BANYAK KEPALA CABANG BANK TAK TAU SBLC


Aneh jika seorang kepala cabang pada sebuah bank di Indonesia tidak tau SBLC atau Standby Letter of Credit, tapi itu kenyataan. Celakanya, mereka juga tidak paham bagian apa atau devisi apa yang menangani produk jasa bank seperti ini.

Mereka lebih paham SKBDN daripada SBLC. Padahal, kalangan praktisi bisnis sering mangatakan bahwa SKBDN adalah sama fungsinya dengan SBLC. Sama-sama sebagai jaminan pembayaran. Kalau SBLC diterbitkan oleh pihak bank di luar negeri, sedangkan SKBDN hanya untuk nasional Indonesia.

Kalau seorang kepala cabang sebuah bank saja tidak paham SBLC, apalagi jajaran layanan customer di bawahnya. Hal ini sudah banyak kejadian yang menimpa nasabah bank, sehingga sering menjadi bahan tertawaan kalangan pengusaha.

Padahal dalam website Bank Mandiri sudah tertera amat jelas apa yang maksudkan dengan SBLC. Standby Letter of Credit (SBLC) adalah suatu janji tertulis bank yang bersifat irrevocable yang diterbitkan atas permintaan applicant untuk membayar kepada beneficiary, apabila dokumen yang diserahkan telah sesuai / comply with dengan persyaratan dokumen yang tercantum dalam SBLC.

Menurut fungsinya, SBLC dapat berfungsi sebagaimana layaknya LC dimana beneficiary(penerima jaminan) akan mendapat pembayaran dari bank sepanjang persyaratan SBLC terpenuhi. Namun pada umumnya SBLC mempunyai fungsi yang sama dengan Bank Garansi, di mana SBLC diterbitkan sebagai jaminan (hanya untuk jaga – jaga). SBLC hanya akan dicairkan kalau applicant gagal memenuhi kewajibannya (wanprestasi) danbeneficiary melakukan klaim. (Baca: Apa itu SBLC Menurut Bank Mandiri ).

Karena SBLC berfungsi sebagai jaminan pembayaran yang biasanya bertempo 12 bulan 1 hari (one year one day), maka oleh pengusaha sering dijadikan jaminan kredit di bank (fasilitas credit line).

Karenanya penerima SBLC harus memiliki fasilitas credit line atau memiliki sumber pendanaan sendiri untuk dapat menerima SBLC. Untuk membuktikan kemampuan itu, pemberi atau pengirim SBLC sering meminta Bank Confirmation Letter (BCL) kepada penerima SBLC untuk memastikan kesiapan tersebut.

Bahkan Eropa kini membuat terobosan bahwa jaminan SBLC bisa diperpanjang secara otomatis untuk menjamin credit line di bank selama 3 tahun. Apakah Indonesia bisa?

Satu pemikiran pada “BANYAK KEPALA CABANG BANK TAK TAU SBLC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s