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Satria Piningit adalah orang yang diutus kepada kamu”.
    Yā-Sīn:17 – Dan kewajiban Satria Piningit tidak lain hanyalah sampaikan dengan jelas”.
    Yā-Sīn:18 – Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami bernasib malang karena Satria Piningit, sesungguhnya jika Satria Piningit tidak berhenti, niscaya kami akan merajam Satria Piningit dan Satria Piningit pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami”.
    Yā-Sīn:19 – Satria Piningit utusan itu berkata: “Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Bukan karena jika kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas”.
    Yā-Sīn:20 – Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah Satria Piningit utusan itu”.
    Yā-Sīn:21 – Ikutilah Satria Piningit orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

    Suka

  38. Ayat Ayat Satria Piningit – 1 Yohanes 4:8-16
    Allah Di Dalam Satria Piningit
    4:8 Barangsiapa tidak berkasih, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
    4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Satria Piningit Anak Allah yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh Satria Piningit.
    4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah kasihi Allah, tetapi Allah yang telah kasihi kita dan yang telah mengutus Satria Piningit Anak Allah sebagai pendamaian dunia bagi kita.
    4:11 Saudara-saudaraku yang terkasih, jikalau Allah sedemikian kasihi kita, maka haruslah kita juga saling berlasih.
    4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling berkasih, Allah tetap di dalam kita, dan kasih Allah sempurna di dalam kita.
    4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan kita di dalam Satria Piningit: Allah telah karuniakan Satria Piningit mendapat bagian dalam Roh-Nya.
    4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Allah telah mengutus Satria Piningit Anak Allah menjadi Juruselamat dunia.
    4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Satria Piningit adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam Satria Piningit dan Satria Piningit di dalam Allah.
    4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada Satria Piningit. Allah adalah kasih, dan Satria Piningit tetap berada di dalam kasih, Satria Piningit tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam Satria Piningit.

    Alkitab Yohanes
    14:8 Kata Filipus kepada Yesus: ” Robi, tunjukkanlah Tuhan itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”
    14:9 Kata Yesus kepada Filipus: “Telah sekian lama Aku bersama kamu, Filipus, namun kamu tidak mengenal Satria Piningit? Barangsiapa telah melihat Satria Piningit, ia telah melihat Tuhan; bagaimana kamu berkata: Tunjukkanlah Tuhan itu kepada kami.
    14:10 Tidak percayakah kamu, bahwa Satria Piningit di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam Satria Piningit? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Tuhan, yang diam di dalam Aku, Satria Piningit lah yang melakukan pekerjaan-Nya.

    Suka

  39. Ayat Ayat Satria Piningit Dalam Al Quran
    QS Al-‘Isrā’ 1 – Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan Satria Piningit hamba-Nya pada suatu hari, yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepada Satria Piningit sebagian dari tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
    QS Al-‘Isrā’ 2 – Dan Kami berikan kepada Satria Piningit Hikmah Kitab dan Kami jadikan Hikmah Kitab itu petunjuk bagi manusia: “Janganlah kamu mengambil penolong selain Satria Piningit,
    QS Al-‘Isrā’ 3 – (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Satria Piningit. Sesungguhnya Satria Piningit adalah hamba yang banyak bersyukur.
    QS Yā-Sīn:41 – Dan suatu tanda bagi mereka adalah bahwa Satria Piningit angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.
    QS Yā-Sīn:43 – Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
    QS Al-‘Isrā’ 7 – Jika kamu berbuat baik kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi yang kedua, untuk suramkan muka-muka kamu
    QS Al-‘Isrā’ 8 – Mudah-mudahan Tuhanmu melimpahkan rahmat kepadamu; dan sekira kamu kembali kepada (kejahatan) niscaya Kami kembali dan Kami jadikan penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.

