“SOEKARNO” MEREKA ITU TERNYATA JIN


Seorang wanita paro baya menyapa penulis dan bersalaman semberi berkenalan. Ia hanya mengenakan pakaian longdress ketika itu. Nampak rawut wajahnya baru saja ia selesai memasak di dapur. Suaminya mengundang saya untuk datang ke rumahnya guna menyasikan apa yang saya cari selama ini. Ialah kebenaran fakta sejarah Harta Amanah Soekarno (HAS) dan Harta Amanah Dinasti (HAD).

Seorang pengikutnya menjemput saya di suatu tempat di Jakarta untuk membawa saya ketempat itu yang berlokasi di sekitar wilayah Bekasi. Pengikutnya berbaju batik dan berpeci itu menyampaikan harapan agar penulis berkenan menerima undangan untuk menyaksikan keajaiban alam itu, bahwa Soekarno masih hidup.


Singkat cerita, akhirnya saya diajak ke ruangan khusus di rumah itu. Di sana ada sebuah kursi besar bak kursi seorang saja yang sedang menghadap kepada rakyatnya yang duduk bersila di hadapannya.

Beberapa menit kemudian, datang tuan rumah mengajak saya ngobrol dalam ruangan khusus tadi. Dia berikan arahan kepada saya, agar saya menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkannya. Siapa yang bertanya, kata saya. Nanti beliau, ujar pengikutnya sembari jempolnya menunjuk ke arah kursi besar itu. Saya bertanya lagi, siapa beliau yang dimaksudkan. Dia menjawab, nanti ikuti saja Mas. “Pokoknya apa yang Mas Safari cari selama soal harta amanah akan terjawab semuanya,” jelas pria berpeci dan berbatik tadi.

Tak lama kemudian, munculah sosok wanita berbaju batik dan berpeci dengan mata terpejam dipapah dari kamar sebelah menuju tempat kursi besar tadi berada. Ia duduk menghadap ke penulis dan pengikutnya termasuk suaminya tadi. Ternyata wanita yang berkenalan tadi telah berubah menjadi sosok “Soekarno”.

Tak berselang lama, mulailah wanita berpeci tadi berpidato dengan suara lantang ala Bung Karno. Ia memaki dan menyumpah bila ada pengikutnya yang betkhianat. Ia memaki para penyelenggara negara sekarang ini tidak lagi peduli sama rakyatnya. Ia marah karena cita-citanya untuk memakmurkan rakyat dan bangsa Indonesia ini masih jauh panggang dari api. Padahal katanya, bangsa asing sedang bersiap-siap untuk menghancurkan bangsa ini.

Ucapan-ucapannya memang mirip ucapan Bung Karno. Berapi-api dan runut bahasanya bagus. Sesekali istilah bahasa Belanda pun keluar seperti yang sering dilakukan oleh Soekarno saat berpidato. Namun tetap saja, pita suara wanita yang keluar dari mulutnya. Tak seperti suara Bung Karno yang sering penulis dengar.

Setelah puas berpidato, wanita berpeci itu bertanya sama penulis, namamu siapa? Saya menjawab, Safari Ans. Lalu ia memerintahkan suaminya agar menunjukan bukti-bukti dokumen HAS yang menurutnya benar. Suaminya pun membuka tas koper dokumen yang di dalamnya bertumpuk foto copian dokumen zaman dulu dengan beraneka judul dan gambar.


Kejadian seperti ini telah penulis temui puluhan kali, baik di Sumatera maupun daerah lainnya. Tetapi lebih banyak dilakukan di lingkungan masyarakat dan adat Jawa. Penulis juga sudah sering ditanya nama  seperti tadi oleh “Soekarno” versi ini. Pertanyaan yang sama dan perkenalan yang berulang-ulang ini menandakan bahwa “Soekarno” (baca soekarno dalam tanda petik) tidak hanya satu, tetapi banyak. Artinya, setiap satu komunitas seperti ini memiliki “Soekarno” nya sendiri-sendiri. Jadi ada kemungkinan, jika ada lima komunitas yang aktif bareng berkominikasi secara transdimensi, maka dipastikan ada lima “Soekarno” yang juga aktif.

