MEMAHAMI SUDUT PANDANG KOMUNITAS HARTA AMANAH SOEKARNO


Komunitas pencinta Harta Amanah Soekarno (HAD) dan Harta Amanah Dinasti (HAD) yang bermunculan bak cendewan di musim hujan belakangan ini terbelah dalam cara pandang dan pemahaman apa itu HAS dan apa itu HAD.

Komunitas pertama, merupakan kelompok yang mengkaji HAS dan HAD berdasarkan kejadian ketauhidan (teologi) bahwa HAS dan HAD adalah harta milik Tuhan, yang berasal dari Tuhan, yang dijaga oleh Tuhan, dan pencairannya pun hanya bisa dilakukan berdasarkan kehendak Tuhan.

Menurut komunitas ini, tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang mampu dan dapat mencairkan HAS dn HAD kecuali atas izinNya dan oleh orang dipilih olehNya. Tentu saja yang dipilih adalah orang yang rajin ibadahnya, rajin ibadahnya dengan zikir pastilah sangat dekat hubungannya dengan Tuhan.

Karenanya komunitas ini rajin mengadakan pertemuan rutin dengan anggotanya secara berkala dengan ceramah-ceramah ketauhidan. Mereka memahami bahwa untuk menjalankan HAS dan HAD adalah mereka yang memiliki hati yang suci, lurus, dan tidak memiliki nafsu keserahaan dalam pengurusannya. Apabila belum bersih jangan pernah mencoba untuk mencairkan HAS dan HAD, pasti gagal.

Kemunitas berdasarkan pemahaman teologi ini meyakini bahwa urusan harta kekayaan berkait dengan dua kalimah syahadah sebagai kunci atau passwors HAS dan HAD. Makanya sang guru selalu memberikan kupasan sejak huruf “alif” hingga huruf “ya” yang terdapat dalam Alquran. Termasuk juga kajian kitab Injil dan Zabur. Sebab menurut mereka HAS dan HAD adalah rahasia Tuhan yang disampaikan melalui kekayaan Nabi Sulaiman kemudian berlanjut Nabi Khaidir hingga sekarang ini.

Komunitas ini yakin HAS dan HAD tak akan bisa dicairkan oleh siapapun, kecuali saatnya tiba. Hanya saja kelompok ini memiliki kelemahan, mereka mempercapai bahwa guru mereka adalah orang sakti mandraguna sebagai wali yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan mencairkan HAS dan HAD. Bahkan para anggota komunitas mau berkorban harta untuk membiayai kegiatan gurunya. Mereka sering memanggil sang guru dengan sebutan “Abah” atau “Ayah”.

Komunitas ini sangat loyal kepada guru yang sekaligus pemimpin komunitas mereka. Mereka mau mengantarkan sang Ayah kemana saja mau walaupun anak istrinya di rumah tidak memiliki beras. Sebab mereka pun yakin bahwa Tuhannya akan memberikan beras buat anak istrinya dengan caranya Tuhan pula.

Coba simak bahasa yang dikembangkan oleh penanggap video peluncuran buku Harta Amanah Soekarno berikut ini yang penulis sajikan apa adanya.

SAUNG SEMAR SADJATI ’11’. Mengisyarakan: “Sosok pemimpin yang amat sangat didambakan oleh seluruh alam dan segenap mahluk, manusia dimuka bumi pada dasarnya harus benar memahami, benar mendalami serta harus benar memiliki rasa dan menyatukan ruh dari hakikat sifat dan jiwa ‘BK, AC, KM, RB, dan SAMURAI’. Menegakkan dan melaksanakan amanat dari mandat hakikat ‘LM.11. – MD.17.’. Menjunjung tinggi nilai-nilai keutamaan harkat, derajat, dan martabat alam serta memegang teguh makna dari hakikat “PUSAKA PANITAH JUMROTUL AHAD”. Maka itulah yang diakui secara utuh keabsahanya oleh alam semesta dan seluruh mahluk seisinya. Sehinga lahirlah sosok yang mendapat rahmat dan dianugerahi Sang Pemimpin Sejati sebagai pewaris tunggal “KITAB MERAH LUH MAHFUDH”. Itulah ‘SANG IMAM MAHDI’. ‘SANG RATU ADIL’. ‘SANG JURU SELAMAT’. ‘SANG SATRIA PININGIT’. ‘SANG BOCAH ANGON’. dan lain-lain. Penerima Wangsit, A/n. G.RI.001. XXXXXXX17017

Atau pada kesempatan yang lain, penulis menerima email yang berisi pemikiran dan pandangan yang hampir sama seperti tertera di bawah ini dengan penulis muat apa adanya pula.