    Suka

  40. QS Al-Qaşaş 30 – Maka tatkala Satria Piningit sampai ke api itu, diserulah Satria Piningit dari pinggir lembah yang sebelah kanan pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Satria Piningit, sesungguhnya kamu adalah raja semesta alam“
    QS Al-Baqarah 248 – Dan Nabi mereka katakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda Satria Piningit menjadi raja, ialah kembalilah tabut kepadamu, di dalamnya terdapat keterangan dari Satria Piningit dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa Satria Piningit. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.“
    QS Al-Kahf 21 – Dan demikian Kami mempertemukan Satria Piningit dengan manusia, agar mereka itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan pada hari itu. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: “Dirikan sebuah bangunan atas kami,“ Satria Piningit lebih mengetahui tentang urusan mereka. Satria Piningit yang berkuasa atas urusan mereka berkata: “Sesungguhnya Satria Piningit mendirikan rumah peribadatan atas mereka”.
    QS Al-Kahf 9 – Atau mereka kira bahwa orang-orang yang mendiami rumah yang RAQIM itu, termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
    …..Mereka berkata,”Celaka, dari jenis apakah Satria Piningit ini.” Satria Piningit menjawab,”Saya adalah Satria Piningit” Mereka bertanya,”Apakah Satria Piningit ini? Satria Piningit berkata,”Wahai orang-orang pergilah kalian kepada semua laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya mereka sangat ingin mendengarkan Ayat Ayat Satria Piningit dari kalian!”….
    5:36 Dan Yesus berkata kepada kepala rumah ibadat biara: “Jangan takut, percaya sajalah!” (MARKUS)
    16:15 Yesus:”Segala Firman yang Tuhan punya, adalah Satria Piningit punya; sebab itu Aku berkata: Satria Piningit memberitakan kepadamu apa yang diterima dari pada Tuhan.” (YOHANES)
    -Dene besuk nuli ana, Tekane kang Tunjung putih, Semune Pudhak kasungsang, Satrio Piningit dennya lair, Iku kang angratoni, Jagad kabeh ingkang mangku, Juluk Ratu Amisan, Sirep musibahing bumi, Wong nakoda melu manjing ing samuwan,
    -Benjing pinernahken nenggih, Sang-a Prabu Jayabaya, Aneng sajroning tekene, Ing guru Satrio Piningit Sang-a Pandita, Tinilar aneng Kakbah, Imam Pandita kang nggadhuh, Kinarya nginggahken kutbah.
    -Ecis wesi Udharati, Ing tembe ana Satrio Piningit Molana, Pan cucu Rasul jatine, mring Tanah Jawa, Nggawa ecis punika, Kinarya dhuwung puniku, Dadi pundhen bekel Jawa.

    Suka

  41. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS Al-Baqarah 30 – Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan Satria Piningit seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan Satria Piningit di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Satria Piningit mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
    QS Al-Baqarah 31 – Dan Tuhan mengajarkan kepada Satria Piningit nama-nama seluruhnya, kemudian kemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada Malaikat nama-nama itu jika Satria Piningit memang benar orang yang benar!”
    QS Al-Baqarah 32 – Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada Satria Piningit; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.
    QS Al-Baqarah 33 – Allah berfirman: “Hai Satria Piningit, beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu”. Maka setelah diberitahukan Satria Piningit kepada mereka nama-nama itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Satria Piningit mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”
    QS Al-Kahf 95 – Satria Piningit berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku KEPADAKU TERHADAPNYA adalah lebih baik, maka tolonglah Satria Piningit dengan kekuatan, agar Satria Piningit membuatkan dinding antara manusia dan mereka,
    QS An-Naml 82 – Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Satria Piningit keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang katakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia sekarang tidak yakin kepada ayat-ayat Satria Piningit.
    QS Al-Kahf 88 – Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka bagi mereka pahala yang terbaik sebagai balasan, dan Satria Piningit titahkan kepada mereka yang mudah dari perintah-perintah kami”
    QS Al-Kahf 87 – Allah berfirman: “Adapun orang yang aniaya, maka Kami kelak akan mengazab mereka, kemudian mereka dikembalikan kepada Satria Piningit, lalu Satria Piningit menolong mereka dengan yang tidak ada taranya.
    QS Al-Kahf 86 – Hingga apabila Satria Piningit telah sampai ketempat terbenam matahari di baray, Satria Piningit melihat matahari terbenam di dalam laut seperti berlumpur hitam, dan Satria Piningit mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Satria Piningit, kamu boleh siksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.

