Indonesian Asset & Trustee, Sebuah Terobosan Era Jokowi-JK


Pada 22 September lalu, The Wall Street Journal menurun sebuah artikel yang mengejutkan dunia, khususnya Indonesia. Tulisan itu berjudul “Heirs of Indonesian Politician Adam Malik Seek Funds From UBS”. Keluarga Adam Malik menggugat UBS melalui AM Trust pada Pengadilan Distrik Utara California, Amerika Serikat. Mereka menuduh UBS telah memanfaatkan harta mantan Wakil Presiden Indonesia yang telah wafat 1984 berupa simpanan uang dan emas senilai USD 5 juta di Union Bank of Switzerland (UBS) dan di Swiss Bank Corp.

Peristiwa ini bagaikan riak kecil yang muncul ke permukaan, terlepas dari soal dari mana Adam Malik bisa memiliki uang sebanyak itu. Sebab, ada sejarah bangsa yang terputus antara generasi sekarang dengan generasi sebelum masa kemerdekaan. Kita hanya diajarkan untuk adanya kerajaan besar seperti Padjadjaran, Majapahit, Sriwijaya, dan sebagainya. Lalu kita diajarkan bahwa Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun lamanya, dilanjutkan jajahan Jepang, dan akhirnya Indonesia merdeka yang diproklamirkan Ir Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sejak proklamasilah kemudian sejarah bangsa ini terang benderang, sebagai lahirnya bangsa baru yang bernama “Indonesia”. Walaupun kata Indonesia sudah disebut periode sebelumnya, utamanya dalam Sumpah Pemuda yang dibacakan 28 Oktober 1928.

Namun tak banyak yang mencatat bahwa pada tahun 1928 terjadi sesuatu yang menarik perhatian dunia internasional, yang menyangkut hajat hidup manusia di planet bumi ini. Maaf bukan acara sumpah pemudanya, tetapi adalah undangan The Kings of Solo yang sebenarnya merupakan turunan dari The Kings of Solomon, Paku Buwono X yang mengundang 128 raja agung dunia untuk bertemu guna membicarakan apa yang disebut “Plan of The Expert”.

Raja Jawa itu berharap tujuaN dari Plan of The Expert 1928 itu bisa berjalan. Ialah break down colonialism, free the nation and create equal start, control the new nation through debt, unify the world, as good as possible for many as possible.

Setidaknya itulah yang dicatat pencari fakta kebenaran sejarah perbankan dunia dalam sebuah laporan yang berjudul “The History of Banking, An Asian Perspective” yang mempertanyakan; where did King Solomon’s treasure go?

Memahami makna sejarah ini, kalangan masyarakat Indonesia sibuk dengan analisa dalam konteks dimensi dunia lain, dan terseret dalam dunia magis yang berkepanjangan dengan menafikan akal sehat. Sementara dunia perbankan internasional terus berupaya bagaimana menggunakan aset besar dunia itu bagi kemaslahan umat manusia, Bahkan tak sedikit berupaya untuk mengakali sistem yang telah dibangun dengan nama “Harta Amanah Soekarno” dengan sandi “M1” singkatan dari “Monetary One” untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya semata.

Tahun 1928 itu, memang Sokarno dipanggil oleh Paku Buwono X untuk menerima tanggung jawab yang besar, berupa “The Big Recall” aset-aset kerajaan yang telah berada pada 140 negara dan dibukukan pada sedikitnya 100 bank ketika itu. Dalam usia muda belia (27 tahun), Soekarno telah dipercaya untuk mengelola aset besar yang dipercayakan oleh 128 kerajaan besar dunia ketika itu guna membentuk dunia peradaban baru melalui Plan of The Expert 1928 tadi.

Konferensi Asia-Afrika di Bandung 1955, adalah salah satu upaya Soekarno untuk melaksanakan amanah itu. Masih banyak upaya lain yang dilakukannya seperti Marshall Plan, Colombo Plan, dan sebagainya. Sayangnya jejak hebat Soekarno dihapus dalam sejarah perjalanan masyarakar Eropa dan Amerika kemudian.

