Press Release Penulis Buku Harta Amanah Soekarno


image

Press Release Selasa 13 Mei 2014
Penulis Buku Harta Amanah Soekarno, Safari ANS

1). Buku ini saya tulis semata bertujuan agar bangsa Indonesia mengakui adanya aset bangsa yang ada di luar negeri. Selama ini terkesan kalangan pejabat Indonesia secara resmi tidak mau mengakui atau mempercayainya, tetapi secara diam-diam mencoba untuk mencairkannya dengan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Berdasarkan investigasi saya selama belasan tahun ini, justru pihak asing yang mempercayai keberadaan aset bangsa Indonesia berdasarkan fakta yang mereka terima. Kini saatnya bangsa Indonesia sendiri mengakui keberadaannya yang pada proses akhir penetapan aset tersebut bermuara pada The Green Hilton Memorial Agreement yang ditandatangani Soekarno dan John F Kennedy pada hari Kamis tanggal 14 November 1963 jam 16.00 waktu Washington DC.

2). Dengan tidak adanya patokan yang pasti tentang keberadaan aset bangsa Indonesia, telah memberikan peluang bagi spekulan, broker, dan pengambil kesempatan untuk mengarang cerita-cerita sendiri-sendiri tentang aset bangsa ini berupa pengakuan bahwa dirinyalah penerus dan yang punya hak untuk mencairkan Harta Amanah Soekarno, sehingga banyak pihak dan masyarakat yang tidak paham sama sekali telah menjadi korban penipuan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Korban yang saya maksudkan ini baik perseorangan, paguyuban, organisasi, bahkan perusahaan yang tadinya berkembang menjadi bangkrut gara-gara menjadi sponsor pencairan dokumen yang berkait dengan Soekarno. Kejadian ini tidak hanya di Indonesia, tetapi di luar negeri seperti Hong Kong, China, Malaysia, Singapura, Eropa dan bahkan Amerika Serikat sendiri. Dengan hadirnya buku saya, semoga semua ini berakhir, bahwa Harta Amanah Soekarno berdasarkan penelitian dan investigasi jurnalistik saya adalah HARTA AMANAH SOEKARNO TIDAK SEPERTI YANG DIPAHAMI ORANG KEBANYAKAN.

3). Buku saya yang pertama ini merupakan awal anak bangsa Indonesia mengungkap misteri aset bangsa Indonesia secara faktual, dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademik. Sebab selama ini berkenaan dengan Harta Amanah Soekarno sering dibawa ke ranah klenik, magic, dan pemahaman sesat lainnya. Padahal, berdasarkan hasil riset saya, Harta Amanah Soekarno adalah nyata, faktual, dan berada dalam sistem perbankan internasional yang bisa diverifikasi, bisa diaplikasikan, dan diimplementasikan berdasarkan kaedah perbankan dan peraturan yang berlaku sesuai dengan The Green Hilton Memorial Agreement (14 November 1963) yang diperkuat dengan Bank Agreement and Custodial Safekeeping antara Union Bank of Switzerland (UBS) dengan Soekarno tanggal 09 Agustus 1966 sehingga aset tersebut berlaku dan eksis dalam banking system.