Bisa dibayangkan kalau kemudian, setiap pemeran “Soekarno” seperti ini kemudian ingin bertemu Ibu Megawati sekedar untuk menyampaikan pesan ayahnya. Bisa gila petugas Istana Presiden Jokowi, jika setiap peran “Soekarno” memaksa pengikutnya agar menjadwalkan pertemuan dengan Jokowi sekedar untuk menyampaikan pesan suci yang dimaksudkan. Ini terjadi, bukaan rekaan.

Bahkan apabila sosok pria yang berperan sebagai “Soekarno” bisa jadi dirinya mengklaim bahwa dirinya seorang Seokarno seperti yang dilakukan dua tokoh tua yang bermukim di Sukabumi. Yang satu berkukit hitam yang mengatakan bahwa dirinya hitam ( tidak putih seperti Soekarno) karena sering berendam di dalam laut untuk menghilangkan racun yang disuntikan orang-orang Soeharto pada waktu itu. Yang seorang pria lainnya yang berjualan ikan di Pasar Sukabumi berikan alasan lain lagi, bahwa dirinya jadi pendek (tak setinggi Soekarno) karena dimakan usia yang sepuh walaupun tampilan saat bertemu penulis berumur sekitar 50-an tahun.


Budaya Kejawen memang sering melakukan komunikasi dengan para leluhur secara transdimensi. Dalam GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) pada era Presiden Soeharjinmalah ada pengakuan negara atas kelompok masyarakat yang percaya dengan dunia gaib ini yang kemudian dikenal dengan sebutan Aliran Kepercayaan. Dijelaskan dalam GHBN itu bahwa Aliran Kepercayaan itu bukanlah agama, tetapi diarahkan agar memeluk salah satu agama yang telah diakui oleh negara.

Dalam pengikut Islam Kejawen sebagai proses sinkritisme di tanah Jawa waktu itu, dipercaya bahwa setiap manusia ada jin pendamping yang dikenal dengan nama “khaddam” tetapi dalam Al-Quran disebutkan sebagai “qhorin” seperti ini “Dan yang menyertai dia berkata: Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku”. Surah Qaf (50:23)

Singkat cerita, Qhorin itulah yang dimaksudkan jin pendamping dalam setiap kehidupan seorang manusia. Uniknya, jin pendamping ini memiliki rupa, tingkah laku, berpikir, dan berbuat serta berpakaian sosok manusia sama yang ia dampingi. Kalau jin pendamping Soekarno, maka rupa dan tampilannya mirip Soekarno, termasuk suaranya. Bagi yang memiliki kemampuan melihat khusus, maka akan nampak jelas tampilannya seperti Soekarno aslinya. Sayangnya, ada yang berpendapat bahwa jin pendaming ini berjumlah lima orang, rupanya dan tampilannya semua. He he he..bisa gila bagi yang melihatnya.

Namun, apapun la yang jelas jin pendamping bukanlah sosok Soekarno yang sesungguhnya. Karena banyak hal yang bersifat pribadi Soekarno, tidak dapat direkam dan tidak dapat dilakukan oleh jin pendamping. Sehingga banyak rahasia tidak bisa diungkap oleh jin, apalagi yang muncul adalah jin hasil rekayasa untuk kepentingan seseorang atau segelintir orang. Karena jin ternyata bisa diatur dan dikendalikan oleh manusia, karena manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan paling mulia yang Tuhan ciptakan. Sehingga validasi data atau akurasi data yang bersumber peran jin rekaan ini, sulit dipertanggung-jawabkan, karena bisa jadi jin yang dipakai sebagai peran “Soekarno” tadi adalah jin tukang kebun di dunia gaibnya, bukan jin pendamping Soekarno yang sessungguhnya.

Sedangkan roh dalam pandangan hampir semua agama Samawi (seperti Islam dan Kristen) tidak akan kembali lagi begitu seseorang telah meninggal dunia. Roh orang yang telah meninggal, telah kembali ke Tuhan dan tidak akan pernah kembali lagi, atau masuk ke tubuh orang yang masih hidup.