Namun demikian, Soekarno tidak habis akal. Ia memanfaatkan kedekatannya dengan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy sejak tahun 1960-an. Beberapa kali mereka bertemu, dan akrab bagaikan adik dan kakak. Sehingga kala John F Kennedy bermasalah dengan Federal Reserve (Fed) ketika itu, maka Soekarno tampil bagaikan pahlawan bagi presiden negara adidaya itu. Mereka meneken apa yang disebut “The Green Hilton Memorial Agreement” pada 14 November 1963.

Walaupun sebagian besar sejarawan Indonesia meragukan adanya pertemuan Soekarno dengan John F. Kennedy pada 14 November 1963 itu, karena di Indonesia sedang acara besar berupakan pekan olahraga Ganefo (Game of New Emerging Force) atau olympiade negara-negara non blok, tetapi harian terkemuka Amerika The New York Times, mencatat dengan baik jadwal kegiatan John F Kennedy sebelum ia tertembak pada 22 November 1963 atau delapan hari setelah penandatangan pengakuan aset Indonesia yang ada di Amerika Serikat. Bahwa hari Kamis 14 November 1963 dalam jadwal kegiatan John F, Kennedy tercatat “Sukarno appoints himself Premier (pg.3)”.

Pada tanggal 13 Oktober 2014, Mr. Kenji Yamazaki selaku Ketua Komisi Pengawas Aset kekaisaran Jepang berkirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia ditugaskan Kaisar Jepang untuk memberikan hibah bagi program 100 hari kerja Presiden SBY ketika itu. Bahkan ia telah diperintah Kaisar Jepang untuk program bantuan jangka panjang dengan Indonesia. Sayangnya rencana bantuan ini, tidak terakomodasi dengan baik sehingga tidak cair hingga kini. Semoga saja bisa terlaksana di era kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Hebatnya lagi, Kaisar Jepang pernah melarang warga Jepang tidur dimana kakinya menghadap ke Indonesia, saking Kaisar Jepang menghormati Indonesia. Mereka merasa ada komitmen sejarah jangka panjang antara Indonesia dan Jepang yang hingga kini mereka akui.

*******

Itu adalah sekelumit fakta sejarah, bahwa ada aset bangsa Indonesia yang begitu besar berada di luar negeri. Bahkan di dalam negeri sendiri tidak kalah pentingnya. Masih banyak masyarakat Indonesia menyimpan batangan emas, batu permata, platinum, tembaga, dan sebagainya. Bahkan sebuah bank besar di Swiss pernah beriklan di salah harian terkemuka di Indonesia. Bank tersebut mencari ahli waris nasabahnya yang sudah meninggal. Iklan bank tersebut menyebut nama anaknya yang konon tinggal di Bandung.

Tak hanya itu, harta karun di darat dan yang tenggelam bersama kapal-kapal niaga di dasar laut Indonesia bertebaran di berbagai titik di Indonesia, tidak dikelola dan diawasi secara baik. Anehnya, jika harta karun berupa keramik mahal, emas, dan sebagainya, masuk ranah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena dianggap harta purbakala dan peninggalan sejarah.

Bangunan tua, bangunan bersejarah, tempat bersejarah, situs-situs, serta benda-benda asing yang terbuat dari perunggu, emas, dan logam berharga lainnya tidak terawasi dengan baik. Karena memang tidak ada lembaga yang secara spesifik bertanggung jawab atas pengelolan dan penyelamatan aset bangsa.

Yang disebut aset bangsa, bisa milik perseorangan dan bisa milik suatu lembaga. Namun negara perlu menyediakan sebuah kementerian yang secara spesifik pula bertanggungjawab terhadap pengelolaan dan penyelamatan aset-aset bangsa yang tersebar di berbagai belahan dunia. Negara tidak bermaksud untuk menyita dan menguasai, tetapi negara harus melindungi setiap harta benda warga negaranya dimana pun ia berada seperti diamanatkan oleh konstitusi Republik Indonesia. Kecuali harta karun yang memang tidak ada pemiliknya, maka harus dimiliki dan dikuasai oleh negara yang sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

Hutan gambut di Kalimantan yang sudah dikukuhkan dunia sebagai paru-paru dunia, maka secara otomatis negara harus memliharanya dengan baik. Pengelolaan hutannya tetap Kementerian Kehutanan, tetapi bagaimana menajerial hutan gambut sebagai aset bangsa Indonesia yang dibutuhkan manusia di planet bumi harus dikelola dengan baik secara ekonomi.