Salam kenal, Merdeka …
Ini terkait Harkat, Martabat & Derajat Harga diri NKRI dimata Dunia.
Menyangkut Kesejahteraan seluruh Rakyat Indonesia khususnya. Saya tengah bersama orang yang memilki ;
– Layang ( surat ) Ismoyo jati
– Sumpah Palapa
– Supersemar
– kunci bunker Platinium ( London )dg Logo Hammer.
– ybs mengaku pegang PIN atas seluruh aset yg tersimpan di UBS.
– ybs juga mengakui atas DNA.
Semua bukti diatas Otentik keberadaannya ! Sebab saya melihat, memegang serta membaca ketiga surat & kunci Platinium tsb. Jujur saya merinding membaca ketiga surat tsb,
Krn beliaulah ” Tri Tunggal / Manunggal Sejati ” inshaAlloh pemilik ciri ciri khusus yg pernah disampaikan oleh Bung Karno.

Dengan segala Kerendahan hati, sy berharap kpd Saudara, agar dptnya memberi Kesempatan utk melakukan Upaya Investigasi ttg KEBENARANNYA.
Semoga kesemuanya ini sudah menjadi bagian dari rencana ALLAH SWT, TUHAN pewaris Sejati atas DUNIA dan Alam Semesta ini.

Amien.


Komunitas kedua, adalah komunitas Kejawen yang mengutamakan garis keturun raja-raja Nusantara. Kelompok ini rutin mengadakan ” ritualan” di berbagai tempat, utamanya di makam-makam raja di berbagai tempat sesuai fungsi dan kehebatan sang penghuni makam tersebut. Misalnya, mereka akan duduk bersimpuh di puncak Candi Cetho di Gunung Lawu, Jawa Tengah, mislnya. Di atas puncak candi itu dipercaya bahwa di situlah raja Majapahit Brawijaya V yang dianggap sakti dan berhati bersih melakukan mukso atau mematikan fisik, sehingga rohnya tetap hidup dalam dunia ghaib hingga kini. Komunikasi transindental yang dilakukan oleh komunitas ini biasanya berhasil melakukan tanya jawab yang menurut mereka merupakan titah atau petunjuk sang raja atas apa yang akan mereka kerjakan.

Kelompok pemahaman HAS dan HAD  ini juga yang rutin menjalankan ritual di pantai Selatan pulau Jawa Barat dan pantai Parangtritis di Jawa Tengah. Mereka memahami bahwa HAS dan HAD berasal dari “Bunda Ratu”.

Yang mereka maksudkan Bunda Ratu adalah sebutan untuk Nyi Roro Kidul atau Ratu Penguasa Laut. Bunda Ratu dianggap sebagai Ibu dari segala raja-raja Nusantara. Ialah yang mendirikan Nusantara ini. Karena semua hal yang berkait dengan HAS dan HAD menurut mereka pastilah berkait dengan Bunda Ratu, khususnya berupa aset fisik logam mulia dan batu mulia. Menurut mereka tak ada satu pun logam mulia dan batu mulia yang luput dari perlindungannya.

Komunitas ini juga percaya bahwa mengurus HAS dan HAD apalagi dalam proses penggunaannya, haruslah memiliki hati dan pemikiran yang lurus. Tidak boleh ada pikiran bengkok apalagi kotor. Bagi siapa yang mengurus HAS dan HAD dengan hawa nafsu, maka hukuman nenek moyang akan terkena berupa azab dengan penyakit buta, lumpuh, dan hukuman terakhir adalah kematian.

Menurut komunitas ini beberapa tokoh nasional banyak yang sudah mengalami hukuman dan sumpah kramat ini. Sehingga tidak ada satu pun dari kelompok ini berani bertindak sendiri-sendiri tanpa izin dan petunjuk arwah para raja-raja Nusantara dan arahan Bunda Ratu.

Bagi komunitas ini, Bunda Ratu yang divisualkan dengan wanita cantik berpakaian ala adat keluarga raja dengan kendaraan kereta kencana yang terbuat dari emas, kini masih hidup di dalam kerajaan dasar laut Pantai Selatan Laut Jawa. Bunda Ratu dipercaya sudah ada sejak Nabi Sulaiman, bahkan legenda mereka menyebut Bunda Ratu adalah Ratu Saba atau lebih dikenal menurut cerita Alquran sebagai Ratu Bilqis yang dipersunting oleh Nabi Sulaiman sebagai istri dari 400 istri yang dimilikinya.