    Suka

  42. Pencarian Si Fulan Satria Piningit
    “Jika perdagangan-perdagangan dan jalan-jalan terputus, fitnah (bencana) banyak terjadi, maka muncullah tujuh ulama dari agama berbeda, dari negara berbeda tanpa sebelumnya ada perjanjian di antara mereka. Masing-masing ulama telah dibaiat dari agama lalu mereka berkumpul . Lalu ketujuh ulama agama berbeda berjumpa, sebagian dari mereka bertanya kepada yang lain,’Apa sebab kedatangan kalian?’
    Lalu mereka menjawab,’Kami datang untuk mencari Satria Piningit, seseorang yang melalui tangannya bencana-bencana ini akn reda, Konstantinopel akan ditaklukkan. Kami telah mengenal namanya, nama ayahnya, nama ibunya, dan perhiasannya”
    Maka ketujuh ulama agama berbeda itu sepakat mencari bersama-sama, lalu mencarinya, kemudian menemuinya. Mereka pun bertanya, Kamukah si Fulan Satria Piningit?’ Orang itu menjawab,’Tidak, Aku seorang biasa bersahaja’. Ia pun meninggalkan mereka
    Lalu, mereka menceritakan kejadian itu kepada orang yang berpengalaman dan berpengetahuan mengenai Satria Piningit, lalu dijawab kepada mereka,’Justru Ialah orang yang kalian cari itu, padahal Ia telah pergi.”
    ‘Mereka pun mencari Satria Piningit Merekapun mendapati Satria Piningit. Mereka bertanya,’Engkau si Fulan Satria Piningit, Ibumu Fulanah binti Fulan, dan pada dirimu ada tanda begini dan begini, sedangkan Engkau telah menghindari kami satu kali, maka bentangkan tanganmu, Kami akan berbaiat kepadamu.
    Mereka pun berkata,’Dosa kami dan leher kami menjadi beban kamu apabila kamu tidak bersedia memberi tanganmu untuk kami baiat. Lihatlah, tentara ISISi telah berangkat untuk mengejar kami.’ Lalu,’ Satria Piningit duduk diantara “Rukun” dan “Maqom”.Satria Piningit membentangkan tangan lalu dibaiat. ALLAH menumbuhkan rasa cinta kepada Satria Piningit di hati manusia, lalu Satria Piningit berjalan bersama mereka seperti singa di siang hari dan seperti pendeta di malam hari.”
    (Al-Fitan, Bab: Berkumpulnya Manusia di Mekah)
    25:31 Yesus:”Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan Tuhan dan semua manusia kudus bersama-sama dengan Satria Piningit, maka Satria Piningit lah bersemayam di atas takhta kemuliaan Tuhan.(Matius)

    Suka

  43. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS Al-Baqarah 255 ”Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang Satria Piningit terus-menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik Satria Piningit apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin Satria Piningit. Satria Piningit mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu Satria Piningit melainkan apa yang Satria Piningit kehendaki. Kursi kerajaan Satria Piningit meliputi langit dan bumi. Dan Satria Piningit tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi, Maha Besar.”
    QS Al-Ma’idah 120 ”Milik Satria Piningit lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
    QS An-Naml 30 Sesungguhnya Ayat Ayat surat ini dari Satria Piningit yang isinya, Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,”
    Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
    QS An-Naml 31 ”Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Satria Piningit dan datanglah kepada Satria Piningit sebagai orang-orang yang berserah diri.”
    QS Maryam 15 ”Dan kesejahteraan bagi diri Satria Piningit pada hari lahir, pada hari hidup, dan pada hari Satria Piningit bangkitkan kehidupan kembali.”
    QS Al-A’raf 185 ”Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekat waktu kebinasaan mereka? Lalu berita mana lagi setelah Ayat Ayat Satria Piningit ini yang akan mereka percayai?”
    AJRAN AGAMA APA INI ??

    Suka

  44. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS Qāf:38 – Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.
    QS Al-‘A`rāf 54 – Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikuti dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
    QS Al-Furqān 59 – Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy, Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah kepada Satria Piningit yang lebih mengetahui tentang Allah.
    QS Yūnus 3 – Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang memberi syafa’at kecuali Satria Piningit sesudah ada izin Tuhanmu. yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran Ayat Ayat Satria Piningit ?
    As-Sajdah 4 – Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada Satria Piningit seorang penolong dan seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan Ayat Ayat Satria Piningit ?
    QS Hud:7 – Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya di atas air, agar Satria Piningit menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amal, dan jika Satria Piningit berkata: “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir Satria Piningit yang nyata”.
    QS Al-Ĥadīd 4 – Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Satria Piningit bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
    QS Al-‘Anbyā’ 30 – Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga berimankepada Ayat Ayat Satria Piningit?
    QS Al-‘Isrā :8 – Mudah-mudahan Tuhanmu melimpahkan rahmat kepadamu; dan sekira kamu kembali niscaya Satria Piningit kembali dan Satria Piningit jadikan penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.