4). Mengenai kritik Prof. Dr. Asvi Warman Adam yang meragukan keberadaan aset tersebut mengingat Soekarno ketika itu (waktu yang sama) malah untuk berobat saja harus meminta kepada pegawai istana. Harus saya jelaskan bahwa figur Soekarno jangan disamakan dengan figur pemimpin kita kebanyakan yang tidak bisa memisahkan mana milik dirinya dan mana milik negara atau bangsa. Harta ini disebut harta amanah karena Soekarno sejak awal sudah mengatakan bahwa aset ini bukan miliknya, dan bukan untuk keluarga atau kerabatnya, tetapi harta ini harta titipan, harta bangsa Indonesia (bahkan juga bangsa lain di dunia) yang dititipkan kepadanya, sehingga Soekarno telah bersumpah untuk tidak mempergunakan sesen pun titipan harta tersebut dirinya dan keluarganya. Bahkan menurut wartawan senior yang sering meliput istana ketika itu, Soekarno pernah mengajak wartawan makan, tetapi begitu dikonfirmasi ke dapur tidak ada lauk, hanya goreng telor. Bahkan ketika pindahan dari istana negara, putra tertuanya Guntur mau membawa pesawat televisi, Soekarno melarangnya dan mengatakan itu milik negara. Begitu pun ketika beliau keluar istana, hanya mengenakan kaos omblong dan bersandal jepit, karena apa yang ia pakai selama jadi Presiden RI pertama dibeli dengan uang negara. Maka secara pribadi, Soekarno adalah pemimpin besar yang paling miskin di dunia hingga kini. Jadi naif kalau kemudian kehidupan Soekarno seperti itu dijadikan indikator untuk menafikan keberadaan aset bangsa Indonesia yang begitu besar.

5). Melalui buku saya ini, saya pastikan dan saya minta bangsa Indonesia jangan ragu bahwa pertemuan Soekarno dengan John F Kennedy pada hari Kamis tanggal 14 November 1963 pukul 16.00 adalah penandatangan The Green Hilton Memorial Agreement, sebab kedua pemimpin ketika itu sedang menghadapi masalah besar di bidang ekonomi dan keuangan. Masalah lain memang dibicarakan diantaranya dukungan politik AS terhadap hubungan Indonesia-Malaysia yang memburuk ketika itu, tetapi penandatangan perjanjian pengakuan aset bangsa Indonesia setara nilai 57.000 ton lebih emas itu menjadi prioritas kedua pemimpin besar ini. Sebab dari hasil pembicaraan dengan beberapa narasumber di Eropa dan orang yang dekat lingkaran Soekarno menyampaikan adanya dialog kecil dalam pertemuan tersebut. Misalnya, JFK bersedia meneken perjanjian tetapi mengabaikan pengembaliannya. Soekarno mengatakan, tak apa tidak dikembalikan, tetapi bayar komitmen fee sebesar 2,5% setahun dari total emas yang diakui. JFK bilang, boleh saja asalkan perusahaan tambang Amerika baik minyak bumi maupun mineral diizinkan melakukan eksplorasi di Indonesia. Soekarno mengatakan, silahkan tetapi begitu sebutir biji emas atau setetes minyak diambil oleh perusahaan Amerika dari bumi Indonesia, maka The Green Hilton Memorial Agreement dinyatakan berlaku. Sekali lagi dialog ini bukan imajinatif, tetapi wawancara saya dengan tokoh senior pihak asing yang sekarang ini telah tiada. Berkenaan dengan dialog ini, ada hubungan yang erat antara perjanjian JFK dengan Soekarno dengan tambang emas Tembagapura yang kini menjadi Freeport Indonesia sebagai tambang emas terbesar di dunia saat ini. Juga disahkannya UU no. 13/1963 pada tanggal 28 November 1963 oleh Soekarno tentang perjanjian kerjasama PN Pertamina ketika itu dengan Pan American Indonesia Oil Company. Pula berlanjut dengan UU No.14/1963 tentang pengesahan perjanjian karya antara PN Pertamina ketika itu dengan PT. Caltex Indonesia dan California Asiatic Oil Company (Calasiatic), Texaco Overseas Petrolium Company (Topco), dan PN Pertamina dengan PT. Stanvac Indonesia, serta PN Permigan dengan PT. Shell Indonesia pada tanggal yang sama (28 November 1963) atau beberapa hari setelah ditandatanganinya The Green Hilton Memorial Agreement.