Jika Pemerintahan Jokowi-JK setuju dengan Kementerian Pengelolaan & Penyelamatan Aset Bangsa ini (atau apapun namanya), maka sasaran pertama kementerian ini adalah melakukan inventarisasi aset-aset bangsa Indonesia yang meliputi aset fisik dan non fisik. Kedua, mendorong Bank Indonesia dan perbankan nasional untuk membentuk fasilitas bullion bank di Indonesia, sehingga semua aset berharga milik masyarakat Indonesia dapat dijadikan sesuatu yang bernilai didalam dunia perbankan.

Dengan adanya bullion bank, masyarakat Indonesia bisa mendepositokan emasnya di bank, mendepositokan batu permata/berlian di bank, mendepositokan batangan tembaga, emas, platinum, dan logam berharga lainnya sehingga menjadi sertifikat deposito. Termasuk, masyarakat bisa menjadikan rumah atau bangunan berharga mereka menjadi sebuah bank garansi, SBLC, atau jaminan surity bond, sehingga tidak ada lagi aset berharga yang cecer dan habis percuma di telan usia. Hong Kong cukup sukses melakukan ini semuanya, sehingga rakyat memiliki sebuah kepastian tentang sesuatu yang berharga bagi hidupnya, bukan ditanam di tanah atau disimpan di bawah kasur.

Kementerian Pengelolaan dan Penyelamatan Aset (KPPA)

Berkenaan dengan itu, maka saya mengusulkan agat ada sebuah kementerian yang secara khusus mengelol da menyelamakan aset milik bangsa Indonesia. Adapun tugas dan fungsinya adalah sebagai berikut.

Pertama, sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam melakukan inventarisasi aset-aset milik perseorangan warga negara dan milik kelembagaan, sehingga Negara dan Pemerintah dapat memetakan unsur nilai dan kepemilikan aset bangsa Indonesia baik yang berada di luar negeri maupun yang berada di dalam negeri.

Kedua, kementeran ini berfungsi dan bertugas menjadi penyuluh bagi masyarakat untuk mengelola aset dengan baik dan bernilai seperti tanah, kebun, sawah, dan sebagainya bekerjasama dengan pihak perbankan nasional, sehingga masyarakat Indonesia tidak dengan serta merta dan mudah menjual aset-aset tersebut kepada pihak lain (apalagi pihak asing) karena akibat ketidak-pahamannya soal nilai aset atau karena akibat tekanan ekonomi.

Ketiga, kementerian ini melakukan riset secara rutin melalui saluran resmi mau pun tidak resmi untuk melacak aset-aset bangsa Indonesia yang berada di luar agar pemiliknya dapat melakukan investasi atau membawa harta kekayaan ke tanah air untuk membangun Negara Republik Indonesia, dimana negara tidak bermaksud menguasai atau memilikinya, tetapi justru Kementerian ini bermaksud untuk melindungi aset-aset tersebut agar terhindar dari kenakalan atau prilaku hazard lainnya.

Keempat, kementerian ini memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak tertipu dengan perorangan, yayasan, atau lembaga yang mengaku-ngaku memiliki aset besar yang siap dicairkan tanpa alasan yang jelas. Sebab saat ini fenomena ini sudah pada tingkat suasana yang mengkhawatirkan. Kementerian ini berhak untuk mengatakan bahwa tindakan semacam itu adalah illegal dan mengandung unsur pidana. Tidak seperti sekarang, seakan negara tidak peduli dengan modus-modus penipuan semacam ini.