Cerita ini juga ada kesamaan dengan versi kaum Yahudi dunia. Mereka percaya bahwa sebelum Nabi Sulaiman wafat, memberikan wasiat kepada Ratu Bilqis bahwa apabila ia meninggal agar menyelamatkan seluruh kekayaannya dan juga menyelamatkan keturunnya. Masih menurut versi itu, setelah Nabi Sulaiman wafat, maka Ratu Bilqis pulang ke tanah leluhurnya di tanah Jawa dan mendirikan keraton yang kemudian dikenal dengan nama Keraton Solo –boleh jadi nama “Solo” berasal dari nama “Solomon” untuk nama Nabi Sulaiman dalam literatur Barat).

Karena itu, paranormal seperti Permadi SH berani mengatakan bahwa HAS dan HAD yang kini bertebaran di dalam sistem perbankan dunia berupa koletaral emas, platinum, berlian, dan sebagainya berasal dari harta kekayaan Nabi Sulaiman atau King Solomon.


Komunitas ketiga, adalah komunitas yang semata percaya bahwa soal HAS dan HAD semata soal aset dan kolateral perbankan. Tak ada hubungan ritual Kejawen apalagi soal hubungan dengan teologi atau Ketauhidan. Soal HAS dan HAD adalah soal banking system. Mereka percaya HAD dn HAD adalah kebenaran sebuah secara faktual yang didukung oleh dokumen yang sah dari bank. Mereka percaya nomor CUSIP dan nomor ISIN yang tertera pada dokumen bank daripada ritual dan tauhid.

Kelompok ini lebih mengutamakan proses banking. Karenanya historical fund (asal muasal uang atau aset) menjadi sangat penting bagi mereka. Mereka mengajar siapa yang pegang key, passwors, atau apapun namanya yang dibutuhkan oleh bank. Mereka yakin pemegang pewaris akhir dalam dokumen menjadi andalan terakhir.

Jadi tak heran kalau kemudian kelompok ini banyak mengejar Dr. Eddy Sukanto sebagai pemegang akhir kuasa akhir HAS dan HAD. Anak Kiyai Djawahir ini dipandang oleh komunitas ini adalah pewaris sah sesuai urutan dokumen yang ada selama ini. Urutannya, Soekarno dapat mandat, lalu mandat itu diserahkan kepada guru spiritualnya bernama Kiyai Djawahir, lalu ketika kiyai ini meninggal mandatnya diserahkan ke anaknya bernama Dr. Eddy Sukamto. Sebagai pewaris akhir, Edsy Sukamto kini sedang sakit keras melawan ganasnya penyakit gula serta hidup sederhana kalaulah tidak disebut serba kekurangan.

Komunitas lainnya, adalah komunitas yang melakoni apa yang dilakukan oleh ketiga komunitas di atas. Selain melakoni, mereka juga percaya bahwa semua kompenen Ketauhidan, ritual Kejawen, dan sistem perbankan saling berkait satu sama lainnya. Agaknya kelomlok yang satu ini lebih diterima dalam komunitas manapun. Walau kadang kala sering terjerumus untuk ikut salah satu atau pandangan komunitas tersebut di atas. Walah…******

 

 

 

 

2 pemikiran pada “MEMAHAMI SUDUT PANDANG KOMUNITAS HARTA AMANAH SOEKARNO

  1. Sangat menarik uraiannya,dan ada yg ingin sy tanyakan pak.
    Bagaimana mengenai Samurai yg selama ini menjadi perbincangan yg menurutnya mempunyai nilai yg sangat fantastis..
    Mohon penjelasannya.

    Terima kasih ;

    Achmad.R

    Suka

  2. Baik Mas…terimakasih atas infonya dan saya pikir sebaiknya kita berdiri tegak, ikhlas, bernafas dan berfikir dengan dasar utama berdasarkan “Ketuhanan”, untuk JUJUR dan BIJAK menghadapi “Realitas” yang tercipta atas sistem yang dibuat dan natural/alami, sederhananya adalah berfikir dan bertindak yang dapat menimbulkan kemaslahatan poisitif untuk diri sendiri dan bagi umat pada umumnya.
    selamat berjuang. amien…..

    salam
    nhs

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s