FAKTOR INI SEBABKAN ORANG TERTIPU URUSAN HARTA AMANAH SOEKARNO


Ketika orang berbicara tentang Harta Amanah Soekarno (HAS) dan Harta Amanah Dinasti (HAD) yang berbasis dokumen bank keturunan raja-raja Nusantara, maka yang ada di benaknya saat ini adalah aspek penipuannya yang sudah banyak membangkrutkan pengusaha tak hanya di Indonesia tetapi para sponsor internasional termasuk juga Gerorge Soros.

Screenshot_2016-01-26-11-18-14

Padahal rumusannya mudah, bahwa dokumen HAS yang ditebar oleh kelompok punya kepentingan sesaat. Mereka sering memasukan nomor CUSIP (Committee on Uniform Securities Identification Procedures)  dan nomor ISIN (International Securities Identification Number) yang sama dengan dokumen aslinya, kedalam dokumen palsu yang mereka buat.

Sebab mereka tau ketika proses awal perbankan dimulai, yang pertama kali dicek oleh pihak bank adalah nomor CUSIP dan ISIN. Jika benar kedua nomor itu, maka patut diduga dokumennya juga benar. Itulah pernyataan yang muncul pertama kali di kalangan perbankan dan para fund manager selama ini.

Celakanya, ketika pengecekan CUSIP dan ISIN itu benar, maka munculah istilah “ON” bahwa dokumen yang sedang diproses bersifat on progress atau on process. Saat itulah biasanya kegembiraan tahap awal datang dan pesta kebahagiaan dimulai. Dalam hitungan jam biasanya dana sponsor pun mengalir deras dalam jumlah besar pula. Pihak konsultan, fund manager, dan para broker mulai meraup hasil dana sponsor milyaran rupiah.

Begitu melangkah ke proses berikutnya, sistem bank mulai error, karena pemilik dokumen yang tercantum di dalamnya tidak dapat memberikan kode atau password kepada bank dengan benar, walau namanya sama persis dengan yang tertera dalam passport.

Hal ini lebih banyak disebabkan, bahwa dokumen yang ada pada orang yang bersangkutan palsu. Atau, dokumennya asli tetapi orangnya salah, karena pemilik palsu ini memalsukan data orang yang sesungguhnya. Hal ini terjadi, karena di Indonesia dan di negara lainnya sangat mudah menerbitkan identitas palsu tersebut.

Di Indonesia saja, penulis sudah menemukan sedikitnya lima passport atas nama Mr. Soewarno. Sosok yang banyak dicari kalangan pemburu HAS. Tipikal wajahnya hampir mirip, tua dan berambut putih. Di era sekarang pun banyak. Misalnya sebuah dokumen yaang berasal dari satu bank besar di London ditemukan 2 nama, satu berada di Jakarta dan yang asli berada di Amerika Serikat, dugaannya begitu.

Dokumen Jepang yang mencatat nilai besar pada Bank of Japan saja ada tiga orang wanita yang mengklaim. Yang satu tinggal di Solo dengan menyimpan dokumen yang menurutnya asli, yang satu lagi telah meninggal dunia yang tadinya tinggal di wilayah Jawa Tengah, dan satu lagi wanita dari keturunan suku Dayak yang bermukim di Pontianak. Anehnya, ketiganya sudah pernah mencoba proses tetapi tak berujung alias tak selesai.

Belum lagi dokumen yang bernilai USD 97 milyar yang dikeluarkan oleh UBS (Union Bank of Switzerland) dan DB (Deutsche Bank). Sedikitnya ada 8 orang dengan kekuatannya masing-masing berusaha mengklaim aset bernilai Rp 1.000 triliun itu atau setengahnya APBN Indonesia.

Bahkan Presiden Soeharto pun dikabarkan pernah membentuk tim khusus untuk mencairkan dokumen ini. Klaim Soeharto dan tim itu ada yang bilang sudah berhasil dan sekarang mangkrak di Bank Indonesia, dan ada yang bilang tim Soeharto gagal mencairkan HAS dan HAD hingga kini. Tetapi jualan dokumen dan klaim dokumen menjamur dengan gayanya masing-masing. Penulis sendiri sudah menemukan lima dokumen senilai ini dengan versi tampilannya masing-masing. Ada yang berbahasa Inggris dan ada yang berbahasa Jerman.

Banyaknya peran palsu inilah yang membuat sponsor bangkrut. Tetapi kalangan banyak broker dan komunitas merubah strategi dengan membentuk organisasi sempalan yang seakan-seakan berbasis kerajaan Majapahit, Mataram, dan kerajaan Nusantara lainnya. Organisasi yang mereka bentuk selalu mengklaim bahwa mereka bagian dari organisasi PBB, IMF, World Bank, atau organisasi internasional lainnya. Lalu mereka tak segan-segan mengklaim program PBB atau organisasi internasional lainnya sebagai program mereka. Hebatnya lagi mereka mampu menggaet para petinggi negara tetangga seperti Kamboja, Laos, dan sebagainya sebagai wujud internasionalisasi komunitas atau organisasi mereka.