6). Melalui buku ini saya meminta kepada anak bangsa Indonesia, berhentikan berusaha untuk mengklaim atau mencairkan dokumen-dokumen bank yang berkait dengan Harta Amanah Soekarno, karena tidak bisa dicairkan secara orang perorang. Harta Amanah Soekarno membangun sistem dan jaringan yang keberadaannya saling berkait antara satu dengan lainnya. Walau kemudian tertera di atas dokumen atas nama seseorang, tetapi pada prinsipnya hanyalah penamaan sebuah aset, tetapi bukan miliknya, dan bukan atas nama itu yang dapat mencairkannya. Apabila itu dilakukan akan sia-sia dan membuang waktu. Harta Amanah Soekarno memiliki komitmen besar membangun bangsa Indonesia dan dunia, jadi tidak mungkin bisa dicairkan oleh orang per orang apalagi yang mengaku-ngaku. Lagi pula Harta Amanah Soekarno jangan diimpikan atau dinantikan dengan penuh harapan seperti akan dibagikan secara cuma-cuma kepada seluruh anak bangsa Indonesia seperti membagikan bantuan tunai ala kompensasi kenaikan harga BBM. Ini bukan aset untuk dibagi-bagikan, tetapi ini untuk membangun sebuah sistem kenegaraan, sistem keuangan kebangsaan, dan dunia sesuai dengan komitmen awal terciptanya Harta Amanah Soekarno.

Terima kasih
Safari ANS
Email: safari_ans@yahoo.com

23 pemikiran pada “Press Release Penulis Buku Harta Amanah Soekarno

  1. Saya sangat setuju dan mendukung himbauan Pak Safari pada poin 6, terutama bagi individu/kelompok yang berupaya mengurai “harta amanah” untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya. Tetapi bagi mereka yang murni didasari untuk kepentingan bangsa dan kemaslahatan dunia, jangan pernah berhenti untuk niatan ibadah, mari terus kembangkan dan sempurnakan model program dan sistem tata kelola yang diperlukan untuk mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia sejahtera yang berdaulat, bersatu, adil dan makmur sesuai amanat Pembukaan UUD 1945….karena banyak negara maupun kelompok di lingkungan internasional yang terus mencoba menemukan “kunci” (dari salah satu jalur yang ada) untuk dapat mengakses dan memanfaatkan “harta amanah” tersebut.
    Jangan sampai kita hanya menjadi penonton….ayo temukan “kunci”nya untuk bisa dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan bangsa.

    Suka

  2. Kebetulan kami bersama kawan-kawan sepaham berencana menyelenggarakan forum dialog kebangkitan nasional dengan tema :menuju kedaulatan pangan, karakter bangsa serta kedaulatan wilayah dan budaya dalam perspektif masyarakat Pancasila. Pertemuan persiapan akan dilaksanakan besok Kamis, 22 Mei 2014 dimulai Jam 10.00.
    Kami akan sangat senang sekali sekiranya Bapak bisa hadir dan memberikan masukan pemikiran (termasuk untuk kemungkinan menjadi pembicara pada waktunya nanti). Seandainya pun hanya untuk sekedar berbicang tentang aspek legal & heritage perihal “amanah” bisa diatur secara khusus. Untuk contact person bisa dihubungi no berikut: 0812 1880 1899 (Bung Nanda).

    Salam perjuangan – “pranata indonesia makmur”

    Suka

  3. Langkah awal th ini 2014 utk urusan amanah yang telah sy ikuti adalah rekonsiliasi akbar antara rakyat nusantara marcapada dengan para leluhur yang ikut mengawasi nusantara dari ujung bumi sampai ujung langit berikut asetnya, kita nggak perlu mengejar-ngejar yang mengurus hal itu sudah hidup berdampingan dengan rakyat…

    Suka

  4. assw. Salam kenal membaca dan mendalami perjalanan mas safari saya salut. Mas ! Masalah ini semua menurut saya awalnya tetap pada presiden yang harus membukanya. Karna beliau wakil, dan raja kita. Presiden juga harus berjanji tuk menerima mandat NKRI &TKRI. Selanjutnya menjalankan trisula sistem; KTP YANG VALID DAN ADANYA REK. JAMINAN HIDUP, KEMBALINYA HUKUM TANAH, SERTA MERDEKANYA TANAH. Perjanjian terakhir adalah perjanjian jempol… Siapa yang punya tanda tangan dan siapa yang punya. Dimana MUHAMMAD DANA RASA nya. Salah benar hanya ALLAH SWT. yang punya wassalam. Terbodoh termiskin dan pendosa adalah aku

