“NEGARAKU TERSAYANG”


Saya sebenarnya malu pada dunia, seakan aku tidak bisa mengurusmu. Kamu cantik, alamnya cantik nan indah, lagi kaya raya. Hampir semua mineral yang dibutuhkan manusia untuk hidup, ada padamu. Tapi sayang, kekayaanmu itu tidak untuk rakyat yang mendiaminya, melainkan bagi peruntukan kaum berduit dengan dalih investasi. Investasi saat ini akan menjadi predikat sukses atau tidaknya sang pemimpin. Semakin tinggi angka investasi asing, menandakan semakin tinggi kepercayaan asing padamu, maka sang pemimpin dianggap semakin sukses. Tak heran bila kamu diperebutkan banyak orang berduit.

Nasib sialmu semakin menjadi, manakala yang menjadi pemimpinmu adalah orang-orang bodoh. Orang-orang yang tidak mempunyai sentuhan emosional denganmu. Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki kasih sayang denganmu. Mereka hanya perpanjangan tangan perampok dan perompak. Mereka adalah orang-orang bodoh dan gila yang dipilih rakyat. Tak mungkin kau memiliki pemimpin yang pintar manakala rakyatmu juga sebagian besar masih bodoh.

Negaraku Tersayang, saya sudah berusaha untuk berbuat sesuatu sesuai dengan kemampuanku. Para pemimpin telah aku beri tau tentang kamu dan kekayaan kamu. Telah aku beri tau betapa engkau adalah orang yang paling kaya di dunia. Engkau telah memiliki putra terbaik yang disegani dunia. Dan…dan..engkau adalah orang yang berjasa atas pondasi keuangan dunia. Engkau adalah pemilik hampir separo kekayaan jagat raya ini. Dan aku paham bahwa kamu telah membesarkan beberapa negara sekedar untuk mensejahterakan umat manusia, tetapi rencana tinggalah rencana. Ketamakan manusia telah mengaburkan makna hidup yang sesungguhnya. Negara-negara yang kau besarkan pun tidak akan pernah berterima kasih kepadamu. Bahkan mereka berusaha sekuat tenaga dan pikiran agar jejak-jejakmu dalam berkiprah terhadap aset dan keuangan dunia, dihapus atau terhapus sepanjang masa. Tetapi aku mencoba merajutnya kembali agar engkau tetaplah Negaraku Tersayang dan Bangsaku Tercinta.

Bangsaku Tercinta, para sesepuhku memberi tau kepadaku bahwa engkau adalah tanah harapan semua bangsa di dunia. Engkau sudah pernah menjadi negara adi daya kala raja-raja nusantara mencapai kedikjayaannya. Dulu engkau melahirkan para pemimpin yang hebat-hebat dan terhormat, tidak seperti sekarang. Saat ini para Bupati, para Gubernur, para anggota DPR dan DPRD, para anggota DPD tak ubahnya kerbau. Punya kekuatan besar tapi bodoh. Tak punya perencanaan, yang ada hanya pencernaan. Kasihan kamu wahai negeriku tersayang.

Kini, kekayaanmu mulai menipis, tetapi rakyatmu tetap saja belum sejahtera. Keindahanmu mulai rusak, tetapi bangsamu tetap saja belum makmur. Dunia mulai risau, ketika kamu tidak lagi mampu menyediakan kebutuhan hidup manusia. Sebelum itu terjadi, engkau hanya akan menjadi korban dengan tekanan apa yang disebut GLobal,,,,,hantu global.

Salam hormat dan salam rindu wahai Negaraku Tersayang,

Safari Ans.

4 pemikiran pada ““NEGARAKU TERSAYANG”

  1. Yth bpk Safari ans , semoga Berkah dan Ridho ALLAH SWT selalu bersama bpk dn keluarga
    dan semoga apa yg menjadi harapan Bpk untuk Negeri tercinta ini segera terwujud !
    Rasa sayang bpk terhadap Ibu Pertiwi dan para pendahulu kita , harusnya dimiliki oleh semua rakyat diBumi tercinta ini…
    apalah arti sebuah peci hitam usang bagi mereka yg tidak sayang pada bangsa dan kehormatannya….
    salam hormat selalu….

    Suka

  2. Salam , mas safari sy bs pandu ke beliau yang anda maksud silakan silaturahmi dan dimusyawarahkan.
    rahayu,rahayu,rahayu……saya menunggu respon anda demi negara tersayang.

    Suka

  3. Tulisan ini menginspirasi kami generasi muda yg haus akan keilmuan, butuh lebih banyak waktu untuk beranggan2 menjadi seorang inspiratif. seorang inspirator dari belitong negeri lada, negeri timah, negeri laskar pelangi, negeri pariwisata, yang mungkin hanya mimpi menunggu sosok pimpinan yg besar diluar berharap kembali sebagai pemimpinnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s