Kelima, kementerian ini akan bekerja dengan perbankan nasional untuk menyiapkan fasilitas bullion bank, sehingga aset-aset mahal milik warga negara seperti logam dan batu mulai berharga, serta aset berharga lainnya dapat dimasukan dalam system perbankan berupa deposito berjangka atau surat berharga bank lainnya. Pihak Kementerian ini akan melakukan pengawasan melekat terhadap penyimpanan aset-aset tersebut pada bank sehingga jelas kepemilikannya, ahli warisnya, dan sebagainya, sehingga terhindar dari moral hazard dunia perbankan.

Keenam, kementerian ini akan membentuk Lembaga Riset dan Penelitian tentang aset bangsa Indonesia, baik yang ada di dalam negeri maupun yang ada di luar agar jelas jalur benang merah sejarah yang melingkupinya. Termasuk juga untuk melakukan investigasi apabila ada persengkatan kepemilikan aset berupa tanah, rumah, serta aset berharga lainnya milik warga negara Indonesia, sehingga persoalan ini tidak terlalu menggantung yang kemudian merugikan semua pihak termasuk negara, karena aset masih dalam sengketa berkepanjangan yang banyak terjadi di berbagai daerah di Indonesia selama ini.

Ketujuh, kementerian ini akan mempekerjakan para ahli sejarah, ahli keuangan, ahli perbankan, ahli investigasi, ahli hukum (berbagai disiplin ilmu hukum) untuk menopang kinerja. Sebab lembaga ini akan menampung keluhan dan pengaduan masyarakat menyangkut soal status kepemilikan aset yang mereka punyai serta menyalurkan penyelesaian sengketa ke lembaga atau ranah yang tepat sehingga mudah penyelesaiannya.

Kedelapan, secara prinsip kementerian ini akan melarang warga negara menjual asetnya berupa tanah, karena tanah adalah aset menyangkut masa depan anak cucunya. Jika ada usaha yang akan dilaksanakan pada tanah warga yang dimaksudkan, maka Kementerian menyarankan untuk melakukan kerjasama saja dengan pemilik proyek dengan pola profit sharing, kerjasama operasional, dan sebagainya. Apalagi, tanah milik warga negara dilarang dijual ke pihak asing dengan cara atau alasan apapun. Larangan ini akan dituangkan dalam sebuah undang-undang.

Kesembilan, kementerian ini juga berhak menampung aset warga negara Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri, apabila pihak ahli waris tidak diketemukan, atau memang tidak ada ahli waris, atau memang harta atau aset tersebut dihibahkan kepada negara. Oleh Kementerian, aset ini akan diserahkan kepada lembaga pengelola yang disebut “Rumah Aset” bekerjasama dengan lembaga perbankan dan lembaga keuangan non bank untuk sepenuhnya bagi kemakmuran rakyat dan bangsa Indonesia.*****(safari_ans@yahoo.com).

IMG_0184.JPG

7 pemikiran pada “Indonesian Asset & Trustee, Sebuah Terobosan Era Jokowi-JK

  1. Tulisan bagus pak… dan apabila KPPA sudah terbentuk …. ?! bagaimna saya bisa bergabung untuk sharing info dan lian-lian agar tidak menjadi liar dalam bersikap tas asset bangsa yang besar luar biasa guna untuk kemakmuran umat / rakyat.

    Suka

  2. KETERANGAN DANA REVOLUSI

    Biarlah waktu mengalir dalam sebuah perjalanan ini, seberkas makna janji yang terlampiaskan nafsu menggrogoti kenangan pahit semu. Awal dari sebuah kesalahan kecil pelimpahan kepada sosok manusia yang tak berarti, atas nama RAHASIA EMPAT PENGUASA JAGAT terbuka karena tolak awal untuk dikenang, makna revolusi akan selamanya terlaksana dengan tergantinya wadak lama kepada raga sejati memperbaiki kesalahan masa silam. Ketahuilah jasat yang telah tiada akan selalu mengetahui gerak langkah penggelaran janji ini, karena kuasa Alloh lah semua ini kan tampak jelas dalam permukaan.

