KELEMAHAN INDONESIA TIDAK MILIKI BULLION BANK


Walau Indonesia negara kaya raya, namun kekayaannya tidak menjadi sejumlah nilai dalam dunia perbankan, sehingga  nilai aset mahal berupa logam mulia dan batu mulia menjadi mati tak bernilai yang hanya tersimpan di gudang-gudang, bunker, dan safety box yang disediakan bank.

Matinya nilai aset mahal ini menjadikan Indonesia miskin dari segi aset perbankan, kalah dengan Singapura negara kecil yang tidak punya apa-apa. Padahal para pemegang aset HAS dan HAD telah lama menunggu terbitnya undang-undang yang mengatur transaksi bullion bank.

Kalau Anda membuat rekening tabungan di Hang Seng Bank atau bank lainnya di Hong Kong, maka dalam statement account Anda akan tertulis deposito USD, Euro, RMB, HKD, Emas, Daimond. Artinya ketika Anda menitipkan satu kilo gram emas, maka di rekening Anda terdapat catatan deposito emas atau logam mulia itu.

Artinya emas tadi tidak hanya disimpan di safety box bank tetapi Anda mendapatkan safe keeping account, sehingga nilai emas dan daimond hidup sebagai sebuah deposito di bank. Selain Hong Kong, Swiss dan negara Eropa telah menerapkan sistem ini sejak lama, sehingga tidak ada secuil pun aset masyarakat yang tidak dinilai oleh bank.

Di Indonesia bertebaran uang rupiah tunai yang tidak bisa masuk sistem bank karena sulit menemukan kolateralnya. Padahal kolateral itu berserakan di banyak tempat di Indonesia berupa batangan emas dan batu mulia yang juga tidak bisa masuk ke sistem bank, dikarenakan perbankan di Indonesia belum memiliki fasilitas bullion bank.

Padahal uang tunai hanya bisa masuk ke sistem bank apabila ada kolatetal yang juga masuk ke sistem bank secara bersamaan (balanace account).

Dengan tidak adanya fasilitas bullion bank di Indonesia, kalangan perbankan banyak melakukan transaksi ilegal dengan memasukan uang tunai ke sistem bank tanpa ada kolateral. Ujung-ujung rekening penerima mengalami suspen dan berakhir dengan blok total oleh otoritas keuangan Indonesia. Dan kasusnya pun amat banyak.

IMG-20151214-WA0005

Dunia internasional agaknya membiarkan perbankan Indonesia untuk tidak memiliki fasilitas bullion bank. Sebab posisi Indonesia seperti ini akan menguntungkan negara tetangga seperti Singapura dan Hong Kong yang secara terus menerus memfasilitasi aset-aset orang Indonesia untuk masuk ke dalan sistem perbankan mereka.

Mestinya Indonesia sadar bahwa apabila aset besar yang dimiliki oleh pemegang HAS dan HAD itu masuk kedalam sistem perbankan di Indonesia, maka aset perbankan di Indonesia akan menjadi aset perbankan terbesar di Asia. Aamiin.*****

 

Satu pemikiran pada “KELEMAHAN INDONESIA TIDAK MILIKI BULLION BANK

  1. Ping balik: GUDANG DI BANTEN SIAP DIBUKA, JIKA JOKOWI SIAP MELAKSANAKAN AMANAHNYA | Catatan Safari ANS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s