Ciri khas organisasi seperti ini biasanya sibuk dengan simbol-simbol dan acara ritual rutin yang berbasis kerajaan Nusantara seperti keris, mahkota kerajaan, foto keturunan, dan lambang-lambang lainnya. Bahkan sedikitnya ada lima orang yang penulis sudah temui yang mengklaim bahwa dirinya Soekarno. Atau ada istilah lain sekarang ini, reinkarnasi Soekarno.

“Fisik memang masih muda Mas, tetapi sebetulnya beliau sudah berusa seratusan tahun,” jelas seorang murid dan pengikut Soekarno reinkarnasi. Tentu saja ini perbuatan “gila” tetapi pengikutnya banyak dan amat loyal. Para pengikutnya yang membiayai hidup sang tokoh bertahun-tahun sebagai sebuah kesetiaan.

Hebatnya organisai dan komunitas jenis ini mampu merekrut orang-orang pintar dan berpendidikan tinggi sebagai bagian terdepan untuk negosiasi dengan calon korban. Inilah yang paling berbahaya. Bayangkan, sosok yang meyakinkan calon korban itu bertitel insyinur, doktor, dan bahkan ada yang profesor. Dengan penjelasan yang sangat luar biasa dari tim terdepan komunitas, maka mudah sekali menaklukan calon korban agar percaya dan mengeluarkan uang sponsor.

Kini, di Indonesia sedang menjamur komunitas semacam ini. Baik dalam bentuk organisasi internasional, yayasan, lembaga, ataupun hanya sekedar paguyuban. Tetapi ada satu hal yang menjadi kesamaan mereka, bahwa mereka memiliki doktrin yang amat jelas dengan para pengikutnya. Menurut dugaan saya, doktrin inilah yang berhasil menundukan banyak orang pintar dan berpendidikan tinggi untuk ikut menjadi loyalis kelompok.

Padahal pemilik aser yang benar, ternyata tidak membutuhkan siapa-siapa, dan tidak membutuhkan apa-apa. Seorang nasabah dengan jumlah puluhan milyar dollar seperti kebanyakan HAS dan HAD, ditangani sedikitnya dua orang bank officer setingkat direktur pada bank yang bersangkutan.

Sang nasabahnya pun diberikan hak layanan istimewa kapan saja dan dimana saja ia membutuhkan layanan. Bahkan pada saat liburan hari raya agamanya pun sang bank officer tersebut bersedia diganggu dan menerima perintah nasabah kelas wahid ini. Ini bukti bukan hayalan. Semoga. *****

 

.

 

3 pemikiran pada “FAKTOR INI SEBABKAN ORANG TERTIPU URUSAN HARTA AMANAH SOEKARNO

  1. Ass pak safari sy sngt setuju dgn pendapat dan pemikiran bpk utk mslh ini sbnrnya kunci dr smua dokumen yg ada itu hanyalah surat kuasa tunggal yg mana dgn surat kuasa tunggal ini smua data kunci atau pin sdh tertera dan tdk lg membutuhkan orang lain pak bahkan bhsa dr pemilik surat kuasa ini bahwa cukup dia tanda tangan diatas kertas roko pun smua dana bs cair sungguh luar biasa orang tua membuat sebuah strategi yg bnr2 tdk bs di lacak oleh pihak mana pun…..dan satu2 nya orang yg bs mnyelesaikan smua ini adalah dia si pemegang surat kuasa tunggal/wali amanah/pemegang amanah satu orang yg memiliki 25 nama dan dia lah sesungguh nya orang yg sangat sulit dibaca arah pemikiran nya kecuali dgn hati yg tulus dan ikhlas…..sy berharap bpk kelak akan berjumpa dgn orang terebut disitulah sesungguhnya kunci dr HAS dan HAD insya Allah akan terbuka…….amin

    Suka

  2. yg Maha mengatur sudah men-setting sedemian hebat bahkan jauh sebelum sang proklamator terlahir, bahkan semua ini sudah dipersiapkan untuk membangun dunia baru kedepan…apakah setiap yg merasa memiliki akses ketika mencairkan dana itu makan dana itu akan dibagi2 sampai semua makmur lalu ketika dana tersebut habis lalu kapan bisa membangun dunia baru dgn masyarakat yg sejahterah…ada satu kunci yg belum ditemukan oleh para pengaku yg berkeliaran..dibenaknya selalu hanya akan punya duit trilliunan lalu hidup kaya raya…pahamilah bahwa “ada itu ada batasnya”

    salam,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s