    1963 awal terang harapan dengan dikembalikannya aset milik bangsa ke pangkuan jasmaniah Negara ini, terencana dengan matangnya terlayangkan perintah untuk mengumpulkan dan menata kepada Bank central menggelar dana revolusi ini. Sedikit demi sedikit berjalan secara terencana rapih tak tergoreskan, terduduk terdiam pada tatapan tajam akan datangnya mandat pada jiwa ini hingga awal pemulaan tatanan segi Revolusi dari titik awal bernama Nefo (New Emerging Forces) yang menyekutu untuk membantu terkumpulah beberapa aset revolusi. Tercatat US$ 450 juta di Union de Banques Suisses dan emas batang senilai 125 juta pound di Barclay’s, International Bank di London. Terpecah sebagai ketahanan rencana awal lagi masing-masing US$ 250.000 pada Guyerzeller Zumont Bank di Zurich, dan Bank Daiwa Securities di Tokyo. Hancur bagai debu berterbangan karena tergores nafsu binatang yang besar, semua ini tersiapkan untuk penggelaran awal pembentukan infrastruktur dalam negeri. Dana Revolusi inilah kata yang pantas terdengar dikuping kalangan pengharap yang mencoba menyelesaikannya, malam gelap menjadi saksi perencanaan penggelaran agar semua ini berjalan dengan takdir yang dituliskan. Ketika kesemuanya ini tak lagi menjadi sesuatu yang rahasia terbeberkan oleh publik kalangan perbankan dunia, bahkan proses pelalihan tak lagi beraturan berdalih atas nama semangat kesejahteraan umat ketahuilah bahwa penggelaran awal ini sangat lah melelahkan tergapai dalam rayuan untuk berserikat mengumpulkan kekuatan dalam bertahannya rencana abadi. Berjalan merangkul petinggi dunia luar sana, dan menjelaskan makna tatanan kepada empat imam pemersatu dari kepercayaan.

    Rencana awal yang matang tiba-tiba terpagar oleh rasa penghianatan, penggelaran tatanan hidup dunia baru pun tersentak berantakan sudah bukan rahasia lagi bahkan seberkas kertas yang tersusun rapih membentang dalam ukuran nyata kini tak ada artinya lagi.Ketika pin sandi-sandi berterbangan mengatas namakan penggelar berharap terselesaikannya urusan aset ini dengan mulusnya hingga rekaan cerita dalam dunia perbankan pun deras memberikan angan kepada manusia yang mengataskan penyelesai.Ingat lah..Emas lantakan dan uang US$ 450 juta yang diharapkan tak berwujud.Ketahuilah Dana Revolusi pada tahun 1987 Bank Indonesia telah menerima dari dana tersebut sekitar US$ 550 ribu ditambah Rp 1,5 milyar,selain itu US$ 250 ribu dari Bank Guyerzeller Zumont, dan US$ 250 ribu di Bank Daiwa Securities. Uang ini semua masuk ke kas negara pada 1 Oktober 1987 bersetatus Dana tak Bertuan. Di kenang rekening di Union de Banques Suisses, Schweizerische Bank Geselinschaft Bern, Switzerland, Nomor GF 90074891 tercatat dalam buku hitam yang suatu saat akan di mintai pertanggung jawabannya, tak sedikit pun dari pihak tatanan penggelar menghadapi kerugian.Teruslah berikrar bahwa kesemuanya ini dapat terselesaikan dengan cara ku,dengan orang-orang ku, dan dengan sistim yang ku pegang sebagai pelimpah tunggal aset Revolusi ini, ingat dengan bukti apa kesemua nya menjadi wujud yang nyata. Apakah tampil dalam segi kepahlawanan kita dapat bangga dan adakah sebuah nama yang besar tak tercoretkan dalam sejarah Revolusi besar bangsa ini tertakdir atas nama yang tak berarti dan perananya menggetarkan seruan semua jagat di muka bumi ini ialah Alloh beserta Rosulnya yang dipercaya mampu mengadakan revolusi menyeluruh kepada bumi cakrawala ini.