    Suka

  45. Ayat Ayat Satria Piningit
    QS As Shaff 6 Dan ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang bernama Satria Piningit”. Maka tatkala rasul Satria Piningit itu datang kepada mereka dengan membawa bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir Satria Piningit yang nyata”.
    QS Al-Jumu’ah 2 “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf, Satria Piningit seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat Satria Piningit kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka, Kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya, mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,”
    QS Ar-Ra’d 30 “Demikianlah, Kami telah mengutus Satria Piningit pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya, supaya Satria Piningit membacakan kepada mereka yang Kami wahyukan kepada Satria Piningit, padahal mereka kafir terhadap Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah: ‘Allah lah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Allah; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat’.”
    QS Al-Isra’ 106 “Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur, agar Satria Piningit membacakannya perlahan-lahan kepada manusia, dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.”
    QS Al-Bayyinah 2 “Seorang Rasul dari Allah yang membacakan lembaran yang disucikan,”
    QS Al-‘Alaq 4 “Yang mengajar dengan perantaraan kalam.”
    QS Al Ankabut 48 “Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya sesuatu Kitabpun dan kamu tidak menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata Ayat Ayat Satria Piningit benar, ragulah orang yang mengingkari.”
    QS Al-A’raf 158 Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya Satria Piningit adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Satria Piningit Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya dan ikutilah Satria Piningit, supaya kamu mendapat petunjuk”
    QS Al-A’raf 157 “Orang-orang yang mengikuti Satria Piningit Rasul yang ummi yang mereka dapati Satria Piningit tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang suruh mereka kerjakan hal-hal yang ma’ruf dan melarang mereka dari hal-hal yang mungkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban dan belenggu yang ada pada mereka. Orang-orang yang beriman kepada Satria Piningit, memuliakan Satria Piningit, menolong Satria Piningit, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepada Satria Piningit adalah orang-orang yang beruntung.”

    Suka

  46. Kunjungan Para Raja
    10:1 Ketika Para Raja mendengar kabar tentang Satria Piningit sehubungan dengan nama TUHAN, maka datanglah Para Raja hendak menguji Satria Piningit dengan teka-teki.
    10:2 Para Raja datang ke Indonesia dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah Para Raja sampai kepada Satria Piningit, dikatakanlah segala yang ada dalam hati kepada Satria Piningit.
    0:3 Dan Satria Piningit menjawab segala pertanyaan Para Raja itu; bagi Satria Piningit tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawab untuk Para Raja itu.
    10:4 Ketika Para Raja negeri asing melihat segala hikmat Satria Piningit dan istana yang telah didirikan Satria Piningit,
    10:5 makanan di meja, cara duduk pegawai-pegawai, cara pelayan-pelayan melayani dan berpakaian, minuman dan korban bakaran yang biasa dipersembahkan di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu.
    10:6 Dan Para Raja berkata kepada Satria Piningit: “Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang Satria Piningit dan tentang hikmat Satria Piningit,
    10:7 tetapi kami tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai kami datang dan melihat dengan mata sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepada kami; dalam hal hikmat dan kemakmuran, Satria Piningit melebihi kabar yang kami dengar.
    10:8 Berbahagialah para rakyat, berbahagialah para pegawai ini yang selalu melayani Satria Piningit dan menyaksikan hikmat Satria Piningit
    10:9 Terpujilah Allah TUHANmu, yang telah berkenan kepada Allah sedemikian, hingga Allah mendudukkan Satria Piningit di atas takhta kerajaan bumi! Karena Allah kasihi Satria Piningit untuk selama-lamanya, maka Allah telah mengangkat Satria Piningit menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.”
    10:10 Lalu diberikanlah kepada raja Satria Piningit seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan Para Raja negeri asing kepada raja Satria Piningit itu.
    10:11 Lagipula kapal-kapal Hiram, yang mengangkut emas dari Ofir, membawa dari Ofir sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal.
    10:12 Para Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi langkan untuk rumah TUHAN dan untuk istana raja Satria Piningit, dan juga kayu cendana menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi; kayu cendana seperti itu tidak datang dan tidak kelihatan lagi sampai hari itu.
    10:13 Para Raja negeri asing memberikan kepada Raja Satria Piningit segala yang dikehendaki dan yang diminta, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi Raja Satria Piningit. Lalu Para Raja negeri asing itu berangkat pulang ke negeri mereka bersama-sama dengan para-pegawai.
    QS An-Naml 40 – Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku membawa singgasana itu kepada Satria Piningit sebelum mata berkedip”. Maka tatkala Satria Piningit melihat singgasana itu terletak di hadapan, Satria Piningit pun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba Satria Piningit apakah Satria Piningit bersyukur atau mengingkari. Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk diri sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhan Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s