    Suka

  5. Assalamualaikum,,, Mohon maaf Pak, kami berharap Bapak klik Deklarasi Proklamator II. Insya Alloh bisa sambung. Makasih

    Suka

  6. Bung Karno. hanya menjalankan perintah Sang RA, yang waktu itu belum memiliki jasmani. Dan yang bisa mencairkan hanya Sang RA yang kini telah memiliki tubuh sebagai manusia…Dia tidak memerlukan surat surat semacam itu untuk mencairkannya, cukup dengan kunci yang hanya dia seorang yang memegangnya…Dia memilih lahir di Indonesia untuk menggenapi kehendak Yang Maha Kuasa ” Nusantara menjadi mercusuar dunia”

    Salam…

    Suka

  7. Pak safari yang cerita itu hanya sebagian saja, pernah dengar bahwa banyak yang ingin mencairkan amanah Soekarno masuk ke UBS dan tidak pulang? saya dua kali masuk dan pulang dengan selamat.

    Suka

  8. Ping balik: Harta Amanah | Kontrofersi menyambut Zaman Kalasuba

  9. Saya Yakin dan MengImaninya” Tinggal Sunnatullah yg Menjawabnya lewat Mekanisme,Roh Soekarno yg masuk/meminjam jasad seorang Pemuda jelata,tapi tubuhnya bertasbih,sesuai dg lukisan yg berdenyut nadinya di museum Blitar.!!Karena Manunggaling Kawulo lan Gusti.!!!Subhannallah*

    Suka

  10. Mohon maaf,BAPAK asumsi saya sbg org bodoh mungkin gak masuk akal.Tapi kira2 sbg org Islam sedikit tahu tentang jasad kasar dan halus.Jasad halus Soekarno masuk(meminjam)seorang rakyat jelata yg tubuhnya bergerak (bertasbih),seperti lukisan di Museum Blitar. Saat ini menunggu Sunnatullah/Mujizat yg akan mengarahkannya kesana.Karena sbg
    Org biasa hanya isyarat dan petunjuk2 dari Allah yg hanya bisa dia dpt.
    Mudah2an bermanfaat.

    Suka

  11. ass mohon maaf sebelumnya .. kalau bapak memang pernah kesana saya ingin bertanya beberapa hal.. yang tidak mungkin di pertanyakan di sini .. mohon kiranya bapak menghubungi saya di no 081298129366

    Suka

  12. Ass pak safari sy sngt setuju klo proses HAS dan HAD yg bpk mksud itu smua nya adalah proes dgn systemyang real dan smua itu,maaf klo setahu sy dr hasil investigasi adalah sumber awal yaitu TGHMA(THE GREEN HILTON MEMORIAL AGREEMENT) hanya apa isi dr perjanjian itu lah yg orang2 tdk tahu sehingga mslh HAS dan HAD ini menjadi simpang siur….nah klo dr pengalaman sy slma 17thn menggali mslh HAS ini sy hanya bs menyimpulkan bahwa sesungguhnya orang yg jd kunci dr ini smua yaitu orang yg satu2nya memegang 2 surat yaitu surat wasiat,surat koesa toenggal krna stelah sy baca bahwa soerat kuasa toenggal lah kunci utk mlaksanakan smua itu……dan sy baru di ksh lht surat itu stelah 17thn sy bersama beliau pak dan setahu sy dia lah satu2 orang yg dibri kuasa tunggal…..nah pak safari mdhh2an sj sdikit dr pngetahuan atau pngalaman sy ini bs bermanfaat utk proses riset bpk tentang HAS dan HAD kdepan……amin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s