    Ketahuilah bahwa aset Dana Revolusi ini telah musnah ditelan nafsu membuta manusia, sadarilah bahwa kesemuanya ini adalah angan liar nafsu sesaat kita yang membawa bukti atas nama yang ingin di kenal sebagai pendobrak system ketatanan pensejahteraan umat inilah bukti nyata sandiwara kata AKU terdepan agar semua meyakini ataupun terpercaya bagi kalangan nafsulialisme. Considering this statement, which was written and signed in November, 21th 1963 while the new certificate was valid in 1965 all the ownership, then the following total volumes were just obtained.’ The Green Hilton Agreement’ pecahkan lah makna ini sebagai lahirnya tatanan baru yang abadi tersusun rapih pada dasar kitab yang terang sebagai awal penagih janjian 17081945 tarsimpan,terjaga oleh Paduka Yang Mulia… atas ijin dari Alloh lah empat penjuru penguasa jagat raya ini mebuka tabir mahligai turunya terang tanpa nafsu ialah “Rohul Kudus”pembawa wahyu adhi cakraningrat terukir dua arah mata angin pada Gading Putih yang menjulur membentuk Rahmat Intoqiyah 101 Cakra Ismoyo sebagai pemberi restu untuk membukanya Rubainah kunci alam dunia Vatikan tergerak menyongsong kabut sutra Yerusalem baru yang temboknya gemerlapan intan berlian berbentuk persegi sepanjang, terjaga oleh kekokohan pintu emas yang silaunya hingga penjuru cakrawala. Kursi Ikhlas pun mewujut menjadi jubah dan mahkota menyambut kedatangan “Imam Besar” yang terkenang ialah “Rajawali Paduka Yang Mulia…” membawa kotak hitam bernama “Tabut” sebagai terang untuk makna akhir sebuah cerita.

    Dana Revolusi telah usai,terjunlah menggapainya maka impi yang terlukis menjadi angan yang kosong menemani kita dan permainan mengatas namakan dunia perbankan menjulurkan lidahnya mengharap rencana koloni nya berhasil, ketahuilah bahwa akan ada terang dalam penggambaran ini tak mengatas nama kan Trasti,Dinasty,ataupun Prasasti manapun sebagai bukti nyatanya karena semua itu Fana tiada angan nyata bagi makna nurani hidup, Iman dan Taqwa sesungguhnya menjadi bukti yang nyata atas pertanggung jawaban kelak dihadapan Nya sekaligus pembawa terang untuk restu dari yang menciptakan Jagat Amanah ini.Revolusi akan selamanya tergelar sampai batas waktu yang ditentukan datang….

    Salam Nafas perjuangan.

    BERSAMBUNG …

    Suka

  3. KETERANGAN DANA REVOLUSI II

    Untuk cerita yang selalu terkenang dalam sejarah masa silam, inilah cerita yang penuh makna sebagai pembelajaran kita sebagai cermin untuk mengembalikan jati diri kita yang berbudi pekerti luhur dan kembali pada tatanan awal yang murni. Maknailah seberkas cerita ini dengan membuka hati untuk menjadikan pembelajaran penuh arti bagi kehidupan kita.

