INDONESIAN INC, KONSEP KEMAKMURAN


Jakarta, 04 Agustus 2008,

Konsep INDONESIAN INCORPORATION adalah benteng terakhir rakyat Indonesia menghadapi derasnya terpaan ekonomi global pada saat lebih dari 37 juta rakyat Indonesia disebut miskin dan sekitar 6 juta penduduk diantaranya kesulitan pangan. Sebab globalisasi ekonomi adalah sebuah keniscayaan, siap atau tidak siap masyarakat Indonesia menerimanya.

Hal tersebut diungkapkan Safari ANS ketika diundang oleh DPP Partai Persatuan Daerah (PPD) dalam Rapimnas yang diselenggarakan di hotel Kartika Chandra Senin 04 Agustus 2008 silam. Safari ANS diundangkan dalam kapasitasnya selaku wartawan senior yang menggagas sebuah konsep kemakmuran bagi daerah yang kemudian akan menjadi ikon kampanye partai berlambang payung itu.

Bayangkan katanya, pasar bebas ASEAN, Asia Timur dan APEC akan berlaku tahun 2015, sedangkan pasar bebas dunia (walau masih pro kontra) akan berlaku tahun 2020, di mana pada tahun itu minyak fosil Indonesia diperkirakan sudah habis, jika cadangan minyak bumi Indonesia masih belum ada hasil temuan baru. Sebab cadangan minyak bumi Indonesia tercatat tinggal 4,6 milyar barrel, sedangkan konsumsi dalam negeri membutuhkan 1 juta barrel per hari.

Ketidakberdayaan masyarakat Indonesia ini perlu diberikan perlindungan dalam bentuk instrumen bisnis. karena sistem kapitalisasi dan investasi dunia global tidak bisa lagi dibatasi oleh aturan dan peraturan yang menguntungkan bangsa sebuah negara saja tetapi harus pula menguntungkan masyarakat dunia. Padahal penduduk dunia pada negara lain, sudah siap dengan segala sumber daya manusia dan sumber pembiayaan yang besar. instrumen bisnis itu adalah sebuah perusahaan raksasa yang disebut Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) yang dinamai INDONESIAN INC yang saham-sahamnya 100% dimiliki oleh seluruh warga negara Indonesia.

Indonesian Inc akan berperan sebagai holding company raksasa, sedangkan anak perusahaan akan berada pada 33 provinsi di Indonesia dengan nama provinsi masing-masing. Seperti Papua, akan ada Papua Inc, Jawa Barat akan ada Jabar Inc dan sebagainya. Kemudian cabang perusahannya akan berada pada tingkat kabupaten dan kota. Misalnya di kota Pangkalpinang akan ada Pangkalpinang Inc, pada kota Bandung akan ada Bandung Inc yang saham-saham adalah penduduk yang ber-KTP Bandung, dan sebagainya.

Menurut Safari ANS lagi, jika para kader PPD kelak menjadi legislator di DPR RI, maka perlu diupayakan adanya konsensus nasional agar subsisi BBM yang mencapai Rp 100 triliun setahun itu diserahkan saja kepada Indonesian Inc untuk penguatan struktur modal, sehingga dalam 5 tahun Indonesian Inc memiliki modal senilai Rp 500 triliun. Dengan modal sebesar itu, maka Indonesian Inc telah menjelma menjadi perusahaan raksasa yang punya kemampuan untuk meminjam dana bank sebesar Rp 1.500 triliun, karena equity 25% adalah Rp 500 triliun.

Aturan main dalam mekanismenya, menurut Safari ANS pemerintah dan parlemen harus punya kemauan politik untuk membuat undang-undang atau perda pada tingkat daerah, yang mengatur bahwa setiap investasi atau usaha yang mengeksploitasi kekayaan alam suatu daerah, maka perusahaan tersebut harus menyertakan saham abadi BUMR di daerah yang bersangkutan minimal 25%. Adanya saham rakyat ini, akan membuat investasi tersebut aman karena rakyat ikut dilibatkan dan memiliki saham setiap proyek baru di daerahnya. Dengan cara demikian, maka konsep kemakmuran secara struktur ekonomi dapat berjalan secara sistematis dan sesuai dengan kondisi riil dalam era globalisasi ekonomi.

Dengan demikian, menurut Safari ANS, tidak akan ada lagi seorang ayah atau seorang ibu membunuh anak-anaknya karena tidak mampu memberi makan. Bahkan Safari ANS yakin, jika konsep kemakmuran Indonsian Inc berjalan, tidak akan adanya rakyat miskin di Indonesia. (AC).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s