TRANSAKSI BANK TERHEBOH 2015


Selama tahun 2014-2015 banyak transaksi heboh dalam dunia perbankan yang berlaku di pasar gelap (black market). Boleh jadi transaksi itu hanya akal-akal para pihak berkepetintingan tertentu dengan nilai transaksi yang juga heboh. Ratusan milyar bahkan triliunan dollar atau euro dalam satu paket transaksi.

Misalnya ada transaksi dengan istilah server to server yang lebih dikenal S to S. Ada transaksi via web link sebagai transaksi antar bank yang berbasis antar website bank yang bersangkutan,  dan ada sistem pengiriman uang via telex atau lebih dikenal KTT103. Ada juga transaksi yang berlaku pada bank papan atas dunia dengan nama transaksi by EBICS atau Electronic Basic International Communication Standard yang konon kabarnya dipakai oleh bank seperti UBS. Bahkan pada penghujung tahun 2015 ada transaksi kartu atm unlimited edition dengan sebutan transaksi offline. Transaksi kartu atm unlimited ini tentu saja bisa beli mobil sedan Jaguar sekali gesek. Atau bisa beli rumah di Pondok Indah, Jakarta hanya dengan sekali gesek. Gila..!

Transaksi S to S pernah melibatkan lembaga keuangan besar di Amerika Serikat. Kala itu akan bertransaksi dengan nilai USD500 milyar dengan pemilik uang yang berasal dari Cina dan Hong Kong. Pelaksananya, salah satu bank besar di Frunkfurt (Jerman) dengan salah satu besar di Amerika. Sayang gagal, karena rekening milik orang Cina dan Hong Kong tersebut ternyata palsu alias kosong, tidak ada uangnya. Tetapi walaupun gagal, penulis jadi tau bahwa sistem transaksi seperti ini memang ada dan bisa dilaksanakan perbankan di luar negeri.


Dua tahun lalu malah heboh transaksi tukar currency (tukar mata uang) dalam jumlah besar yang biasanya dilakukan dalam bank yang sana. Mata uang yang sering transaksikan sangat bervariasi, mulai dari Hong Kong Dollar (HK$), Ringgit, dan lainnya. Tetapi yang paling sering ditawarkan adalah tukar mata uang USD ke Euro atau sebaliknya. Nilainya pun ..gila, puluhan milyar bahkan ratusan milyar.

Untuk menawarkan transaksi-transaksi tersebut, banyak kalangan broker berkeliaran di Jakarta dengan tamu asingnya. Tamunya ada yang berasal dari Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Cina. Sedangkan kalangan broker bule jarang kelihatan.

Selain jenis transaksi tersebut di atas, masih ada jenis transaksi lainnya yang juga heboh adalah transaksi dengan tukar kunci antar bank atau antar negara. Transaksi dikenal dengan nama ledger to ledger. Jika seseorang punya uang di salah satu bank di Hong Kong sebesar USD10 milyar misalnya, maka tak mungkin uang sebesar itu dikirim  melalui swift MT103. Selain nilai uangnya terlalu besar, juga sistem transfer antar bank dan antar negara tidak memungkinkan untuk itu.

Ledger to ledger transaction, hanya bisa dilakukan antar pemilik uang yang setera nilainya atau sama-sama tajir. Misalnya uang Anda di Hong Kong ada USD10 milyar, maka uang orang pada bank di Indonesia juga harus memiliki nilai yang sama. Caranya sangat mudah, rekening (account) Anda di Hong Kong buat saya atau dibalik nama ke nama saya, dan uang saya di rekening bank di Jakarta dibalik nama ke nama Anda. Biasanya ada cost 5-10% paling tinggi. Soal siapa yang bayar cost tergantung siapa yang membutuhkan jasa transaksi ini.

Dari transaksi-transaksi heboh ini dugaan penulis adalah sebagai terobosan dari kekakuan sistem dan jenis transaksi antar bank dan antar negara yang ada selama ini ada. Yakni hanya dengan swift wire, yang lebih populer MT103 untuk transfer uang tunai, dan MT760 untuk transfer dengan surat berharga bank (commercial paper) seperti yang berlaku pada perbankan Indonesia.

Kekakuan itu terjadi misalnya, terbatasnya nilai transaksi untuk pengiriman uang tunai yang hanya berkisar puluhan juta dollar saja. Kedua, prosedur bank yang mengharuskan ada underliying project pada setiap transaksi yang dilakukan, yakni: uang yang dikirim untuk membiayai proyek apa. Jika underliying tak jelas, ancamannya bisa jadi uang yang dikirim akan diblok oleh bank.

Ketiga, tidak jelasnya asal usul uang atau historical fund-nya yang akan ditransaksikan. Keempat, ketatnya persyaratan transaksi antar bank dan antar negara gara-gara ramainya transaksi ilegal perdagangan narkoba dan aliran dana teroris internasional.

Singkat cerita, semua terobosan transaksi tersebut di atas bermotif untuk memudahkan transaksi pemindahan uang tanpa mampu terdeteksi oleh bank sentral masing-masing negara atau otoritas moneter.

Tetapi di Eropa, transaksi seperti EBICS, weblink, KTT103 dan S to S  justru banyak difasilitasi oleh bank yang bersangkutan. Tetapi di Indonesia Anda jangan berharap bisa dilaksanakan transaksi jenis ini, kecuali jenis transaksi ledger to ledger, namun mencari pihak lawan yang memiliki jumlah uang yang sama bukanlah perkara mudah.

Tetapi penulis pernah menemukan satu perusahaan di Indonesia yang berhasil melakukan melakukan transaksi sebesar USD 500 juta melalui KTT103 di BNI pada salah satu cabang di Jakarta 2 tahun lalu. Setelah itu katanya BNI tidak mau nelakukannya lagi. *****

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s