    Membuka sejarah Timur dan Barat, atas Nama yang tak dikenal tetapi peranannya mampu menggetarkan jagat raya ini. Seberkas cahaya Penantian yang yang menyatukan jagat tanah Nuswantoro.Aum namo sidhem amastuti Pangriptaning Karyo meco Rinungsite pangreh gaib karso njarwani kang makuwon aneng ing Mandologiri ( Hormat kepada yang terhormat penulis sebuah karya penguasa gaib menerangkan yang bertempat di Gunung Mandala ). Sejak ribuan tahun mengajarkan Kasih sayang dan budi pekerti Paduka yang Mulia Tunggul Sabdo Jati Doyo Among Rogo Pamomong Tanah Jowo Shang Hyang Ismoyo Jati sebagai pedoman hidup yang kokoh sebagai pegangan kita untuk mengartikan makna kehidupan ini dan sesungguhnya kehidupan ini adalah sesaat yang akhirnya segala sesuatu yang mempunyai nafas kehidupan pada dasarnya akan merasakan kematian. Inilah awal sejarah leluhur umat manusia bernama Adam yang mendapatkan hukuman diturunkan ke Bumi yang menurunkan turunannya hingga beraneka ragam sifat, bentuk, dan rupa manusia. Ketahuilah kehidupan manusia di muka bumi ini pada dasar nya adalah hukuman dari Alloh tuhan semesta alam, hannya kasih sayang dan budi pekerti serta rasa keyakinan mengimani bahwa adanya Zat yang menguasai Jagat raya ini ialah Alloh tuhan semesta alam yang dapat mengembalikan kita dengan tenang esok kelak disisinya. Diutuslah para Rosul-rosulnya di berbagai bumi cakrawala agar mengajarkan umat manusia untuk beribadah kepadanya dan mengenal satu nama yang Esa ialah Alloh tuhan yang Maha agung. Jadikanlah Alloh dan UtusanNya sebagai pedoman hidup kita di Dunia karena merekalah pedoman hidup yang sebenar-benar nya, tanamkanlah cinta kasih terhadap sesama dan berperilakulah Budi pekerti dalam kehidupan sesungguh nya sifat ini yang memberikan kedamaian dan keindahan di alam wujud dan syiriah ini pasangkanlah kedua nya dengan selalu mengingat Alloh dan tanamkanlah 99 namanya dalam relung hati kita yang terdalam karena inilah sarana kita sebagai modal kehidupan menjalankan ibadah dengan hati penuh ketenangan. Iman dan Taqwa akan membawa kita pada ketenangan hidup yang akhirnya siap untuk menghadapi cerita akhir dari hembusan nafas ini, betapa mudah nya menjalankan hidup dengan Kasih sayang dan Budi pekerti dialah yang mengajarkan kita berbudi pekerti dan dialah yang mengajarkan kita rasa Kasih sayang atas ijin Alloh adalah nama yang abadi yang ucapan nya dapat menyatukan bumi Nuswantoro ini. ketahuilah pada dasarnya semua yang turun di Jagat raya ini pada dasarnya adalah Satu begitu pula lah ajaran keyakinan dan kepercayaan sesungguh nya Alloh menurunkannya kepada Rosul Nya hanyalah satu yang membedakan hanyalah nama, waktu yang diturunkanNya, dan tata cara peribadahanNya. Ketahuilah sesungguhnya tidak ada perbedaan dalam semua ini, celakalah manusia yang membuat semua ini menjadi beraneka ragam sehingga tampak adanya perbedaan untuk keTauhidan ini, berantakan hingga terjadi beragam jenis aliran-aliran yang beranggapan golongan Nya adalah yang paling benar dan mengambil keuntungan dari segala urusan mengatas namakan golongannya itu. Kembalilan pikiran ini hingga taraf Nol sehingga menjadi satu kehidupan sejati dalam Nuswantoro. Sadarilah bahwa kepercayaan dan keyakinan yang Alloh lahirkan di muka Bumi ini sesungguhnya berpasang-pasangan maknailah ini sesungguhnya ada makna penuh arti dalam kita menuju dunia baru atas dasar Ketuhanan yang Maha Esa pada Pancasila.

    Inilah Rahmat yang Alloh berikan untuk tanah air kita sesungguh Nya kemerdekaan ini adalah wahyu kebebasan dari Nya yang menandakan makna abadi 1 Zat yang kita tuju ialah Alloh tuhan Semesta alam yang memberikan bangsa ini 7 an untuk kemerdekaan karena inilah hak segala bangsa yang terbangun dari rasa 0 agar menciptakan Kemanusiaan yang adil dan beradab bersama menggapai kekokohan bernegara membentuk rantai 8 dimana Persatuan Indonesia dapat terwujud dengan kesemuanya ini kita menjadi 1 kesatuan yang tercermin pada Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan sesungguh nya contoh ini sudah ada dan nyata yang dibawa oleh 9 waliullah dalam syiarnya agar tercipta 4 tahapan dalam hati menuju Tauhid ( cipta, rasa, karsa, dan karya ) yang akan melahirkan jati diri kita yang kokoh dalam 5 rukun Islam agar terlaksananya Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam pemberian wahyu kebebasan 17081945.

