PEMEGANG ASET HAS DAN HAD SIAP BANTU PEMERINTAH JOKOWI JIKA DIMINTA


Para pemegang aset besar, baik yang bersifat HAS maupun yang berbasis HAD bersedia membantu Pemerintah Jokowi untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur apabila diminta. Tetapi mereka tidak akan pernah meminta agar Pemerintah menggunakan aset mereka seperti yang dikehendaki banyak orang.

Suasana kebathinan mereka saat ini bersifat pasif ketimbang aktif. Sebab HAS atau HAD yang ada pada mereka hanyalah titipan nenek moyang yang secara spesifik tidak diperuntukan bagi keperluan pribadi atau keluarga mereka. Itulah sebab, kendati mereka dititipi aset besar baik bersifaf fisik maupun dokumen dalam sistem perbankan, kehidupan mereka tetap saja sederhana kalaulah tidak disebut miskin.

Secara logika sebenarnya, mereka bisa saja menikmati hasil bunganya yang dibayarkan oleh bank, tetapi mereka tetap saja tidak mau. “Kami terikat sumpah” kata seorang pemegang HAD kepada penulis yang memiliki account dengan nilai puluhan milyar dollar Amerika Serikat.

Memang, nenek moyang bangsa Indonesia menyumpah pada pemegang HAS dan HAD dengan ancaman buta untuk kesalahan pertama. Lalu kena lumpuh total bila melakukan kesalahan kedua, dan mati untuk kesalahan ketiga. Bahkan bisa saja langsung mati apabila kesalahannya terlalu fatal.

Berdasarkan hukum dan sumpah nenek moyang bangsa Indonesia ini, maka aparat Pemerintah harus mampu menjaga bahwa tidak boleh ada satu sen pun dana yang bersumber dari HAS dan HAD yang bisa dikorupsi dalam pelaksanaan proyek Pemeritah apabila bantuan atau pinjaman tersebut dipergunakan Pemerintah Jokowi. Sebab menurut para pemegang HAS dan HAD, sumpah tersebut berlaku bagi siapa saja yang menyalahgunakannya.

Beradasarkan penelusuran penulis, HAS dan HAD memiliki skema yang amat jelas, diantaranya bahwa uangnya bisa digunakan untuk proyek tetapi pokoknya harus kembali secara utuh 100% pada saat jatuh tempo. Jika tidak dipenuhi, dikhawatirkan “bencana” akan menimpa siapa yang melakukan kesalahan yang menyebabkan tidak terbayarnya uang pokok tadi. Oleh karena itu pihak Pemerintah Jokowi harus membuat projection cashflow yang amat ketat agar uang pokok HAS (Harta Amanah Soekarno) dan atau HAD (Harta Amanah Dinasti) kembali tepat waktu.

Berasarkan data yang dihimpun oleh IFID (International Fund for Indonesia Development) tahun 2005-2007 saja telah tercatat ada USD 40 milyar dana HAS dan HAD yang siap digunakan oleh Pemerintah SBY ketika itu, tetapi sayang kurang mendapat respon secara politis, sehingga dana sebesar itu tetap saja mengendap di Singapura, Hong Kong, Swiss, Inggris, dan Jerman.

Pada Pemerintah Jokowi saat ini, niat para pemegang HAS dan HAD masih tarik ulur, antara mau dan tidak mau. Ada beberapa pemegang HAS dan HAD masih enggan membantu Pemerintahan Jokowi karena pemberantasan korupsinya masih setengah-setengah dan kasus korupsi yang ada masih tebang pilih hingga kini.

Jika pemberantasan korupsi sudah maksimal dan tidak mengenal ampun bagi sang koruptor, para pemegang HAS dn HAD sanggup menyediakan sumber pendanaan anternatif bagi percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur Indonesia yang diperkirakan bisa menelan lebih dari Rp 2.000 triliun saat ini. Seorang fund manager yang berbasis di London mengatakan kepada penulis belum lama ini, bahwa dana HAS dan HAD yang sudah stanby saja bisa mencapai USD 1.000 triliun untuk pembangunan di Indonesia….wahhhhhh. Apa iya Mas.? Moga-moga saja benar. Aamiin ******

2 pemikiran pada “PEMEGANG ASET HAS DAN HAD SIAP BANTU PEMERINTAH JOKOWI JIKA DIMINTA

  1. Harta Amanah bukan milik para Amanah,
    #Kenapa karena Pemerintah Rakyat jadi Korban ?
    #Dari mana dana Amanah itu dan untuk apa Amanah itu dan Sampai berapa generasi Rakyat Pribumi Nusantara mangkat baru hak mereka diterima ?

    Suka

    • Sependapat dengan Prabu Umbu.
      Berikan hak rakyat itu segera.
      Kalau diselewengkan rakyat atau pemerintah, bukankah mereka akan kena akibatnya seperti sumpah itu ?

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s