Namun pandangan lain juga muncul, bahwa roh yang sudah meninggal hanya bisa bertemu sesama roh juga. Atau bertemu di alam roh. Jika seseorang tidur, maka dipastikan rohnya meninggalkan tubuhnya. Saat meninggalkan tubuhnya inilah ada dugaan ilmiah bahwa roh orang yang masih hidup bisa bertemu dengan roh orang yang sudah meninggal. Teori mimpinya Sigmund Freud agaknya masuk ke ranah ini, bahwa bermimpi sering merupakan refleksi sebuah kehidupan. Jadi kalau seseorang bertemu dengan Soekarno dalam mimpinya, bisa dipastikan bahwa ia bertemu dengan roh Soekarno.

Dalil-dalil tersebut di atas bisa saja salah, karena rumusan keilmuan tidak ada yang pasti. Semuanya hanya deretan kemungkinan-kemungkinan yang berusaha mendekati kebenaran. Percayalah bahwa kebenaran yang hakiki, hanyalah Tuhan yang tau. *****

 

 

 

 

6 pemikiran pada ““SOEKARNO” MEREKA ITU TERNYATA JIN

  1. Assalamualaikum..Bang safari.

    Saya sangat menyukai tulisan dan kajian bang safari mengenai dana dinasti maupun amanah sukarno. Bagi saya seperti membaca petualangan indiana jones atau kaya film da vinci code , seperti dongeng tapi memang ada cuma perlu perjuangan yang panjang dan kesabaran. Salut bang ..semoga terus mengkaji dan menulis mengenai hal ini sampai kotak pandoranya terbuka .wassalam.

    Suka

  2. Hasil karya tulis yang bagus karena tak menyesatkan para pembacanya, meski dalam hati dan pikiran mereka tertarik oleh judul yang berkaitan dengan bangsa JIN,

    Suka

  3. Ass…wr.wb…..Bissmilahirohmanirrohim wahai saudara2ku sebangsa dn setanah air semua aset dn segala macam2 yg diperbincangkan kalian diseluruh dunia perbankan dn alam jagad raya ini adalah milik Alloh swt,.wahai manusia sadarlah dn bertobatlah,bnyaklah bersyukur kpd Alloh swt atas apa yg sdh diberikan kpd kita semua,jngnlah kita mengaku dn mengaku harta nya dinasty2 A,B,C dll,.keturun A,B.C klo itu pnya “kalian” kenapa sampai detik ini blm bisa kalian cairkan??rek.ats nama kalian,pasword/pin kalian yg buat?perbankan kalian yg bentuk?pikir dan renungkanlah,. jngnlah prnah bermimpi bsa mencairkan harta amanah tanpa ijin dn ridonya Alloh swt yg maha Ghoib serta Safaatnya kanjeng Rosululloh SAW… ingat ALLOH SWT yg menggerakn sluruh Alam jagat raya ini melalui para makhluk pilihanya sesuai tugas dn fungsinya,AL-QURAN adalah sumber jawabanya,.NUR MUHAMMAD adalh INDUKNYA,.payung islam sejati sebagai wadahnya,.indonesia tercinta adalah tanah perjanjian,,, jika kalian menginginkan Harta Amanah bisa dicairkan,. terimalah AL-QURAN dn ISLAM sebagai PEDOMAN Hidup manusia dn makhluk seluruh Alam,Apa yg AL-QURAN dn sunnah rosull Ajarkan knpa kalian tinggalkan,ajaran leluhur kalian lupakan(menjaga kelestarian Alam dn bumi ini)mari tanamkan kasih sayang kpd sesama manusia dn makhluk Alloh swt,lihatlah sebelah kiri kanan dpn blakang kalian,anak yatim,jompo,fakir miskin yg kekurangan jngan menutup mata kalian, mhon maaf lahir bhatin,.Hamba Alloh swt yg Bodoh.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s