    Kembalilah kepada jati diri bangsa kita sebagai tonggak harapan dalam menuju dunia baru maka disinilah akan terbukanya tatanan dunia baru terbebasnya bangsa ini pada kutukan THE GREEN HILTON AGREEMENT dan menjadi suatu anugrah untuk bangsa kita tercinta ini.Cinta kasih dan Budi pekerti akan abadi dalam bumi Nuswantoro walaupun hilang akan datang kembali dengan SECRET SAFETY THE PRINCIPLE CODE 101 DEPOSIT TRANSACTION NO.756/0078-6.1.78667 , Tiga clise aman terjaga, diyakini ataupun tak teryakini tidak menjadi pedoman dalam pengabaran ini karena semua ini tak butuh dipercaya, hanya restu dari paduka yang mulia lah yang menjadi pedoman untuk makna perjanjian ini agar turun nya angan dalam impian atas izin oleh Alloh Tuhan semesta alam lah harapan ini akan terus berjalan. Pada dasar nya manusia haus akan bukti kebenaran dan pada takdir nya bila bukti itu telah menjadi Fakta yang nyata manusia akan menjadi haus dalam pernyataan AKU ikut serta dalam pembuktian ini hingga Anak turunana Nya kelak ikut mengakui bahkan turut mengakui persaksian penggelaran tatanan dunia baru ini. Kenanglah ini bahwa penggelaran Tanah cinta kasih dan Budi pekerti ini dalam membangun karya dunia baru tidak butuh keyakinan dan dukungan siapapun. Karena tatanan ini suatu arti yang terjaga berdasarkan janji yang abadi dalam kenang masa silam. Kembalilah kepada awal tatanan hidup, Alloh mengetahui segala perbendaharaan yang Nyata walaupun yang Ghoib dan tak seorang pun manusia yang dapat menyentuhnya. Saksikanlah hadirnya Awan terang Atlantik yang menghiasi jagat Raya ini, hancurlah Raga yang memperTuhankan Uang, dan musnahlah jiwa yang merasa benar dalam kepentingan urusan golongannya. Adalah Alloh tuhan semesta alam Tuhan dari segala Tuhan tidak ada yang sederajat pada Nya yang menciptakan Cakrawala ini dan memberikan kepintaran pada manusia untuk menciptakan berbagai alat untuk kebutuhan dan keperluanNya agar kaum manusia selalu bersyukur dan beribadah kepadanya bukan untuk mempercayai ciptaan manusia yang fana.

    Alam akan menjadi saksi yang setia menemani perjuangan ini dan alampun akan menjadi pertanda untuk tatanan awal pekik Rajawali bersama Paduka dan Ibu Ratu yang Mulia akan senantiasa menjaga keutuhan tanah Nuswantoro menuju Tanah Atlantik yang tertanam Jubah Pin Sandi pembuka dalam kotak hitam bernama Tabut.

    Salam Nafas perjuangan, Beri Hormat pada yang terhormat ….

    Dalam Keraton PoerboWasesa Poerwonjoto.

    Lamun siro tangi amungsuhi ora bakal kuwat nglawan ingwang kuwalahan siro kabeh ingsun ono kang tunggu iyo iku kang moho suci kang ngrekso badang ingwang ingkang moho luhur siro kabeh podo gesang bagas waras datang kurang sandang bukti saumur urip kulo kang mustoko Hyang Ismoyo Jati, Nuso bongso ayem tentrem amanunggil luhur bowo leksono.

    Rahayu …Rahayu …

    Suka

    • Puitis sekali sih.
      Apakah urusan amanah harus puitis dan samar-samar seperti ini ? Padahal ribuan lembar sudah diungkapkan oleh banyak orang tentangnya.
      Samar-samar karena memang tidak jelas ya, supaya penasaran gitu ?

      Suka

  4. tdk ada seorangpun dan tidak ada satupun yg bisa mencairkan dana amanah kecuali sp (satria piningit).

    pencairannya pun dari sp ke sp artinya yang memberikan sp dan yang menerima sp.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s